SIRAH NABAWIYAH

 

 

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh..

Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad, kamaa shallaita ‘ala Ibrahim wa ‘ala aali Ibrahim, innaka hamidum majid…

Kolom Sirah Nabawiyah adalah cerita perjalanan Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam dari awal insya allah hingga akhir. Bagaimana kondisi Mekkah dahulu,kemudian kebiasaan bangsa terdahulu,kemudian proses perjalanan pra kenabian hingga pasca kenabian.

Ucapan rasa terima kasih,kami sampaikan kepada tim dari Majelis Ta’lim XL Axiata karena telah di izinkan kepada Adm. Perjalanan Insani untuk saling berbagi ilmu dalam rangka dakwah islam,yang salah satunya yaitu Sirah Nabawiyah…Maka dalam bentuk penyajian yang kami tampilkan yaitu berupa artikel lengkap / original langsung dari Majelis Ta’lim XL Axiata tanpa ada modifikasi…Adapun kiranya terdapat perbedaan pendapat  / literatur pada kolom sirah nabawiyah ini kami memohon maaf…Semoga bukan menjadi ajang saling men-tahdzir atau mencela, akan tetapi saling mengkoreksi dan memperbaiki..

Selamat menikmati kolom sirah nabawiyah ini……

Wasslamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh..

-ttd-

Adm. Perjalanan Insani

 


🌙 ONE DAY ON SIRAH NABAWIYAH 🌙
oleh Majelis Ta’lim XL Axiata

————— EPISODE 1 —————

 

🕋 “MAKKAH” 🕋

Makkah adalah kota suci bagi kaum muslimin (Al-Ashimah Al-Muqadasah).
Secara geografis,
Kota Makkah terletak di sebelah barat Kerajaan Arab Saudi di tanah Hijaz,
dikelilingi gunung-gunung yang menjulang tinggi,
Berada di ketinggian 300 meter dari permukaan laut.

Kota ini terletak sekitar 400 kilometer arah barat daya kota Madinah,
Atau sekitar 120 kilometer dari arah timur kota Thaif,
Atau sekitar 72 kilometer dari arah kota Jeddah dan pantai Laut Merah.

Di dalam kota Makkah inilah letaknya Ka’bah (Baitullah: rumahnya ALLAH),
Sebagai kiblat di mana seluruh umat muslim menghadapkan diri saat sedang sholat.

Makkah adalah sebuah lembah yang tidak begitu luas di tengah lautan pasir.
Bukit-bukit mengurung lembah ini rapat-rapat.
Begitu rapatnya sehingga cuma ada 3 jalan keluar masuk kota Makkah.
Jalan pertama menuju Yaman,
Jalan kedua menuju Laut Merah, dan
Jalan ketiga adalah menuju Persia.

Ribuan tahun yang lalu,
lembah Makkah hanyalah sebuah tempat persinggahan rombongan kafilah,
baik yang datang dari Yaman menuju Palestina maupun sebaliknya,
dan yang datang dari Persia menuju Yaman.
Nabi Ismail ‘alaihis salam dan Ibunya lah yang pertama kali membuat Makkah menjadi sebuah kota.

Kota Makkah terletak di Jazirah Arab,
dahulu merupakan daerah subur,
tetapi kemudian dalam waktu yang cukup lama mengalami pengeringan-pengeringan.
Kini Jazirah Arab sebagian besar merupakan gurun pasir dan gunung berbatu.

Namun di Jazirah Arab masih ada tanah-tanah subur yang telah dihuni sejak lama.
Tanah-tanah subur itu terletak terutama di daerah pantai,
seperti Yaman, Yamamah, Hadramaut, dan Ahsa.

Sejarah Islam telah bersaksi bahwa cahaya kebenaran dari dakwah Islamiyah telah terpatri ke seluruh pelosok dunia dari kota yang terletak di tengah-tengah peta dunia itu.

 

Nabi Ibrahim ‘alaihis salam berhijrah dari negeri Irak menuju Haran atau Hirran,
setelah itu ke Palestina yang beliau jadikan markas dakwahnya.

Beliau pernah mengunjungi Mesir.
Fir’aun (sebutan bagi penguasa Mesir atau sering disebut Ramses) kala itu berniat buruk terhadap istri beliau, Sarah.
Namun ALLAH membalas tipu dayanya,
Dan tersadarlah Fir’aun betapa kedekatan hubungan Sarah dengan ALLAH,
hingga akhirnya ia jadikan anaknya, Hajar, sebagai abdi Sarah. [2]

Hal itu dia lakukan sebagai ungkapan pengakuannya terhadap keutamaan Sarah,
Kemudian dia (Hajar) dikawinkan oleh Sarah dengan Nabi Ibrahim ‘alaihis salam.

Nabi Ibrahim ‘alaihis salam kembali ke Palestina,
Hasil pernikahannya dengan Hajar tersebut ALLAH anugerahi anak bernama Ismail.
Lalu beliau membawa keduanya ke tanah Hijaz di suatu lembah gersang & tandus di sisi Baitul Haram,
Yang saat itu hanyalah tanah tinggi berupa gundukan-gundukan.
Setelah itu beliau kembali lagi ke Palestina.

Selang beberapa hari bekal dan air pun habis, dan tidak ada mata air yang mengalir.
Ketika itulah mata air Zamzam memancar berkat karunia ALLAH,
menjadi sumber penghidupan bagi mereka berdua (sesuai cerita masyhur yang sudah banyak kita ketahui).

Kabilah dari Yaman, yaitu Jurhum Kedua,
datang dan bermukim di Makkah atas izin dari Ibu Ismail.
Mereka sebelumnya berada di lembah-lembah pinggir kota Makkah.
Riwayat Al-Bukhari menegaskan mereka singgah di Makkah setelah kedatangan Ismail,
Juga dikatakan, mereka sudah biasa melewati lembah ini (Makkah) sebelum itu.

Diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dari Ibnu Abbas secara marfu’.
Ketika Ismail beranjak dewasa telah belajar bahasa Arab dari kabilah Jurhum,
Mereka tertarik dan kemudian mengawinkannya dengan wanita dari suku mereka,
Yaitu putri Madhdhadh bin Amr Al-Jurhumi, sesepuh dan pemuka kabilah Jurhum.

Dari perkawinannya,
Nabi Ismail ‘alaihis salam dikarunia ALLAH sebanyak 12 belas orang anak laki-laki,
Yaitu:
Nabit (Nabayuth),
Qaidar,
Adba’il,
Mibsyam,
Misyma’,
Duma,
Misya,
Hidad,
Yutma,
Yathur,
Nafis, dan
Qaidaman.

Anak keturunan Qaidar bin Ismail ‘alaihis salam menetap di Makkah,
beranak pinak hingga lahirlah darinya Adnan dan anaknya, Ma’ad.
Dari dialah kaum Arab Adnaniyah menisbatkan nasab mereka.
Adnan adalah kakek kedua puluh satu dalam silsilah keturunan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam.

 

Ikhwah fillah,
Berikutlah beberapa sejarah dari kota dan penduduk Makkah yang merupakan keturunan dari Nabi Ismail alaihis salam.
Ingin Berkenalan dengan Keluarga Rasulullah ???
Episode selanjutnya ya.. ☺😌😊
Insyaa ALLAH kita semua diberi rizki umur dalam keberkahan. Aamiin..

 

📜 “FOOTNOTES:” 📜

 

🕋 Pembangunan Ka’bah atas Perintah ALLAH 🕋

Pembangunan Ka’bah ini perintah dari ALLAH Subhanahu wa Ta’ala.
Pembangunannya dari batu,
tingginya 9 hasta (4,5 meter),
Panjangnya dari arah timur 32 hasta (16 meter),
Dari arah barat 31 hasta (15,5 meter),
Dari arah utara 20 hasta (10 meter),
Dari arah selatan 22 hasta (11 meter).

“Dan (ingatlah) ketika Ibrahim meninggikan pondasi Baitullah bersama Ismail, (seraya berdoa),
“Ya Tuhan kami, terimalah (amal) dari kami.
Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui.”
(AL-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 127 | 2:127)

 

Majalah Al-Buhuts Al-Islamiyah (Kajian Islam) episode ke-2 hal. 292,
Tulisan Dr. Husain Kamaluddin,
pada mukaddimahnya dia menulis sebagai berikut;
Yang harus saya sebutkan pada kesempatan ini adalah tatkala saya telah meletakkan langkah-langkah awal pada tulisan ini dan saya menggambar peta dunia,
Saya mendapatkan bahwa Makkah adalah berada di tengah lingkaran yang menyentuh segala ujung benua,
atau dengan bahasa lain,
Wilayah daratan dari bumi ini terletak di sekitar Makkah dengan letak yang tertata rapi,
Dan bahwasannya kota Makkah sekarang merupakan pusat orbit bumi daratan,
dan Mahabenar ALLAH dengan Firman-NYA (baca Al-Qur’an surat As-Syura ayat 7)

 

🏜 KEEMIRAN DI HIJAZ🏜

Nabi Ismail ‘alaihis salam menjadi pemimpin kota Makkah dan menangani urusan Ka’bah sepanjang hidupnya.
Beliau meninggal pada usia 137 tahun.
Kedua putra beliau, Nabit kemudian Qaidar bergilir menggantikan posisinya.

Sepeninggal keduanya, urusan Makkah kemudian diambil alih oleh kakek mereka Madhdhadh bin Amr Al-Jurhumi.

Periode Nabi Ismail ‘alaihis salam diprediksi berlangsung sekitar dua puluh abad sebelum Masehi.
Dengan demikian masa keberadaan bani Jurhum di Makkah sekitar dua puluh satu abad,
Masa kekuasaan mereka atas kota Makkah berkisar dua puluh abad.

Makkah juga sempat dikuasai oleh Bani Khuza’ah berlangsung sekitar tiga ratus tahun.
Pada periode kekuasaan mereka ini,
Kaum Adnan menyebar di kawasan Najd, pinggiran Irak dan Bahrain.
Sedangkan marga dari Quraisy bertahan di pinggiran kota Makkah serta menempati rumah-rumah berpencar-pencar di tengah kaum mereka, Bani Kinanah.
Mereka tidak memiliki wewenang apa pun dalam Makkah ataupun Ka’bah hingga kemunculan Qushay bin Kilab.

 

[2]
Menurut kisah yang sudah banyak dikenal,
Hajar adalah seorang budak wanita.
Tetapi seorang penulis kenamaan,
Al-Allamah Al-Qadhi Muhammad Sulaiman Al-Manshurfuri telah melakukan penelitian secara seksama bahwa Hajar adalah seorang wanita merdeka,
Dan dia adalah putri Fir’aun sendiri.
Lihat Rahmah Li al-Alamin, 2/36-37 dan juga Tarikh Ibni Khaldun, 2/1/77

 

💝 Mari bersholawat atas Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam

💝 Mari mempelajari perjalanan hidup suri teladan kita Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam

💝 Sumber Buku:
– Ensiklopedia Peradaban Islam Makkah; Dr. Muhammad Syafii Antonio, M.Ec (Penerbit Tazkia Publishing, Jakarta)

– Ar-Rahiq al-Makhtum (Sirah Nabawiyah Perjalanan Hidup Rasul yang Agung Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam, edisi revisi); Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri (Penerbit Darul Haq, Jakarta)

– Fikih Sirah Nabawiyah; Prof. Dr. Zaid bin Abdul Karim Az-Zaid (Penerbit Darus Sunnah, Jakarta)

– Muhammad Teladanku (Penerbit Sygma Daya Insani, Jakarta)

 

Mari belajar bersama membaca Sirah Nabawiyah,
Materi Sirah lengkap dapat diakses via TELEGRAM Channel

Klik link berikut/di paling atas untuk join:

http://bit.ly/bacasiroh

IG: @mtxl_
Tw: @mtxl
Path: mtxl
FB: majelistaklimxl

#bacasirah #sirahtheseries #sirahnabawiyah #sirahsahabat #sirahnabi #onedayonsirah #dakwahmtxl #mtxl


🌙 ONE DAY ON SIRAH NABAWIYAH 🌙

oleh Majelis Ta’lim XL Axiata
————— EPISODE 2 —————

🌴 NASAB & KELUARGA BESAR NABI MUHAMMAD Shallallahu Alaihi Wa Sallam 🌴

Nasab Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam terbagi ke dalam tiga klasifikasi:
1) Pertama, yang disepakati oleh Ahlus Siyar wal Ansab (para sejarawan & ahli nasab); yaitu urutan nasab beliau hingga kepada Adnan:Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muththalib (nama asli: Syaibah) bin Hasyim (nama asli: Amr) bin Abdu Manaf (nama asli: al-Mughirah) bin Qushay (nama asli: Zaid) bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Luay bin Ghalib bin Fihr (dialah yang dijuluki ‘Quraisy’ yang kemudian suku ini dinisbatkan kepadanya) bin Malik bin an-Nadhar (nama asli: Qais) bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah (nama asli: Amir) bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Ma’ad bin Adnan.
2) Kedua, yang masih diperselisihkan antara yang mengambil sikap diam & tidak berkomentar dengan yang berpendapat dengannya, yaitu urutan nasab beliau dari atas Adnan hingga Nabi Ibrahim ‘alaihis salam yaitu:Adnan bin Add bin Humaisi’ bin Salaman bin Awsh bin Buz bin Qimwal bin Ubay bin Awwam bin Nasyid bin Haza bin Baldas bin Yadhaf bin Thabikh bin Jahim bin Nahisy bin Makhiy bin Idh bin Abqar bin Ubaid bin ad-Di’a bin Hamdan bin Sunbur bin Yatsribi bin Yahzan bin Yalhan bin Ar’awi bin Idh bin Disyan bin Aishar bin Afnad bin Ayham bin Muqashshir bin Ahits bin Zarih bin Sumay bin Mizzi bin Udhah bin Uram bin Qaidar bin Ismail alaihis salam bin Ibrahim alaihis salam.
3) Ketiga, yang tidak diragukan lagi bahwa di dalamnya terdapat riwayat yang tidak shahih, yaitu nasab beliau mulai dari atas Nabi Ibrahim alaihis salam hingga Nabi Adam alaihis salam.Yaitu:Ibrahim alaihis salam bin Tarih (nama asli: Azar) bin Nahur bin Saru/Sarugh bin Ra’u bin Falikh bin Abir bin Syalikh bin Arfakhsyad bin Sam bin Nuh alaihis salam bin Lamik bin Mutawasylikh bin Akhnukh (ada yang mengatakan bahwa di adalah Nabi Idris alaihis salam) bin Yarid bin Mihla’il bin Qaynan bin Anusyah bin Syits bin Adam alaihis salam.
Keluarga Besar Nabi,Al-Usrah an-Nabawiyyah (Keluarga Besar Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam) lebih dikenal dengan sebutan al-Usrah al-Hasyimiyyah (dinisbatkan ke kakek beliau, Hasyim bin Abdu Manaf).
Hasyim termasuk pemuka masyarakat yang hidupnya berkecukupan.Dia mengajak masyarakatnya supaya menafkahkan hartanya untuk memberi makanan kepada para pengunjung Ka’bah (seperti dilakukan oleh Qushay bin Kilab, kakeknya).
Hasyimlah orang yang bertanggung jawab atas penyediaan air minum (siqayah) & penyediaan makanan (rifadah) [untuk jama’ah haji] dari keluarga Bani Abdi Manaf.
Hasyim dikenal sebagai orang yang hidup berkecukupan dan bangsawan besar.Dialah orang pertama yang menyediakan ats-tsarid (semacam roti diremuk & disiram kuah ini merupakan makanan paling mewah di kalangan mereka) kepada para jamaah haji di Makkah.
Nama aslinya adalah Amr, kenapa dinamakan Hasyim,Dikarenakan pekerjaannya yang meremuk-remukan roti tersebut (sesuai dengan arti kata Hasyim dalam bahasa Arabnya).
Dia jugalah orang pertama yang membuat tradisi melakukan perjalanan niaga bagi kaum Quraisy, yaitu ‘rihlatus syita’ (perjalanan niaga musim dingin ke wilayah Syam),dan ’rihlatush shaif’ (perjalanan niaga musim panas ke wilayah Yaman).Kedua perjalanan tersebut disebutkan di dalam Al-Qur’an surat Quraisy.
Peran Hasyim tidak hanya itu,Jasanya sampai ke seluruh Makkah,Karena saat musim paceklik, ia mampu membawakan persediaan makanan untuk penduduk Makkah.
Berkat perannya pula Makkah menjadi berkembang dan memilili kedudukan penting di seluruh Jazirah Arab.Bahkan, Makkah menjadi ibukota.
Seiring kemajuan itu,Anak Abdu’ Manaf yang lain membuat perjanjian damai dengan tetangga-tetangganya.Hasyim, mengadakan perjanjian sebagai tetangga & sahabat dengan imperium Romawi dan penguasa Ghassân.Hasilnya pihak Romawi mengizinkan kaum Quraisy memasuki Syiria dengan aman.Abdu’ Syams, membuat perjanjian dagang dengan Najasyi (Negus).Naufal dan Muththalib, mengadakan persetujuan dengan Persia, dan perjanjian dagang dengan pihak Himyar di Yaman.Sejak itulah, Makkah bertambah maju dan makmur.
Suatu hari Hasyim berniaga ke Syam.Ketika tiba di Yatsrib (sekarang Madinah) dia menikah dengan Salma binti  Amr, seorang putri Bani Adi bin an-Najjar.
Dia tinggal bersama istrinya beberapa waktu, kemudian berangkat ke Syam (sementara istrinya ditinggalkan bersama keluarganya &  mengandung Abdul Muththalib).
Hasyim akhirnya meninggal di Ghaza, Palestina.Istrinya, melahirkan Abdul Muththalib pada tahun 497 M.Salma mendidik anaknya di rumah ayahnya (Amr) di Yatsrib,Keluarganya yang di Makkah tidak seorang pun mengetahui perihal dirinya.
Setelah Hasyim meninggal dunia,Kepengurusan masalah air minum dan makanan bagi para peziarah digantikan oleh adiknya, Muththalib.

Akan tetapi di tengah kemajuan besar itu,Masyarakat Arab juga mengalami kemunduran yang luar biasa.Itulah sebabnya mereka dijuluki ”Masyarakat Jahiliyah”,yaitu masyarakat yang diliputi kebodohan.

”Ikhwah fillah,Apa saja kah yang dilakukan masyarakat Jazirah Arab saat itu sehingga dijuluki MASYARAKAT JAHILIYAH ???”

Nantikan di Episode selanjutnya ya.. ☺😌😊Insyaa ALLAH kita semua diberi rizki umur dalam keberkahan. Aamiin..

TO BE CONTINUED…………………………………..

📜 “FOOTNOTES:” 📜

✍🏻 PEMBAGIAN PENGURUSAN ✍🏻
Beberapa jabatan pemerintahan di Makkah saat itu di antaranya adalah:
– Hijabah : Pemegang kunci Ka’bah
– Siqoyah : Penyedia air minum
– Rifadah : Penyedia makanan
– Nadwa : Pengurusan rapat tiap tahun musim
– Liwa’ : Pengurusan panji-panji
– Qiyadah : Pengatur/pemimpin urusan peperangan

👥 ANAK-ANAK HASYIM 👥
Hasyim mempunyai empat orang putra:1. Asad,2. Abu Shaifi,3. Nadhlah,4. Abdul Muththalib
Dan lima orang putri:1. Asy-Syifa,2. Khalidah,3. Dhai’fah,4. Ruqayyah,5. Jannah.

🌠 Mulianya  Garis Keturunan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam 🌠
Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam berkata tentang silsilah keturunannya,
“Sesungguhnya ALLAH memilih Kinanah dari garis keturunan Ismail, dan memilih Quraisy dari garis keturunan Kinanah, dan memilih aku dari garis keturunan Quraisy, dan memilih aku dari keturunan Bani Hasyim.” (Hadits Riwayat Muslim, 4/1782. No. 2276)
Kesaksian tentang suci dan mulianya garis keturunan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam diakui hingga oleh musuh-musuh Islam.
Raja Romawi Heraklius pernah bertanya kepada Abu Sufyan (sewaktu masih kafir) tentang garis keturunan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam.Abu Sufyan berkata,“Dia (Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam) memiliki silsilah garis keturunan yang sangat mulia di antara kami”(Hadits Riwayat Bukhari, 1/5, Kitab Bad’u Al-Wahyi, no.6)
Ibnu Hisyam berkata,“An-Nadhar adalah Quraisy,Siapa saja yang menjadi anak dari An-Nadhar, Maka dialah orang Quraisy dan siapa saja yang bukan anak-anaknya, maka dia bukan orang Quraisy.”
Orang Quraisy dinamakan seperti itu karena berasal dari kata taqarrasya’ yang artinya; berdagang dan mencari nafkah.
Ibnu Ishak berkata,“Orang Quraisy dinamakan demikian karena mereka kembali bersatu setelah bercerai berai”.Kalau membahasakan sebuah perkumpulan maka selain at-tajammu’ juga bisa dengan kata taqarrasya’.Lihat Sirah Ibnu Hisyam, 1/102-103, Al-Bidayah, 2/200-201.

💝 Mari bersholawat atas Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam
💝 Mari mempelajari perjalanan hidup suri teladan kita Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam
💝 Sumber Buku:- Ar-Rahiq al-Makhtum (Sirah Nabawiyah Perjalanan Hidup Rasul yang Agung Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam, edisi revisi); Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri (Penerbit Darul Haq, Jakarta)
– Fikih Sirah Nabawiyah; Prof. Dr. Zaid bin Abdul Karim Az-Zaid (Penerbit Darus Sunnah, Jakarta)
– Ensiklopedia Leadership & Manajemen Muhammad SAW “The Super Leader Super Manager”; Dr. Muhammad Syafii Antonio, M.Ec (Penerbit Tazkia Publishing, Jakarta)

Mari belajar bersama membaca Sirah Nabawiyah,Materi Sirah lengkap dapat diakses via TELEGRAM Channel
Klik link berikut untuk join:
http://bit.ly/bacasiroh
Instagram: @mtxl_Twitter: @mtxlPath: mtxlFacebook Page: majelistaklimxl
#bacasirah #sirahtheseries #sirahnabawiyah #sirahsahabat #sirahnabi #onedayonsirah #dakwahmtxl #mtxl


🌙 ONE DAY ON SIRAH NABAWIYAH 🌙
oleh Majelis Ta’lim XL Axiata

————— EPISODE 3 —————

 

🌋 “BANGSA ARAB DI MASA JAHILIYAH” 🌋

Mayoritas Bangsa Arab masih mengikuti dakwah Nabi Ismail alaihis salam ketika beliau mengajak mereka menganut agama yang dibawa ayahnya, Nabi Ibrahim alaihis salam.
Mereka menyembah ALLAH dan menauhidkan-NYA, menganut din-NYA hingga lama kelamaan mereka lupa beberapa hal yang pernah diingatkan kepada mereka.
Masih tersisa pada mereka ajaran tauhid dan syiar dari din Nabi Ibrahim alaihis salam,
Hingga muncullah Amr bin Luhay, pemimpin Bani Khuza’ah.

Amr bin Luhay tumbuh dengan perilaku agung & perbuatan Ma’ruf, bersedekah, antusiasme tinggi dalam urusan-urusan agama,
Sehingga semua orang mencintainya,
tunduk terhadapnya,
dan menganggap dirinya ulama besar serta wali yang dimuliakan.

Ia bepergian ke kawasan Syam lalu melihat penduduknya menyembah berhala-berhala.
Dia merespons positif hal tersebut dan mengiranya suatu kebenaran.
Maka ketika pulang dia membawa berhala Hubal dan meletakannya di dalam Ka’bah.
Lalu mengajak penduduk Makkah berbuat syirik terhadap ALLAH dan mereka pun menyambut ajakannya tersebut.
Selang berapa lama, penduduk Hijaz mengikuti cara penduduk Makkah karena mereka adalah para pengelola Baitullah dan pemilik al-Masjid al-Haram.

Kesyirikan merajalela & berhala-berhala pun banyak bertebaran di setiap tempat di Hijaz.
Tiba musim haji, dia menyerahkan berhala-berhala kepada berbagai kabilah (Lihat Shahih al-Bukhari, 1/222).
Hingga setiap kabilah memillikinya bahkan di setiap rumah.

Demikianlah kesyirikan dan penyembahan terhadap berhala-berhala menjadi fenomena terbesar dari kepercayaan dan keyakinan orang-orang Jahiliyah,
Yang mengklaim bahwa mereka masih menganut agama Nabi Ibrahim alaihis salam.

Bangsa Arab Jahiliyah juga mengundi nasib dengan al-Azlam (anak panah tak berbulu).
Mereka mengundi nasib dengan itu untuk menentukan aktivitas apa saja yang akan dilakukan,
seperti bepergian,
menikah, atau lain-lainnya.

Mereka juga percaya informasi yang disampaikan oleh dukun (kahin),
tukang ramal (arraf),
dan ahli nujum (munajjimun/astrolog).

Pada mereka juga terdapat kepercayaan ath-Thiyarah,
yaitu merasa pesimis terhadap sesuatu.
Asal muasal keyakinan ini,
Adalah dari kebiasaan mereka yang mendatangi seekor burung/kijang lalu membuatnya kabur.
Jika burung/kijang ke arah kanan,
Maka mereka jadi bepergian (dianggap pertanda baik).
Namun jika burung/kijang itu ke arah kiri,
Maka mereka tidak berani bepergian dan pesimis.

Bangsa Arab Jahiliyah masih dalam kondisi kehidupan demikian,
Tetapi ajaran Nabi Ibrahim alaihis salam masih tersisa pada mereka & belum ditinggalkan semuanya,
Seperti pengagungan terhadap Baitullah (Ka’bah), berthawaf, haji, umrah, wukuf di Arafah & Muzdalifah,
serta mempersembahkan kurban berupa unta sembelihan.

Kaum Jahiliyah juga dikenal suka beristri banyak (poligami) tanpa Batasan tertentu.
Mereka mengawini dua bersaudara sekaligus,
Juga mengawini istri bapak-bapak mereka bila telah ditalak atau ditinggal (baca Al-Qur’an surat An-Nisa’ ayat 22-23).

Perbuatan zina sudah marak pada setiap lapisan masyarakat.
Hanya saja masih ada sekelompok laki-laki dan wanita yang keagungan jiwanya menolak keterjerumusan dalam perbuatan nista tersebut.

Di antara mereka ada yang mengubur hidup-hidup anak-anak wanita mereka karena takut malu dan enggan menafkahinya,
Lantaran takut menjadi fakir dan melarat (baca Al-Qur’an surat Al-An’am ayat 151).

Sedangkan hubungan seorang laki-laki dengan saudaranya,
anak-anak paman dan kerabatnya demikian rapat dan kuat.
Hidup dan mati mereka siap dikorbankan demi fanatisme terhadap suku.
Semangat bersatu telah terbiasa dijalankan antar sesama suku.

Singkat kata,
Kondisi sosial mereka berada dalam sangkar kelemahan dan kebutaan.
Kebodohan mencapai puncaknya dan khurafat merajalela sementara kehidupan manusia tak ubahnya seperti binatang ternak.
Wanita diperjual-belikan bahkan terkadang diperlakukan bak benda mati.
Hubungan antar umat sangat lemah,
Sementara pemerintahan yang perhatian utamanya hanyalah untuk mengisi Gudang kekayaan mereka yang diambil dari rakyat atau menggiring mereka berperang melawan musuh-musuh yang mengancam kekuasaan mereka.

 

“Ikhwah fillah,”
Melihat keterpurukan akhlak Bangsa Arab pada masa Jahiliyah tersebut,
Dapatkah kita bayangkan betapa sangat sulitnya perjuangan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam dan betapa sangat luasnya kesabaran beliau dalam mendakwahkan kebenaran Islam kepada mereka?

 

Nantikan di Episode selanjutnya ya.. ☺😌😊
Insyaa ALLAH kita semua sekeluarga diberi rizki umur dalam keberkahan. Aamiin..

 

TO BE CONTINUED……………….

 

📜 “FOOTNOTES:” 📜

🗣 AMR BIN LUHAY 🗣
Dialah yang pertama kali membawa perbuatan syirik dengan kegiatan penyembahan,
pengagungan, dan pengharapan kepada selain ALLAH Ta’ala (menyekutukan-NYA),
Yaitu kepada benda mati yakni berhala (berupa patung-patung),
kepada penduduk Makkah pada awalnya.
Hingga akhirnya tersebar di Tanah Hijaz.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, beliau berkata,

“Saya mendengar Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda kepada Aktsam bin al-Jaun Radhiyallahu anhu:

Wahai Aktsam, aku melihat ‘Amr bin Luhay bin Qama’ah bin Khindaf menarik-narik isi perutnya di dalam neraka.
Aku belum pernah melihat ada seseorang yang mirip dengan orang lain dibanding engkau dengan dia dan dia dengan engkau”.

Aktsam berkata,
‘Ya Rasulullah,
aku khawatir jika keserupaan itu akan membahayakanku.’

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda,
“Tidak, sesungguhnya engkau orang Mu’min, sedangkan dia orang kafir.
Sesungguhnya dia adalah orang pertama yang merubah agama Nabi Isma’il,
orang pertama yang mengadakan persembahan kepada berhala berupa bahîrah, sa’ibah dan Hamiy.”
(Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah, Maktabah al-Ma’arif lin Nasyr, 1415 H/1995 M. IV/242-244, no. 1678)

Imam al-Bukhari juga meriwayatkan,
dari az-Zuhri, dari Urwah,
sesungguhnya Aisyah Radhiyallahu anhuma berkata bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda :

“Aku melihat neraka jahannam sebagiannya saling membakar pada sebagian yang lain (apinya berkobar-kobar),
dan aku melihat ‘Amr (bin Luhay al-Khuza’i) menarik-narik isi perutnya di dalam neraka.
Dan dia adalah orang pertama yang memberikan persembahan berupa saa’ibah kepada berhala”.
(Shahih al-Bukhari/Fathul Bari VIII/283, no. 4624)

ALLAH Ta’ala berfirman:

“ALLAH tidak pernah mensyari’atkan adanya bahirah, sa’ibah, washilah dan ham.
Akan tetapi orang-orang kafir membuat-buat dusta atas nama ALLAH,
dan kebanyakan mereka tidak berakal.”
(Al-Qur’an surat Al-Ma’idah ayat 103 | 5:103)

 

⚱ KONDISI MORAL ⚱

Kita tidak dapat memungkiri bahwa pada Masyarakat Jahiliyah terdapat kehidupan nista dan hal-hal yang tidak dapat diterima akal sehat serta ditolak hati nurani.
Namun demikian, mereka juga memiliki akhlak mulia, terpuji, dan amat menawan serta membuat terkesima & takjub.
Di antaranya adalah:

1. Kemurahan Hati
Mereka berlomba-lomba memiliki sifat ini & berbangga dengannya.
Seorang terkadang kedatangan tamu yang merintih kelaparan.
Saat itu ia tak memiliki apa-apa selain Unta betina yang menjadi gantungan hidupnya & keluarganya.
Karna terobsesi oleh getaran kemurahan hati membuatnya bergega menyuguhkan sesuatu,
dengan menyembelih satu-satunya unta miliknya untuk tamunya tersebut.

2. Menepati Janji
Janji dalam tradisi mereka laksana agama yang dipegang teguh,
Bahkan untuk merealisasikannya mereka tidak segan membunuh anak-anak mereka dan menghancurkan tempat tinggal mereka.

3. Harga Diri yang Tinggi & Sifat Pantang Menerima Pelecehan & Kezhaliman
Implikasi sifat ini, tumbuhnya keberanian yang amat berlebihan, cemburu buta, dan emosi cepat meluap.
Mereka tidak bisa bersabar jika dihina & dilecehkan.
Mereka tak segan-segan menghunus pedang,
serta mengobarkan peperangan yang panjang.
Mereka tidak peduli bila nyawa menjadi taruhan demi mempertahankan sifat tersebut.

4. Tekad yang Pantang Surut
Bila sudah bertekad melakukan sesuatu yang dianggap suatu kemuliaan & kebanggaan,
Maka tak ada satu pun yang dapat menyurutkan tekad mereka tersebut,
Bahkan mereka nekad menerjang bahaya.

5. Meredam Kemarahan, Sabar, dan Amat Berhati-hati
Mereka menyanjung sifat-sifat semacam ini,
Hanya saja keberadaannya seakan terselimuti oleh amat berlebihannya sifat pemberani & langkah cepat untuk berperang.

6. Gaya Hidup Lugu dan Polos ala Badui dan belum Terkontaminasi oleh Peradaban dan Pengaruhnya
Implikasi dari gaya hidup semacam ini adalah,
Timbulnya sifat jujur, amanah serta anti menipu dan khianat.

Tertanamnya beberapa akhlak yang amat berharga ini,
di samping letak geografis Jazirah Arab bagi dunia luar adalah sebagai sebab Utama terpilihnya mereka untuk mengemban risalah yang bersifat umum dan memimpin umat manusia dan masyarakat dunia.

Sebab,
meskipun sebagian akhlak di atas dapat membawa kepada kejahatan dan peristiwa tragis,
Namun esensi akhlak ini adalah akhlak yang amat berharga,
Dan akan menciptakan keuntungan bagi umat manusia secara umum setelah adanya sedikit koreksi dan perbaikan atasnya.
Hal inilah yang dilakukan oleh Islam ketika datang.

 

💝 Mari bersholawat atas Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam

💝 Mari mempelajari perjalanan hidup suri teladan kita Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam

💝 Sumber Buku:
– Ar-Rahiq al-Makhtum (Sirah Nabawiyah Perjalanan Hidup Rasul yang Agung Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam, edisi revisi); Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri (Penerbit Darul Haq, Jakarta)

 

Mari belajar bersama membaca Sirah Nabawiyah,
Materi Sirah lengkap dapat diakses via TELEGRAM Channel

Klik link berikut untuk join:

http://bit.ly/bacasiroh

Instagram: @mtxl_
Twitter: @mtxl
Path: mtxl
Facebook Page: majelistaklimxl

#bacasirah #sirahtheseries #sirahnabawiyah #sirahsahabat #sirahnabi #onedayonsirah #dakwahmtxl #mtxl


🌙 ONE DAY ON SIRAH NABAWIYAH 🌙
oleh Majelis Ta’lim XL Axiata

————— EPISODE 4 —————

 

👑 “ABDUL MUTHTHALIB” 👑

Tanggung jawab pengurusan siqayah dan rifadah sepeninggal Hasyim diserahkan kepada saudaranya yaitu Al-Muththalib bin Abdu Manaf.

Ketika Syaibah menginjak usia 7 tahun/8 tahun lebih,
Al-Muththalib, pamannya mendengar berita tentang dirinya, lantas pergi mencarinya.

Ketika bertemu dan melihat Syaibah,
berlinanglah air mata Al-Muththalib,
Lalu anak tersebut dipeluk erat-erat dan dinaikkan ke atas tunggangannya untuk dibonceng namun keponakannya ini menolak hingga diizinkan dahulu oleh ibunya.

Al-Muththalib kemudian memintanya agar merelakan keponakannya tersebut pergi bersamanya,
Tetapi ibunya menolak.

“Sesungguhnya dia akan berangkat menuju tahta ayahnya (Hasyim),
Menuju tanah Haram.”
Kata Al-Muththalib.

Barulah kemudian ibunya mengizinkan anaknya dibawa.

Al-Muththalib membawa Syaibah ke Makkah dengan memboncengnya di atas unta.
Melihat hal itu, masyarakat Makkah berteriak,
“Inilah Abdul (budak) Muththalib!”
(maksudnya mereka mengira yang dibawa Al-Muththalib adalah budaknya).

Al-Muththalib memotong sembari berkata,
“Celakalah kalian!
Dia ini anak saudaraku, Hasyim.”

Abdul Muththalib akhirnya tinggal bersama pamannya hingga dewasa.

Selanjutnya Al-Muththalib meninggal di Rodman,
Sebuah Kawasan di Yaman dan kekuasaannya kemudian beralih kepada keponakannya, Abdul Muththalib.
Dia menggariskan kebijakan terhadap kaumnya persis seperti yang digariskan oleh nenek-nenek moyangnya terdahulu,
Akan tetapi dia mendapatkan kedudukan dan martabat di hati kaumnya yang belum pernah dicapai oleh nenek-nenek moyangnya terdahulu,
Dia dicintai oleh mereka dan wibawanya di hati mereka semakin besar.

Ketika Al-Muththalib meninggal dunia,
Naufal merampas kekuasaan keponakannya tersebut.
Karena itu, dia meminta pertolongan ke para pemuka Quraisy untuk membantunya melawan sang paman.
Namun mereka menolak sembari berkata,
“Kami tidak akan mencampuri urusanmu dengan pamanmu itu.”

Akhirnya Abdul Muththalib menulis untaian syair kepada paman-paman dari pihak ibunya, Bani An-Najjar,
guna memohon bantuan mereka.
Pamannya,
Abu Sa’ad bin Adi bersama 80 orang pasukan penunggang kuda kemudian menuju Makkah dan singgah di Al-Abthah, sebuah tempat di Makkah.
Dia disambut oleh Abdul Muththalib,

“Silahkan mampir ke rumah dahulu, wahai paman!”,
Kata Abdul Muththalib,

“Demi ALLAH aku tidak akan mampir hingga bertemu dengan Naufal,”
Kata pamannya.

Lantas dia mendatanginya & mencegatnya yang ketika itu sedang duduk-duduk di dekat Hijr Ismail bersama para sesepuh Quraisy.

Abu Sa’ad langsung menghunus pedangnya seraya mengancam,
“Demi Rabb rumah ini (Ka’bah)!
Jika engkau tidak mengembalikan kekuasaan keponakanku maka aku akan menancapkan pedang ini ke tubuhmu.”

Ucapannya ini disaksikan oleh para sesepuh Quraisy tersebut.
Kemudian barulah dia mampir ke rumah Abdul Muththalib dan tinggal di sana selama tiga hari.
Selama di sana,
dia melakukan umrah (ala kaum Quraisy dahulu sebelum kedatangan Islam) kemudian pulang ke Madinah.

Menyikapi kejadian yang dialaminya tersebut,
Naufal akhirnya bersekutu dengan Bani Abdi Syamas bin Abdi Manaf untuk menandingi Bani Hasyim.
Suku Khuza’ah tergerak juga untuk membela Abdul Muththalib setelah melihat pembelaan yang diberikan oleh Bani An-Najjar terhadapnya.

Mereka berkata (kepada Bani An-Najjar),
“Kami juga melahirkannya (yakni, keturunan kami juga) seperti kalian,
Namun kami justru lebih berhak untuk membelanya”.
Hal ini lantaran ibu dari Abdi Manaf merupakan salah satu keturunan mereka.

Mereka lalu memasuki Darun Nadwah dan bersekutu dengan Bani Hasyim untuk melawan Bani Abdi Syams dan Naufal.

 

Ikhwah fillah,
Ada dua momentum peristiwa besar yang terjadi pada saat masa kepemimpinan Abdul Muththalib di Makkah,
yang dimana peristiwa tersebut berkaitan dengan Baitullah.

 

Nantikan di Episode selanjutnya ya.. ☺😌😊
Insyaa ALLAH kita semua sekeluarga diberi rizki umur dalam keberkahan. Aamiin..

 

TO BE CONTINUED……………………………………..

 

📜 “FOOTNOTES:” 📜

 

🤝 AL-FAYYADH 🤝
Al-Muththalib bin Abdu Manaf,
Dia adalah seorang bangsawan yang disegani dan memiliki kharisma di kalangan kaumnya.
Orang-orang Quraisy menjulukinya dengan Al-Fayyadh karena kedermawanannya.
Sebab makna kata Al-Fayyadh adalah orang yang dermawan, murah hati.

 

👤 SYAIBAH 👤
Nama Syaibah diberikan karena ada uban (rambut putih) di kepalanya sejak kecil.
Dia besar di Madinah dan sangat mirip dengan kakeknya, Qushay bin Kilab.

 

🏛 DARUN NADWAH 🏛
Di antara peninggalan Qushay bin Kilab adalah Darun Nadwah yang didirikannya di samping utara Masjid Ka’bah (Masjidil Haram),
Dan menjadikan pintunya mengarah ke masjid.
Darun Nadwah merupakan tempat berkumpul orang-orang Quraisy yang di dalamnya dibahas rincian tugas-tugas mereka.
Ia merupakan tempat yang meninggikan martabat Quraisy karena dapat menjamin kata sepakat di antara mereka & menyelesaikan sengketa dengan baik.
Darun Nadwah dikepalai langsung oleh Qushay bin Kilab.

 

💝 Mari bersholawat atas Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam

💝 Mari mempelajari perjalanan hidup suri teladan kita Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam

💝 Sumber Buku:
– Ar-Rahiq al-Makhtum (Sirah Nabawiyah Perjalanan Hidup Rasul yang Agung Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam, edisi revisi); Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri (Penerbit Darul Haq, Jakarta)

– Fikih Sirah Nabawiyah; Prof. Dr. Zaid bin Abdul Karim Az-Zaid (Penerbit Darus Sunnah, Jakarta)

– Muhammad Teladanku (Penerbit Sygma Daya Insani, Jakarta)

 

Mari belajar bersama membaca Sirah Nabawiyah,
Materi Sirah lengkap dapat diakses via TELEGRAM Channel

Klik link berikut untuk join:

http://bit.ly/bacasiroh

Instagram: @mtxl_
Twitter: @mtxl
Path: mtxl
Facebook Page: majelistaklimxl

#bacasirah #sirahtheseries #sirahnabawiyah #sirahsahabat #sirahnabi #onedayonsirah #dakwahmtxl #mtxl


🌙 ONE DAY ON SIRAH NABAWIYAH 🌙
oleh Majelis Ta’lim XL Axiata

————— EPISODE 5 —————

 

💧 “PENGGALIAN SUMUR ZAMZAM” 💧

Sepeninggal Nabi Ismail alaihis salam dan kedua anaknya (Nabit & Qaidar),
Urusan Makkah diambil alih oleh kakek mereka Madhdhadh bin Amr Al-Jurhumi.
Demikian kepemimpinan kota Makkah terus berada di tangan suku Jurhum.
Semua putra Nabi Ismail alaihis salam menempati kedudukan terhormat di hati mereka,
Namun mereka tidak memiliki kedudukan apa pun dalam pemerintahan.

Semakin hari keadaan anak cucu Nabi Ismail alaihis salam tetap redup tak menentu hingga suku Jurhum semakin melemah menjelang munculnya Nabuchadnezzar.
Di lain pihak,
bintang politik Adnan bersinar di Makkah sejak masa itu.
Hal ini ditandai dengan serangan Nabuchadnezzar terhadap bangsa Arab di Dzat Irq (sekarang menjadi salah satu Miqat Haji).
Pada peristiwa ini,
Yang memimpin bangsa Arab bukan lagi dari suku Jurhum tetap malah Adnan sendiri.

Keadaan suku Jurhum semakin memburuk dan sulit hidup.
Menyebabkan mereka menzhalimi orang-orang yang datang ke kota Makkah & merampas harta milik administrasi Ka’bah.
Hal ini menimbulkan kemarahan Bani Adnan.

Ketika Khuza’ah melintasi Marr azh-Zhahran dan menyaksikan Bani Adnan meninggalkan suku Jurhum,
Dia tak menyia-menyiakan kesempatan tersebut,
Atas bantuan beberapa marga dari Bani Adnan yaitu Bani Bakr bin Abdu Manaf bin Kinanah,
Mereka memerangi suku Jurhum,
Akibatnya mereka terusir dari Makkah,
Untuk kemudian menguasai pemerintahan Makkah pada pertengahan abad ke II M.

Tatkala orang-orang Jurhum mengungsi keluar Makkah,
Mereka menyumbat sumur Zamzam dan menghilangkan jejak posisinya serta mengubur beberapa benda di dalamnya.

Ibnu Ishaq berkata,
“Amr bin al-Harits bin Madhdhadh al-Jurhumi (bukan Madhdhadh al-Jurhumi tertua yang sebelumnya pernah disinggung pada kisah Nabi Ismail alaihis salam) keluar dengan membawa pintalan Ka’bah dan Hajar Aswad lalu mengubur keduanya di sumur Zamzam,
Kemudian dia dan orang-orang Jurhum yang ikut bersamanya berangkat menuju Yaman.
Mereka sangat sedih sekali karena harus meninggalkan kenangan di Makkkah dan kekuasaan yang pernah mereka pegang di sana.”

Abdul Muththalib bermimpi diperintahkan untuk menggali Zamzam dan dijelaskan di mana letaknya,
Lantas dia melakukan penggalian (sesuai dengan mimpi tersebut) dan menemukan benda-benda terpendam yang dulu sempat dikubur oleh suku Jurhum.

Benda-benda tersebut berupa pedang-pedang, tameng-tameng besi (baju besi) dan dua pangkal pelana terbuat dari emas.
Kemudian dia menempa pedang-pedang tersebut untuk membuat pintu Ka’bah,
Sedangkan dua pangkal pelana ditempat menjadi lempengan-lempengan emas lalu ditempel di pintu tersebut.
Dia juga memberi minum jamaah haji dengan air Zamzam.

Ketika sumur Zamzam mulai kelihatan,
Orang-orang Quraisy mempermasalahkannya.

“Izinkan kami bergabung!”,
Kata orang-orang Quraisy.

“Aku tidak akan melakukannya sebab ini merupakan sesuatu yang khusus diberikan kepadaku.”,
Kata Abdul Muththalib.

Mereka tidak tinggal diam dan menggelar permasalahannya ke sidang pengadilan yang dipimpin oleh dukun wanita dari Bani Sa’ad, di pinggiran negeri Syam.

Namun dalam perjalanan mereka ke sana,
Bekal air habis,
Lalu ALLAH menurunkan hujan untuk Abdul Muththalib sementara tidak setetes pun tercurah untuk mereka.
Mereka akhirnya mengetahui bahwa urusan Zamzam telah dikhususkan untuk Abdul Muththalib sehingga mereka memutuskan pulang.

Saat itulah Abdul Muththalib bernadzar bahwa jika ALLAH mengaruniakan kepadanya sepuluh orang anak dan mereka sudah menginjak usia baligh,
Dia akan menyembelih salah seorang dari mereka di sisi Ka’bah.

 

Ikhwah fillah,
Semenjak sumur Zamzam ditemukan dan akhirnya diurus oleh Abdul Muththalib,
Maka tanggung jawab dan kedudukannya semakin besar di Makkah.
Apakah dia dikaruniai sepuluh orang anak?

 

Nantikan di Episode selanjutnya ya.. ☺😌😊
Insyaa ALLAH kita sekeluarga diberi rizki umur dalam keberkahan. Aamiin..

 

TO BE CONTINUED……………………………………………….

 

📜 “FOOTNOTES:” 📜

 

🌌 MIMPI ABDUL MUTHTHALIB 🌌
Ketika Abdul Muththalib sedang tidur di Hijr Ismail,
dia mendengar suara yang menyuruhnya menggali tanah.

“Galilah thayyibah (yang baik)!”

“Yang baik yang mana?”,
tanyanya.

Esoknya, ketika tidur di tempat yang sama,
dia mendengar lagi suara yang sama,
menyuruhnya menggali barrah (yang baik)?”

Dia bertanya,
“Benda yang baik yang mana?”,
Lalu dia pergi.

Keesokan harinya, ketika tidur di tempat yang sama di Hijr Ismail,
dia mendengar lagi suara yang sama,
menyuruhnya menggali madhmunah (sesuatu yang berharga).

Dia bertanya,
”Benda yang baik yang mana?”

Akhirnya pada hari yang keempat dikatakan kepadanya:
“Galilah Zamzam!”

Dia bertanya,
”Apa itu Zamzam?”

Dia mendapat jawaban:
“Air yang tidak kering dan tidak meluap,
yang dengannya engkau memberi minum para haji.
Dia terletak di antara tahi binatang dan darah.
Berada di patukan gagak yang hitam,
berada di sarang semut”.

Sesaat Abdul Muththalib bingung dengan tempatnya tersebut,
sampai akhirnya ada kejelasan dengan melihat kejadian yang diisyaratkan kepadanya.
Kemudian iapun bergegas menggalinya.

Orang-orang Quraisy bertanya kepadanya,
”Apa yang engkau kerjakan, hai Abdul Muththalib?”

Dia menjawab,
”Aku diperintahkan menggali Zamzam”,

Sampai akhirnya ia beserta anaknya, Harits mendapatkan apa yang diisyaratkan dalam mimpinya,
menggali kembali sumur Zamzam yang telah lama dikubur dengan sengaja oleh suku Jurhum,
tatkala mereka terusir dari kota Makkah. [1]

 

🗣 QUSHAY BIN KILAB 🗣
Mengenai identitas Qushay,
Diceritakan bahwa ayahnya meninggal dunia saat di masih dalam momongan ibunya,
Kemudian ibunya menikah lagi dengan seorang laki-laki dari Bani Azarah yaitu Rabi’ah bin Haram,
Lalu ibunya dibawa ke negeri asalnya di pinggiran kota Syam.
Ketika Qushay beranjak dewasa,
Dia kembali ke kota Makkah yang kala itu diperintah oleh Hulail bin Habasyiah dari suku Khuza’ah,
Lalu dia mengajukan pinangan kepada Hulail untuk menikahi putrinya, Hubbe, maka gayung pun bersambut dan dia pun menikahkannya dengan putrinya tersebut.
Ketika Hulail meninggal dunia,
Terjadi perang antara Khuza’ah dan Quraisy yang berakhir dengan berkuasanya Qushay atas urusan kota Makkah dan Ka’bah.

 

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebut air Zamzam,

إِنَّهَا مُبَارَكَةٌ إِنَّهَا طَعَامُ طُعْمٍ

“Sesungguhnya air Zamzam adalah air yang diberkahi,
air tersebut adalah makanan yang mengenyangkan.”
(Hadits Riwayat Muslim no.4520)

 

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma,
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَاءُ زَمْزَمَ لِمَا شُرِبَ لَهُ

“Air Zamzam sesuai keinginan ketika meminumnya.”
[Maksudnya do’a apa saja yang diucapkan ketika meminumnya adalah do’a yang mustajab].
(Hadits Riwayat Ibnu Majah, 2/1018. Lihat Al Maqosid Al Hasanah, As Sakhowiy hal. 359. [Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan lighoirihi. Lihat Shahih At Targhib wa At Tarhib no.1165])

 

💝 Mari bersholawat atas Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam

💝 Mari mempelajari perjalanan hidup suri teladan kita Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam

💝 Sumber Buku:
– Ar-Rahiq al-Makhtum (Sirah Nabawiyah Perjalanan Hidup Rasul yang Agung Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam, edisi revisi); Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri (Penerbit Darul Haq, Jakarta)

[1] Bidayah wan-Nihayah, Ibnu Katsir, 2/244-245

 

Mari belajar bersama membaca Sirah Nabawiyah,
Materi Sirah lengkap dapat diakses via TELEGRAM Channel

Klik link berikut untuk join:

http://bit.ly/bacasiroh

Instagram: @mtxl_
Twitter: @mtxl
Path: mtxl
Facebook Page: majelistaklimxl

#bacasirah #sirahtheseries #sirahnabawiyah #sirahsahabat #sirahnabi #onedayonsirah #dakwahmtxl #mtxl


🌙 ONE DAY ON SIRAH NABAWIYAH 🌙

oleh Majelis Ta’lim XL Axiata
—————EPISODE 6—————

🌪 “KEDATANGAN PASUKAN GAJAH” 🌪
Ketika Abrahah ash-Shabbah al-Habasyi’, wakil umum an-Najasyi atas negeri Yaman melihat orang-orang Arab berbondong-bondong melakukan haji ke Ka’bah,Dia membangun gereja amat megah & besar di kota Shan’a dan menamakannya Al-Qulais.Tujuannya, agar orang-orang Arab mengalihkan haji mereka ke sana.
Niat buruk ini didengar oleh seorang dari Bani Kinanah.Dia mengendap-endap malam hari menerobos masuk ke gereja tersebut,Lalu melumurinya kotoran.Meledaklah amarah Abrahah & sertamerta mengerahkan pasukan besar 60.000 personil menuju Ka’bah.
Dia menunggangi gajah paling besar bernama Mahmud.Dalam pasukannya terdapat 9 atau 13 ekor gajah lainnya.Dia berjalan hingga sampai di al-Mughammas, Di tempat ini pasukan bersiap-siap untuk menginvasi Makkah.
Abrahah mengutus seorang lelaki Habasyah bernama Al-Aswad bin Mafshuud untuk menyelidiki keadaan Makkah. Dalam perjalanannya menuju Makkah tersebut Al-Aswad berhasil merampas harta benda milik kaum Quraisy dan lainnya termasuk di dalamnya dua ratus unta milik Abdul Muththalib bin Hasyim.
Saat itu Abdul Muththalib adalah pembesar Quraisy. Demi melihat hal itu suku Quraisy bersama Kinanah dan Hudzeil serta suku-suku yang ada disekitar tanah haram marah dan bertekad melawan pasukan Abrahah. Namun akhirnya mereka sadar bahwa mereka tidak punya kekuatan untuk menghadapinya.
Lalu Abrahah mengutus Hanathah Al-Himyari ke kota Makkah, ia berpesan kepada utusannya itu:
“Tanyalah siapa yang berkuasa di kota itu! Lalu katakan kepadanya bahwa baginda raja menitahkan: “Kami kemari bukanlah untuk memerangi kalian,Tetapi hanya untuk menghancurkan ‘rumah’ itu!Jika kalian tidak merintangi maksud kami,maka kami pun tidak berkeinginan menumpahkan darah kalian.”
“Jika pemimpin mereka itu tidak bermaksud melawan, bawalah ia ke hadapanku!” , begitu pesan Abrahah.

Ketika tiba di Makkah, Hanathah menanyakan siapakah pembesar suku Quraisy. Orang-orang berkata: “Dialah Abdul Muththalib bin Hasyim!” ,Ia pun datang menemuinya dan menyampaikan pesan Abrahah tadi.
“Demi Allah, kami tidak berkeinginan melawan,Kami tahu diri bahwa kami tidak sanggup melawannya. Rumah ini adalah Baitullah Al-Haram. Rumah suci yang dibangun oleh Khalilullah Nabi Ibrahim alaihis salam. Jika DIA membelanya, maka itu adalah rumah-NYA dan kehormatan-NYA. Jika dibiarkan-NYA, maka demi ALLAH kami tidak ada kuasa untuk melindunginya.”,Kata Abdul Muththalib
Hanathah menimpali: “Kalau begitu, marilah ikut bersamaku menemui baginda raja. Karena saya telah diperintahkan untuk membawa Anda!”
Abdul Muththalib pun berangkat, Bersama beberapa orang putranya. Sesampainya di perkemahan pasukan, Abdul Muththalib menanyakan perihal Dzu Nafar, Dzu Nafar ini adalah teman lamanya. Ia pun menemuinya dalam kurungan.
“Wahai Dzu Nafar, apakah engkau dapat memberikan solusi atas musibah yang menimpa kami?”,kata Abdul Muththalib.
“Bagaimana mungkin seorang tawanan raja yang tidak jelas nasibnya entah besok pagi atau besok sore dihukum mati dapat memberikan solusinya? Saya tidak bisa memberikan solusi apapun atas musibah yang menimpa kalian”,jawab Dzu Nafar.
“Tetapi saya punya teman bernama Anis yang bertugas mengurus gajah. Saya pesankan kepadanya agar memperhatikan kesulitanmu itu, dan saya coba menghubunginya supaya ia dapat membawamu menemui raja Abrahah, engkau dapat mengajukan maksud engkau di hadapannya. Barangkali temanku itu dapat memberi rekomendasi bagimu.”,sambung Dzu Nafar.
“Itu sudah cukup bagiku!”, sambut Abdul Muththalib.
Dzu Nafar berpesan kepada Anis: “Temanku ini, Abdul Muththalib, adalah seorang pemuka Quraisy, pemimpin kafilah perniagaan di Makkah, ia sangat dermawan, sering memberi makan orang-orang yang tinggal di lembah dan memberi makan hewan-hewan ternak di puncak-puncak gunung. Baginda raja telah merampas dua ratus ekor unta miliknya, mintalah izin untuknya agar dapat menemui baginda raja, bantulah ia semampumu.”
“Baik saya coba lakukan”, jawab Anis.
Anis pun melobbi Abrahah, ia berkata: “Wahai baginda raja, Seorang pemuka Quraisy berdiri di depan pintu meminta izin bertemu dengan baginda, Ia adalah seorang pemimpin kafilah perniagaan di kota Makkah. Ia sangat dermawan, sering memberi makan orang-orang yang tinggal di lembah dan memberi makan hewan-hewan ternak di puncak-puncak bukit. Berilah ia izin agar ia dapat mengajukan keperluannya kepada baginda raja.”
Abrahah pun memberinya izin.
Abdul Muththalib adalah seorang pria yang tampan dan bertubuh tinggi besar. Begitu melihat Abdul Muththalib, Abrahah langsung menghormati dan memuliakannya. Ia tidak membiarkan Abdul Muththalib duduk di bawah, namun ia juga tidak mau orang-orang Habasyah melihatnya duduk bersama Abdul Muththalib di singgasana. Akhirnya ia duduk bersamanya di bawah.
Ia berkata kepada penerjemahnya:
“Katakan padanya: Apa keperluan Anda?”
Abdul Muththalib menjawab: “Keperluanku adalah agar engkau mengembalikan dua ratus unta milikku yang engkau rampas.”
Mendengar jawaban Abdul Muththalib, Abrahah terheran ia berkata kepada penerjemahnya:
“Katakan padanya: Aku takjub saat pertama melihatmu, hingga aku membebaskanmu berbicara. Lalu apakah engkau berbicara kepadaku tentang dua ratus ekor unta yang kurampas darimu,dan membiarkan rumah yang merupakan tempat ibadahmu dan nenek moyangmu, padahal engkau tahu bahwa aku datang kemari untuk menghancurkannya! Mengapa engkau tidak berbicara tentang itu kepadaku?”
“Saya hanyalah pemilik unta-unta itu. Sementara ‘rumah’ itu ada pemiliknya yang akan menjaganya.”,kata Abdul Muththalib.
“Siapakah yang dapat mencegahku!”,tantang Abrahah.
“Itu urusanmu!”,jawab Abdul Muththalib.
Abrahah mengembalikan unta-unta yang dirampasnya itu kepada Abdul Muththalib.
Setelah itu Abdul Muththalib pulang menemui kaum Quraisy dan menceritakan hal itu kepada mereka. Ia memerintahkan mereka supaya mengosongkan Makkah dan mencari tempat berlindung di puncak-puncak bukit,atau di lembah-lembah agar tidak menjadi korban keganasan tentara Abrahah.
Kemudian Abdul Muththalib disertai beberapa orang Quraisy meraih rantai pintu Ka’bah dan berdoa kepada ALLAH,memohon pertolongan kepada-NYA dari kezhaliman Abrahah dan tentaranya. Sambil memegang rantai pintu Ka’bah ia berdoa:
“Jika tiada seorang hamba yang bermaksud menghadangnya Maka hadanglah tentara yang ingin menyerbu rumah-MU Salib dan kekuatan mereka takkan dapat melumpuhkan kekuatan-MUNamun jika ENGKAU membiarkan mereka  dan membiarkan kiblat kami maka urusannya terserah pada-MU.”
Kemudian Abdul Muththalib melepas rantai pintu Ka’bah dan pergi bersama orang-orang Quraisy yang menyertainya berlindung ke puncak-puncak bukit.
Di sana mereka mengawasi apa aksi yang akan dilakukan Abrahah dan tentaranya di Makkah.

Saat Abrahah dan pasukanya baru saja sampai di Wadi Mahsir (Lembah Mahsir) di antara Muzdalifah & Mina,Tiba-tiba gajahnya berhenti & duduk.Gajahnya tak mau berdiri bila diarahkan ke Ka’bah, tetapi bila ke arah selatan, utara, atau timur, ia maju & berlari kecil,Sedangkan bila mereka alihkan ke arah Ka’bah lagi,Gajah tersebut duduk.
Saat itu,ALLAH mengirimkan ke atas mereka burung-burung berbondong-bondong sembari melempari mereka dengan batu yang terbuat dari tanah yang terbakar.ALLAH menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat).Burung tersebut semisal khathathif (burung layang-layang) dan balasan (pohon murbey).
Setiap burung melempar tiga buah batu;Sebuah di paruhnya,Dan dua buah di kedua kakinya sebesar kerikil.Tidaklah lemparan batu tersebut mengenai seseorang melainkan akan menjadikan anggota-anggota badannya hancur berkeping-keping & binasa.Tidak semua dari mereka terkena lemparan tersebut;Ada yang melarikan diri tapi mereka saling berdesakan satu sama lain sehingga banyak yang jatuh di jalan-jalan lantas mereka binasa terkapar di setiap tempat.Sedangkan Abrahah,ALLAH kirimkan kepadanya satu penyakit yang membuat sendi jari-jemari tangannya tanggal & berjatuhan satu persatu.Sebelum mencapai Shan’a,Dia tak ubahnya seperti seekor anak burung yang dadanya terbelah hingga jantungnya terlihat,Untuk kemudian dia roboh tak bernyawa.
Adapun kondisi kaum Quraisy,Berpencar-pencar ke celah-celah bukit & bertahan di puncak-puncaknya karena takut atas keselamatan mereka dan dipermalukan oleh tentara bergajah tersebut.Manakala pasukan telah mengalami kejadian tragis & mematikan tersebut,Mereka turun gunung & kembali ke rumah masing-masing dengan rasa penuh aman.

TO BE CONTINUED……………………………………..

📜 “FOOTNOTES:” 📜

🗡 PENYERANGAN KA’BAH 🗡
Peristiwa tersebut terjadi pada bulan Muharram,50 hari atau 55 hari (menurut pendapat mayoritas) sebelum kelahiran Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam.Dalam kalender masehi bertepatan dengan penghujung bulan Februari atau permulaan bulan Maret tahun 571 M.
Peristiwa tragis tersebut terjadi dalam kondisi di mana berita dapat sampai ke seluruh penjuru dunia yang ketika itu sudah maju.Sampai ke negeri Habasyah yang saat itu memiliki hubungan erat dengan Romawi.Di sisi lain,Orang-orang Persia masih memantau perkembangan dan menunggu apa yang akan terjadi terhadap orang-orang Romawi & sekutunya.Ketika mendengar peristiwa tersebut,Orang-orang Persia ini berangkat menuju Yaman.Persia & Romawi saat itu merupakan negara maju dan berperadaban (super power).
Peristiwa tersebut juga mengundang perhatian dunia & memberi isyarat kepada mereka akan kemuliaan Baitullah.Baitullah dipilih ALLAH sebagai tempat suci.Jadi, bila ada seseorang berasal dari Makkah mengaku sebagai pengemban risalah kenabian, Maka hal inilah tujuan utama dari terjadinya peristiwa tersebut dan penjelasan terhadap hikmah terselubung di balik pertolongan ALLAH terhadap kaum musyirikin melawan kaum Mukminin dengan cara yang melampaui ukuran yang ada pada dunia yang bernuansa kausalitas ini.

👥 ANAK ABDUL MUTHTHALIB 👥
Abdul Muththalib dikaruniai 10 orang putra:1. Al-Harits2. Az-Zubair3. Abu Thalib4. Abdullah5. Hamzah6. Abu Lahab7. Al-Ghaidaq8. Al-Muqawwam9. Shaffar10. Al-Abbas
Dan putrinya berjumlah 6 orang:1. Ummul Hakim ( al-Baidha’ / si putih)2. Barrah3. Atikah4. Shaffiyah5. Arwa6. Umaimah

🏝 AL-MUGHAMMAS 🏝
Tempat tersebut hingga sekarang masih dikenal,Terletak di sebelah timur Haram Makkah,Yang dikelilingi dari arah timur oleh gunung yang bernama Kabkab,Dan ujung Al-Mughammas dari selatan berbatasan dengan akhir Arafah,Berjarak sekitar 20 km dari kota Makkah.Muhammad Hasan Syarab, ‘Al-Ma’alim Al-Atsirah fi As-Sunnah wa As-Sirah, hal. 277.

“Ibnu Ishaq berkata:””Ketika ALLAH mengutus Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai Rasul-NYA, ALLAH Subhanahu wa Ta’ala menyebut peristiwa itu sebagai sebuah nikmat dan karunia yang dicurahkanNya kepada bangsa Quraisy. ALLAH telah meluluh lantahkan Abrahah dan bala tentaranya. Dengan itu ALLAH memelihara kekuasaan dan kelangsungan bangsa Quraisy.”
ALLAH Subhanahu wa Ta’ala berfirman:  “Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana RABBmu telah bertindak terhadap tentara gajah.Bukankah DIA telah menjadikan tipu daya mereka (untuk menghancurkan Ka’bah) itu sia-sia, dan DIA mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong, yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang terbakar, lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat).” (Al-Qur’an surat Al-Fiil ayat 1-5)

💝 Mari bersholawat atas Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam
💝 Mari mempelajari perjalanan hidup suri teladan kita Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam
💝 Sumber Buku:- Ar-Rahiq al-Makhtum (Sirah Nabawiyah Perjalanan Hidup Rasul yang Agung Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam, edisi revisi); Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri (Penerbit Darul Haq, Jakarta)
– Terjemah Tahdzib Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam (Penerbit  Darul Haq, Jakarta)
– Fikih Sirah Nabawiyah; Prof. Dr. Zaid bin Abdul Karim Az-Zaid (Penerbit Darus Sunnah, Jakarta)

Mari belajar bersama membaca Sirah Nabawiyah,Materi Sirah lengkap dapat diakses via TELEGRAM Channel
Klik link berikut untuk join:
http://bit.ly/bacasiroh
Instagram: @mtxl_Twitter: @mtxlPath: mtxlFacebook Page: majelistaklimxl
#bacasirah #sirahtheseries #sirahnabawiyah #sirahsahabat #sirahnabi #onedayonsirah #dakwahmtxl #mtxl


🌙 ONE DAY ON SIRAH NABAWIYAH 🌙
oleh Majelis Ta’lim XL Axiata

————— EPISODE 7 —————

 

👤 ”ABDULLAH BIN ABDUL MUTHTHALIB” 👤

Ibu Abdullah bernama Fathimah binti Amr bin Aidz bin Imran bin Yaqzhah bin Murrah.
Abdullah adalah anak paling tampan di antara putra-putra Abdul Muththalib,
Yang paling bersih jiwanya dan paling disayanginya.
Dialah yang sebenarnya calon kurban yang dipersembahkan oleh Abdul Muththalib sesuai nadzarnya.

Ketika Abdul Muththalib sudah menggenapkan jumlah anak laki-lakinya menjadi sepuluh orang & mengetahui bahwa mereka mencegahnya agar mengurungkan niatnya,
Dia kemudian memberitahu mereka perihal nadzar tersebut sehingga mereka pun mau menaatinya.
Dia menulis nama-nama mereka di anak panah yang akan diundikan di antara mereka & dipersembahkan kepada patung Hubal,
Kemudian undian tersebut dimulai,
Dan yang keluar adalah nama Abdullah.

Maka Abdul Muththalib membimbingnya sembari membawa pedang dan pergi menuju ke Ka’bah untuk menyembelihnya,
Namun orang-orang Quraisy mencegahnya,
Terutama paman-pamannya (dari pihak ibu) dari Bani Makhzum dan saudaranya, Abu Thalib.

“Lantas,
Apa yang harus kuperbuat dengan nadzarku?”,
Kata Abdul Muththalib.

Mereka menyarankannya agar mendatangi tukang ramal wanita & meminta petunjuknya.
Dia kemudian datang kepadanya & meminta petunjuknya.

Si peramal wanita ini memerintahkannya untuk mengundi antara anak panah bertuliskan nama Abdullah dan anak panah bertuliskan 10 ekor unta;
Jika yang keluar nama Abdullah maka dia (Abdul Muththalib) harus menambah tebusan 10 unta lagi,
Begitu seterusnya hingga Rabbnya ridha.
Dan jika yang keluar nama unta,
Maka cukuplah unta itu yang disembelih sebagai kurban.

Abdul Muththalib pun pulang & melakukan undian antara nama Abdullah dan 10 ekor unta,
Lalu keluarlah nama Abdullah.
Manakala yang rerjadi seperti ini,
Dia terus menambah tebusan atasnya 10 unta,
Begitu seterusnya,
Setiap diundi maka yang keluar adalah nama Abdullah dan dia pun terus menambahnya dengan 10 ekor unta hingga unta tersebut berjumlah 100 ekor barulah undian tersebut jatuh pada nama unta-unta tersebut,
Maka kemudian dia menyembelihnya (sebagai pengganti Abdullah).

Unta tersebut ditinggalkannya begitu saja dan ia tidak melarang siapa pun yang menginginkannya,
baik manusia ataupun binatang buas.
Dulu diyat’ (ganti rugi atas jiwa yang terbunuh) di kalangan orang Quraisy dan Bangsa Arab secara keseluruhan dihargai dengan 10 ekor unta,
namun sejak peristiwa itu maka dirubah menjadi 100 ekor unta yang kemudian dilegitimasi oleh Islam.

Abdul Muththalib menjodohkan putranya, Abdullah, dengan seorang gadis bernama Aminah binti Wahab bin Abdu Manaf bin Zuhrah bin Kilab.
Aminah ketika itu termasuk wanita idola di kalangan Quraisy,
baik ditilik dari nasab ataupun martabatnya.
Ayahnya adalah pemuka suku Bani Zuhrah secara nasab & kebangsawanannya.
Abdullah pun dikawinkan dengan Aminah & membina rumah tangga dengannya di kota Makkah.

Tak berapa lama kemudian,
dia dikirim oleh ayahnya (Abdul Muththalib) ke Madinah untuk mengumpulkan (membeli) kurma,
lalu meninggal di sana.

Menurut versi riwayat yang lain,
Dia pergi dalam rangka berniaga ke negeri Syam dengan memandu rombongan niaga Quraisy,
Kemudian ia singgah di Madinah dalam kondisi sakit,
Sehingga akhirnya meninggal di sana & dikuburkan di Dar an-Nabighah al-Ja’di.

Pada saat itu Abdullah berumur 25 tahun,
Dan wafatnya tersebut sebelum kelahiran Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam,
Demikian pendapat mayoritas sejarawan.

Riwayat yang lain menyebutkan bahwa dia wafat dua bulan setelah kelahiran Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam atau lebih dari itu.
Saat berita kematiannya sampai ke Makkah,
Aminah sang istri meratapi kepergian sang suami dengan untaian bait syair yang sangat indah dan amat menyentuh:

“Seorang cucu Hasyim tiba membawa kebaikan di dekat Bathha’
Keluar mendampingi lahad tanpa suara yang jelas
Rupanya kematian mengundangnya lantas disambutnya
Ia (kematian) tak pernah mendapatkan orang semisal cucu Hasyim
Di saat mereka tengah memikul keranda kematiannya di sore hari
Sahabat-sahabatnya saling berdesakan untuk melayatnya
Bilalah pemandangan berlebihan itu diperlakukan maut untuknya
Sungguh itu pantas karena dia adalah dermawan dan penuh kasih”

Keseluruhan harta yang ditinggalkan oleh Abdullah adalah lima ekor unta,
Sekumpulan kambing,
Seorang budak wanita dari Habasyah bernama Barakah yang kunyah-nya (nama panggilannya) adalah Ummu Aiman,
Dialah pengasuh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam.

 

Nantikan di Episode selanjutnya ya.. 👍🏻👍🏻👍🏻
Insyaa ALLAH kita sekeluarga diberi rizki umur dalam keberkahan. Aamiin..

 

TO BE CONTINUED……………………………………..

 

📜 “FOOTNOTES:” 📜

 

🗣🔒 NAZAR ABDUL MUTHALIB 🔒🗣

Terdapat riwayat yang shahih dari Ibnu Abbas mengenai nadzarnya Abdul Muthalib – kakek Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam-,

وقد كان عبدالمطلب بن هاشم نذر إن توافى له عشرة رهط أن ينحر أحدهم فلما توافى له عشرة أقرع بينهم أيهم ينحر فطارت القرعة على عبدالله بن عبدالمطلب وكان أحب الناس إلى عبدالمطلب فقال عبدالمطلب اللهم هو أو مائة من الإبل ثم أقرع بينه وبين الإبل فطارت القرعة على المائة من الإبل

“Dulu Abdul Muthalib pernah bernadzar,
Jika dia memiliki 10 anak lelaki maka akan menyembelih salah satunya.
Ketika Abdul Muthalib memiliki 10 anak lelaki,
dia mengundi siapa anaknya yang akan disembelih.
Ternyata yang keluar nama Abdullah.
Sementara Abdullah adalah anaknya yang paling dia cintai.
Kemudian Abdul Muthalib mengatakan,
‘Ya Allah, Abdullah atau 100 ekor unta.’
Kemudian dia mengundi antara Abdullah dan 100 unta.
Lalu keluar 100 ekor unta.”
(Tarikh at-Thabari, 1/497)

 

⚔ IBNU DZABIHAIN ⚔

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah keturunan Nabi Ismail ‘alaihis sallam.
Dalam hadits dari Watsilah bin al-Asqa’ radhiyallahu ‘anhu,
Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَى كِنَانَةَ مِنْ وَلَدِ إِسْمَاعِيلَ وَاصْطَفَى قُرَيْشًا مِنْ كِنَانَةَ وَاصْطَفَى مِنْ قُرَيْشٍ بَنِى هَاشِمٍ وَاصْطَفَانِى مِنْ بَنِى هَاشِمٍ

“Sesungguhnya Allah memilih bani Kinanah di kalangan keturunan Ismail.
Lalu Allah memilih Quraisy di kalangan bani Kinanah.
Lalu Allah memilih Bani Hasyim dari kalangan Quraisy.
Dan Allah memilihku dari kalangan bani Hasyim.”
(Hadits Riwayat Muslim no.6077, Turmudzi no.3964 dan yang lainnya).

Sehingga Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah keturunan 2 manusia yang berencana akan disembelih (Ibnu Dzabihain),
Yaitu Nabi Ismail alaihis salam dan Abdullah (ayah beliau).

Disebutkan dalam riwayat,
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

أنا ابن الذبيحين

“Saya putra dua manusia yang akan disembelih.”
(Sirah Ibnu Hisyam, 1/151 – 155)

 

💝 Mari bersholawat atas Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam

💝 Mari mempelajari perjalanan hidup suri teladan kita Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam

💝 Sumber Buku:
– Ar-Rahiq al-Makhtum (Sirah Nabawiyah Perjalanan Hidup Rasul yang Agung Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam, edisi revisi); Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri (Penerbit Darul Haq, Jakarta)

 

Mari belajar bersama membaca Sirah Nabawiyah,
Materi Sirah lengkap dapat diakses via TELEGRAM Channel

Klik link berikut untuk join:

http://bit.ly/bacasiroh

Instagram: @mtxl_
Twitter: @mtxl
Path: mtxl
Facebook Page: majelistaklimxl

#bacasirah #sirahtheseries #sirahnabawiyah #sirahsahabat #sirahnabi #onedayonsirah #dakwahmtxl #mtxl


🌙 ONE DAY ON SIRAH NABAWIYAH 🌙
oleh Majelis Ta’lim XL Axiata

—————EPISODE 8—————

 

🌌 “KELAHIRAN NABI MUHAMMAD Shallallahu Alaihi Wa Sallam” 🌌

Sayyidul Mursalin,
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam dilahirkan di tengah kabilah besar, Bani Hasyim di kota Makkah pada hari Senin,
Tanggal 9 Rabi’ul Awwal pada tahun tragedi pasukan bergajah atau 40 tahun dari berlalunya kekuasaan Kisra Anusyirwan.
Juga bertepatan dengan tanggal 20 atau 22 April tahung 571 M sesuai analisis seorang ulama Besar,
Muhammad Sulaiman al-Manshurfuri dan seorang astrolog (ahli ilmu falak), Mahmud Basya.

Ibnu Sa’ad meriwayatkan,
Ibunda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam pernah menceritakan,
“Ketika aku melahirkannya,
dari faraj-ku (kemaluan-ku) keluarlah cahaya yang karenanya istana-istana negeri Syam tersinari”.
Imam Ahmad, ad-Darimi dan periwayat selain keduanya juga meriwayatkan versi yang hampir mirip dengan riwayat tersebut.

Sumber lainnya menyebutkan,
Telah terjadi ‘irhashat’ (tanda-tanda awal yang menunjukkkan akan diutusnya nabi) ketika kelahiran beliau Shallallahu Alaihi Wa Sallam,
Di antaranya;
Jatuhnya 14 beranda istana kekaisaran Persia,
Padamnya api yang disembah kaum Majusi,
Dan robohnya gereja-gereja di sekitar danau Sawah setelah airnya menyusut.
Riwayat tersebut dilansir oleh ath-Thabari, al-Baihaqi, dan lainnya [1] namun tidak memiliki sanad yang valid.

Setelah beliau Shallallahu Alaihi Wa Sallam dilahirkan,
Ibundanya mengirim utusan ke kakeknya,
Abdul Muththalib untuk memberitahukan kepadanya berita gembira kelahiran cucunya tersebut.
Kakenya langsung datang dengan sukacita dan memboyong cucunya tersebut masuk ke Ka’bah;
Berdoa kepada ALLAH dan bersyukur kepada-NYA.
Kemudian memberinya nama Muhammad,
Padahal nama seperti ini tidak popular ketika itu di kalangan bangsa Arab,
Dan pada hari ketujuh kelahirannya Abdul Muththalib mengkhitan beliau sebagaimana tradisi yang berlaku di kalangan bangsa Arab.[2]

Abdul Muththalib memotong kambing dan mengundang Quraisy.
Setelah mereka selesai makan,
mereka bertanya,
“Wahai Abdul Muththalib,
Siapa nama anak kamu yang karenanya kamu memanggil kami?”

“Saya namakan dia Muhammad.”,
Kata Abdul Muththalib.

Mereka bertanya lagi,
“Bagaimana kamu menamakan anakmu dengan nama yang bukan nama dari kakek kamu dan juga bukan nama yang dikenal pada kaummu.”

“Saya berharap penduduk bumi memujinya dan penduduk langit pun memujinya.”,
Kata Abdul Muththalib.

Nama Muhammad adalah nama langka di kalangan Arab Jahiliyah,
Kecuali beberapa orang tua yang mengetahui bahwa Nabi akhir zaman adalah bernama Muhammad dan berharap anaknya menjadi nabi,
Maka dia pun menamakan anaknya dengan Muhammad.

Selain itu,
ALLAH Ta’ala, menjaga setiap orang yang bernama Muhammad pada waktu itu dari mengaku sebagai nabi,
Atau bahkan menampakan masalah yang membuat orang lain bertanya-tanya.

Wanita pertama yang menyusui beliau Shallallahu Alaihi Wa Sallam setelah ibundanya adalah Tsuwaibah.
Wanita ini merupakan budak wanita Abu Lahab yang saat itu juga tengah menyusui bayinya yang bernama Masruh.
Sebelumnya, dia juga telah menyusui Hamzah bin Abdul Muththalib,
Kemudian menyusui Abu Salamah bin Abdul Asad al-Makhzumi [3] setelah menyusui beliau Shallallahu Alaihi Wa Sallam.

Ibnul Qayyim Rahimahullah berkata,
“Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam dilahirkan pada tahun Gajah dan inilah yang terkenal di kalangan mayoritas ulama”.
Ibrahim bin Al-Mundzir berkata,
“Dan yang tidak diragukan oleh seorang pun dari ulamat kita adalah beliau dilahirkan pada tahun Gajah,
tahun 571 Miladiyah”.

Dari Abu Umamah radhiyallahu anhu,
Di berkata Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda,
“Ibuku telah bermimpi melihat ada cahaya keluar dari dirinya yang menerangi istana-istana yang ada di Syam”. [4]

 

Nantikan di Episode selanjutnya ya.. 👍🏻👍🏻👍🏻
Insyaa ALLAH kita sekeluarga diberi rizki umur dalam keberkahan. Aamiin..

 

TO BE CONTINUED………………………………………………..

 

📜 “FOOTNOTES:” 📜

 

📝 PELAJARAN 📝

(A)
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam dilahirkan setelah ayahnya meninggal.
Dalam hal ini, Ibnu katsir Rahimahullah berkata,
“Ini adalah kondisi yatim dalam urutan yang tinggi (beliau ditinggal mati ayahnya sebelum lahir)”.

Hikmah yatimnya beliau adalah agar tidak menjadi alasan bagi penolak dakwah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam untuk berkata,
“Muhammad melakukan dakwahnya itu karena arahan ayahnya,
Atau sebagai warisan ayahnya”.
Karena ayahnya telah meninggal sebelum beliau lahir dan sama sekali belum pernah bertemu.
Dengan demikian,
alasan sebagai warisan kepemimpinan, arahan,
dan permintaan dari seorang ayah terputus.

(B)
Bahwa Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam dilahirkan dalam keadaan yatim,
Hal ini menjadikannya lebih respons dengan nilai-nilai kemanusiaan,
Karena orang yang telah merasakan berbeda jauh dengan yang belum pernah melalui masa itu.
Anak orang kaya bagaimanapun respons sosialnya tidak akan bisa merasakan perihnya kemiskinan.
Kondisi kehidupan seperti yang telah dilalui oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam memberikan baginya pengalaman dalam menempuh dakwah tatkala diutus.

(C)
Kehidupan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam dalam usia balita bersama ibunya tanpa ditemani ayahnya bukan secara kebetulan,
Karena sebelum Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam telah hidup para Nabi yang dibesarkan oleh ibunya dalam jumlah yang tidak sedikit,
Dan hal ini menunjukkan besarnya peran seorang ibu dalam mendidik anak-anak mereka.

[1] Ad-Dala’il, karya al-Baihaqi, 1/126,127; Tarikh ath-Thabari, op.cit., 2/166,167; al-Bidayah wan Nihayah, 2/268/269

[2] Terdapat riwayat yang menyebutkan bahwa beliau lahir dalam kondisi sudah bersunat ( Talqih Fuhumi Ahil al-Atsar, jal.4).
Ibnul Qayyim berkata,
“Tidak terdapat satu pun hadits yang valid tentang hal ini” ( Zad al-Ma’ad, 1/18)

[3] Lihat, Shahih al-Bukhari, no. hadits: 2645, 5100, 5106, 5107, 5572)

[4] Ad-Darami, Sunan, 1/17 nomor 13, pentahqiqnya berkata: diriwayatkan juga oleh Ahmad, At-Thabrani dalam Kitab Al-Kabir, dan sanad Ahmad hasan, Al-Albani menshahihkan dalam kitab Al-Jami’ As-Shagir, hadits nomor 3451.

 

💝 Mari bersholawat atas Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam

💝 Mari mempelajari perjalanan hidup suri teladan kita Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam

💝 Sumber Buku:
– Ar-Rahiq al-Makhtum (Sirah Nabawiyah Perjalanan Hidup Rasul yang Agung Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam, edisi revisi); Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri (Penerbit Darul Haq, Jakarta)

– Fikih Sirah Nabawiyah; Prof. Dr. Zaid bin Abdul Karim Az-Zaid (Penerbit Darus Sunnah, Jakarta)

 

Mari belajar bersama membaca Sirah Nabawiyah,
Materi Sirah lengkap dapat diakses via TELEGRAM Channel

Klik link berikut untuk join:

http://bit.ly/bacasiroh

Instagram: @mtxl_
Twitter: @mtxl
Path: mtxl
Facebook Page: majelistaklimxl

#bacasirah #sirahtheseries #sirahnabawiyah #sirahsahabat #sirahnabi #onedayonsirah #dakwahmtxl #mtxl


🌙 ONE DAY ON SIRAH NABAWIYAH 🌙
oleh Majelis Ta’lim XL Axiata

————— EPISODE 9 —————

 

🗓 ”MASA MENYUSUI RASULULLAH Shallallahu Alaihi Wa Sallam” 🗓

Setelah dilahirkan oleh ibunya, Aminah,
Dia menyusuinya selama 3 atau 7 hari.
Pernah diasuh oleh Ummu Aiman,
Barakah Al-Khabsyiyyah,
Kemudian setelah itu disusui oleh Tsuaibah, mantan budak Abu Lahab selama beberapa hari.

Tradisi kalangan bangsa Arab yang tinggal di kota adalah mencari para wanita yang dapat menyusui bayi-bayi mereka,
sebagai tindakan preventif terhadap tersebarnya penyakit-penyakit kota.
Hal itu mereka lakukan agar tubuh bayi-bayi mereka kuat, berotot kekar dan mahir berbahasa Arab sejak masa kanak-kanak.

Oleh karena itu,
Abdul Muththalib mencari wanita-wanita yang dapat menyusui Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam.
Dia mendapatkan wanita penyusu dari kabilah Bani Sa’ad bin Bakr bernama Halimah binti Abu Dzuaib.
Suaminya bernama Harits bin Abdul Uzza (berjuluk Abu Kabsyah),
berasal dari kabilah yang sama.

Dengan begitu,
di sana Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam memiliki banyak saudara,
yaitu Abdullah bin al-Harits,
Anisah binti al-Harits,
Hudzafah atau Judzamah binti al-Harits (berjuluk asy-Syaima’).

Halimah merawat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam serta Abu Sufyan bin al-Harits bin Abdul Muththalib,
saudara sepupu Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam.

Paman beliau,
Hamzah bin Abdul Muththalib juga disusui di tengah kabilah Bani Sa’ad bin Bakr.
Suatu hari,
ibu susuannya menyusui Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam, saat beliau berada di sisi Halimah.
Dengan demikian Hamzah merupakan saudara sesusuan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam dari dua pihak,
Yaitu Tsuaibah dan Halimah as-Sa’diyyah.

Halimah merasakan keberkahan dari kehadiran Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam yang membuatnya berkisah yang aneh-aneh tentang dirinya.

 

‘Ibnu Ishaq berkata’,
“Halimah pernah berkisah,
Bahwasannya ketika dia pergi bersama suami & bayinya bersama rombongan wanita Bani Sa’ad bin Bakr yang sama-sama tengah mencari bayi-bayi untuk disusui.
Ketika itu musim paceklik di mana kami tidak memiliki apa-apa lagi,
Aku pergi mengendarai keledai betina putih kehijauan milikku beserta seekor unta tua.
Demi ALLAH!
Tidak setetes pun susu dihasilkannya,
Kami tidak bisa melewati malam dengan pulas lantaran tangis bayi kami yang kelaparan sedangkan air susu payudaraku tidak cukup.
Air susu unta tua kami sudah tidak berisi.
Keledai betinaku tidak kuat meneruskan perjalanan sehingga rombongan kami merasa kesulitan akibat letih & kondisi kekeringan.
Akhirnya kami sampai ke Makkah.

Tidak seorang wanita pun di antara kami ketika ditawarkan untuk menyusui Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam melainkan menolaknya karena kondisi beliau yang yatim.
Sebab,
tujuan kami,
Hanya mengharapkan imbalan materi dari orang tua si bayi sedang beliau bayi yatim,
Apa gerangan yang dapat diberikan oleh ibu & kakeknya buat kami?
Kami semua tidak menyukainya karena hal itu.
Akhirnya semua wanita penyusu mendapatkan bayi susuan kecuali aku.

Aku berkata pada suamiku,
“Demi ALLAH!
Aku tidak sudi pulang bersama teman-temanku tanpa membawa seorang bayi susuan.
Demi ALLAH!
Aku akan pergi ke rumah bayi yatim tersebut dan akan mengambilnya menjadi bayi susuanku”.

Lalu suamiku berkata,
“Tidak mengapa bila kamu melakukan hal itu,
Mudah-mudahan ALLAH menjadikan kehadirannya di tengah kita sebagai suatu keberkahan”.

Akhirnya aku pergi kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam & membawanya serta.
Motivasiku membawanya serta hanyalah karena aku tidak mendapatkan bayi susuan selain beliau.

Setelah itu,
Aku kembali membawanya menuju tungganganku.
Ketika dia kubaringkan di pangkuanku,
Kedua susuku seakan menyongsongnya meneteki seberapa dia suka hingga kenyang,
Dilanjutkan oleh bayiku hingga kenyang pula.
Keduanya tertidur lelap.

Suamiku memeriksa unta tua kami & ternyata susunya sudah berisi,
Dia memerahnya untuk diminum dan aku ikut minum hingga perut kami kenyang,
Dan malam itu adalah malam tidur terindah yang pernah kami rasakan,
Di mana kami tidur dengan lelap.

Pagi harinya,
Suamiku berkata,
“Demi ALLAH!
Tahukah kami wahai Halimah?
Kamu telah mengambil manusia yang diberkahi”.

Aku menimpali,
“Demi ALLAH!
Aku berharap demikian”.

Kemudian kami pergi lagi,
Menunggangi keledai betinaku beserta Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam di atasnya.
Demi ALLAH!
Keledai tersebut sanggup menempuh perjalanan yang tidak sanggup dilakukan oleh unta-unta merah mereka,
Sehingga teman-teman wanitaku penuh heran berkata,
“Wahai putri Abu Zuaib!
Ada apa denganmu!
Kasihanilah kami,
Bukankah keledai ini yang dulu engkau tunggangi ketika pergi?”.

Aku menjawab,
“Demi ALLAH, inilah keledai yang dulu itu”.

Mereka berkata,
“Demi ALLAH,
Pasti ada sesuatu pada keledai ini”.

Kemudian sampailah kami di tempat tinggal kami.
Tidak ada bumi ALLAH yang lebih tandus darinya.
Sejak kami pulang membawa Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam,
Kambingku tampak kenyang dan air susunya banyak sehingga kami memerah dan meminumnya,
Padahal orang-orang tidak mendapatkan setetes air susu pun meskipun di kantong susu kambing.

Kaumku berkata pada penggembala mereka,
“Celakalah kalian!
Pergilah, ikuti kemana saja penggembala kambing putri Abu Zuaib menggembalakan kambingnya”.

Demikianlah,
Kami selalu mendapatkan tambahan nikmat dan kebaikan dari ALLAH hingga tak terasa 2 tahun berlalu & tiba waktuku untuk menyapihnya.

Dia tumbuh tidak seperti kebanyakan anak sebayanya,
Sebab sebelum mencapai usia 2 tahun dia sudah tumbuh dengan postur yang bongsor.

Halimah melanjutkan;
Akhirnya kami mengunjungi ibunya,
Kami sangat berharap dia masih bisa berada di tengah keluarga kami.
Kami membujuk ibunya.

Aku berkata kepadanya,
“Kiranya anda sudi membiarkan anak ini bersamaku lagi hingga dia besar,
Sebab aku khawatir dia terserang penyakit menular yang bisa menjangkiti kota Makkah”.

Kami terus memelas hingga dia bersedia mengembalikannya untuk tinggal bersama kami lagi.

Begitulah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam akhirnya tetap tinggal di perkampungan Bani Sa’ad,
Hingga terjadi peristiwa dibelahnya dada beliau ketika berusia 4 atau 5 tahun.”

 

Nantikan di Episode selanjutnya ya.. 👍🏻👍🏻👍🏻
Insyaa ALLAH kita sekeluarga diberi rizki umur dalam keberkahan. Aamiin..

 

TO BE CONTINUED……………………………………..

 

📜 “FOOTNOTES:” 📜

 

⚔ PEMBELAHAN DADA ⚔
Imam Muslim meriwayatkan dari Anas bahwasanya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam didatangi oleh Jibril ‘alaihis sallam saat beliau tengah bermain bersama teman-teman sebayanya.
Jibril menangkap dan merebahkan beliau di atas tanah lalu membelah jantungnya,
Kemudian mengeluarkannya,
Dari jantung ini dikeluarkan segumpal darah.

Jibril berkata,
“Ini adalah bagian setan yang ada pada dirimu (sehingga bila tetap ada,
ia dapat memperdayaimu, pent.)!”.

Kemudian mencuci jantung tersebut dengan air zamzam di dalam baskom yang terbuat dari emas,
Lalu memperbaikinya & menaruhnya di tempat semula.
Teman-teman sebayanya tersebut berlarian mencari ibu susuannya seraya berkata,
“Muhammad telah dibunuh!”

Mereka akhirnya beramai-ramai menghampirinya & menemukannya dengan rona muka yang sudah berubah.
Anas (periwayat hadist) berkata,
“Sungguh aku telah melihat bekas jahitan itu di dada beliau Shallallahu Alaihi Wa Sallam”.
(Shahih Muslim, Kitab al-Isra’, 1/92)

Semua itu sebagai bentuk pengagungan & persiapan untuk memikul beban amanah bukan semata untuk membuang sesuatu yang menjijikkan karena Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam memiliki fisik yang sempurna.

Kejadian itu menunjukkan ke-ma’shum-an Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam sejak kecil,
Karena bagian dari setan telah dihilangkan semenjak kecil.

Hal yang menunjukkan bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam akan besar dalam kondisi tidak terdapat jatah setan dalam kehidupannya,
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam terjaga dengan pengertian yang khusus agar tampil beda dengan manusia lainnya.

 

👤 KEMATIAN AMINAH 👤
Setelah peristiwa pembelahan dada tersebut,
Halimah merasa khawatir atas diri beliau sehingga dikembalikan lagi kepada ibundanya.
Beliau tinggal bersama ibundanya sampai berusia 6 tahun.

Sebagai bentuk kesetiaannya,
Aminah memandang perlu untuk menziarahi kuburan suaminya di Yatsrib (Madinah).
Untuk itu,
dia keluar dari Makkah menempuh perjalanan yang mencapai 500 km bersama anaknya yang masih kecil, Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam,
Pembantunya, Ummu Aiman dan mertuanya, Abdul Muththalib.

Setelah tinggal selama sebulan di sana,
Dia kembali pulang ke Makkah akan tetapi di tengah perjalanan dia terserang sakit sehingga akhirnya meninggal dunia di suatu tempat bernama al-Abwa’,
Yang terletak antara Makkah dan Madinah.

 

💝 Mari bersholawat atas Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam

💝 Mari mempelajari perjalanan hidup suri teladan kita Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam

💝 Sumber Buku:
– Ar-Rahiq al-Makhtum (Sirah Nabawiyah Perjalanan Hidup Rasul yang Agung Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam, edisi revisi); Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri (Penerbit Darul Haq, Jakarta)

– Fikih Sirah Nabawiyah; Prof. Dr. Zaid bin Abdul Karim Az-Zaid (Penerbit Darus Sunnah, Jakarta)

 

Mari belajar bersama membaca Sirah Nabawiyah,
Materi Sirah lengkap dapat diakses via TELEGRAM Channel

Klik link berikut untuk join:

http://bit.ly/bacasiroh

Instagram: @mtxl_
Twitter:

@mtxl
Path: mtxl
Facebook Page: majelistaklimxl

#bacasirah #sirahtheseries #sirahnabawiyah #sirahsahabat #sirahnabi #onedayonsirah #dakwahmtxl #mtxl


🌙 *ONE DAY ON SIRAH NABAWIYAH* 🌙
_oleh Majelis Ta’lim XL Axiata_
_————— EPISODE 10 —————_
🌤 *“ ASUHAN SANG KAKEK AMAT MENYAYANGI, ASUHAN SANG PAMAN PENUH BELAS KASIH”* 🌤
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam dibawa kembali ke Makkah oleh kakeknya.
Perasaan kasih kepada cucunya yang yatim semakin bertambah,
Dan hal ini ditambah lagi dengan adanya musibah baru yang menggores luka lama yang belum sembuh betul.
Dia tidak membiarkan cucunya hanyut dalam kesendirian,
Bahkan _dia lebih mengedepankan kepentingan cucunya daripada kepentingan anak-anaknya_.
*‘Ibnu Hisyam berkata’* ,
“Biasanya sudah terhampar permadani untuk Abdul Muththalib di bawah naungan Ka’bah,
Lalu anak-anaknya duduk di sekitar permadani tersebut hingga ia datang,
tak seorang pun dari anak-anaknya tersebut yang berani duduk di situ.
Namun Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam pernah ketika usia sekitar 2 tahun _datang & langsung duduk di permadani tersebut_,
Paman-pamanya serta merta mencegahnya agar tidak mendekati tempat itu.
Bila kebetulan melihat tindakan anak-anaknya itu,
Abdul Muththalib berkata kepada mereka,
_‘Jangan kau ganggu cucuku!_
_Demi ALLAH!_
_Sesungguhnya dia nanti akan menjadi orang yang besar!’_.
Kemudian ia duduk-duduk bersama beliau di permadani tersebut sembari mengusap-usap punggungnya.
Dia merasa senang dengan kelakuan cucunya tersebut.
Saat beliau berusia 8 tahun 2 bulan 10 hari,
Kakek beliau meninggal di kota Makkah.
Sebelum meninggal,
Dia memandang bahwa selayaknya dia menyerahkan tanggung jawab terhadap cucunya tersebut kepada paman beliau,
*Abu Thalib*, saudara kandung ayahanda beliau,
Ibu mereka adalah Fathimah binti Amr bin ‘Aidz.
Abu Thalib adalah seorang yang miskin dan memiliki tanggungan yang banyak.
Abu Thalib melaksanakan amanah yang diembankan kepadanya untuk mengasuh keponakannya dengan sebaik-baiknya & menggabungkan beliau dengan anak-anaknya.
_Dia bahkan mendahulukan kepentingannya ketimbang kepentingan mereka_.
Dia juga, mengistimewakannya dengan penghormatan & penghargaan.
_Perlakuan tersebut berlanjut hingga beliau berusia di atas 40 tahun_,
Pamannya masih tetap memuliakan beliau,
membentangkan perlindungan terhadapnya,
menjalin persahabatan ataupun mengobarkan permusuhan dalam rangka membelanya.
Dia sangat mencintai Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam,
Dia tidur bersamanya dan pergi bersamanya.
Dia melawan kaumnya di Makkah karena membela Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam,
Hingga dia meninggal pada tahun ke-10 kenabian.
‘ *Ibnu Asakir* meriwayatkan hadits dari *Jalhamah bin Arfathah*’ ,
Dia berkata,
“Ketika aku datang ke Makkah,
Mereka sedang mengalami musim paceklik _(tidak turun hujan)_,
Lantas kaum Quraisy berseru,
_‘Wahai Abu Thalib!_
_Air lembah telah mengering dan kemiskinan merajalela,_
_Untuk itu mari kita meminta agar diturunkan hujan!’_
Kemudian Abu Thalib keluar membawa seorang anak yang laksana matahari yang diselimuti oleh awan tebal pertanda hujan lebat akan turun,
Yang darinya muncul kabut tebal,
Yang di sekitarnya terdapat sumber mata air sumur.
Lalu Abu Thalib memegang anak tersebut,
Menyandarkan punggungnya ke Ka’bah,
Serta menaunginya dengan jari-jemarinya _(dari panas matahari)_,
Ketika itu tidak ada gumpalan awan sama sekali,
_Namun tetiba awan datang dari sana sini,_
_Kemudian turunlah hujan dengan lebatnya sehingga lembah mengalirkan air dan lahan-lahan tanah menjadi subur_.
Mengenai peristiwa ini,
Abu Thalib menyinggungnya dalam rangkaian baitnya,
_“… Dan (bocah yang) putih,_
_sang penolong anak-anak yatim dan pelindung para janda_
_melalui ‘kedudukan’nyalah hujan  diharapkan turun”_
(Mukhtashar Siratul Rasul, karya Syaikh Abdullah an-Najd, hal. 15-16)
_Nantikan di Episode selanjutnya ya.._ 👍🏻👍🏻👍🏻
_Insyaa ALLAH kita sekeluarga diberi rizki umur dalam keberkahan dan rahmat ALLAH Ta’ala. Aamiin.._
_TO BE CONTINUED………………………………………………_
📜 _*”FOOTNOTES:”*_ 📜
🏞 *MENGGEMBALA KAMBING* 🏞
Bahwasanya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam pernah menggembala kambing bersama saudara susuannya di perkampungan Bani Sa’ad telah dijelaskan,
Tatkala ada 2 malaikat yang datang & membelah dada beliau.
Al-Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu,
Bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda,
_“Tidak ada Nabi kecuali telah pernah menjadi penggembala kambing”_.
Mereka, para sahabat, bertanya,
_“Engkau juga ya Rasulullah?”_
Beliau berkata,
_“Iya, saya telah menggembala dengan imbalan beberapa dinar dari penduduk Makkah”_.
(Hadits Riwayat Al-Bukhari, Kitab Al-Ijarah, 3/48)
Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu anhuma berkata,
_“Kami pada suatu saat bersama Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam di tempat bernama ‘Marr az-zhahran’,_
_Kami memetik buah yang matang dari pohon bernama ‘Al-Araak’ (dinamakan juga Al-Kibaats, rantingnya dipakai untuk bersiwak)”_
Nabi berkata,
_“Pilihlah yang berwarna hitam”_,
Kami berkata,
_“Wahai Rasulullah,_ _sepertinya baginda pernah menggembala kambing”_,
Dia berkata,
_“Iya, tidak ada seorang Nabi kecuali telah menjadi penggembala kambing”_ ,
Atau sekitar itulah maksudnya.
(Hadits Riwayat Muslim, 3/1621 nomor 2050)
💭 *MENGAPA PARA NABI MENJADI PENGGEMBALA KAMBING?* 💭
Ibnu Hajar rahimahullah berkata,
Ulama berkata,
_“Hikmah di balik penggembalaan kambing sebelum masa kenabian tiba adalah agar mereka terbiasa mengatur kambing yang nanti dengan sendirinya akan terbiasa menangani problematika umat manusia”_.
(Ibnu Hajar, Fathu al-Bari, 1/144)
Para nabi berprofesi sebagai pengembala kambing semenjak kecil,
Agar mereka menjadi penggembala manusia pada waktu mereka besar.
‘Sebagaimana Nabi Musa ‘alaihis sallam dan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam serta para nabi lainnya _Shalawatullahi ‘Alaihim wa Salamuh_,
Pada awal kehidupan mereka telah berhasil menjadi penggembala kambing yang baik,
Agar mengambil pelajaran setelah keberhasilan mengendalikan binatang ternak menuju keberhasilan mengurus anak cucu Adam dalam mengajak,
memperbaiki, dan mendakwahi mereka’.
Agar sang da’i bisa sukses dalam berdakwah,
Maka perlu memiliki pengetahuan tentang pentingnya kesinambungan dan praktik secara langsung.
💝 Mari bersholawat atas Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam
💝 Mari mempelajari perjalanan hidup suri teladan kita Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam
💝 Sumber Buku:
– Ar-Rahiq al-Makhtum _(Sirah Nabawiyah Perjalanan Hidup Rasul yang Agung Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam, edisi revisi)_; Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri (Penerbit Darul Haq, Jakarta)
– Fikih Sirah Nabawiyah; Prof. Dr. Zaid bin Abdul Karim Az-Zaid (Penerbit Darus Sunnah, Jakarta)
_Mari belajar bersama membaca Sirah Nabawiyah,_
_Materi Sirah lengkap dapat diakses via *TELEGRAM Channel*_
_Klik link berikut untuk join:_
_Instagram:_ @mtxl_
_Twitter:_ @mtxl
_Path:_ mtxl
_Facebook Page:_ majelistaklimxl
#bacasirah #sirahtheseries #sirahnabawiyah #sirahsahabat #sirahnabi #onedayonsirah #dakwahmtxl #mtxl

🌙 *ONE DAY ON SIRAH NABAWIYAH* 🌙
_oleh Majelis Ta’lim XL Axiata_
_————— EPISODE 11 —————_
🚹 *“SANG RAHIB BUHAIRA”* 🚹
Ketika Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam berusia 12 tahun _(menurut riwayat lain 12 tahun 2 bulan 10 hari)_
Pamannya, Abu Thalib, membawanya berdagang ke negeri Syam sampai ke suatu tempat bernama *Bushra* yang masih termasuk wilayah Syam dan merupakan ibukota _Hauran_.
Di kala itu,
Syam merupakan ibukota negeri-negeri Arab yang masih menganut undang-undang Romawi.
Di negeri inilah dikenal seorang Rahib _(pendeta)_ bernama *Buhaira* _(ada yang menyebutkan nama lainnya adalah ‘Jarjis’)_.
Ketika rombongan tiba,
dia langsung menyongsongnya,
berjalan di antara sela-sela mereka hingga sampai kepada Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam lalu memegang tangannya sembari berkata,
_”Inilah penghulu alam semesta,_
_inilah utusan Rabb alam semesta,_
_dia diutus oleh ALLAH sebagai rahmat bagi alam semesta ini”_.
Abu Thalib & pemuka kaum Quraisy bertanya kepadanya,
_”Bagaimana anda tahu hal itu?”_
Dia menjawab,
_”Sesungguhnya ketika kalian muncul dan naik dari bebukitan,_
_Tidak satu pun dari bebatuan ataupun pepohonan melainkan bersujud terhadapnya,_
_dan keduanya tidak akan bersujud kecuali terhadap seorang Nabi._
_Sesungguhnya aku dapat mengetahuinya melalui tanda kenabian yang terletak pada bagian bawah tulang rawan pundaknya yang bentuknya seperti apel._
_Sesungguhnya kami mengetahui hal tersebut dari kitab suci kami”_.
Sang Rahib pun menjamu mereka secara istimewa.
Setelah itu dia meminta kepada Abu Thalib agar memulangkan keponakannya tersebut ke Makkah dan tidak membawanya serta ke Syam sebab khawatir bila tertangkap oleh orang-orang Romawi dan Yahudi.
Akhirnya,
pamannya mengirimnya pulang bersama sebagian anaknya ke Makkah.
Sewaktu mereka mendatangi undangannya,
Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam berada di antara unta-unta.
Buhaira berkata,
_“Panggil dia bersama kalian,_
_kemudian dia datang dan awan telah menaunginya”_.
Setelah mendekat ke kaum,
Ternyata naungan pohon itu telah melindungi tokoh Quraisy dan tatkala Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam duduk,
tiba-tiba teduh pohon itu beralih ke Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam.
Buhaira berkata,
_“Lihatlah bagaimana teduh pohon itu beralih menaunginya”_.
Kemudian dia berpesan agar tidak membawa Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam ke Romawi,
karena kalau mereka melihat Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam,
maka mereka pasti mengenalinya dan membunuhnya.
Kemudian tiba-tiba ada 7 orang yang datang dari Romawi,
Buhaira menemuinya & berkata,
_“Apa yang menyebabkan kalian datang?”_
Mereka berkata,
_“Kami datang karena pada bulan ini,_
_ada seorang Nabi yang telah melakukan perjalanan & tidak ada jalan,_
_kecuali telah ditelusuri & kami telah mendapat informasi bahwa dia melintasi jalan kamu ini”_.
Buhaira berkata,
_“Bagaimana pendapat kalian,_
_jika ALLAH berkehendak atas sesuatu,_
_adakah seorang dari umat manusia ini yang mampu untuk menahannya?”_.
Mereka berkata,
_“Tidak Mungkin”_.
Buhaira berkata,
_“Kalau begitu baiatlah dia”_.
Mereka membaiatnya dan kemudian bertanya,
_“Siapakah walinya?”_.
Mereka berkata,
_“Abu Thalib”_.
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam tumbuh menjadi seorang pemuda bersama Abu Thalib,
ALLAH langsung mengasuhnya, menjaga dan melindunginya dari segala urusan orang-orang jahiliyah,
dan sejumlah perbuatan tercela mereka,
karena ALLAH hendak memperlihatkan keistimewaannya,
hingga Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam tumbuh menjadi seorang lelaki dewasa yang paling berani/jantan di antara kaumnya,
terbaik akhlaknya, paling jujur kata-katanya,
dan orang yang sangat menjauhi perbuatan kotor dan tercela.
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam tidak pernah terlihat memusuhi dan menentang seseorang,
sehingga kaumnya menjulukinya dengan gelar _Al-Amin_,
karena ALLAH menanamkan segala kebaikan dalam diri Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam.
Abu Thalib terus menerus menjaga, melindungi,
membantu dan mendukung beliau Shallallahu Alaihi Wa Sallam,
hingga Abu Thalib meninggal dunia.
_Nantikan di Episode selanjutnya ya.._ 👍🏻👍🏻👍🏻
_Insyaa ALLAH kita sekeluarga diberi rizki umur dalam keberkahan. Aamiin.._
_TO BE CONTINUED………………………………………………………………_
📝 _*”FOOTNOTES:”*_ 📝
🌇 *KOTA BUSHRA* 🌇
Abu Thalib berangkat tahun 582 Masehi ke negeri Syam.
Syam saat itu adalah sebuah negeri yg wilayahnya sekarang meliputi Syria, Yordania, dan Palestina.
Syam berada di bawah pemerintahan Romawi timur.
Jalur yg dilewati kafilah Abu Thalib adalah jalan kafilah barat yang menyusuri Laut Merah, Madyan, Wadi Al qurra, hijr, dan kota Bushra.
Kota Bushra telah lama didirikan Romawi sebagai ibu kota wilayah Hauran,
untuk menahan serbuan Badui pedalaman.
Di sini,
Romawi memusatkan pasukan dan mengumpulkan pajak dari kafilah.
Bagi kafilah sendiri,
Bushra adalah pusat perdagangan paling ramai sebelum tiba di Syria yang terletak di utara.
_*(Muhammad Teladanku)*_
📜 *KISAH BUHAIRA (BAHIRA)* 📜
As-Suhaili telah menceritakan kisahnya dari Siyar Az-Zuhri,
bahwa Bahira adalah salah satu orang terpandai dari kalangan Yahudi.
Namun menurutku, keterangan yang terlihat dari kisah ini,
bahwa dia adalah seorang pendeta Nasrani. _Wallahu A’lam_.
Diceritakan dari Al-Mas’udi, dia adalah keturunan Abdul Qais, namanya adalah *Sarjis*.
Di dalam kitab _Al-Ma’arif_ karya Ibnu Qutaibah,
disebutkan suara tanpa rupa terdengar pada masa jahiliyah,
tak lama sebelum Islam datang, ia berbisik dan berkata,
_”Ingatlah bahwa orang terbaik dari semua penduduk bumi adalah 3 orang,_
_yaitu Bahira, Ri’ab Asy-Syani, dan yang ketiga adalah orang yang ditunggu-tunggu kehadirannya._
_Orang ketiga yang ditunggu-tunggu kehadirannya adalah Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam”_.
Ibnu Qutaibah berkata,
_”Makam Ri’ab bin Asy-Syani dan kuburan keturunan setelahnya,_
_tak henti-hentinyà diselimuti ‘thasy’, yaitu hujan rintik-rintik”_.
_*(al-Bidayah wa an-Nihayah; 3/704)*_
💡 *HIKMAH (PELAJARAN)* 💡
*(1)*
Pada kisah Buhaira terdapat bukti bahwa Ahlu Al-Kitab mengetahui sifat & zaman Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam akan diutus,
Pengingkaran mereka terhadap risalah adalah atas dasar ilmu pengetahuan, bukan atas dasar kebodohan.
ALLAH Ta’ala berfirman:
_“Dan setelah datang kepada mereka Al-Qur’an dari ALLAH yang membenarkan apa yang ada pada mereka, Padahal sebelumnya mereka biasa memohon (kedatangan Nabi) untuk mendapat kemenangan atas orang-orang kafir, Maka setelah datang kepada mereka apa yang telah mereka ketahui, mereka lalu ingkar kepadanya. Maka la’nat ALLAH-lah atas orang-orang yang ingkar itu”_.
_*(QS. Al-Baqarah: 89)*_
*(2)*
Pada kisah Buhaira tedapat kesaksian Ahlu Al-Kitab terhadap Ahlu Al-Kitab,
bahkan kesaksian seorang ulama dari Ahlu Al-Kitab tentang kebenaran Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam,
dan kesaksian terhadap orang-orang Nashrani bahwa mereka akan memusuhi Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam,
berdasarkan dari firman ALLAH:
_“Dan seorang saksi dari keluarga wanita itu memberikan kesaksiannya.”_
_*(QS. Yusuf: 26)*_
Oleh karena itu,
Dikatakan kepada Ahlu Al-Kitab,
‘Ulama mereka bersaksi atas kebenaran kenabian Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam,
dan mereka bersaksi akan permusuhan yang keras dari kaum Nashrani.
*(3)*
Sebagian Nashrani berkomentar tentang pertemuan Buhaira dengan Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam,
mereka berkata,
_“Apa yang dikatakan Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam setelah diangkat menjadi Nabi adalah dari pengajaran Buhaira”_,
Kalau memang demikian,
Maka patut dikatakan kepada mereka,
_“Kenapa kalian tidak menerima pernyataannya yang mengatakan tentang kebatilan akidah trinitas,_
_penghapusan dosa dan penyaliban,_
_doktrin yang dibawakan Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam dari pendeta itu? ”_
Kenapa orang-orang Nashrani pada hari ini tidak menerima pernyataan dari sesepuh mereka tentang kebatilan akidah mereka sebagaimana yang difirmankan oleh ALLAH Ta’ala,
_“Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata:_
_‘Sesungguhnya ALLAH ialah Al-Masih putera Maryam’.”_
_*(QS. Al-Maidah: 72)*_
Dan juga firman-NYA,
_“Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan:_
_‘Bahwasanya ALLAH salah seorang dari yang tiga’,_
_Padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan yang Esa”_.
_*(QS. Al-Maidah: 73)*_
Kalau memang perkataan tersebut bersumber dari Buhaira,
Maka kenapa kalian tidak menerimanya?
_*(Fikih Sirah Nabawiyah)*_
💝 Mari bersholawat atas Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam
💝 Mari mempelajari perjalanan hidup suri teladan kita Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam
💝 Sumber Buku:
– Ar-Rahiq al-Makhtum _(Sirah Nabawiyah Perjalanan Hidup Rasul yang Agung Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam, edisi revisi)_; Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri (Penerbit Darul Haq, Jakarta)
– Fikih Sirah Nabawiyah; Prof. Dr. Zaid bin Abdul Karim Az-Zaid (Penerbit Darus Sunnah, Jakarta)
– Muhammad Teladanku (Penerbit Sygma Daya Insani, Jakarta)
– Al-Bidayah wa An-Nihayah; Ibnu Katsir
_Mari belajar bersama membaca Sirah Nabawiyah,_
_Materi Sirah lengkap dapat diakses via *TELEGRAM Channel*_
_Klik link berikut untuk join:_
_Instagram:_ @mtxl_
_Twitter:_ @mtxl
_Path:_ mtxl
_Facebook Page:_ majelistaklimxl
#bacasirah #sirahtheseries #sirahnabawiyah #sirahsahabat #sirahnabi #onedayonsirah #dakwahmtxl #mtxl

🌙 *ONE DAY ON SIRAH NABAWIYAH* 🌙
_oleh Majelis Ta’lim XL Axiata_
_————— EPISODE 12 —————_
📜 *“PERANG FUJJAR DAN HILFUL FUDHUL”* 📜
Pada saat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam berusia 20 tahun,
Berkecamuklah Perang Fujjar antara kabilah Quraisy dan sekutu mereka dari Bani Kinanah melawan kabilah Qais Ailan.
*Harb bin Umayyah* terpilih menjadi komandan perang membawahi kabilah Quraisy dan Kinanah secara umum karena faktor usia dan kebangsawanan.
Kemenangan pada pagi hari berada di pihak kabilah Qais,
Namun pada pertengahan hari kemenangan justru berpihak pada Kinanah.
*Perang Fujjar* ,
dinamakan demikian karena dinodainya kesucian _asy-syahrul haram’ (bulan yang dilarang perang di dalamnya)_.
Pemicunya adalah,
*Urwah Ar-Rahhal* ibnu Utbah bin Ja’far bin Kilab bin Rabi’ah bin Amir bin Sha’sha’ah bin Muawiyah bin Bakr bin Hawazin yang menyewakan dagangan pada *Nu’man bin Al-Mundzir*.
Lalu *Al-Baradh bin Qais* _-salah satu keturunan Bani Dhamrah bin Bakr bin Abdi Manat bin Kinanah-_
bertanya padanya,
_“Apakah kamu telah menyewakannya pada Kinanah?”_,
Dia menjawab,
_“Benar, bahkan pada semua orang”_.
Lalu Urwah Ar-Rahhal pergi membawa dagangan tersebut,
Al-Barradh ikut pergi sambil mengamati kelengahannya,
Hingga ketika dia berada di lembah Taiman Dzi Zhalal di kawasan Aliyah,
Urwah lengah,
lalu Al-Barradh melompat di depannya,
lalu membunuhnya pada bulan Haram,
karna itulah disebut _Perang Fujjar (menerjang larangan)_.
Dalam perang ini,
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam ikut serta dan membantu paman-pamannya menyediakan anak panah buat mereka.
_*Ibnu Hisyam berkata:*_
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam turut serta dalam beberapa perang mereka,
paman-pamannya membawa beliau bergabung.
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda,
_“Aku ikut melindungi anak panah yang hendak mengancam paman-pamanku,”_
Maksudnya aku menghalau anak panah musuh mereka ketika mereka melemparkan anak panah mereka.
Saat perang usai,
Terjadilah *Hilful Fudhul* _(perjanjian kebulatan tekad/sumpah setia)_ pada bulan Dzulqa’dah,
di suatu bulan haram.
Kabilah Quraisy yang ikut pada perjanjian tersebut yaitu Bani Hasyim, Bani al-Muththalib,
Asad bin Abdul Uzza,
Zuhrah bin Kilab dan Taim bin Murrah.
Mereka berkumpul di kediaman *Abdullah bin Jad’an at-Taimi* karena faktor usia dan kebangsawanannya.
Dalam perjanjian tersebut
Mereka bersepakat dan berjanji bahwa manakala ada orang yang dizhalimi di Makkah,
baik penduduk asli maupun pendatang,
maka mereka akan membelanya hingga haknya yang telah dizhalimi dikembalikan kepadanya.
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam turut menghadiri perjanjian tersebut.
Setelah beliau dimuliakan oleh ALLAH dengan _Risalah_,
beliau berkomentar,
_“Sungguh aku telah menghadiri suatu hilf (perjanjian) di kediaman Abdullah bin Jad’an yang lebih aku sukai ketimbang aku memiliki humrun na’am (unta merah yang merupakan harta termahal dan kebanggan bangsa Arab kala itu)._
_Andai di dalam Islam aku diminta untuk melakukan hal itu,_
_niscaya aku akan memenuhinya.”_
Semangat perjanjian tersebut bertolak-belakang dengan _hamiyyah jahiliyyah (egoisme jahiliyah)_ yang justru timbul dari sikap fanatisme _(terhadap suku & keluarga)_.
Ada versi yang menyebutkan bahwa sebab terjadinya perjanjian tersebut adalah,
Seorang dari _kabilah Zubaid_ datang ke Makkah & membawa barang,
kemudian barangnya dibeli oleh *Al-Ash bin Wa’il As-Sahmi* namun dia menahan hak orang tersebut.
Karnanya dia meminta bantuan ke suku-suku yang bersekutu di Makkah atas perbuatan Al-Ash tersebut.
Akan tetapi para sekutu ini tidak mengacuhkannya.
Akhirnya,
Dia memanjat ke puncak gunung Abi Qubais dan berteriak supaya haknya yang terzhalimi dikembalikan.
Rupanya,
*Az-Zubair bin Abdul Muththalib* yang mendengar hal itu langsung bergerak menuju arahnya seraya bertanya-tanya,
_“Kenapa orang ini tidak diacuhkan?”_
Tak berapa lama kemudian,
berkumpullah kabilah-kabilah Bani Hasyim, Zuhrah, Bani Taim bin Murrah yang menyetujui perjanjian Hilful Fudhul di atas,
mereka bersumpah & berjanji atas nama ALLAH untuk bersatu padu bersama orang yang terzhalimi itu hingga haknya dikembalikan.
Lantas mereka mendatangi Al-Ash bin Wa’il dan merebut hak orang dari suku Zubaid tersebut darinya setelah menandatangani perjanjian.
Mereka mengangkat panji-panji kebenaran dan menghancurkan simbol-simbol kezhaliman,
_kejadian itu adalah bagian dari kebanggaan bangsa Arab_.
_Nantikan di Episode selanjutnya ya.._ 👍🏻👍🏻👍🏻
_Insyaa ALLAH kita sekeluarga diberi rizki umur dalam keberkahan. Aamiin.._
_TO BE CONTINUED………………………………………………._
💝 Mari bersholawat atas Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam
💝 Mari mempelajari perjalanan hidup suri teladan kita Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam
💝 Sumber Buku:
– Ar-Rahiq al-Makhtum _(Sirah Nabawiyah Perjalanan Hidup Rasul yang Agung Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam, edisi revisi)_; Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri (Penerbit Darul Haq, Jakarta)
– Fikih Sirah Nabawiyah; Prof. Dr. Zaid bin Abdul Karim Az-Zaid (Penerbit Darus Sunnah, Jakarta)
– Al-Bidayah wa An-Nihayah; Ibnu Katsir (Penerbit Pustaka Azzam, Jakarta)
_Mari belajar bersama membaca Sirah Nabawiyah,_
_Materi Sirah lengkap dapat diakses via *TELEGRAM Channel*_
_Klik link berikut untuk join:_
_Instagram:_ @mtxl_
_Twitter:_ @mtxl
_Path:_ mtxl
_Facebook Page:_ majelistaklimxl
#bacasirah #sirahtheseries #sirahnabawiyah #sirahsahabat #sirahnabi #onedayonsirah #dakwahmtxl #mtxl

🌙 *ONE DAY ON SIRAH NABAWIYAH* 🌙
_oleh Majelis Ta’lim XL Axiata_
_————— EPISODE 13 —————_
🤝 *“MENIKAH DENGAN KHADIJAH”* 🤝
Di permulaan masa mudanya,
Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam tidak memiliki pekerjaan tetap,
hanya saja banyak riwayat menyebutkan beliau bekerja sebagai penggembala kambing,
bahkan menggembalakannya di perkampungan kabilah Bani Sa’ad.
Disebutkan juga,
Bahwa beliau menggembalakan kambing milik penduduk Makkah dengan upah harian sebesar beberapa _qirath (bagian dari uang dinar)_.
Selain itu,
juga disebutkan bahwa ketika berusia 25 tahun,
Beliau pergi berdagang ke negeri Syam dengan modal dari *Khadijah _radhiyallahu anha_*.
*Ibnu Ishaq berkata,*
_“Khadijah bin Khuwailid adalah saudagar wanita keturunan bangsawan & kaya raya._
_Dia mempekerjakan tenaga laki-laki dan sistem bagi hasil terhadap harta (modal) tersebut sebagai keuntungan untuk mereka nantinya._
_Kabilah Quraisy dikenal sebagai kaum pedagang handal._
_Tatkala sampai ke telinga Khadijah perihal kejujuran bicara,_
_amanah dan akhlak Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam yang mulia,_
_Dia mengutus seseorang untuk menemui dan menawarkan kepadanya untuk memperdagangkan harta miliknya ke negeri Syam dengan imbalan paling istimewa yang tidak pernah diberikan kepada pedagang lainnya,_
_Dengan didampingi budak laki-laki milik Khadijah yang bernama *Maisarah*._
_Beliau menerima tawaran tersebut dan berangkat bersama barang-barang dagangan Khadijah dan budak tersebut hingga sampai di negeri Syam.”_
Ketika beliau pulang dan Khadijah melihat betapa amanahnya beliau terhadap harta yang diserahkan kepadanya,
begitu juga dengan keberkahan hasil perdagangan yang belum pernah didapatinya sebelumnya,
Ditambah lagi informasi dari budaknya,
Maisarah perihal budi pekerti beliau nan demikian manis,
sifat -sifat yang mulia, ketajaman berpikir,
cara bicara yang jujur dan cara hidup yang penuh amanah,
Maka dia seakan menemukan apa yang didambakannya selama ini _(yakni, calon pendamping idaman)_.
Padahal,
banyak sekali para pemuka dan kepala suku yang demikian antusias untuk menikahinya,
_namun semuanya dia tolak_.
Akhirnya dia menyampaikan curahan hatinya kepada teman wanitanya, *Nafisah binti Muniyah* yang kemudian bergegas menemui Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam dan membeberkan rahasia tersebut kepadanya seraya menganjurkan agar beliau menikahi Khadijah.
Beliau pun menyetujuinya dan merundingkan hal tersebut dengan paman-pamannya.
Kemudian mereka mendatangi paman Khadijah untuk melamarkannya buat beliau.
Tak berapa lama setelah itu,
pernikahan dilangsungkan.
Akad tersebut dihadiri oleh Bani Hasyim dan para pemimpin suku Mudhar.
Pernikahan tersebut berlangsung 2 bulan setelah kepulangan beliau dari negeri Syam.
Beliau menyerahkan mahar sebanyak 20 ekor unta muda.
Ketika itu,
Khadijah sudah berusia 40 tahun.
Dia adalah wanita yang paling terhormat nasabnya,
Paling banyak hartanya dan paling cerdas otaknya di kalangan kaumnya.
_Dialah wanita pertama yang dinikahi oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam,_
_beliau tidak pernah memadunya dengan wanita lain hingga dia wafat._
Semua putra-putri Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam berasal dari pernikahan beliau dengan Khadijah kecuali putra beliau *Ibrahim*.
Putra-putri beliau dari hasil perkawinan dengan Khadijah adalah:
1. *Al-Qasim* _(dengan nama ini beliau dijuluki [Abul Qasim])_
2. *Zainab*
3. *Ruqayyah*
4. *Ummu Kultsum*
5. *Fathimah*
6. *Abdullah* _(julukannya adalah Ath-Thayyib [yang baik] dan Ath-Thahir [yang suci])_
Semua putra beliau meninggal dunia di masa kanak-kanak,
Sedangkan putri-putri beliau semuanya hidup pada masa Islam dan memeluk Islam serta juga ikut berhijrah,
Namun semuanya meninggal dunia semasa beliau Shallallahu Alaihi Wa Sallam masih hidup kecuali *Fathimah _radhiyallahu anha_* yang meninggal dunia 6 bulan setelah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam wafat.
Banyak riwayat menceritakan tentang tata cara khitbah _(Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam atas Khadijah)_ berlangsung,
serta siapa yang melangsungkan akad nikahnya.
Namun, sebagian besar riwayat mengatakan bahwa yang melangsungkan akad nikah adalah paman Khadijah bernama Amr bin Sa’ad.
Sebelum menikah dengan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam,
Khadijah telah menikah 2 kali,
suaminya yang pertama bernama ‘Atiq bin ‘Aidz Al-Makhzumi dan yang kedua  bernama Abu Halah bin An-Nabbasy At-Tamimi.
_Nantikan di Episode selanjutnya ya.._ 👍🏻👍🏻👍🏻
_Insyaa ALLAH kita sekeluarga diberi rizki umur dalam keberkahan. Aamiin.._
_TO BE CONTINUED…………………………………….._
📝 _*”FOOTNOTES:”*_ 📝
👤 *KEUTAMAAN KHADIJAH BINTI KHUWAILID _Radhiyallahu Anha_* 👤
[1]
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda,
_“Sebaik-baik wanita (pada zamannya) adalah Maryam binti Imran,_
_dan sebaik-baik wanita (pada umat ini) adalah Khadijah”_.
(_Muttafaq ‘alaihi_, _Shahih Al-Bukhari_, 6/470, hadits no. 2432. _Shahih Muslim_, 4/1886, hadist no. 2430)
[2]
Dari Aisyah radhiyallahu anha berkata,
_“Saya tidak pernah cemburu terhadap istri-istri Nabi,_
_kecuali dengan Khadijah walaupun saya belum pernah bertemu dengannya”_.
Aisyah berkata,
_“Kalau Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam memotong kambing,_
_beliau selalu berkata,_
_*Berikan sebagian kepada teman-teman Khadijah*,_
_suatu hari saya membuat beliau marah karena saya berkata,_
_*Khadijah?*,_
_Maka Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda,_
_*Saya telah dikaruniai kecintaan kepadanya*.”_
(_Shahih Muslim_, 4/1888, hadits no. 2435)
[3]
Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu berkata,
_“Jibril telah mendatangi Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam,_
_dia berkata,_
_‘Wahai Rasul ALLAH,_
_inilah Khadijah datang menemui kamu dengan membawa bejana yang berisi hidangan makanan dan minuman._
_Jika dia telah datang,_
_maka sampaikan salam ALLAH Azza wa Jalla dan salam saya,_
_dan beritakan kabar gembira kepadanya dengan surga dari permadani yang luas seperti istana,_
_yang di dalamnya tidak terdapat susah dan letih’.”_
(_Shahih Muslim_, 4/1887, hadist no. 2432)
Khadijah radhiyallahu anha adalah orang yang beriman kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam tatkala manusia kafir kepadanya.
Dia yang mempercayainya tatkala umat manusia mengingkarinya dan mengucurkan hartanya tatkala manusia tidak mau memberikan hartanya dan dialah istrinya yang melahirkan anak-anak untuknya.
*Ibnu Hajar _rahimahullah_ berkata*,
“Yang menjadikan dia mulia adalah karena dia wanita pertama yang beriman.
Dengan demikian,
dia telah membuat sunnah yang baik,
yang pahalanya akan mengalir kepadanya sebagai amal jariyah,
Dan Abu Bakar dalam hal ini menjadi pelaku sunnah yang baik dari kalangan laki-laki dan tidak ada yang bisa mengukur nilai pahala kebaikan itu,
Kecuali ALLAH Azza wa Jalla”.
(Ibnu Hajar, _Fathu Al-Bari_, 7/137)
💝 Mari bersholawat atas Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam
💝 Mari mempelajari perjalanan hidup suri teladan kita Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam
💝 Sumber Buku:
– Ar-Rahiq al-Makhtum _(Sirah Nabawiyah Perjalanan Hidup Rasul yang Agung Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam, edisi revisi)_; Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri (Penerbit Darul Haq, Jakarta)
– Fikih Sirah Nabawiyah; Prof. Dr. Zaid bin Abdul Karim Az-Zaid (Penerbit Darus Sunnah, Jakarta)
_Mari belajar bersama membaca Sirah Nabawiyah,_
_Materi Sirah lengkap dapat diakses via *TELEGRAM Channel*_
_Klik link berikut untuk join:_
_Instagram:_ @mtxl_
_Twitter:_ @mtxl
_Path:_ mtxl
_Facebook Page:_ majelistaklimxl
#bacasirah #sirahtheseries #sirahnabawiyah #sirahsahabat #sirahnabi #onedayonsirah #dakwahmtxl #mtxl

🌙 *ONE DAY ON SIRAH NABAWIYAH* 🌙
_oleh Majelis Ta’lim XL Axiata_
_————— EPISODE 14 —————_
🕋 *“MEMBANGUN KA’BAH”* 🕋
Pada saat Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam berusia 35 tahun,
Kabilah Quraisy membangun kembali Ka’bah karena kondisi fisiknya sebelum itu hanya berupa tumpukan-tumpukan batu berukuran di atas tinggi badan manusia,
Yaitu setinggi 9 hasta sejak dari masa Nabi Ismail ‘alaihis sallam dan tidak memiliki atap sehingga yang tersimpan di dalamnya dapat dicuri.
Karena merupaka peninggalan sejarah yang berumur tua,
Ka’bah sering diserang oleh pasukan berkuda sehingga merapuhkan bangunan & merontokkan sendi-sendinya.
5 tahun sebelum beliau diutus menjadi Rasul,
Makkah pernah dilanda banjir bandang,
Sampai masuk ke Masjidil Haram sehingga bangunan Ka’bah hampir ambruk.
Orang-orang Quraisy terpaksa merenovasi bangunannya demi menjaga pamornya & bersepakat untuk tidak membangunnya kecuali dari sumber usaha yang baik.
_Mereka tidak mengambilnya dari dana mahar yang didapat secara zhalim,_
_transaksi ribawi dan hasil tindak kezhaliman terhadap seseorang_.
Semula mereka segan merobohkan bangunannya,
hingga akhirnya diprakarsai oleh *Al-Walid bin Al-Mughirah Al-Makhzumi*.
Setelah itu,
barulah orang-orang mengikutinya setelah melihat tidak terjadi apa-apa terhadap dirinya.
Mereka terus merobohkan hingga sampai ke pondasi pertama yang diletakkan oleh Nabi Ibrahim ‘alaihis sallam.
Mereka memulai membangun kembali,
dengan cara membagi-bagi per bagian bangunan Ka’bah,
masing-masing kabilah mendapat 1 bagian.
Setiap kabilah mengumpulkan batu sesuai jatahnya,
dan dimulailah pembangunan.
Pimpinan proyeknya adalah arsitek asal Romawi bernama *Baqum*.
Tatkala pengerjaan sampai kepada peletakan _*Hajar Aswad*_ ,
mereka bertikai tentang siapa yang berhak mendapat kehormatan meletakkannya ke tempat semula.
Bani Abdul Ad-Dar mendekatkan bejana berisi darah,
kemudian mereka bersama Bani Adi Ka’ab bin Luai bersumpah untuk siap mati dan kondisi menegangkan itu berlangsung selama 4 atau 5 malam,
_bahkan semakin meruncing hingga hampir terjadi peperangan dahsyat di tanah al-Haram_.
Untunglah *Abu Umayyah bin Al-Mughirah Al-Makhzumi* menawarkan penyelesaian pertikaian dengan satu cara,
yaitu menjadikan pemutus perkara tersebut kepada siapa yang paling pertama memasuki pintu masjid.
Tawaran ini diterima oleh semua pihak,
dan atas kehendak ALLAH Ta’ala, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam lah orang yang pertama memasukinya.
Tatkala melihatnya, mereka saling menyeru,
_“Inilah Al-Amin (orang yang amanah)!_
_Kami rela!_
_Inilah Muhammad!”_
Dan ketika beliau mendekati mereka dan memberitahukan kepadanya tentang hal tersebut,
beliau meminta sehelai selendang dan meletakkan Hajar Aswad di tengah-tengahnya,
lalu meminta agar semua kepala kabilah yang bertikai memegangi ujung-ujung selendang tersebut dan memerintahkan mereka untuk mengangkatnya tinggi-tinggi hingga manakala mereka telah mengangkatnya sampai ke tempatnya,
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam mengambilnya dengan tangannya dan meletakkannya di tempatnya semula.
Ini merupakan solusi yang tepat dan jitu yang membuat semua pihak rela.
Namun,
Orang-orang Quraisy kekurangan dana dari sumber usaha yang baik sehingga meninggalkan pembangunan Ka’bah sekita 6 hasta dari bagian utara Ka’bah,
yaitu yang dinamakan _*Hijr Ismail*_ dan _*Al-Hathim*_ lalu mereka meninggikan pintunya yang semula berada di tanah agar tidak ada orang memasukinya kecuali orang yang mereka kehendaki.
Tatkala pembangunan mencapai 15 hasta,
mereka mengatapinya dan menyangganya dengan 6 buah tiang.
Setelah proyek renovasi selesai,
Ka’bah tersebut berubah jadi berbentuk kubus dengan tinggi +- 15 meter,
panjang sisi yang berada di bagian Hajar Aswad adalah 10 meter & bagian depan yang berhadapan dengannya 10 meter.
Hajar Aswad sendiri dipasang di atas ketinggian 1,5 meter dari permukaan lantai dasar thawaf.
Adapun panjang sisi yang berada di bagian pintu depan yang sehadapan dengannya adalah 12 meter,
sedangkan tinggi pintunya adalah 2 meter dari atas permukaan tanah.
Dan dari bagian luarnya dikelilingi oleh tumpukan batu bangunan,
tepatnya di bagian bawahnya,
tinggi rata-ratanya adalah 0,25 meter dan lebar rata-ratanya 0,30 meter.
Bagian terakhir ini dikenal dengan nama _*Asy-Syadzirwan*_ yang merupakan bagian dari pondasi asal Ka’bah akan tetapi orang-orang Quraisy membiarkannya.
_Nantikan di Episode selanjutnya ya.._ 👍🏻👍🏻👍🏻
_Insyaa ALLAH kita sekeluarga diberi rizki umur dalam keberkahan. Aamiin.._
_TO BE CONTINUED…………………………………….._
📝 _*”FOOTNOTES:”*_ 📝
_*KA’BAH Pada Waktu Itu* (tidak diberi atap)_,
kainnya ditutupkan di atasnya lalu terurai ke bawah,
dan memiliki dua sudut.
Rumah-rumah penduduk mengelilingi Ka’bah.
Pada _riwayat Bukhari_ dari _Amr bin Dinar_ dan _Ubaidillah bin Abi Yazid_ berkata,
_“Pada zaman Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam,_
_Ka’bah tidak memiliki tembok yang mengelilinginya,_
_hingga tibalah masa Umar bin Khaththab radhiyallahu anhu dan membangun sekelilingnya tembok penghalang,_
_Ubaidillah berkata,_
_‘Dinding Ka’bah pendek kemudian dibangun oleh Ibnu Az-Zubair’.”_
( _Shahih Al-Bukhari_ dengan _Fathu Al-Bari_, 7/146. Hadits no. 3830)
Oleh karena itu,
apabila hujan datang,
maka selalu berhadapan dengan air deras yang mengalir dari gunung Makkah,
karena tidak ada tembok di sekelilingnya yang bisa menghalaunya.
*Dari Jabir bin Abdillah _radhiyallahu anhuma_ berkata*,
_“Tatkala Ka’bah dibangun Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam pergi bersama *Al-Abbas radhiyallahu anhu*;_
_Mereka berdua mengangkat batu,_
_kemudian Al-Abbas berkata kepada Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam,_
_‘Letakkan sarung kamu di atas pundakmu agar batu tidak melukaimu,_
_tetapi tiba-tiba dia terjatuh ke tanah dan matanya melihat ke langit,_
_dan setelah tersadar dia berkata,_
_‘Sarungku, sarungku, kemudian Al-Abbas menutupkan kembali sarungnya’.’’_
( _Shahih Al-Bukhari_ bersama _Al-Fathu_, Kitab _Manaqib Al-Anshar_ bab _Bunyan Al-Ka’bah_, 7/145)
📜 *HIKMAH _(PELAJARAN)_* 📜
Ketika mereka membuat aturan untuk tidak menginfakkan harta haram hasil prostitusi, kezhaliman, dan riba, menunjukkan bahwa orang Arab memahami tentang kejinya memakan riba.
Itulah sebabnya mereka tidak menerimanya dalam pembangunan Ka’bah,
lalu komentar apa yang akan kita katakan terhadap fenomena ini kepada mereka sebelum datangnya cahaya Islam yang berupaya untuk tidak melibatkan harta yang haram dari transaksi riba dalam neraca kehidupan mereka.
Sementara sekarang setelah datangnya cahaya Islam,
setelah harta sudah melimpah ruah,
_ternyata transaksi riba semakin semarak dalam kehidupan masyarakat Islam dan telah menjadi masalah yang tidak diingkari lagi_.
Bahkan sebagian umat Islam malah menjadi pemilik saham pada ‘bank konvensional yang produk utamanya adalah transaksi riba’.
Orang kafir Makkah sepakat tentang haramnya riba.
Mereka mengantisipasi harta riba itu jangan sampai masuk ke dalam pembangunan Ka’bah.
Sementara itu di antara umat Islam,
ada yang memasukkan bagian dari makanan dan minumannya dari harta riba,
biaya makan dan tempat tinggal anak-anak mereka dari harta riba.
Kalau demikian masalahnya,
lalu apa yang baru yang telah dibawakan oleh Islam kepada kita,
kalau ternyata kita masih mengabaikan masalah yang pada zaman jahiliyah saja dihindari.
_Riba itu adalah perang orang Yahudi terhadap harta kita_,
hingga harta menjadi penyebab seorang lupa dengan aturan agamanya,
menyebabkan urusan agama mereka ternodai dengan harta yang haram.
_*(Fikih Sirah Nabawiyah)*_
💝 Mari bersholawat atas Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam
💝 Mari mempelajari perjalanan hidup suri teladan kita Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam
💝 Sumber Buku:
– Ar-Rahiq al-Makhtum _(Sirah Nabawiyah Perjalanan Hidup Rasul yang Agung Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam, edisi revisi)_; Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri (Penerbit Darul Haq, Jakarta)
– Fikih Sirah Nabawiyah; Prof. Dr. Zaid bin Abdul Karim Az-Zaid (Penerbit Darus Sunnah, Jakarta)
_Mari belajar bersama membaca Sirah Nabawiyah,_
_Materi Sirah lengkap dapat diakses via *TELEGRAM Channel*_
_Klik link berikut untuk join:_
_Instagram:_ @mtxl_
_Twitter:_ @mtxl
_Path:_ mtxl
_Facebook Page:_ majelistaklimxl
#bacasirah #sirahtheseries #sirahnabawiyah #sirahsahabat #sirahnabi #onedayonsirah #dakwahmtxl #mtxl

🌙 *ONE DAY ON SIRAH NABAWIYAH* 🌙
_oleh Majelis Ta’lim XL Axiata_
_————— EPISODE 15 —————_
🌴 *“ KEISTIMEWAAN SEBELUM KENABIAN”* 🌴
Sesungguhnya dalam perkembangan hidupnya,
Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam telah mengoleksi sebaik-baik keistimewaan yang dimiliki oleh masyarakat kala itu.
_Beliau adalah tipe ideal dari sisi kejernihan berpikir dan ketajaman pandangan_.
Beliau memiliki porsi kecerdikan yang lebih,
orisinilitas pemikiran dan ketepatan sarana dan tujuan.
Diamnya yang panjang,
beliau gunakan untuk merenung yang lama,
memusatkan pikiran serta memantapkan kebenaran.
Dengan akalnya yang subur & fitrahnya yang suci,
beliau memonitor lembaran kehidupan,
urusan manusia & kondisi banyak kelompok.
Karenanya,
_Beliau tidak mengacuhkan segala bentuk khurafat & menjauhkan diri dari hal itu_.
Beliau berinteraksi dengan manusia secara _bashirah (penuh pertimbangan)_ terhadap urusannya dan urusan mereka.
Mana urusan yang baik,
beliau ikut berpartisipasi di dalamnya dan jika tidak,
beliau lebih memilih untuk mengasingkan diri.
Beliau tidak pernah minum khamar,
tidak pernah makan daging yang dipersembahkan kepada berhala,
tidak pernah menghadiri hari-hari besar berhalaisme ataupun pesta-pestanya bahkan dari sejak masa kanak-kanaknya sudah menghindari sesembahan yang batil tersebut.
Lebih dari itu,
tidak ada sesuatu pun yang paling dibencinya selain hal itu bahkan saking bencinya,
beliau tidak dapat menahan diri bila mendengar sumpah dengan nama _Lata_ dan _Uzza_.
Tidak dapat disangkal lagi bahwa berkat _takdir Ilahi_-lah,
beliau diliputi penjagaan dari hal tersebut.
Manakala hawa nafsu menggebu-gebu untuk mengintai sebagian kenikmatan duniawi dan rela mengikuti sebagian tradisi tak terpuji,
ketika itulah _Inayah Rabbaniyyah_ menyusup dan menghalanginya dari melakukan hal-hal tersebut.
_*Imam Al-Bukhari meriwayatkan dari Jabir bin Abdullah*_,
dia berkata,
_“Ketika Ka’bah direnovasi,_
_Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam dan Abbas mengangkuti bebatuan,_
_lalu Abbas berkata kepada Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam,_
_‘Gantungkan kainmu ke atas lehermu agar kamu tidak terluka oleh bebatuan’_,
_namun beliau tersungkur ke tanah  karena kedua mata beliau menengadah ke langit,_
_tak berapa lama kemudian beliau baru tersadar,_
_sembari berkata,_
_‘Mana kainku, mana kainku!’_,
_Lalu beliau mengikat kembali kain tersebut dengan kencang”_.
( _Shahih Al-Bukhari_, bab _Bunyanil Ka’bah_, 1/540)
Dalam riwayat yang lain disebutkan,
_“Maka setelah itu,_
_aurat beliau tidak pernah lagi terlihat.”_
DI kalangan kaumnya, Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam memilliki keistimewaan dalam tabiat yang baik,
akhlak yang mulia dan sifat-sifat yang terpuji.
_Beliau merupakan orang yang paling utama dari sisi muru’ah (penjagaan kesucian & kehormatan diri)_,
paling baik akhlaknya,
paling agung dalam bertetangga,
paling agung sifat bijaknya,
paling jujur bicaranya,
paling lembut wataknya,
paling suci jiwanya,
paling dermawan dalam kebajikan,
paling baik dalam beramal,
paling menepati janji serta paling amanah sehingga beliau dijuluki oleh mereka sebagai _*Al-Amin*_.
Semua itu karena pada diri beliau terkoleksi kepribadian yang shalih & pekerti yang disenangi.
Akhlak beliau adalah sebagaimana yang dikatakan oleh Ummul Mukminin,
Khadijah radhiyallahu anha,
_“Engkau adalah orang yang memikul beban si lemah,_
_memberi nafkah si papa (orang yang tidak memiliki apa-apa),_
_menjamu para tamu dan selalu menolong dalam upaya penegakan segala bentuk kebenaran.”_
(Shahih Al-Bukhari)
_Nantikan di Episode selanjutnya ya.._ 👍🏻👍🏻👍🏻
_Insyaa ALLAH kita sekeluarga diberi rizki umur dalam keberkahan. Aamiin.._
_TO BE CONTINUED…………………………………….._
📝 _*”FOOTNOTES:”*_ 📝
Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam semenjak masa kecil hidup dalam akidah yang benar,
tidak terpengaruh dengan akidah & moral jahiliyah,
walaupun dikelilingi oleh agama dan budaya.
Beliau selalu Lestari dalam keistimewaannya:
_*[1]*_
Beliau menghina patung-patung yang disembah oleh kaumnya itu.
Beliau mengetahui bahwa patung-patung tersebut tidak bisa mendatangkan manfaat dan mudharat.
_*[2]*_
Beliau sama sekali tidak pernah meminum khamar & tidak pernah mendekati kemaksiatan,
dan tidak terlibat dalam permainan judi,
atau permainan tidak berguna,
walaupun beliau Shallallahu Alaihi Wa Sallam senantiasa bergaul bersama masyarakatnya,
hidup dengan mereka,
dan menemani mereka dalam aktivitas keseharian yang dibolehkan.
_*[3]*_
Ada ke-ma’shum-am yang menjaganya dari kesalahan-kesalahan moral.
_*[4]*_
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam dikenal dengan kejujurannya, tidak pernah sekali kesempatan pun didapati beliau berbohong.
Hal itu dibenarkan tatkala beliau naik ke bukit Shafa’ kemudian memanggil manusia,
yaitu setelah mereka bertanya siapa yang memanggil dan mengetahui bahwa dia itu adalah Muhammad,
kemudian setelah mereka berkumpul,
Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam berkata,
_“Bagaimanakah pandangan kalian kalau saya berkata bahwa pasukan berkuda akan muncul dari lereng gunung sana,_
_apakah kalian mempercayai saya?”_ ,
Mereka semua berkata,
_“Kami belum pernah menemukan kamu berbohong”._
Dia berkata,
_“Saya adalah pemberi peringatan yang diutus kepada kalian sebelum datangnya hari pembalasan yang pedih”._
Mereka di sini,
di depan banyak manusia berkata,
_“Kami tidak pernah mendengar kamu berbohong,_
_kamu dikenal sebagai orang yang terpercaya semenjak kecil”._
_*(Fikih Sirah Nabawiyah)*_
💝 Mari bersholawat atas Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam
💝 Mari mempelajari perjalanan hidup suri teladan kita Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam
💝 Sumber Buku:
– Ar-Rahiq al-Makhtum _(Sirah Nabawiyah Perjalanan Hidup Rasul yang Agung Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam, edisi revisi)_; Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri (Penerbit Darul Haq, Jakarta)
– Fikih Sirah Nabawiyah; Prof. Dr. Zaid bin Abdul Karim Az-Zaid (Penerbit Darus Sunnah, Jakarta)
– Muhammad Teladanku (Penerbit Sygma Daya Insani, Jakarta)
_Mari belajar bersama membaca Sirah Nabawiyah,_
_Materi Sirah lengkap dapat diakses via *TELEGRAM Channel*_
_Klik link berikut untuk join:_
_Instagram:_ @mtxl_
_Twitter:_ @mtxl
_Path:_ mtxl
_Facebook Page:_ majelistaklimxl
#bacasirah #sirahtheseries #sirahnabawiyah #sirahsahabat #sirahnabi #onedayonsirah #dakwahmtxl #mtxl

🌙 *ONE DAY ON SIRAH NABAWIYAH* 🌙
_oleh Majelis Ta’lim XL Axiata_
_————— EPISODE 16 —————_
⛰ *“ DI GUA HIRA’ ”* ⛰
Tatkala usia beliau sudah mendekati 40 tahun dan perenungannya terdahulu telah memperluas jurang pemikiran antara diri beliau Shallallahu Alaihi Wa Sallam dan kaumnya,
beliau mulai suka mengasingkan diri.
Karenanya,
beliau biasa membawa roti gandum & bekal air menuju *Gua Hira’* yang terletak di *Jabal Nur*,
_yaitu sejauh hampir 2 mil dari Makkah_.
Gua ini merupakan gua yang sejuk,
panjangnya 4 hasta,
lebarnya 1.75 hasta dengan ukuran _dzira’ al-Hadid (hasta ukuran besi)_.
Beliau tinggal di dalam gua tersebut bulan Ramadhan,
memberi makan orang-orang miskin yang mengunjunginya,
menghabiskan waktunya dalam beribadah dan berfikir mengenai pemandangan alam di sekitarnya dan kekuasaan yang menciptakan sedemikian sempurna di balik itu.
Beliau _tidak dapat tenang melihat kondisi kaumnya yang masih terbelenggu oleh keyakinan syirik yang usang_ & gambaran tentangnya yang demikian rapuh,
akan tetapi beliau tidak memiliki jalan yang terang,
manhaj yang jelas ataupun jalan yang harus dituju,
yang berkenan di hatinya dan disetujuinya.
Pilihan _mengasingkan diri (uzlah)_ yang diambil oleh beliau Shallallahu Alaihi Wa Sallam ini merupakan bagian dari _tadbir (skenario)_ ALLAH terhadapnya.
Juga,
agar terputusnya kontak dengan kesibukan-kesibukan duniawi,
goncangan kehidupan dan ambisi-ambisi kecil manusia yang mengusik kehidupan menjadi sebagai suatu perubahan,
untuk kemudian mempersiapkan diri menghadapi urusan besar yang sudah menantinya sehingga siap mengemban amanah yang agung,
merubah wajah bumi dan meluruskan garis sejarah.
_Uzlah_ yang sudah diatur oleh ALLAH ini terjadi 3 tahun menjelang beliau diangkat sebagai rasul.
Beliau menjalani _uzlah_ selama sebulan dengan semangat hidup yang penuh kebebasan & merenungi keghaiban yang tersembungi di balik kehidupan tersebut hingga tiba waktunya untuk berinteraksi dengannya saat ALLAH memperkenankannya.
(Kisah aslinya dapat dilihat pada _Shahih Al-Bukhari_, Jld. 3; _Sirah Ibnu Hisyam_, op.cit., 1/235-236)
Ketika masa kenabian Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam sebentar lagi tiba,
di kalangan bangsa-bangsa lain,
telah tersebar berita bahwa ALLAH Ta’ala akan mengutus seorang Nabi pada zaman ini dan masa itu telah dekat.
Mereka yang mempunyai kitab mengenal hal tersebut dari kitab mereka.
Sementara yang tak berkitab,
mereka mengenalnya dari tanda-tanda lain.
_*Ibnu Ishak berkata,*_
_“Para pendeta dari Yahudi (Al-Ahbar) dan para pendeta dari Nashrani (Ar-Ruhban) & dukun-dukun dari kalangan Arab,_
_mereka semua telah ramai membicarakan Nabi terakhir menjelang kedatangannya._
_Adapun pada pendeta Yahudi dan Nashrani sumber berita mereka adalah berdasarkan pesan-pesan dari kitab mereka tentang ciri-ciri Nabi itu dan ciri-ciri zaman ketika nabi itu akan diutus._
_Adapun para dukun,_
_maka sumber beritanya adalah para jin yang telah menguping dan merekalah yang memberitahukan kepada para dukun itu._
_Dukun wanita dan laki-laki selalu menyebut hal itu,_
_tetapi bangsa Arab tidak menghiraukannya hingga ALLAH mengutus Nabi itu,_
_dan apa yang mereka sebutkan itu ternyata benar terbukti._
_Maka pada saat itulah, bangsa Arab baru menyadarinya”_.
Di antara yang selalu dibicarakan oleh kaum Yahudi & Nashrani mengenai Nabi adalah riwayat yang menjelaskan bahwa seorang Yahudi dari tetangga Bani Abdu Al-Asyhal di Madinah,
dia bercerita kepada mereka tentang hari kebangkitan,
perhitungan,
timbangan,
surga dan neraka.
Warga Madinah mengingkarinya dan meminta tanda dan buktinya,
hingga orang Yahudi itu berkata,
_“Akan datang seorang Nabi yang diutus dari sekitar wilayah ini”_,
sambil menunjuk ke arah Yaman dan Makkah.
Kisah Ibnu Al-Haiban yang telah datang dari Syam menuju Madinah beberapa tahun menjelang kenabian,
dia menjelaskan kepada orang Yahudi di Madinah tentang sebab kedatangannya yaitu karena memperkirakan akan datangnya seorang Nabi yang akan dia ikuti,
_kemudian mengajak orang Yahudi untuk mengikutinya_.
Kisah Salman Al-Farisi yang datang dari Persia mencari agama yang benar,
hingga pendeta memberikan petunjuk tentang tempat akan diutus & telah dekatnya masa itu.
_*Ibnu Katsir rahimahullah berkata,*_
_“Ulama berbeda pendapat tentang ibadah beliau Shallallahu Alaihi Wa Sallam sebelum kenabian apakah sesuai dengan syariat atau tidak, kalau sesuai,_
_maka syariat itu bentuknya apa?_
_Ada yang mengatakan sesuai dengan syariat Nabi Nuh ‘alaihis sallam,_
_ada yang mengatakan sesuai dengan syariat Nabi Ibrahim ‘alaihis sallam dan itulah yang lebih dekat dan lebih kuat._
_Ada yang mengatakan sesuai dengan syariat Nabi Musa ‘alaihis sallam,_
_ada yang mengatakan sesuai dengan syariat Nabi Isa ‘alaihis sallam,_
_ada yang mengatakan bahwa semua yang dia ketahui bahwa itu adalah pernah disyariatkan,_
_maka dia ikuti & amalkan”_.
_*Syaikh Utsaimin rahimahullah berkata,*_
_“Beliau Shallallahu Alaihi Wa Sallam naik ke Gua Hira’ kemudian ber-takhannuts dan beribadah kepada ALLAH Azza wa Jalla sesuai dengan yang ALLAH berikan petunjuk kepadanya”_.
_Nantikan di Episode selanjutnya ya.._ 👍🏻👍🏻👍🏻
_Insyaa ALLAH kita sekeluarga diberi rizki umur dalam keberkahan. Aamiin.._
_TO BE CONTINUED…………………………………….._
📝 _*”FOOTNOTES:”*_ 📝
📜 *HIKMAH (PELAJARAN)* 📜
_*[1]*_
Pentingnya mengikuti kejadian yang sedang berlangsung dan mengaitkannya dengan nash-nash syar’i,
kemudian mengambil pelajaran darinya dalam memprediksikan masalah yang akan datang,
karena mereka yang memiliki pengetahuan dan mengikuti perkembangan berita,
mereka itulah yang mengetahui dekatnya masa kedatangan Nabi akhir zaman.
Sementara mereka yang tidak  mengikuti perkembangan dan tidak peduli dengan fenomena kejadian,
mereka itulah yang menganggap masa kenabian sebagai kejadian yang mengagetkan dan asing.
_*[2]*_
Bahwa apa yang kita rasakan sekarang ini,
dari semakin banyaknya penganut agama Islam,
semangat yang tinggi untuk mengenalnya & mengamalkan ajarannya adalah bukan sesuatu yang kebetulan.
Sebagaimana Yahudi dan Nashrani serta para paranormal mengenal masa kenabian,
kita juga menemukan orang yang menulis fenomena maraknya manusia dewasa ini untuk mengenal Islam bukanlah termasuk meraba-raba perkara ghaib,
tetapi pengamatan dan penelitianlah yang mengantar mereka sampai kepada prediksi itu.
_*[3]*_
Pentingnya _khalwat (menyendiri)_ dalam kehidupan seorang muslim,
menyendiri,
menginstropeksi diri,
merenungi ketidakberdayaannya di hadapan kekuasaan ALLAH,
dan ber-_tafakkur_ tentang alam semesta ini,
dengan berupaya mengambil 2 pelajaran utama dari penyendirian itu;
a) Mengenal kekurangan diri seperti _‘ujub (menyombongkan kebaikannya)_,
_kibir (merendahkan orang lain)_,
dengki, riya dan lain-lain,
kemudian beristighfar,
bertaubat,
dan kembali kepada ALLAH Ta’ala
b) Berdzikir kepada ALLAH Ta’ala dan mendekatkan diri kepada-NYA,
serta mengingat surga dan neraka serta hari akhirat,
dan perjalanan akhir seorang manusia,
dan hal-hal lainnya yang bisa mengantarkan kepada ketaatan,
dan jauh dari kemaksiatan.
_*[4]*_
Yang dimaksud dengan _khalwat (menyendiri)_ yang dianjurkan adalah _bukan khalwat dengan cara-cara yang menyimpang_,
Melainkan meluangkan waktu untuk beribadah kepada ALLAH,
dan menjadikan ibadah ini sebagai sarana menambah ketaatan dan menghadapi rintangan-rintangan kehidupan dunia.
Seperti bangkit di malam hari untuk shalat tahajjud,
qiyamullail dan
membaca Al-Qur’an.
_*(Fikih Sirah Nabawiyah)*_
Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu berkata,
bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda,
_*“ALLAH Ta’ala turun setiap malam ke langit bumi pada waktu sepertiga malam terakhir kemudian berkata,*_
_*“Siapa yang minta kepada-KU,*_
_*maka akan AKU penuhi permintaannya,*_
_*siapa yang memohon kepada-KU,*_
_*maka akan AKU berikan permintaannya dan siapa yang beristighfar,*_
_*maka AKU ampuni dosanya”.*_
_(Shahih Muslim, 1/521, hadits no. 758)_
ALLAH Ta’ala berfirman,
_*“Hai orang yang berselimut (Muhammad),*_
_*bangunlah (untuk shalat) di malam hari,*_
_*kecuali sedikit (daripadanya),*_
_*(yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit.*_
_*atau lebih dari seperdua itu.*_
_*dan bacalah Al-Qur’an itu dengan perlahan-lahan.*_
_*Sesungguhnya Kami akan menurunkan kepadamu Perkataan yang berat”.*_
_(Al-Qur’an surat Al-Muzzammil ayat 1-5 | 73:1-5)_
💝 Mari bersholawat atas Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam
💝 Mari mempelajari perjalanan hidup suri teladan kita Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam
💝 Sumber Buku:
– Ar-Rahiq al-Makhtum _(Sirah Nabawiyah Perjalanan Hidup Rasul yang Agung Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam, edisi revisi)_; Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri (Penerbit Darul Haq, Jakarta)
– Fikih Sirah Nabawiyah; Prof. Dr. Zaid bin Abdul Karim Az-Zaid (Penerbit Darus Sunnah, Jakarta)
_Mari belajar bersama membaca Sirah Nabawiyah,_
_Materi Sirah lengkap dapat diakses via *TELEGRAM Channel*_
_Klik link berikut untuk join:_
_Instagram:_ @mtxl_
_Twitter:_ @mtxl
_Path:_ mtxl
_Facebook Page:_ majelistaklimxl
#bacasirah #sirahtheseries #sirahnabawiyah #sirahsahabat #sirahnabi #onedayonsirah #dakwahmtxl #mtxl

🌙 *ONE DAY ON SIRAH NABAWIYAH* 🌙
_oleh Majelis Ta’lim XL Axiata_
_————— EPISODE 17 —————_
🌌 *“JIBRIL ‘alaihis sallam TURUN MEMBAWA WAHYU”* 🌌
Tatkala usia beliau genap 40 tahun _(yang merupakan puncak kematangan, ada pula yang menyatakan bahwa di usia inilah para rasul diutus)_,
Tanda-tanda _nubuwwah (kenabian)_ nampak dan bersinar,
di antaranya;
Adanya sebuah batu di Makkah yang mengucapkan salam kepada beliau,
beliau juga tidak bermimpi kecuali sangat jelas,
sejelas Fajar shubuh yang menyingsing.
Hal ini berlangsung hingga 6 bulan _(sementara masa kenabian selama 23 tahun)_ sehingga _ru’ya shadiqah (mimpi yang benar)_ merupakan bagian dari 46 tanda kenabian.
Ketika pengasingan dirinya _(uzlah)_ di gua Hira’ memasuki tahun ketiga,
tepatnya di bulan Ramadhan,
ALLAH menghendaki rahmat-NYA terlimpahkan kepada segenap penduduk bumi,
lalu dimuliakanlah beliau dengan mengangkatnya sebagai nabi,
lalu Jibril turun kepadanya dengan membawa beberapa ayat Al-Qur’an.
Setelah memperhatikan & mengamati beberapa bukti penguat dan dalil-dalil,
kita dapat menentukan terjadinya peristiwa tersebut secara tepat,
yaitu pada hari Senin, tanggal 21 Ramadhan,
di malam hari,
bertepatan dengan 10 Agustus 610 M.
Tepatnya beliau saat itu sudah berusia 40 tahun, 6 bulan, 12 hari menurut Kalender Hijriah dan sekitar usia 39 tahun, 3 bulan, 20 hari berdasarkan kalender Masehi.
*Aisyah radhiyallahu anha berkata*,
“Wahyu yang mula pertama dialami oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam adalah berupa _ar-ru’ya ash-sahlihah (mimpi yang benar)_ dalam tidur.
Beliau tidak bermimpi melainkan sangat jelas,
sejelas Fajar shubuh yang menyingsing,
kemudian beliau mulai suka menyendiri dan beliau melakukannya di gua Hira’;
di mana beliau beribadah di dalamnya selama beberapa malam.
Selanjutnya kembali ke keluarganya & mengambil perbekalan untuk itu,
kemudian kembali lagi kepada istrinya, Khadijah,
dan mengambil perbekalan yang sama.
Hingga akhirnya,
pada suatu hari,
datanglah kebenaran kepadanya saat beliau berada di gua Hira’ tersebut.
Seorang malaikat datang menghampiri sembari berkata,
_‘Bacalah!’_
(beliau berkata) lalu aku menjawab,
_‘Aku tidak bisa membaca!’_
Beliau Shallallahu Alaihi Wa Sallam bertutur lagi,
_‘Kemudian dia memegang dan merengkuhku hingga aku kehabisan tenaga,_
_lalu setelah itu melepaskanku sembari berkata,_
_‘Bacalah!’_
Aku tetap menjawab,
_‘Aku tidak bisa membaca!’_
_Lalu untuk kedua kalinya,_
_dia memegang dan merengkuhku hingga aku kehabisan tenaga kemudian melepaskanku seraya berkata lagi,_
_‘Bacalah!’_
Aku tetap menjawab,
_‘Aku tidak bisa membaca!’_
Kemudian dia melakukan hal yang sama untuk ketiga kalinya,
sembari berkata,
_‘Bacalah dengan (menyebut) nama Rabbmu Yang menciptakan._
_Dia telah menciptakan  manusia dari segumpal darah._
_Bacalah, dan Rabbmu-lah Yang Paling Pemurah._
_Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan qolam._
_Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.’_
(Al-Qur’an surat Al-Alaq: 1-5)
Setelah itu Rasulullah pulang dengan merekam bacaan tersebut dalam kondisi gemetar,
Lantas menemui istrinya, Khadijah binti Khuwailid,
sembari berucap,
_‘Selimuti aku! Selimuti aku!’_
Beliau pun diselimuti hingga rasa takutnya hilang.
Beliau bertanya kepada Khadijah,
_‘Ada apa denganku ini?’_
Lantas beliau menuturkan kisahnya (dan berkata),
_‘Aku amat khawatir terhadap diriku!’_
Khadijah berkata,
_‘Sekali-kali tidak akan demikian!_
_Demi ALLAH!_
_DIA tidak akan menghinakanmu selamanya!_
_Sungguh engkau adalah penyambung tali kerabat,_
_pemikul beban orang lain yang mendapatkan kesusahan,_
_pemberi orang yang papa,_
_penjamu tamu serta pendukung setiap upaya penegakan kebenaran’_.
Kemudian Khadijah berangkat bersama beliau menemui *Waraqah bin Naufal bin Asan bin Abdul Uzza*,
sepupu Khadijah.
Dia adalah seorang penganut agama Nasrani pada masa Jahiliyah dan mampu menukil beberapa tulisan dari Injil dengan tulisan Ibrani sebanyak yang mampu ditulisnya _(atas kehendak ALLAH)_.
Dia juga seorang yang sudah tua renta dan buta.
Maka berkatalah Khadijah kepadanya,
_‘Wahai sepupuku!_
_Dengarkanlah (cerita) dari keponakanmu ini!’_
Waraqah berkata,
_‘Wahai keponakanku!_
_Apa yang engkau lihat?’_
Lalu Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam membeberkan pengalaman yang sudah dilihatnya.
Waraqah berkata kepadanya,
_‘Itu adalah makhluk kepercayaan ALLAH (Jibril) yang telah ALLAH utus kepada Nabi Musa!_
_Andai saja aku masih bugar dan muda ketika itu!_
_Andai saja aku masih hidup ketika engkau diusir oleh kaummu!’_
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam bertanya,
_‘Apakah  mereka akan mengusirku?’_
Dia menjawab,
_‘Ya, tidak seorang pun yang membawa seperti yang engkau bawa ini melainkan akan dimusuhi,_
_dan jika aku masih hidup pada saat itu niscaya aku akan membelamu dengan segenap jiwaragaku’_.
Kemudian tak berapa lama dari itu,
Waraqah meninggal dunia dan Wahyu pun terputus (mengalami masa vakum)”.
( _Shahih Al-Bukhari_, I/2,3. Al-Bukhari juga mengeluarkannya dii dalam kitab _At-Tafsir_ dan Kitab _Ta’bir Ar-Ru’ya_ namun lafazhnya sedikit berbeda)
_Nantikan di Episode selanjutnya ya.._ 👍🏻👍🏻👍🏻
_Insyaa ALLAH kita sekeluarga diberi rizki umur dalam keberkahan. Aamiin.._
_TO BE CONTINUED…………………………………….._
📝 _*”FOOTNOTES:”*_ 📝
*IBNU HAJAR Berkata*,
‘Al-Baihaqi mengisahkan bahwa masa _ru’ya (mimpi)_ berlangsung selama 6 bulan.
Berdasarkan hal ini, maka permulaan kenabian dengan adanya _ru’ya_ tersebut terjadi pada bulan kelahiran beliau,
yaitu Rabi’ul Awal,
setelah genap berusia 40 tahun.
Sedangkan Wahyu dalam kondisi terjaga terjadi pada bulan Ramadhan’.
_(Fath Al-Bari, 1/27)_
_Dari Abi Qatadah bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam telah ditanya tentang puasa pada hari Senin_,
dia berkata,
*“Hari itu adalah hari saya dilahirkan,*
*dan hari saya mendapatkan wahyu”.*
_(Shahih Muslim, 1/819)_
Oleh karena itu, hari dimulai Wahyu adalah hari Senin.
📜 *HIKMAH (PELAJARAN)* 📜
_*[1]*_
Jibril memeluk dengan keras Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam sampai 3 kali.
Dari kejadian itu,
Syuraih Al-Qadhi mengambil kesimpulan bahwa seorang _tidak boleh memukul anak untuk belajar Al-Qur’an lebih dari 3 kali_,
sebagaimana Jibril hanya memeluk dengan keras yang menyebabkan tersesak hanya 3 kali.
_*[2]*_
_Ilmu adalah simbol (inti) dari agama ini_,
wahyu dimulai dengan kata, _“bacalah”_,
dengan demikian,
setiap muslim dituntut untuk membaca dan menganalisa,
untuk mengamalkan _taujih Rabbani (arahan ilahi)_ ini yang mengawali Wahyu yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam.
_*[3]*_
Disandingkannya _qira’at (perintah untuk membaca, belajar)_ dengan nama ALLAH memberikan isyarat bahwa ilmu harus dibarengi dengan keimanan & _ilmu yang benar adalah yang bisa mengantarkan kepada keimanan_.
_*[4]*_
Rasulullah datang menemui Khadijah radhiyallahu anha dalam kondisi tegang & takut,
tetapi langkah awal yang dilakukan Khadijah bukan mengejar dengan pertanyaan dan meminta penjelasan secara rinci,
tetapi _langkah paling pertama yang dia lakukan adalah menenangkannya_.
Orang yang sedang kaget tidak pantas ditanyai sesuatu hingga hilang ketakutannya,
Imam Malik berkata,
_“Orang yang ketakutan tidak sah jual belinya,_
_Iqrar (pengakuan) dan lainnya”_.
_*[5]*_
Seorang yang menghadapi masalah mestinya tidak dirahasiakan sendiri,
dan dianjurkan agar membicarakan kepada orang yang dia percayai untuk bisa memberikan masukan dan pandangan.
_*[6]*_
Akhlak yang mulia & budi pekerti yang baik adalah sarana untuk terhindar dari kejahatan & malapetaka,
siapa yang banyak kebaikannya,
maka kesudahannya akan berujung pada kebaikan dan akan mendapatkan keselamatan dunia dan akhirat.
_*[7]*_
Perkataan Waraqah radhiyallahu anhu,
_“Tidak ada Nabi yang tidak dimusuhi oleh kaumnya”_.
Dalam riwayat lain,
Waraqah berkata,
_“Tidak ada orang yang membawa (ajaran) seperti yang kamu bawa, kecuali dia disakiti”_.
Berdasarkan penjelasan di atas,
suatu masalah penting yaitu _seorang da’i kepada ALLAH Ta’ala pasti akan menghadapi musuh ketika melakukan amal dakwah_.
ALLAH Ta’ala berfirman,
*“Dan seperti itulah,*
*telah Kami adakan bagi tiap-tiap Nabi,*
*musuh dari orang-orang yang berdosa.*
*dan cukuplah Tuhanmu menjadi pemberi petunjuk dan penolong”.*
_(Al-Qur’an surat Al-Furqan ayat 31)_
Syaikh Abdul Rahman bin Qasim rahimahullah berkata,
_“Siapa saja yang komitmen dengan Islam dan mengajak kepadanya,_
_maka dia telah menanggung beban amanah yang tinggi dan telah meniti misi seorang Rasul dalam berdakwah,_
_dan dia telah memasuki area pertarungan antara manusia dengan syahwat dan hawa nafsu,_
_dan keyakinan yang batil_.
_Pada saat itu,_
_orang tersebut pasti menghadapi rintangan._
_Oleh karena itu,_
_hendaknya dia selalu bersabar & berupaya untuk mendapatkan pertolongan ALLAH”_.
_*(Fikih Sirah Nabawiyah)*_
💝 Mari bersholawat atas Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam
💝 Mari mempelajari perjalanan hidup suri teladan kita Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam
💝 Sumber Buku:
– Ar-Rahiq al-Makhtum _(Sirah Nabawiyah Perjalanan Hidup Rasul yang Agung Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam, edisi revisi)_; Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri (Penerbit Darul Haq, Jakarta)
– Fikih Sirah Nabawiyah; Prof. Dr. Zaid bin Abdul Karim Az-Zaid (Penerbit Darus Sunnah, Jakarta)
_Mari belajar bersama membaca Sirah Nabawiyah,_
_Materi Sirah lengkap dapat diakses via *TELEGRAM Channel*_
_Klik link berikut untuk join:_
_Instagram:_ @mtxl_
_Twitter:_ @mtxl
_Path:_ mtxl
_Facebook Page:_ majelistaklimxl
#bacasirah #sirahtheseries #sirahnabawiyah #sirahsahabat #sirahnabi #onedayonsirah #dakwahmtxl #mtxl

🌙 *ONE DAY ON SIRAH NABAWIYAH* 🌙
_oleh Majelis Ta’lim XL Axiata_
_————— EPISODE 18 —————_
⛔🍃 *“WAHYU  MENGALAMI MASA VAKUM”* 🍃⛔
Pada saat wahyu mengalami masa vakum tersebut,
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dirundung kesedihan yang mendalam serta diselimuti oleh kebingungan & kepanikan.
Dalam kitab “ _At-Ta’bir_”, Imam Al-Bukhari meriwayatkan sebagai berikut:
“Berdasarkan informasi yang sampai kepada kami,
wahyu pun mengalami masa vakum sehingga membuat Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam sedih dan berulang berlari kencang agar dapat terjerembab dari puncak-puncak gunung,
namun setiap beliau mencapai puncak gunung untuk mencampakkan dirinya,
malaikat Jibril menampakkkan wujudnya seraya berkata,
_’Wahai Muhammad!_ _Sesungguhnya engkau adalah benar-benar utusan ALLAH !’_
Spirit ini dapat menenangkan dan menstabilkan kembali jiwa beliau lalu beliau pulang.
Namun manakala masa vakum masih berlanjut beliau pun mengulangi tindakan sebagaimana sebelumnya.
Dan ketika dia mencapai puncak gunung,
maka malaikat Jibril kembali menampakkan wujudnya dan berkata kepadanya seperti sebelumnya”. _*[1]*_
_*Ibnu Hajar Berkata*_,
_“Adanya masa vakum itu bertujuan untuk menghilangkan ketakutan yang dialami oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam dan membuatnya penasaran untuk mengalaminya kembali”_. _*[2]*_
Ketika hal itu benar-benar terjadi pada beliau,
dan beliau mulai menanti-nanti datangnya wahyu,
maka datanglah malaikat Jibril ‘alaihis sallam untuk kedua kalinya.
Imam-Al-Bukhari meriwayatkan dari Jabir bin Abdillah bahwasanya dia mendengar Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam menceritakan tentang masa vakum itu,
Beliau bertutur,
_“Ketika aku tengah berjalan,_
_tiba-tiba aku mendengar suara dari arah langit,_
_lalu aku mendongakkan pandangan ke arah langit,_
_ternyata malaikat yang telah mendatangiku ketika di gua Hira’,_
_sekarang duduk di atas kursi antara langit dan bumi._
_Aku pun terkejut karenanya hingga aku tersungkur ke bumi._
_Kemudian aku pulang kepada keluargaku sembari berkata,_
_‘Selimuti aku! Selimuti aku!’_
_Lantas mereka menyelimutiku,_
_maka ALLAH menurunkan Firman-NYA,_
_*“Hai orang yang berselimut, bangunlah,*_
_*lalu berilah peringatan,*_
_*dan Tuhanmu agungkanlah,*_
_*dan pakaianmu bersihkanlah,*_
_*dan perbuatan dosa (menyembah berhala) tinggalkanlah”*_.
(Al-Qur’an surat Al-Muddatstsir: 1-5).
Setelah itu Wahyu turun secara berkesinambungan dan teratur. _*[3]*_
Dalam Shahih Al-Bukhari disebutkan,
_“Aku tinggal di gua Hira’ selama sebulan._
_Lalu tatkala aku sudah selesai melakukan itu,_
_maka aku turun gunung._
_Dan ketika aku berada di sebuah lembah,_
_ada suara yang memanggilku…”_
(Kemudian diketengahkan teks hadits sebagaimana yang telah disebutkan di atas).
Inti darinya,
bahwa ayat tersebut turun setelah beliau menjalani bulan Ramadhan secara penuh di sana.
Dengan demikian, berarti masa vakum antara dua Wahyu tersebut berlangsung selama sepuluh hari,
sebab beliau Shallallahu Alaihi wa Sallam tidak lagi menjalani Ramadhan berikutnya di sana setelah turunnya wahyu pertama.
Ayat-ayat tersebut merupakan permulaan dari masa kerasulan beliau Shallallahu Alaihi wa Sallam,
di mana datang setelah masa kenabian yang berjarak rentang masa vakum turunnya wahyu.
Ayat-ayat tersebut mengandung dua jenis _‘taklif’ (tugas syariat)_ beserta penjelasan konsekuensinya.
Permulaan ayat-ayat tersebut _(surat Al-Muddatstsir)_ berbicara tentang panggilan langit nan agung _(melalui suara Dzat Yang Mahabesar dan Mahatinggi)_ yang menyeru Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam agar melakukan urusan yang mulia ini dan agar meninggalkan tidur,
berselimut dan berhangat-hangat guna menyongsong panggilan jihad,
berjuang,
dan menempuh jalan penuh ranjau.
Hal ini tergambar dalam firman-NYA,
_“Hai orang yang berselimut, bangunlah!_
_Lalu berilah peringatan”_.
(surat Al-Muddatstsir: 2)
Seakan-akan dikatakan _(kepada beliau Shallallahu Alaihi wa Sallam),_
“Sesungguhnya orang yang hanya hidup untuk kepentingan dirinya saja,
bisa saja hidup tenang dan nyaman _sedangkan engkau yang memikul beban yang besar ini,_
_Bagaimana mungkin engkau tidur?_
_Bagaimana mungkin engkau istirahat?_
_Bagaimana mungkin engkau menikmati permadani yang hangat?_
_Hidup yang tenang dan kesenangan yang membuaikan?_
_Bangkitlah untuk melakukan urusan maha penting yang sedang menunggumu dan beban berat yang dipersiapkan untukmu!_
Bangkitlah untuk berjuang,
bergiat-giat,
bekerja keras dan berletih-letih!
Bangkitlah!
Karena waktu tidur & istirahat sudah berlalu,
dan sejak hari ini,
tidak akan kembali lagi.
Yang ada hanyalah mata yang bergadang terus menerus,
jihad yang panjang dan melelahkan.
Bangkitlah!
Persiapkan diri menyambut urusan ini dan bersiagalah!”
Maka bangkitlah Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menyampaikan dakwah dan terus melakukannya setelah datangnya perintah itu selama lebih dari 20 tahun,
tanpa sempat beristirahat maupun menikmati hidup untuk kepentingan dirinya maupun keluarganya.
Bangkit & tetap bangkit menegakkan dakwah kepada ALLAH,
mengembankan di pundaknya beban yang amat berat dan sarat,
namun beliau tidak merasa berat dan terbebani;
Beban amanah yang sangat besar di muka bumi ini,
beban umat manusia secara keseluruhan,
beban akidah secara keseluruhan dan beban perjuangan dan jihad di medan-medan yang berbeda.
Beliau hidup menghadapi pertempuran terus menerus yang tiada henti selama lebih dari 20 tahun.
Selama tenggang waktu ini,
tidak satu pun hal yang dapat membuatnya lengah,
yaitu sejak beliau mendengar panggilan langit nan agung,
yang beliau terima darinya tugas yang mendebarkan.
Semoga ALLAH membalas jasa beliau terhadap manusia secara keseluruhan dengan sebaik-baik imbalan. _*[4]*_
_Nantikan di Episode selanjutnya ya.._ 👍🏻👍🏻👍🏻
_Insyaa ALLAH kita sekeluarga diberi rizki umur dalam keberkahan. Aamiin.._
_TO BE CONTINUED…………………………………….._
📝 _*”FOOTNOTES:”*_ 📝
📜 *HIKMAH (PELAJARAN)* 📜
_*[A]*_
Maksud dengan adanya kevakuman Wahyu terhadap diri Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam adalah agar rasa takutnya hilang dan agar kerinduan untuk bertemu kembali lahir.
Setelah rasa takutnya hilang dan hatinya mulai tenteram hakikat kebenaran telah disadarinya dan kesiapan untuk menghadapi wahyu telah tegar,
maka datanglah Jibril membawa wahyu berikutnya. _*[5]*_
_*[B]*_
Termasuk bagian dari hikmah kevakuman wahyu adalah bahwasanya _wahyu itu adalah hal ALLAH yang DIA turunkan kapan saja yang DIA kehendaki_,
Sementara Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam tidak memiliki hak memajukan ataupun memundurkan.
_*[C]*_
Kita harus ingat bahwa perintah untuk berdakwah datang mengawali semua perintah secara keseluruhan,
lalu kenapa manusia lalai darinya & mengalihkan perhatian kepada perintah yang lain.
Seharusnya semua amalan itu diindahkan.
Apabila ada orang yang dikatakan kepadanya,
_“Bangkitlah dan serukanlah kebenaran”_.
Mestinya tidak kaget yang mengakibatkan bangkit dengan terperangah seakan ada sesuatu yang membahayakan karena cobalah renungkan,
_“Apakah ada yang lebih berbahaya daripada seorang mati dalam kondisi kafir?”_,
Mengapakah kita tidak menyadari makna ini,
padahal ini dalam Al-Qur’an!?
_*(Fikih Sirah Nabawiyah)*_
💝 Mari bersholawat atas Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam
💝 Mari mempelajari perjalanan hidup suri teladan kita Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam
💝 Sumber Buku:
– Ar-Rahiq al-Makhtum _(Sirah Nabawiyah Perjalanan Hidup Rasul yang Agung Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam, edisi revisi)_; Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri (Penerbit Darul Haq, Jakarta)
– Fikih Sirah Nabawiyah; Prof. Dr. Zaid bin Abdul Karim Az-Zaid (Penerbit Darus Sunnah, Jakarta)
_*[1]* Shahih Al-Bukhari, kitab At-Ta’bir, bab Awwalu Ma Budi’a bihi Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam min al-Wahyi’ ar-Ru’ya ash-Shadiqah, 2/10340._
_*[2]* Fath Al-Bari, op.cit., 1/27._
_*[3]* Shahih Al-Bukhari, op.cit., Kitab At-Tafsir, bab Warrujjza Fahjur, 2/733._
_*[4]* Fi Zhilalil Qur’an, tafsir dua surat, yaitu surat al-Muzzammil dan al-Muddatstsir, Juz 29, hal. 168-171 dan 182._
_*[5]* Ibnu Hajar, Fathu Al-Bari, 1/27._
_Mari belajar bersama membaca Sirah Nabawiyah,_
_Materi Sirah lengkap dapat diakses via *TELEGRAM Channel*_
_Klik link berikut untuk join:_
_Instagram:_ @mtxl_
_Twitter:_ @mtxl
_Path:_ mtxl
_Facebook Page:_ majelistaklimxl
#bacasirah #sirahtheseries #sirahnabawiyah #sirahsahabat #sirahnabi #onedayonsirah #dakwahmtxl #mtxl

🌙 *ONE DAY ON SIRAH NABAWIYAH* 🌙
_oleh Majelis Ta’lim XL Axiata_
_————— EPISODE 19 —————_
🔍🍃 *“DAKWAH SIRRIYYAH”* 🍃🔍
Kota Makkah merupakan pusat agama bangsa Arab.
Di sana terdapat para pengabdi Ka’bah, pengurus berhala,
dan patung-patung yang dianggap suci.
Lebih sulit dan sukar melakukan perubahan di Makkah.
Karenanya,
dakwah butuh tekad baja yang tak mudah goyah oleh musibah & bencana.
Maka, adalah bijak memulai dakwah _sirri (sembunyi-sembunyi)_ agar penduduk Makkah tidak dikagetkan dengan hal yang (bisa saja) memancing emosi mereka.
Merupakan hal yang wajar Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam pertama-tama menawarkan Islam kepada orang-orang yang hubungannya dekat dengan beliau,
keluarga, dan sahabat-sahabat karib.
Mereka semua didakwahi untuk memeluk Islam.
Beliau juga mendakwahi orang yang bersifat baik yang sudah saling kenal dengan beliau.
Beliau mengenal mereka sebagai orang-orang yang mencintai ALLAH & kebaikan,
sedang mereka mengenal beliau Shallallahu Alaihi Wa Sallam sebagai sosok yang menjunjung tinggi nilai kejujuran & keshalihan.
Hasilnya banyak di antara mereka _(yang tidak sedikit digerayangi keraguan akan keagungan, kebesaran jiwa Rasulullah serta kebenaran berita yang dibawanya)_ merespons baik dakwah beliau.
Dalam sejarah Islam,
mereka dikenal dengan *As-Sabiqun Al-Awwallun* _(orang-orang yang paling dahulu & pertama masuk Islam)_.
Di barisan depan terdaftar istri Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam, _Ummul Mukminin_, *Khadijah binti Khuwailid*;
Disusul _maula (mantan budak)_ beliau,
*Zaid bin Haritsah bin Syarahil Al-Kalbi*; _*[1]*_
Keponakan beliau,
*Ali bin Abi Thalib* _(saat itu masih kanak-kanak hidup di bawah asuhan beliau)_;
Serta sahabat karib beliau,
*Abu Bakar Ash-Shiddiq*.
Abu Bakar sangat giat mengajak orang kepada Islam.
Beliau adalah sosok laki-laki yang lembut,
disenangi, luwes,
berbudi luhur,
dan suka berbuat baik.
Para tokoh kaumnya selalu mengunjunginya & sudah tidak asing dengan kepribadiannya karena keintelekan,
kesuksesan dalam berbisnis & pergaulan yang luwes.
_Beliau terus berdakwah pada orang-orang kaumnya yang dia percayai & selalu berinteraksi & bermajelis dengannya_.
Berkat itu,
maka masuk Islamlah *Utsman bin Affan Al-Umawi*,
*Az-Zubair bin Al-Awwam Al-Asadi*,
*Abdurrahman bin Auf Az-Zuhri*,
*Sa’ad bin Abi Waqqash Az-Zuhri*,
dan *Thalhah bin Ubaidillah At-Taimi*.
Kedelapan orang inilah merupakan gelombang pertama dan garda Islam.
Di antara orang-orang pertama lainnya yang masuk Islam adalah,
*Bilal bin Rabah Al-Habasyi*,
Kemudian diikuti oleh _amin (kepercayaan)_ umat ini, *Abu Ubaidah _[2]_*, nama beliau adalah Amir bin Al-Jarrah berasal dari suku Bani Al-Harits bin Fihr.
Menyusul dari suku Makhzum,
*Abu Salamah bin Abdul Asad* dan *Al-Arqam bin Abil Arqam*,
*Utsman bin Mazh’un* _(dan kedua saudaranya; *Qudamah* & *Abdullah*)_,
*Ubaidah bin Al-Harits bin Al-Muththalib bin Abdu Manaf*,
*Sa’id bin Zaid Al-Adawi* & istrinya;
*Fathimah binti Al-Khaththab Al-Adawiyah* _(saudari Umar bin Al-Khaththab)_,
*Khabbab bin Al-Arat*,
*Abdullah bin Mas’ud Al-Huzali* serta banyak lagi selain mereka.
Mereka itulah yang dinamakan *As-Sabiqun Al-Awwallun*.
Mereka tediri dari semua marga Quraisy yang ada,
bahkan Ibnu Hisyam menjumlahnya lebih dari 40 orang.
Namun, dalam penyebutan sebagian dari nama-nama tersebut masih perlu diteliti kembali.
*Ibnu Ishaq berkata*,
“…. Kemudian banyak orang yang masuk Islam secara berbondong-bondong,
baik laki-laki maupun wanita sampai akhirnya tersiarlah gaung “Islam” di seantero Makkah & menjadi perbincangan banyak orang.
*Perintah Mendirikan Shalat*,
termasuk wahyu pertama yang turun.
Ibnu Hajar berkata,
“Sebelum _Isra’_ terjadi,
beliau Shallallahu Alaihi Wa Sallam berdasarkan riwayat yang _qath’i (pasti)_ pernah melakukan shalat,
demikian pula para sahabat beliau.
Akan tetapi yang diperselisihkan,
apakah ada shalat lain yang telah diwajibkan sebelum _(diwajibkannya)_ shalat lima waktu ataukah tidak?
Ada pendapat yang mengatakan bahwa yang telah diwajibkan itu adalah shalat sebelum terbit & terbenamnya matahari.
_Demikian penuturan Ibnu Hajar_.
Ibnu Hisyam menyebutkan bahwa bila waktu shalat telah masuk,
Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam & para sahabat pergi ke lereng-lereng perbukitan dan menjalankan shalat di sana secara sembunyi-sembunyi jauh dari pandangan kaum mereka.
Abu Thalib pernah sekali waktu melihat Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam dan Ali melakukan shalat,
lantas menegur keduanya namun manakala dia mengetahui bahwa hal tersebut adalah sesuatu yang serius,
dia memerintahkan keduanya untuk berketetapan hati _(tsabat)_.
Meskipun dakwah dilakukan secara sembunyi-sembunyi & individu.
Namun akhirnya sampai juga ke telinga kaum Quraisy.
Hanya saja mereka belum mempermasalahkannya karena Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam tidak pernah menyinggung agama mereka ataupun tuhan-tuhan mereka.
Tiga tahun berlalu sementara dakwah masih berjalan secara sembunyi-sembunyi & individu.
Terbentuklah kelompok kaum Mukminin yang dibangun atas pondasi _ukhuwwah (persaudaraan)_ dan _ta’awun (solidaritas)_ serta penyampaian _risalah_ & pemantapan posisinya.
Kemudian turunlah wahyu yang menugaskan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam agar menyampaikan dakwah kepada kaumnya secara terang-terangan _(Jahriyyah)_,
dan menentang kebatilan mereka serta menyerang berhala-berhala mereka
_Nantikan di Episode selanjutnya ya.._ 👍🏻👍🏻👍🏻
_Insyaa ALLAH kita sekeluarga diberi rizki umur dalam keberkahan. Aamiin.._
_TO BE CONTINUED…………………………………….._
📝 _*”FOOTNOTES:”*_ 📝
👤 *WARAQAH BIN NAUFAL* 👤
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam berkata,
_“Jangan ada yang mencemooh Waraqah bin Naufal,_
_karena saya telah melihat sebuah surga atau dua buah surga untuknya”_.
(Hadits Riwayat Al-Hakim dalam kitab _Al-Mustadrak_, 2/609, Adz-Dzahabi setuju & menshahihkannya. Lihat Al-Albani, _Shahih Al-Jami’_ no. 7197. Dan lihat _Silsilah Hadits Shahih_, nomor 405, dia berkata, ‘Hadits Shahih’)
Ibnu Katsir rahimahullah berkata,
“Setelah peristiwa itu, tidak lama kemudian Waraqah meninggal”.
Karena apa yang dikatakannya adalah ungkapan keimanan terhadap apa yang dia dapatkan,
dan sebuah keyakinan terhadap Wahyu & niat yang tulus untuk mengikutii kebenaran yang sebentar lagi tiba.
(Ibnu Katsir, _Al-Bidayah Wan-Nihayah_, 3/9)
Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,
“Pendeta Waraqah bin Naufal masuk Islam saat itu & berjanji untuk membela Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam tatkala dikeluarkan dari kampung halamannya”.
(Ibnul Qayyim, _Zaad Al-Ma’ad_, 3/21)
Syaikh Muhammad bin Utsaimin berkata,
“Oleh karena itu,
kami katakan bahwa yang paling pertama masuk Islam dari kalangan wanita adalah Khadijah dan dari kalangan laki-laki adalah Waraqah bin Naufal”.
(Syaikh Muhammad bin Utsaimin, _Syarah Akidah Al-Wasithiyyah_, 2/280)
Namun,
karena dia meninggal dunia dengan sangat cepat setelah itu menyebabkan muncul perselisihan tentang keislamannya.
Wallahu A’lam.
(Nukilan yang panjang tentang perbedaan pendapat sekitar keislaman Waraqah,
yaitu disebutkan alasan & hasil kajian masing-masing adalah Sulaiman Al-Audah dalam kitabnya _Assirah An-Nabawiyah_ dalam 2 kitab shahih dan Ibnu Ishak studi perbandingan tentang periode Makkah, hal. 269-282)
📜 *HIKMAH (PELAJARAN)* 📜
_*[A]*_
_ALLAH tidak membebani seseorang, kecuali sesuai kemampuannya_,
maka apabila ada perintah untuk melakukan amaliah dakwah,
lakukanlah sesuai dengan kemampuan dan sejalan dengan manhaj yang benar.
_*[B]*_
_Tidak tergesa-gesa untuk memetik hasil_,
karena Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam menahan diri,
menanti masa berdakwah secara terbuka tiba,
yang akan mampu memberikan hasil yang lebih cepat,
menunggu waktu yang tepat.
_*[C]*_
Seorang da’i mesti mengetahui bahwa setiap manusia memiliki sisi fitrah & kebaikan,
Itu dipahami berdasarkan hadits Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam,
_“Setiap anak manusia yang dilahirkan,_
_lahir dalam keadaan fitrah”_.
( _Shahih Al-Bukhari, Fathu Al-Bari_, 3/254, no. 1385)
Namun fitrah itu tertutupi oleh dosa & noda dan untuk bisa sampai kepada fitrah itu,
perlu menanti dengan kesabaran.
_*[D]*_
Kita saksikan yang pertama kali menjadi sasaran dakwah adalah seorang wanita,
yaitu Khadijah radhiyallahu anha.
Dia menerima & masuk Islam.
Ini berarti bahwa manusia yang paling pertama masuk Islam adalah wanita.
Jadi,
wanita mulia karena ia adalah manusia yang pertama diajak,
yang pertama menerima,
dan yang pertama menolong.
Kemudian dimuliakan dengan keberadaanya sebagai manusia pertama yang bertemu ALLAH karena agama ini.
Semua itu sangat cukup untuk menjadi _bukti bahwa agama Islam sangat menjunjung tinggi harkat & martabat wanita_,
dan sebagai bantahan atas yang berpendapat bahwa Islam menzhalimi wanita dengan diskriminasi gender.
_*[E]*_
Keseriusan Abu Bakar Ash-Shiddiq dalam berdakwah.
Dari _tangannya telah masuk Islam lima orang yang tergolong 10 sahabat yang diberi kabar gembira sebagai ahli surga_.
Dia sendiri tapi gesit dalam mengajak ke jalan dakwah.
Dialah _manusia pertama yang mengajak ke jalan dakwah dari umat Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam_.
Hal yang menunjukkan bahwa satu jiwa bisa berbuat banyak,
itulah yang dikenal dengan _dakwah fardiyah (dakwah personal)_ yang bahkan dilalaikan oleh banyak manusia.
_*(Fikih Sirah Nabawiyah)*_
💝 Mari bersholawat atas Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam
💝 Mari mempelajari perjalanan hidup suri teladan kita Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam
💝 Sumber Buku:
– Ar-Rahiq al-Makhtum _(Sirah Nabawiyah Perjalanan Hidup Rasul yang Agung Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam, edisi revisi)_; Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri (Penerbit Darul Haq, Jakarta)
– Fikih Sirah Nabawiyah; Prof. Dr. Zaid bin Abdul Karim Az-Zaid (Penerbit Darus Sunnah, Jakarta)
_*[1]*_
Dia sebelumnya pernah ditawan & dijadikan budak,
lalu dibeli oleh Khadijah dan dihibahkannya kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam.
Suatu ketika,
ayah dan pamannya mengunjunginya untuk membawanya pulang kepada kaum & keluarga besarnya,
namun dia lebih memilih Rasulullah ketimbang keduanya.
Beliau pun mengangkatnya sebagai anak sesuai dengan norma-norma yang berlaku di kalangan bangsa Arab.
Karena itu,
dia sering disebut sebagai _Zaid bin Muhammad_.
Hingga akhirnya Islam datang dan menghapus tradisi tersebut.
Dia meninggal sebagai syahid pada perang Mu’tah,
yang saat itu berstatus sebagai panglima laskar,
yaitu pada bulan Jumadal Ula tahun 8 Hijriyah.
_*[2]*_
Untuk mengetahui julukan beliau ini,
lihat _Shahih Al-Bukhari), tentang _Manaqib Abu Ubaidah bin Al-Jarrah_, 1/530)
_Mari belajar bersama membaca Sirah Nabawiyah,_
_Materi Sirah lengkap dapat diakses via *TELEGRAM Channel*_
_Klik link berikut untuk join:_
_Instagram:_ @mtxl_
_Twitter:_ @mtxl
_Path:_ mtxl
_Facebook Page:_ majelistaklimxl
#bacasirah #sirahtheseries #sirahnabawiyah #sirahsahabat #sirahnabi #onedayonsirah #dakwahmtxl #mtxl

 


🌙 *ONE DAY ON SIRAH NABAWIYAH* 🌙
_oleh Majelis Ta’lim XL Axiata_
_————— EPISODE 20 —————_
📣🗣 *“DAKWAH JAHRIYYAH _(bagian 1)_”* 🗣📣
_- Perintah Pertama untuk Menampakkan Dakwah -_
Sehubungan dengan hal ini,
ayat pertama yang turun adalah:
*”Dan berilah peringatan kepada keluargamu yang terdekat”*.
_(Al-Qur’an surat Asy-Syu’ara ayat 214)_
Sebelumnya terdapat alur cerita yang menyinggung kisah Nabi Musa ‘alaihis sallam dari permulaan kenabian hingga hijrah bersama Bani Israil,
lolosnya mereka dari kejaran Fir’aun dan kaumnya dan serta tenggelamnya Fir’aun bersama kaumnya.
Kisah ini mengandung semua tahapan yang dilalui oleh Nabi Musa ‘alaihis sallam dalam dakwahnya terhadap Fir’aun dan kaumnya agar menyembah ALLAH.
Seakan-akan rincian ini dipaparkan seiring dengan perintah kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa untuk berdakwah kepada ALLAH secara terang-terangan,
agar di hadapan beliau dan sahabatnya terdapat contoh atas pendustaan & penindasan yang akan mereka alami nantinya manakala mereka melakukan dakwah secara terang-terangan.
Demikian pula,
agar mereka _mengetahui resiko dari hal itu semenjak awal memulai dakwah mereka tersebut_.
Surat tersebut _(Asy-Syu’ara)_ juga berbicara mengenai nasib yang dialami oleh para pendusta para Rasul,
di antaranya kaum Nabi Nuh ‘alaihis sallam,
kaum Ad & Tsamud, kaum Nabi Ibrahim ‘alaihis sallam,
kaum Nabi Luth ‘alaihis sallam serta kaum Nabi Syu’aib ‘alaihis sallam _(di samping yang berkaitan dengan perihal Fir’aun dan kaumnya)_.
Semua itu dimaksudkan agar mereka yang akan melakukan pendustaan menyadari apa yang akan terjadi terhadap mereka & siksaan ALLAH yang akan mereka alami bila terus melakukan pendustaan.
Sebaliknya agar kaum Mukminin mengetahui bahwa kesudahan yang baik dari itu semua akan berpihak kepada mereka bukan kepada para pendusta tersebut.
_- Berdakwah di Kalangan Kaum Kerabat -_
Setelah turunnya ayat tersebut,
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mengundang para kerabat terdekatnya Bani Hasyim.
Mereka pun datang disertai oleh beberapa orang dari Bani Al-Muththalib bin Abdi Manaf yang berjumlah sekitar 45 orang.
Namun tatkala Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam akan berbicara,
Tiba-tiba Abu Lahab memotongnya seraya berkata,
_”Mereka itu adalah paman-pamanmu & para sepupumu._
_Bicaralah dan tinggalkanlah menganut agama baru._
_Ketahuilah!_
_Bahwa kaummu tidak akan mampu melawan seluruh bangsa Arab._
_Aku adalah orang yang paling pantas mencegahmu._
_Cukuplah bagimu suku-suku dari pihak bapakmu._
_Bagi mereka,_
_jika engkau bersikeras melakukan apa yang engkau lakukan sekarang,_
_adalah lebih mudah ketimbang bila seluruh marga Quraisy bersama-sama bangsa Arab bergerak memusuhimu._
_Aku tidak pernah melihat ada orang yang membawa kepada suku-suku dari pihak bapaknya sesuatu yang lebih jelek dari apa yang engkau bawa ini”_.
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam hanya diam dan tidak berbicara pada pertemuan itu.
Sekali waktu,
Beliau Shallallahu Alaihi wa Sallam mengundang mereka lagi,
lantas berbicara,
_”Alhamdulillah,_
_aku memuji-NYA,_
_meminta pertolongan,_
_beriman serta bertawakal kepada-NYA._
_Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan (yang haq) melainkan ALLAH semata Yang tiada sekutu bagi-NYA”_.
Selanjutnya beliau berkata,
_“Sesungguhnya seorang pemimpin tidak mungkin membohongi keluarganya sendiri._
_Demi ALLAH yang tiada Tuhan (yang haq) selain-NYA!_
_Sesungguhnya aku adalah utusan ALLAH yang datang kepada kalian secara khusus,_
_dan kepada manusia secara umum._
_Demi ALLAH!_
_Sungguh kalian akan mati sebagaimana kalian tidur dan kalian akan dibangkitkan sebagaimana kalian bangun dari tidur._
_Sungguh kalian akan dihisab (dimintai pertanggungjawaban) terhadap apa yang kalian lakukan._
_Sesungguhnya yang ada hanya surga yang abadi atau neraka yang kekal”._
Kemudian Abu Thalib berkomentar,
_“Alangkah senangnya kami membantumu,_
_menerima nasihatmu,_
_dan sangat membenarkan kata-katamu._
_Mereka yang merupakan suku-suku dari pihak bapakmu telah berkumpul._
_Sesungguhnya aku hanyalah salah seorang dari mereka,_
_namun aku adalah orang yang paling cepat merespek apa yang engkau inginkan._
_Oleh karena itu,_
_teruskan apa yang telah diperintahkan kepadamu._
_Demi ALLAH!_
_Aku akan senantiasa melindungi dan membelamu,_
_hanya saja diriku tidak memberikan cukup keberanian kepadaku untuk berpisah dengan agama Abdul Muththalib”_.
Ketika itu Abu Lahab berkata,
_“Demi ALLAH!_
_Ini benar-benar merupakan aib yang besar._
_Ayo cegahlah dia sebelum orang lain yang turun tangan mencegahnya!”_.
Abu Thalib menjawab,
_“Demi ALLAH!_
_Sungguh selama kami masih hidup,_
_kami akan membelanya”_.
_Nantikan di Episode selanjutnya ya.._ 👍🏻👍🏻👍🏻
_Insyaa ALLAH kita sekeluarga diberi rizki umur dalam keberkahan. Aamiin.._
_TO BE CONTINUED…………………………………….._
💝 Mari bersholawat atas Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam
💝 Mari mempelajari perjalanan hidup suri teladan kita Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam
💝 Sumber Buku:
– Ar-Rahiq al-Makhtum _(Sirah Nabawiyah Perjalanan Hidup Rasul yang Agung Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam, edisi revisi)_; Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri (Penerbit Darul Haq, Jakarta)
_Mari belajar bersama membaca Sirah Nabawiyah,_
_Materi Sirah lengkap dapat diakses via *TELEGRAM Channel*_
_Klik link berikut untuk join:_
_Instagram:_ @mtxl_
_Twitter:_ @mtxl
_Path:_ mtxl
_Facebook Page:_ majelistaklimxl
#bacasirah #sirahtheseries #sirahnabawiyah #sirahsahabat #sirahnabi #onedayonsirah #dakwahmtxl #mtxl

Iklan