KITA SERING MENGELUHKAN OUT PUT PENDIDIKAN KITA, MUNGKIN INI BS JADI JAWABANNYA, RENUNGKANLAH

Mamang Firmansyah, PATRON Architects 

Suatu hari sy kedatangan seorang tamu dr Eropa. Sy menawarkan kepadanya melihat2 objek wisata kota Jakarta.

Pada saat kami ingin menyeberang jalan, teman sy ini selalu berusaha utk mencari zebra cross. Berbeda dgn sy dan org Jakarta yg lain, dgn mudah menyeberang dimana saja sesukanya.

Teman sy tetap tdk terpengaruh oleh situasi. Dia terus mencari zebra cross setiap kali akan menyeberang. Padahal di Indonesia tidak setiap jalan dilengkapi dgn zebra cross.

Yg lbh memalukan, meskipun sdh ada zebra cross tetap saja para pengemudi tancap gas, tidak mau mengurangi kecepatan guna memberi kesempatan pada para penyeberang. Teman sy geleng2 kepala mengetahui perilaku masyarakat kita.

Akhirnya sy coba menanyakan pandangan teman sy ini mengenai fenomena menyeberang jalan tadi.

Sy bertanya mengapa orang2 di negara kami menyeberang tidak pada tempatnya, meskipun mereka tahu bahwa zebra cross itu adalah utk menyeberang jalan. Sementara dia selalu konsisten mencari zebra cross meskipun tidak semua jalan di negara kami dilengkapi dgn zebra cross.

Pelan2 dia menjawab pertanyaan saya, “It’s all happened because of The Education System.”

Wah, bukan main kagetnya sy mendengar jawaban teman sy. Apa hubxungan menyeberang jalan sembarangan dgn sistem pendidikan?

Dia melanjutkan penjelasannya,

“Di dunia ini ada 2 jenis sistem pendidikan, yang pertama adalah sistem pendidikan yg hanya menjadikan anak2 kita menjadi makhluk ‘Knowing’ atau sekedar tahu saja, sedangkan yg kedua sistem pendidikan yg mencetak anak2 menjadi makhluk ‘Being’.

Apa maksudnya?

Maksudnya, sekolah hanya bisa mengajarkan banyak hal utk diketahui para siswa. Sekolah tidak mampu membuat siswa mau melakukan apa yg diketahui sebagai bagian dr kehidupannya.

Anak2 tumbuh hanya menjadi ‘Makhluk Knowing’, hanya sekedar ‘mengetahui’ bahwa:

– zebra cross adalah tempat menyeberang,

– tempat sampah adalah utk menaruh sampah.

Tapi mereka tetap menyeberang dan membuang sampah sembarangan.

Sekolah semacam ini biasanya mengajarkan banyak sekali mata pelajaran. Tak jarang membuat para siswanya stress, pressure & akhirnya mogok sekolah. Segala macam diajarkan dan banyak hal yg diujikan,

tetapi tak satupun dr siswa yang menerapkannya setelah ujian. Ujiannya pun hanya sekedar tahu, ‘Knowing’.

Di negara kami, sistem pendidikan benar2 diarahkan utk mencetak manusia2 yg ‘tidak hanya TAHU apa yg benar tetapi MAU melakukan apa yg benar sebagai bagian dr kehidupannya’.

Di negara kami, anak2 hanya diajarkan 3 mata pelajaran pokok:

1. Basic Sains.

2. Basic Art.

3. Social.

Dikembangkan melalui praktek langsung dan studi kasus dan dibandingkan dgn kejadian nyata di seputar kehidupan mereka.

Mereka tidak hanya TAHU, mereka juga MAU menerapkan ilmu yg diketahui dlm keseharian hidupnya. Anak2 ini jg tahu persis alasan mengapa mereka mau atau tidak mau melakukan sesuatu.

Cara ini mulai diajarkan pada anak sejak usia mereka masih sangat dini agar terbentuk sebuah kebiasaan yg kelak akan membentuk mereka menjadi mahluk ‘Being’, yakni manusia2 yg melakukan apa yg mereka tahu benar.”

Wow!

Betapa sekolah begitu memegang peran yg sangat penting bagi pembentukan perilaku & mental anak2 bangsa.

Betapa sebenarnya sekolah tidak hanya berfungsi sebagai lembaga sertifikasi yg hanya mampu memberi ijazah para anak bangsa.

Kita mestinya lebih mengarahkan pendidikan utk mencetak generasi yg tidak hanya sekedar TAHU tentang hal2 yg benar, tp jauh lebih penting utk mencetak anak2 yg MAU melakukan apa2 yg mereka ketahui itu benar, mencetak manusia2 yg ‘Being’.

Apakah tempat anak2 kita bersekolah telah menerapkan sistem pendidikan & kurikulum yg akan menjadikan anak2 kita utk menjadi makhluk ‘Being’ atau hanya sekedar ‘Knowing’?

‘Mengetahui Yang Benar’ tetapi ‘Tidak Pernah  Melakukan Dengan

Benar’ sama dengan ‘Tidak Mengetahui’.

Semoga “weling” ini menjadikan “eling” untuk kita semua.

Iklan

Jangan lupa bahagia

Posted: Desember 8, 2017 in Cinta, Umum
Tag:

Pulang kerja saya melihat tulisan di badan belakang beca motor. “Jangan lupa Bahagia”. Saya tak tahu siapa yang menuliskannya. Apakah si pemilik beca motor atau si pengendaranya. Terserahlah..yang penting bukan itunya. Yang penting menurut saya ternyata kita bisa lupa bahagia. Kok bisa ya? Kita tahu sejak dilahirkan kita diajarkan mengejar kebutuhan hidup. Sebagian besar usia dewasa kita dihabiskan untuk bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan yang tiada akhir. Termasuk perlunya mengendalikan orang sekitar kita, dan diri kita sendiri. Ini semua penyebab tekanan batin.  Tanpa sadar kita habiskan waktu kita untuk mengakumulasi dan menjaga materi atau kekayaan luar kita.. tapi lupa memupuk rasa kita. Yaitu rasa gembira, bahagia, sayang, kesabaran dan kedermawanan kita. Kata orang bijak belajarlah bersantai, bergembira dan menjadi kreatif.  Kreativitas tak muncul saat kita tertekan. Ia muncul saat kita bergembira saat kita bermain.

Soal seni bergembira ini saya ingat pengalaman ketika kunjungan Muhibbah Jurnalistik PWI Riau ke Malaysia belum lama ini. Kami 40 orang wartawan dipandu oleh seorang pemandu wisata yang selalu gembira. Namanya Muhammad Taslim. Panggilan akrabnya Cik Gu Lim. Dia seorang mantan guru. “Ubi kledek ubi kayu..thank u i love u,” adalah pantun andalan pembuka cakap Cik gu. Kalau cik gu dah becakap heboh lah satu bus. Ada-ada saja yang memacing gelak tawa. Humornya cerdas dan kalau Cik gu dah becakap nyaris tanpa jeda. Seru lah pokoknya. Gembira itu menular. Cik gu menularkan itu pada kami selama tiga hari bersama. Saya sempat salah ketika menebak usianya. Intinya ia kelihatan lebih muda dari usianya. Itulah efek orang yang selalu gembira dan bahagia.

Cik gu ini selalu tampil modis and fashionable.  Tidak cuma bisa bahasa melayu tapi juga lincah bahasa Mandarin. Yang menarik ia sabar menghadapi kendala dan kesulitan yang muncul dalam memandu rombongan besar kami yang sering juga tak disiplin. Uniknya lagi dalam setiap pesannya ia juga menyisipkan pentingnya doa sebelum memulai apapun. Meski tampilan internasional tapi kecintaan pada hal yang religius dan budaya lokal sungguh terjaga. Okelah bila itu standar seorang pramuwisata profesional. Pintar, interaktif, menarik (keren). Tapi sekali lagi pelayanan Cik gu  dari hati yang gembira dan bahagia tidak dibuat-buat terasa bedanya. Cobalah kalau tak percaya..

Lalu apa sebenarnya bahagia itu? apakah mereka mereka yang kita anggap sudah di sukses dari segi ekonomi, karir, pendidikan, dll sebenarnya setiap hari mereka selalu merasa bahagia? belum tentu. Angka bunuh diri di AS justru tinggi di wilayah-wilayah yang sukses secara ekonomi dan makmur. Jadi sebenarnya apa itu Definisi Bahagia? Kata para pecinta Tuhan, bahagia adalah ketika kita bisa mensyukuri segala nikmat-nikmat yang setiap hari, setiap detik kita rasakan dan kita lalui, yang mungkin tanpa kita sadari bahwa itu sebenarnya nikmat. Contoh hanya sedikit yang menyadari punya gigi ketika semua gigi sehat. Baru sadar punya gigi kalau ada satu yang sakit.

Jadi Bahagia itu milik siapa? Bahagia itu adalah milik hati kita sendiri, bahagia adalah anugrah dariNya, bahagia itu ada dalam diri kita sendiri. Dia bukan kesenangan yang dikejar-kejar di luar diri.  Kesenangan hanya seperti buih lautan atau gelembung sabun. Ada sesaat lalu pecah dan hilang. Bahagia adalah rasa yang lebih langgeng, dalam dan indah.  Tinggal kita sadar dan mensukurinya atau tidak…”Ubi kledek ubi kayu..thank u i love u.” Haa..haa..haa…

Tamat.

“Bisnis kadang bisa membuat kita senang sekaligus juga sedih, suka sekaligus juga duka, memang begitu racikannya .. sabar dan syukur senantiasa , semoga Alloh senantiasa memberikan kebahagiaan..

Artikel: Dishared oleh Bunda Onya (sahabat ku di PS)

Ucapan Natal

Posted: Desember 3, 2017 in Tauhid, Umum
Tag:,

Ust. YUSUF MANSUR menyikapi SELAMAT NATAL.

*🎉Assalamu’alaykum…*

_(Mohon baca secara menyeluruh untuk hindari kesalah fahaman)_

*”🎎😘.SILAHKAN YANG MAU UCAPKAN SELAMAT NATAL.🎭😉”*

(Oleh : Ust.Yusuf Mansur)

Bertahun-tahun biasanya kujawab secara offline tentang 25 Desember dan 1 Januari…

Karena menghargai beberapa relasiku yang berprofesi sebagai misionaris…

Mereka tahu dakwahku tapi kami saling menghargai…

Mohon maaf setulusnya, bila tulisan ini akan tidak disukai sebagian dari sahabat-sahabat muslim…tapi sudah saatnya harus dijelaskan terbuka secara ilmu ke-TAUHID-an..

Membaca berita seorang muslim modern menantang *Ustadz  Yusuf Mansur* (Official) untuk menunjukan dalil pelarangan mengucapkan SELAMAT NATAL…

Berharap tulisan ini bukan hanya menjawab tantangannya, tetapi untuk diketahui saudaraku muslimin dan muslimat *yang tidak ingin syahadatnya gugur..*

Kupasan berdasarkan ilmu TAUHID…

🗣Bila kita mengucapkan…

… kalimat *SELAMAT ULANG TAHUN* kepada seseorang, berarti *kita mengakui*  bahwa dia lahir di tanggal itu..

🗣Bila kita mengucapkan…

…kalimat *SELAMAT ATAS PELANTIKAN JABATAN,* berarti kita mengakui *dirinya sebagai pejabat baru…*

🗣Bila kita mengucapkan…

…kalimat *SELAMAT ATAS KEMENANGAN PERTANDINGAN,* berarti kita *mengakui lawan sebagai pemenang…*

Ternyata kata *SELAMAT* bermakna *PENGAKUAN*

Kalau banyak pertanyaan, bukankah mengucapkan *SELAMAT NATAL* hanya merupakan sebuah *ucapan* saja…

*⚠Wahai saudaraku,❗*

…Seorang muslim dinilai dari *ucapannya…*

Bukankah *SYAHADAT* juga hanya *UCAPAN..?*

..tapi mengapa setelah berucap *SYAHADAT* …seseorang menjadi  *muslim…?*

Bukankah *BISMILLAH* juga *hanya UCAPAN..?*

..tapi mengapa hewan yang disembelih *tanpa mengucap BISMILLAAH, dagingnya haram* dimakan…?

Bukankah *AQAD NIKAH* juga hanya  *UCAPAN..?*

..tapi mengapa *setelah diucapkan, suami halal menggauli istri* …

Bukankah kata *CERAI* juga hanya *UCAPAN*..?

..tapi mengapa bila suami mengucapkan kata ini terhadap istrinya baik secara bercanda maupun tidak, maka akan jatuh hukum *CERAI* bagi istrinya…

Saat kita mengucapkan *SELAMAT NATAL* dan *TAHUN BARU*, atau hari raya agama lain, disitulah awal kita *MENGAKUI* keberadan Tuhan lain yang berarti kita mengakui adanya beberapa Tuhan.

Berarti sudah tidak sesuai dengan *SYAHADAT* yang diucapkan dan Surat Al Ikhlas ayat 1 serta beberapa ayat lainnya.

Padahal meng-ingkari *1 AYAT QUR’AN* saja…sudah dikategorikan sebagai orang kafir yang sebenar-benarnya…

_*”Merekalah orang-orang yang kafir sebenar-benarnya…”*_

[ Qur’an Surat An Nisa (4) ayat 151 ]

Inilah ayat-ayat yang menegaskan *TERHAPUSNYA SYAHADAT* yang pernah diucapkan dikarenakan ucapan selamat hari raya umat lain…

_*Sesungguhnya telah KAFIR lah orang-orang yang berkata/mengakui, “Sesungguhnya ALLAH ialah Al Masih putra Maryam, padahal Al Masih sendiri berkata ” Hai Bani Israil, sembahlah ALLAH Tuhan-ku danTuhan-mu…”*_

[ Qur’an Surat Al Maidah (5) ayat 72 ]

_*”…Janganlah kamu mengatakan TUHAN itu tiga, berhentilah dari ucapan itu. Itu lebih baik bagimu. Sesungguhnya ALLAH Tuhan yang Maha Esa. Maha Suci ALLAH dari mempunyai anak…”*_

[ Qur’an Surat An Nisa (4) ayat 171 ]

_*”Dan mereka berkata, “Tuhan yang maha pemurah mempunyai anak”. Sesungguhnya kamu telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat MUNKAR”*_

[ Qur’an Surat Maryam (19) ayat 88-89 ]

Saudaraku umat Nasrani dan para pendeta,

Perbedaan kita hanya pada nabi Isa, padahal bagi kami Nabi Isa adalah salah satu Rasul yang utama.

Maafkan jika menyinggung hati, tapi sungguh telah terbukti dalam Sejarah, bahwa tanggal 25 Desember itu hari kelahiran Janus dan Mitra, Sang Dewa Matahari. 

Bunda Maryam melahirkan Nabi Isa disaat pohon kurma berbuah, yang berarti disaat musim panas tetapi 25 Desember adalah musim dingin…

Wahai para pendeta dan missionaris…

Kamipun meng-imani Injil yang diturunkan kepada Nabi Isa…

Bahkan Nabi kami, Muhammad memiliki paman dari istri yang seorang pendeta  nasrani bernama Waraqah…

Jadi Islam sangat paham bagaimana toleransi yang benar…

Wahai para penganut nasrani.

Silakan saja rayakan natal sesuai keyakinan…

Karena bagi kami…  *”UNTUKMULAH AGAMAMU dan UNTUKULLAH AGAMAKU”*

Tapi tegas kusampaikan.

Jangan paksa pegawai muslim berpakaian santa.

Sebagaimana kami tidak pernah pula memaksa para misionaris menggunakan peci dan sorban disaat Iedul Fitri…
Jangan paksa undang pejabat muslim hadiri natal di gereja…

Sebagaimana kami tidak pernah memaksa para pendeta hadir pada Sholat Iedul Fitri…

🤗Saudaraku umat muslim,

*Silakan saja ucapkan SELAMAT NATAL* ..

Silakan saja gunakan topi Santa…

*⚠Tapi jangan menyesal …*

👌🏼bila Sholat kita batal.

👌🏼mati pun bukan sebagai muslim

*Karena SYAHADAT KITA SUDAH GUGUR…*

🙏🏼Saudaraku,

*📖Kajilah Qur’an……karena semua pertanyaan hidup sudah ada jawabannya didalam.*

Kalau penjelasan panjang ini masih meragukan hati…

Periksa saja *SHOLAT SHUBUH* kita, apakah sudah berjama’ah di masjid setiap hari..?

Semoga bermanfaat.

Wassalamu’alaykum..

Sebarkan Status Ini…! Ini Merupakan Kepedulian Kita akan aqidah Ummat Islam..! 

Membagikan = Peduli

Tidak Membagikan =  Tidak Peduli

Salam #Tauhid

Hujan

Posted: November 29, 2017 in Umum
Tag:,

Memasuki bulan-bulan penghujan,suasana mulai terasa berubah..Di beberapa daerah sudah mulai mengalami bencana banjir..

Bicara hujan,pun bicara petir..Apakah itu musibah?..Tentu sangat tergantung frame kita melihat..

Namun sejatinya,justru dibulan-bulan ini Allah lagi kasih diskon gede2an,bagi siapa saja yg bisa memanfaatkanya..

Bukankah hujan bagian dari waktu dihijabahnya doa?..Maka mari kita doakan semua kebaikan,bagi diri kita dan semua saudara-saudara kita semua..Dan kapan momentumnya?..

*DO’A-DO’A DI MUSIM HUJAN*

Sedia payung sebelum hujan…

Hapalkan doa-doa bermanfaat sebelum gerimis menghilang..

*A. Saat Angin Kencang*

ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺇﻧﻲ ﺃﺳﺄﻟﻚ ﺧﻴﺮﻫﺎ ﻭﺧﻴﺮ ﻣﺎ ﻓﻴﻬﺎ ﻭﺧﻴﺮ ﻣﺎ ﺃﺭﺳﻠﺖ ﺑﻪ

ﻭﺃﻋﻮﺫ ﺑﻚ ﻣﻦ ﺷﺮﻫﺎ ﻭﺷﺮ ﻣﺎ ﻓﻴﻬﺎ ﻭﺷﺮ ﻣﺎ ﺃﺭﺳﻠﺖ ﺑﻪ

_”Allahumma innii as’aluka khairaha wa khaira maa fiihaa wa khaira maa ursilat bihi. Wa a’udzu bika min syarriha wa syarri maa fiihaa wa syarri maa ursilat bihi..”_

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadaMu kebaikan angin ini dan kebaikan yang terkandung padanya serta kebaikan apa yang dibawanya. Dan aku berlindung kepadaMu dari kejelekannya, dan kejelekan yang ada padanya dan kejelekan apa yang dibawanya..”

_(HR al-Bukhari: 899, at-Tirmidzi: 3449)_

*B. Bila Mendengar Petir*

ﺳﺒﺤﺎﻥ ﺍﻟﺬﻱ ﻳﺴﺒﺢ ﺍﻟﺮﻋﺪ ﺑﺤﻤﺪﻩ ﻭﺍﻟﻤﻼﺋﻜﺔ

ﻣﻦ ﺧﻴﻔﺘﻪ

_”Subhaanalladzi yusabbihur ra’du bihamdihi wal malaaikatu min khiifatihi..”_

“Maha Suci Allah yang petir bertasbih dengan memujiNya, begitu juga para malaikat, karena takut kepadaNya..”

_(Shahih Mauquf; al-Muwaththa’: 2/992, Shahih al-Adabul Mufrad: 556 al-Albani)_

*C. Ketika Turun Hujan*

”Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ketika melihat turunnya hujan, beliau mengucapkan:

ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺻﻴﺒﺎ ﻧﺎﻓﻌﺎ

_”Allahumma shayyiban nafi’an..”_

“Ya Allah turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat..” 

_(HR al-Bukhari: 1032)_

*D. Apabila Hujan Lebat*

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berdoa:

ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺣﻮﺍﻟﻴﻨﺎ ﻭﻟﺎ ﻋﻠﻴﻨﺎ,ﺍﻟﻠﻬﻢ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺂﻛﺎﻡ ﻭﺍﻟﻈﺮﺍﺏ ﻭﺑﻄﻮﻥ ﺍﻟﺄﻭﺩﻳﺔ ﻭﻣﻨﺎﺑﺖ ﺍﻟﺸﺠﺮ

_“Allahumma hawaalaina walaa ’alaina. Allahumma ’alal aakami, wazh zhiraabi, wa buthunil awdiyati, wa manaabitisy syajari..”_

“Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan untuk merusak kami.”

Ya Allah, turunkanlah hujan di dataran tinggi, bukit-bukit, perut lembah dan tempat tumbuhnya pepohonan..”

_(HR al-Bukhari: 1013, Muslim: 897)_

*E. Usai Hujan Turun*

ﻣﻄﺮﻧﺎ ﺑﻔﻀﻞ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺭﺣﻤﺘﻪ

_’Muthirna bi fadhlillahi wa rahmatihi..”_

“Kita diberi hujan karena karunia dan rahmat Allah..”

_(HR. al-Bukhari: 846, Muslim: 71)_

Senantiasa ada doa kebaikan di setiap keadaan.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَمَنْ يُهَاجِرْ فِى سَبِيلِ اللَّهِ يَجِدْ فِى الْأَرْضِ مُرٰغَمًا كَثِيرًا وَسَعَةً  ۚ  وَمَنْ يَخْرُجْ مِنۢ بَيْتِهِۦ مُهَاجِرًا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِۦ ثُمَّ يُدْرِكْهُ الْمَوْتُ فَقَدْ وَقَعَ أَجْرُهُ ۥ  عَلَى اللَّهِ  ۗ  وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا

wa may yuhaajir fii sabiilillaahi yajid fil-ardhi murooghomang kasiirow wa sa’ah, wa may yakhruj mim baitihii muhaajiron ilallohi wa rosuulihii summa yudrik-hul-mautu fa qod waqo’a ajruhuu ‘alalloh, wa kaanallohu ghofuuror rohiimaa

“Dan barang siapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka akan mendapatkan di Bumi ini tempat hijrah yang luas dan (rezeki) yang banyak. Barang siapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah karena Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh, pahalanya telah ditetapkan di sisi Allah. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. An-Nisa’ 4: Ayat 100)

Botol dan Isinya

Posted: Oktober 20, 2017 in Tauhid
Tag:, ,

Sebuah *BOTOL* 🍶
~Kalau diisi *”air mineral”,*  harganya 3 ribuan…

~Kalau diisi *”jus buah”,* hargan ya 10 ribuan…

~Kalau diisi *”Madu”,* harganya ratusan ribu…

~Kalau diisi *”minyak wangi”,*  harganya bisa jutaan!.

~Kalau diisi *”air comberan”,*  hanya akan dibuang dalam tong sampah karena tidak ada harganya…

*Sama-sama bentuk kemasannya berupa “BOTOL” tetapi berbeda nilai dan harganya, sebab “ISI” yang ada di dalamnya berbeda…*

Begitu juga dgn diri kita; semua sama… *”SAMA MANUSIA-NYA”,*  

Namun ….., yang membedakan antara seorang manusia dengan manusia lainnya adalah _*”APA YANG ADA DALAM DIRI MANUSIA ITU’.*_ 

_*”Iman ….., Ilmu ….., pemahaman yang diwujudan dengan amalan itulah yg akan menentukan NILAI DAN HARGA DIRI seseorang”.*_ 

*Ingatlah! Umur itu ibarat “ES BATU”.*

_dipakai atau tidak akan tetap mencair….. digunakan atau tidak, umur tetap akan berkurang dari *”batas”*yg telah ditetapkan._ 

*”Maka jangan sia-siakan sisa umur yang tertinggal, sedikit demi sedikit kita terus mendekati batas itu, dan akhirnya umur kita akan berakhi”.*   

Semoga Alloh menempatkan diri kita dalam golongan *”HUSNUL KHOTIMAH”.*

Berbicara Pemimpin….Baru saja bertepatan hari ini,Senin tanggal 16 Oktober 2017 (pukul 16.00WIB) telah dilantik Gubernur DKI Jakarta baru periode 2017-2022:

Apakah di boolehkan menetapkan diri ingin menjadi pemimpin dalam Islam??…Allah Subhanahu Wa Taála berfirman:

وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوٰجِنَا وَذُرِّيّٰتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

wallaziina yaquuluuna robbanaa hab lanaa min azwaajinaa wa zurriyyaatinaa qurrota a’yuniw waj’alnaa lil-muttaqiina imaamaa

“Dan orang-orang yang berkata, Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.”

(QS. Al-Furqan 25: Ayat 74).

Maka ketika akan,atau bahkan telah menjadi pemimpin maka gunakan lah 6 prinsip baku(sawabit),dalam melakukan kepemimpin yaitu:

  1. Memenuhi batasan minimal yg harus dimilki seorang pemimpin (Aqidah harus bener)…Kalo dirinya saja aqidah buruk,apalagi bawahanya..Aqidah akan membentuk karakter…Contoh : Al Qonsa,ketika ia masuk Islam…Perang Qodisia,putra-putranya 4 orang diajak perang dan berharap mati syahid…

Mualim: hanya menyampaikan

Murobi : bukan hanya menyampaikan,tapi jika berinteraksi intens

  1. Paham tentang ilmu,dan kalo bicara ilmu 2 hal…Kalimat Allah dan Rasul..“Kosong ta mampu mengisi”….Jika tanpa ilmu,maka yg digunakan dalam penyelesainya hanya melalui perasaan..Contoh : Saat Aisyah dituduh berzina dengan sahabat Rasulullah…Rasul,menunggu wahyu dalam menyelesaikan masalah bukan dengan perasaan..Serta juga perjanjian Hudaibiyah…Tidak ada ilmu yg instan dalam menyelesaikan sesuatu,karena pentunjuk itu melalui proses..
  2. Mengajarkan setiap kepemimpinan,menyeimbangkan ke sholehan pribadi dan jamaah (Bukan cuma karakter sholeh pribadi,tp juga buat umat/kontribusi besar untuk Islam).
  3. Mengajak manusia kepada ilmu secara utuh…Tidak hanya bicara muamalah,sedekah,keluarga..Tapi keseluruhan agama,agar komplit bukan setengah-setengah
  4. Harus mengikis fanatisme buta…Kembalilah kembali kepada kitab Al Quran dan Sunah Rasulullah..Mempersaudarakan,bukan mempermusuhkan..
  5. Semangat yg mengadakan study perbandingan..Dan menghidupkan mana mashlahat dan mudarot..

Semoga harapan besar Indonesia umumnya,namun khususnya JAKARTA , terhadap pemimpin yang baru akan lahir kebijakan yang menguntungkan rakyat,bukan hanya golongan…Pemimpin yang berpihak kepada Umat…Pemimpin yang menyelesaikan masalah dengan ilmu…Pemimpin yang menepati janjinya kepada apa yang telah dijanjikan…Dan Pemimpin yang hanya takut kepada Allah Subhanahu Wa Taála

 

Hijrah kan…..

Posted: Oktober 17, 2017 in Tauhid
Tag:, ,

Hijrah itu sesuatu yg dilakukan untuk menjadi lebih baik,dan baiknya itu dimulai dengan hati..Jangan melihat hijrah dari kekuranganya,sehingga kita menghakiminya…So,hijrah yg palibg penting apa sich??..Makan “Tuhan”  siapa yg mendominasi hidup kita??…Apakah benar-benar Allah Subhanahu Wa Taála atau ada yang lain??..

Secara lisan iya kita katakan Allah Subhanahu Wa Taála….Namun sebenarnya siapa??..

Jika apa yang dilakukan  dengan tujuan perjuangan dan pengorbanan,serta cinta,pedih tidak bersamanya,maka coba cek dalam diri kita,apa benar ada Tuhan selain Tuhan..Lantas agar bisa memahami Tuhan sebenarnya harus hijrah dari yang membuat kita terbuai dari Nya

Hijrahkan Illa(tuhan2 selain Allah,kepada La Illahallahu)…Misal:

  1. Hp terkadang jadi tuhan,mulai bangun sampai tidur yang dilihat Hp..Orang tua marah ketika anak merusak hp,tapi tidak sebaliknya ibu tidak marah ketika hp merusak anak..
  2. Charge Hp…Dimana2 itu yg dicari,bedakan perlu dengan diperbudak..Allah menciptakan alam untuk melayani kita,bukan sebaliknya..
  3. Pekerjaan…Lancarnya kerja karena berkat izin Allah,kalo ingin dibaguskan kerjaan baguskan dengan Allah..Perbaiki hak Allah dengan sholat..Ide kerjaan itu muncul karena izin Allah,dan itu semua perbaiki sholat…Ketemu dengan klien terkadang melupan hak Allah (sholat)..Allah yg menggemgam hati manusia..Perbaiki urusan dengan Allah..
  4. Hutang…Hutang untuk melunasinya sering yg dicari yaitu manusia…Padahal Allah yg harus dicari…Sholat tahajud kalo ada hutang,padahal tujuan ibadah adalaha Allah,bayar hutang lunas adalah bonus..Hanya Allah yg sanggup melunasi hutang,bukan manusia.
  5. Penyakit…Kita fokus bahkan terlalu fokus kepada penyembuhanya,namun lupa akan ikhlas kepada Allah,bahsanNya lah itu rencana Allah…Manakala sehat,kita suka lupa bersyukur,namun ketika sakit mengeluh…Dokter dan obat cuma berupaya,namun penyembuh hanyalah Allah..Sakit adalah penggugur dosa-dosa..
  6. Anak/keluarga/pendamping hidup..Mencintai mahluk terlalu mengharap,maka akan dipenjara oleh cinta kemudian Allah dilupakan..Semua rasa dalam hati Allah yg menciptakan,benci,cinta,dendam semua dalam menggaman Allah..Ketika anak nakal,bisa jadi atas dosa2 orang tua dlu saat muda,atau apa yg telah diperbuat…Maka kembali kepada Allah kata khncinya…Ga boleh takut kepada mahluk,jangan terlalu cinta kepada pendamping hidup…Allah pemberi rezeki,suami hanya menjadi jalan saja…Entah,besok,lusa kita akan meninggal dunia..Terdominasi oleh pikiran,dan bukan kembali kepada Allah..Ini yg mengakibatkan salah,maka harus hijrah..

 

 

 

Jika berbicara kalimat jihad,apa yang ada dalam benak kita??….Dan apa tujuan jihad??…

Tujuan jihad dilakukan adalah untuk menjadi kemurnian agama,dan bukan untuk semata-mata tujuan akhirnya berperang,membunuh,dll…Namun jihad adalah perjalan yg tidak pernah berhenti…

Jihad terbagi menjadi 4 bagian:

  1. Jihad melawan hawa nafsu…Rusaknya agama Islam,bukan hanya semata-mata karena orang kafir..Tetapi liarnya nafsu dalam diri orang-orang  Islam itu sendiri,karena fakir akan ilmu (malas belajar ilmu agama). Dengan nafsu maka tidaklah akal ini berfungsi dengan baik,mana yang menurutnya baik itu saja yang dikerjakanya.
  2. Berjihad mencari ilmu Syar’i…Efek penyakit internal Islam yaitu: Bodo dan Rakus (penyakit syahwat,dan subhat)…Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

بَلِ اتَّبَعَ الَّذِينَ ظَلَمُوٓا أَهْوَآءَهُمْ بِغَيْرِ عِلْمٍ  ۖ  فَمَنْ يَهْدِى مَنْ أَضَلَّ اللَّهُ  ۖ  وَمَا لَهُمْ مِّنْ نّٰصِرِينَ

balittaba’allaziina zholamuuu ahwaaa`ahum bighoiri ‘ilm, fa may yahdii man adhollalloh, wa maa lahum min naashiriin

“Tetapi orang-orang yang zalim, mengikuti keinginannya tanpa ilmu pengetahuan; maka siapakah yang dapat memberi petunjuk kepada orang yang telah disesatkan Allah. Dan tidak ada seorang penolong pun bagi mereka.  (QS. Ar-Rum 30: Ayat 29)

Pentingnya belajar,dan bukan semata-semata semua semua harus berperang,karena menuntut ilmu yaitu Fardu A’in…Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُونَ لِيَنْفِرُوا كَآفَّةً  ۚ  فَلَوْلَا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِّنْهُمْ طَآئِفَةٌ لِّيَتَفَقَّهُوا فِى الدِّينِ وَلِيُنْذِرُوا قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوٓا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ

wa maa kaanal-mu`minuuna liyanfiruu kaaaffah, falau laa nafaro ming kulli firqotim min-hum thooo`ifatul liyatafaqqohuu fid-diini wa liyunziruu qoumahum izaa roja’uuu ilaihim la’allahum yahzaruun

“Dan tidak sepatutnya orang-orang mukmin itu semuanya pergi (ke medan perang). Mengapa sebagian dari setiap golongan di antara mereka tidak pergi untuk memperdalam pengetahuan agama mereka dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya jika mereka telah kembali agar mereka dapat menjaga dirinya.”

(QS. At-Taubah 9: Ayat 122)

  1. Jihad melawan Syetan…Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَقَاسَمَهُمَآ إِنِّى لَكُمَا لَمِنَ النّٰصِحِينَ

wa qoosamahumaaa innii lakumaa laminan-naashihiin

“Dan dia (setan) bersumpah kepada keduanya, Sesungguhnya aku ini benar-benar termasuk para penasihatmu,”

(QS. Al-A’raf 7: Ayat 21)

Syetan,menipu manusia…Seolah-olah ia pemberi nasehat…Taktik Subhat dan sahwat dipake oleh syetan mengelincirkan Nabi Adam…Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

فَوَسْوَسَ إِلَيْهِ الشَّيْطٰنُ قَالَ يٰٓئَادَمُ هَلْ أَدُلُّكَ عَلٰى شَجَرَةِ الْخُلْدِ وَمُلْكٍ لَّا يَبْلٰى

fa waswasa ilaihisy-syaithoonu qoola yaaa aadamu hal adulluka ‘alaa syajarotil-khuldi wa mulkil laa yablaa

“Kemudian setan membisikkan (pikiran jahat) kepadanya, dengan berkata, Wahai Adam! Maukah aku tunjukkan kepadamu pohon keabadian (khuldi) dan kerajaan yang tidak akan binasa?”

(QS. Ta-Ha 20: Ayat 120)

Nabi Adam digoda terus oleh Syetan,karena nabi Adam lemah karena syahwat…Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَلَقَدْ عَهِدْنَآ إِلٰىٓ ءَادَمَ مِنْ قَبْلُ فَنَسِىَ وَلَمْ نَجِدْ لَهُ ۥ  عَزْمًا

wa laqod ‘ahidnaaa ilaaa aadama ming qoblu fa nasiya wa lam najid lahuu ‘azmaa

“Dan sungguh telah Kami pesankan kepada Adam dahulu, tetapi dia lupa, dan Kami tidak dapati kemauan yang kuat padanya.”

(QS. Ta-Ha 20: Ayat 115)..

Padahal syetan adalah mahluk lemah..Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

الَّذِينَ ءَامَنُوا يُقٰتِلُونَ فِى سَبِيلِ اللَّهِ  ۖ  وَالَّذِينَ كَفَرُوا يُقٰتِلُونَ فِى سَبِيلِ الطّٰغُوتِ فَقٰتِلُوٓا أَوْلِيَآءَ الشَّيْطٰنِ  ۖ  إِنَّ كَيْدَ الشَّيْطٰنِ كَانَ ضَعِيفًا

allaziina aamanuu yuqootiluuna fii sabiilillaah, wallaziina kafaruu yuqootiluuna fii sabiilith-thooghuuti fa qootiluuu auliyaaa`asy-syaithoon, inna kaidasy-syaithooni kaana dho’iifaa

“Orang-orang yang beriman, mereka berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan Tagut, maka perangilah kawan-kawan setan itu (karena) sesungguhnya tipu daya setan itu lemah.”

(QS. An-Nisa’ 4: Ayat 76)

Pedang melawat bodoh,dan syubhat adalah ilmu….Maka pedang untuk melawan syetan yaitu tauhid..Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

إِنَّهُ ۥ  لَيْسَ لَهُ ۥ  سُلْطٰنٌ عَلَى الَّذِينَ ءَامَنُوا وَعَلٰى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

innahuu laisa lahuu sulthoonun ‘alallaziina aamanuu wa ‘alaa robbihim yatawakkaluun

“Sungguh, setan itu tidak akan berpengaruh terhadap orang yang beriman dan bertawakal kepada Tuhan.”

(QS. An-Nahl 16: Ayat 99)

Dan…Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

إِنَّمَا سُلْطٰنُهُ ۥ  عَلَى الَّذِينَ يَتَوَلَّوْنَهُ ۥ  وَالَّذِينَ هُمْ بِهِۦ مُشْرِكُونَ

innamaa sulthoonuhuu ‘alallaziina yatawallaunahuu wallaziina hum bihii musyrikuun

“Pengaruhnya hanyalah terhadap orang yang menjadikannya pemimpin dan terhadap orang yang menyekutukannya dengan Allah.”

(QS. An-Nahl 16: Ayat 100)

  1. Jihad melawan orang-orang kafir…Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

مَّا يَوَدُّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتٰبِ وَلَا الْمُشْرِكِينَ أَنْ يُنَزَّلَ عَلَيْكُمْ مِّنْ خَيْرٍ مِّنْ رَّبِّكُمْ  ۗ  وَاللَّهُ يَخْتَصُّ بِرَحْمَتِهِۦ مَنْ يَشَآءُ  ۚ  وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ

maa yawaddullaziina kafaruu min ahlil-kitaabi wa lal-musyrikiina ay yunazzala ‘alaikum min khoirim mir robbikum, wallohu yakhtashshu birohmatihii may yasyaaa`, wallohu zul-fadhlil-‘azhiim

“Orang-orang yang kafir dari Ahli Kitab dan orang-orang musyrik tidak menginginkan diturunkannya kepadamu suatu kebaikan dari Tuhanmu. Tetapi secara khusus Allah memberikan rahmat-Nya kepada orang yang Dia kehendaki. Dan Allah pemilik karunia yang besar.”

(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 105)

Dan pada ayat lain…Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَدَّ كَثِيرٌ مِّنْ أَهْلِ الْكِتٰبِ لَوْ يَرُدُّونَكُمْ مِّنۢ بَعْدِ إِيمٰنِكُمْ كُفَّارًا حَسَدًا مِّنْ عِنْدِ أَنْفُسِهِمْ مِّنۢ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ الْحَقُّ  ۖ  فَاعْفُوا وَاصْفَحُوا حَتّٰى يَأْتِىَ اللَّهُ بِأَمْرِهِۦٓ  ۗ  إِنَّ اللَّهَ عَلٰى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ

wadda kasiirum min ahlil-kitaabi lau yarudduunakum mim ba’di iimaanikum kuffaaroo, hasadam min ‘indi anfusihim mim ba’di maa tabayyana lahumul-haqq, fa’fuu washfahuu hattaa ya`tiyallohu bi`amrih, innalloha ‘alaa kulli syai`ing qodiir

“Banyak di antara Ahli Kitab menginginkan sekiranya mereka dapat mengembalikan kamu setelah kamu beriman, menjadi kafir kembali, karena rasa dengki dalam diri mereka setelah kebenaran jelas bagi mereka. Maka maafkanlah dan berlapang dadalah sampai Allah memberikan perintah-Nya. Sungguh, Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 109)

Ayat lain..Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَلَنْ تَرْضٰى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصٰرٰى حَتّٰى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ  ۗ  قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدٰى  ۗ  وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَآءَهُمْ بَعْدَ الَّذِى جَآءَكَ مِنَ الْعِلْمِ  ۙ  مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِىٍّ وَلَا نَصِيرٍ

wa lan tardhoo ‘angkal-yahuudu wa lan-nashooroo hattaa tattabi’a millatahum, qul inna hudallohi huwal-hudaa, wa la`inittaba’ta ahwaaa`ahum ba’dallazii jaaa`aka minal-‘ilmi maa laka minallohi miw waliyyiw wa laa nashiir

“Dan orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan rela kepadamu (Muhammad) sebelum engkau mengikuti agama mereka. Katakanlah, Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya). Dan jika engkau mengikuti keinginan mereka setelah ilmu (kebenaran) sampai kepadamu, tidak akan ada bagimu pelindung dan penolong dari Allah.”

(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 120)

Kembali Allah pertegas…Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

يَسْئَلُونَكَ عَنِ الشَّهْرِ الْحَرَامِ قِتَالٍ فِيهِ  ۖ  قُلْ قِتَالٌ فِيهِ كَبِيرٌ  ۖ  وَصَدٌّ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ وَكُفْرٌۢ بِهِۦ وَالْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَإِخْرَاجُ أَهْلِهِۦ مِنْهُ أَكْبَرُ عِنْدَ اللَّهِ  ۚ  وَالْفِتْنَةُ أَكْبَرُ مِنَ الْقَتْلِ  ۗ  وَلَا يَزَالُونَ يُقٰتِلُونَكُمْ حَتّٰى يَرُدُّوكُمْ عَنْ دِينِكُمْ إِنِ اسْتَطٰعُوا  ۚ  وَمَنْ يَرْتَدِدْ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِۦ فَيَمُتْ وَهُوَ كَافِرٌ فَأُولٰٓئِكَ حَبِطَتْ أَعْمٰلُهُمْ فِى الدُّنْيَا وَالْأَاخِرَةِ  ۖ  وَأُولٰٓئِكَ أَصْحٰبُ النَّارِ  ۖ  هُمْ فِيهَا خٰلِدُونَ

yas`aluunaka ‘anisy-syahril-haroomi qitaalin fiih, qul qitaalun fiihi kabiir, wa shoddun ‘an sabiilillaahi wa kufrum bihii wal-masjidil-haroomi wa ikhrooju ahlihii min-hu akbaru ‘indalloh, wal-fitnatu akbaru minal-qotl, wa laa yazaaluuna yuqootiluunakum hattaa yarudduukum ‘an diinikum inistathoo’uu, wa may yartadid mingkum ‘an diinihii fa yamut wa huwa kaafirun fa ulaaa`ika habithot a’maaluhum fid-dun-yaa wal-aakhiroh, wa ulaaa`ika ash-haabun-naar, hum fiihaa khooliduun

“Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang berperang pada bulan haram. Katakanlah, Berperang dalam bulan itu adalah (dosa) besar. Tetapi menghalangi (orang) dari jalan Allah, ingkar kepada-Nya, (menghalangi orang masuk) Masjidilharam, dan mengusir penduduk dari sekitarnya, lebih besar (dosanya) dalam pandangan Allah. Sedangkan fitnah lebih kejam daripada pembunuhan. Mereka tidak akan berhenti memerangi kamu sampai kamu murtad (keluar) dari agamamu, jika mereka sanggup. Barang siapa murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itu sia-sia amalnya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.”

(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 217)

Pun,kembali Allah berkata…Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

يٰٓأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوٓا إِنْ تُطِيعُوا فَرِيقًا مِّنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتٰبَ يَرُدُّوكُمْ بَعْدَ إِيمٰنِكُمْ كٰفِرِينَ

yaaa ayyuhallaziina aamanuuu in tuthii’uu fariiqom minallaziina uutul-kitaaba yarudduukum ba’da iimaanikum kaafiriin

“Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu mengikuti sebagian dari orang yang diberi Kitab, niscaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi orang kafir setelah beriman.”

(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 100)

Melanjutkan kembali…Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

يٰٓأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لَا تَتَّخِذُوا بِطَانَةً مِّنْ دُونِكُمْ لَا يَأْلُونَكُمْ خَبَالًا وَدُّوا مَا عَنِتُّمْ قَدْ بَدَتِ الْبَغْضَآءُ مِنْ أَفْوٰهِهِمْ وَمَا تُخْفِى صُدُورُهُمْ أَكْبَرُ  ۚ  قَدْ بَيَّنَّا لَكُمُ الْأَايٰتِ  ۖ  إِنْ كُنْتُمْ تَعْقِلُونَ

yaaa ayyuhallaziina aamanuu laa tattakhizuu bithoonatam min duunikum laa ya`luunakum khobaalaa, wadduu maa ‘anittum, qod badatil-baghdhooo`u min afwaahihim wa maa tukhfii shuduuruhum akbar, qod bayyannaa lakumul-aayaati ing kuntum ta’qiluun

“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan orang-orang yang di luar kalanganmu (seagama) sebagai teman kepercayaanmu, (karena) mereka tidak henti-hentinya menyusahkan kamu. Mereka mengharapkan kehancuranmu. Sungguh, telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang tersembunyi di hati mereka lebih jahat. Sungguh, telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu mengerti.”

(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 118)

Dan…Allah Subhanahu Wa Ta’alaberfirman:

هٰٓأَنْتُمْ أُولَآءِ تُحِبُّونَهُمْ وَلَا يُحِبُّونَكُمْ وَتُؤْمِنُونَ بِالْكِتٰبِ كُلِّهِۦ وَإِذَا لَقُوكُمْ قَالُوٓا ءَامَنَّا وَإِذَا خَلَوْا عَضُّوا عَلَيْكُمُ الْأَنَامِلَ مِنَ الْغَيْظِ  ۚ  قُلْ مُوتُوا بِغَيْظِكُمْ  ۗ  إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌۢ بِذَاتِ الصُّدُورِ

haaa`antum ulaaa`i tuhibbuunahum wa laa yuhibbuunakum wa tu`minuuna bil-kitaabi kullih, wa izaa laquukum qooluuu aamannaa wa izaa kholau ‘adhdhuu ‘alaikumul-anaamila minal-ghoiizh, qul muutuu bighoizhikum, innalloha ‘aliimum bizaatish-shuduur

“Beginilah kamu! Kamu menyukai mereka, padahal mereka tidak menyukaimu, dan kamu beriman kepada semua kitab. Apabila mereka berjumpa kamu, mereka berkata, Kami beriman, dan apabila mereka menyendiri, mereka menggigit ujung jari karena marah dan benci kepadamu. Katakanlah, Matilah kamu karena kemarahanmu itu! Sungguh, Allah Maha Mengetahui segala isi hati.”

(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 119)

Melanjutkan kembali…Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

يٰٓأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوٓا إِنْ تُطِيعُوا الَّذِينَ كَفَرُوا يَرُدُّوكُمْ عَلٰىٓ أَعْقٰبِكُمْ فَتَنْقَلِبُوا خٰسِرِينَ

yaaa ayyuhallaziina aamanuuu in tuthii’ullaziina kafaruu yarudduukum ‘alaaa a’qoobikum fa tangqolibuu khoosiriin

“Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu mentaati orang-orang yang kafir, niscaya mereka akan mengembalikan kamu ke belakang (murtad), maka kamu akan kembali menjadi orang yang rugi.”

(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 149)

Maka sebelum berjihad melawan orang kafir,lakukanlah persiapan…Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَّا اسْتَطَعْتُمْ مِّنْ قُوَّةٍ وَمِنْ رِّبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِۦ عَدُوَّ اللَّهِ وَعَدُوَّكُمْ وَءَاخَرِينَ مِنْ دُونِهِمْ لَا تَعْلَمُونَهُمُ اللَّهُ يَعْلَمُهُمْ  ۚ  وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ شَىْءٍ فِى سَبِيلِ اللَّهِ يُوَفَّ إِلَيْكُمْ وَأَنْتُمْ لَا تُظْلَمُونَ

wa a’idduu lahum mastatho’tum ming quwwatiw wa mir ribaathil-khoili tur-hibuuna bihii ‘aduwwallohi wa ‘aduwwakum wa aakhoriina min duunihim, laa ta’lamuunahum, allohu ya’lamuhum, wa maa tunfiquu min syai`in fii sabiilillaahi yuwaffa ilaikum wa antum laa tuzhlamuun

“Dan persiapkanlah dengan segala kemampuan untuk menghadapi mereka dengan kekuatan yang kamu miliki dan dari pasukan berkuda yang dapat menggentarkan musuh Allah, musuhmu, dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; tetapi Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu infakkan di jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dizalimi (dirugikan).”

(QS. Al-Anfal 8: Ayat 60)

Dan persiapan terbaik adalah dengan ILMU…Dengan ilmu kita bisa mengetahui mana yang benar dan salah,namun sebaliknya tanpa ilmu kita hanya menjadi pemain tanpa arah tujuan yang jelas dalam beragama…Bukan untuk bermusuhan dalam keseharian kita berinteraksi kepada siapa pun..Bukan pula harus menumpahkan darah kepada musuh-musuh Islam tanpa sebab,dan inilah fakirnya tanpa ilmu..Namun sebaliknya ilmu akan mengantarkan kita kepada yang Haq dan Batil…Serta JIHAD tidak akan pernah padam sampai kapan pun..

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PK (Penyakit Kantor)

Posted: Oktober 10, 2017 in Kebangsaan, Umum
Tag:

Penyakit Umum, sudah sering kita dengar…Namun baigaman dengan Penyakit Kantor?…:

1. AIDS : Alpha, Izin, Dikit2 Sakit

2. KUDIS : Kurang Disiplin

3. ASMA : Asal Mengisi Absen

4. TBC : Tidak Bisa Computer

5. KRAM : Kurang Terampil

6. ASAM URAT : Asal Sampai Kantor Uring-uringan atau Tidur

7. GINJAL : Gaji Ingin Naik Tapi Kerja Lamban

8. PUCAT : Pulang Cepat

9. FLU: Facebook Melulu

10. KURAP: Korupsi atau Rampok

11. PANU : Piket Asal Nulis

12. KUTIL : Kurang Teliti

13. BATUK : Banyak Ngantuk

14. RADANG PARU : Rajin Datang tapi Pulang Buru-buru

15. JANTUNG : Jarang Masuk Kantor Tapi Terus Ngarep Gaji

16. BISUL : Bisanya hanya Usul

Begitulah tipe2 penyakit kantor…Anda masuk kategori yang mana???…hehehe…

Hal ini menjadi sosialisasi di Instasi Kejaksaan Negeri Aceh Jaya…Semoga yg membaca,termasuk anda dan saya “berdampak”..