Hujan

Posted: November 29, 2017 in Umum
Tag:,

Memasuki bulan-bulan penghujan,suasana mulai terasa berubah..Di beberapa daerah sudah mulai mengalami bencana banjir..

Bicara hujan,pun bicara petir..Apakah itu musibah?..Tentu sangat tergantung frame kita melihat..

Namun sejatinya,justru dibulan-bulan ini Allah lagi kasih diskon gede2an,bagi siapa saja yg bisa memanfaatkanya..

Bukankah hujan bagian dari waktu dihijabahnya doa?..Maka mari kita doakan semua kebaikan,bagi diri kita dan semua saudara-saudara kita semua..Dan kapan momentumnya?..

*DO’A-DO’A DI MUSIM HUJAN*

Sedia payung sebelum hujan…

Hapalkan doa-doa bermanfaat sebelum gerimis menghilang..

*A. Saat Angin Kencang*

ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺇﻧﻲ ﺃﺳﺄﻟﻚ ﺧﻴﺮﻫﺎ ﻭﺧﻴﺮ ﻣﺎ ﻓﻴﻬﺎ ﻭﺧﻴﺮ ﻣﺎ ﺃﺭﺳﻠﺖ ﺑﻪ

ﻭﺃﻋﻮﺫ ﺑﻚ ﻣﻦ ﺷﺮﻫﺎ ﻭﺷﺮ ﻣﺎ ﻓﻴﻬﺎ ﻭﺷﺮ ﻣﺎ ﺃﺭﺳﻠﺖ ﺑﻪ

_”Allahumma innii as’aluka khairaha wa khaira maa fiihaa wa khaira maa ursilat bihi. Wa a’udzu bika min syarriha wa syarri maa fiihaa wa syarri maa ursilat bihi..”_

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadaMu kebaikan angin ini dan kebaikan yang terkandung padanya serta kebaikan apa yang dibawanya. Dan aku berlindung kepadaMu dari kejelekannya, dan kejelekan yang ada padanya dan kejelekan apa yang dibawanya..”

_(HR al-Bukhari: 899, at-Tirmidzi: 3449)_

*B. Bila Mendengar Petir*

ﺳﺒﺤﺎﻥ ﺍﻟﺬﻱ ﻳﺴﺒﺢ ﺍﻟﺮﻋﺪ ﺑﺤﻤﺪﻩ ﻭﺍﻟﻤﻼﺋﻜﺔ

ﻣﻦ ﺧﻴﻔﺘﻪ

_”Subhaanalladzi yusabbihur ra’du bihamdihi wal malaaikatu min khiifatihi..”_

“Maha Suci Allah yang petir bertasbih dengan memujiNya, begitu juga para malaikat, karena takut kepadaNya..”

_(Shahih Mauquf; al-Muwaththa’: 2/992, Shahih al-Adabul Mufrad: 556 al-Albani)_

*C. Ketika Turun Hujan*

”Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ketika melihat turunnya hujan, beliau mengucapkan:

ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺻﻴﺒﺎ ﻧﺎﻓﻌﺎ

_”Allahumma shayyiban nafi’an..”_

“Ya Allah turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat..” 

_(HR al-Bukhari: 1032)_

*D. Apabila Hujan Lebat*

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berdoa:

ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺣﻮﺍﻟﻴﻨﺎ ﻭﻟﺎ ﻋﻠﻴﻨﺎ,ﺍﻟﻠﻬﻢ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺂﻛﺎﻡ ﻭﺍﻟﻈﺮﺍﺏ ﻭﺑﻄﻮﻥ ﺍﻟﺄﻭﺩﻳﺔ ﻭﻣﻨﺎﺑﺖ ﺍﻟﺸﺠﺮ

_“Allahumma hawaalaina walaa ’alaina. Allahumma ’alal aakami, wazh zhiraabi, wa buthunil awdiyati, wa manaabitisy syajari..”_

“Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan untuk merusak kami.”

Ya Allah, turunkanlah hujan di dataran tinggi, bukit-bukit, perut lembah dan tempat tumbuhnya pepohonan..”

_(HR al-Bukhari: 1013, Muslim: 897)_

*E. Usai Hujan Turun*

ﻣﻄﺮﻧﺎ ﺑﻔﻀﻞ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺭﺣﻤﺘﻪ

_’Muthirna bi fadhlillahi wa rahmatihi..”_

“Kita diberi hujan karena karunia dan rahmat Allah..”

_(HR. al-Bukhari: 846, Muslim: 71)_

Senantiasa ada doa kebaikan di setiap keadaan.

Iklan

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَمَنْ يُهَاجِرْ فِى سَبِيلِ اللَّهِ يَجِدْ فِى الْأَرْضِ مُرٰغَمًا كَثِيرًا وَسَعَةً  ۚ  وَمَنْ يَخْرُجْ مِنۢ بَيْتِهِۦ مُهَاجِرًا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِۦ ثُمَّ يُدْرِكْهُ الْمَوْتُ فَقَدْ وَقَعَ أَجْرُهُ ۥ  عَلَى اللَّهِ  ۗ  وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا

wa may yuhaajir fii sabiilillaahi yajid fil-ardhi murooghomang kasiirow wa sa’ah, wa may yakhruj mim baitihii muhaajiron ilallohi wa rosuulihii summa yudrik-hul-mautu fa qod waqo’a ajruhuu ‘alalloh, wa kaanallohu ghofuuror rohiimaa

“Dan barang siapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka akan mendapatkan di Bumi ini tempat hijrah yang luas dan (rezeki) yang banyak. Barang siapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah karena Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh, pahalanya telah ditetapkan di sisi Allah. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. An-Nisa’ 4: Ayat 100)

Botol dan Isinya

Posted: Oktober 20, 2017 in Tauhid
Tag:, ,

Sebuah *BOTOL* 🍶
~Kalau diisi *”air mineral”,*  harganya 3 ribuan…

~Kalau diisi *”jus buah”,* hargan ya 10 ribuan…

~Kalau diisi *”Madu”,* harganya ratusan ribu…

~Kalau diisi *”minyak wangi”,*  harganya bisa jutaan!.

~Kalau diisi *”air comberan”,*  hanya akan dibuang dalam tong sampah karena tidak ada harganya…

*Sama-sama bentuk kemasannya berupa “BOTOL” tetapi berbeda nilai dan harganya, sebab “ISI” yang ada di dalamnya berbeda…*

Begitu juga dgn diri kita; semua sama… *”SAMA MANUSIA-NYA”,*  

Namun ….., yang membedakan antara seorang manusia dengan manusia lainnya adalah _*”APA YANG ADA DALAM DIRI MANUSIA ITU’.*_ 

_*”Iman ….., Ilmu ….., pemahaman yang diwujudan dengan amalan itulah yg akan menentukan NILAI DAN HARGA DIRI seseorang”.*_ 

*Ingatlah! Umur itu ibarat “ES BATU”.*

_dipakai atau tidak akan tetap mencair….. digunakan atau tidak, umur tetap akan berkurang dari *”batas”*yg telah ditetapkan._ 

*”Maka jangan sia-siakan sisa umur yang tertinggal, sedikit demi sedikit kita terus mendekati batas itu, dan akhirnya umur kita akan berakhi”.*   

Semoga Alloh menempatkan diri kita dalam golongan *”HUSNUL KHOTIMAH”.*

Berbicara Pemimpin….Baru saja bertepatan hari ini,Senin tanggal 16 Oktober 2017 (pukul 16.00WIB) telah dilantik Gubernur DKI Jakarta baru periode 2017-2022:

Apakah di boolehkan menetapkan diri ingin menjadi pemimpin dalam Islam??…Allah Subhanahu Wa Taála berfirman:

وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوٰجِنَا وَذُرِّيّٰتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

wallaziina yaquuluuna robbanaa hab lanaa min azwaajinaa wa zurriyyaatinaa qurrota a’yuniw waj’alnaa lil-muttaqiina imaamaa

“Dan orang-orang yang berkata, Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.”

(QS. Al-Furqan 25: Ayat 74).

Maka ketika akan,atau bahkan telah menjadi pemimpin maka gunakan lah 6 prinsip baku(sawabit),dalam melakukan kepemimpin yaitu:

  1. Memenuhi batasan minimal yg harus dimilki seorang pemimpin (Aqidah harus bener)…Kalo dirinya saja aqidah buruk,apalagi bawahanya..Aqidah akan membentuk karakter…Contoh : Al Qonsa,ketika ia masuk Islam…Perang Qodisia,putra-putranya 4 orang diajak perang dan berharap mati syahid…

Mualim: hanya menyampaikan

Murobi : bukan hanya menyampaikan,tapi jika berinteraksi intens

  1. Paham tentang ilmu,dan kalo bicara ilmu 2 hal…Kalimat Allah dan Rasul..“Kosong ta mampu mengisi”….Jika tanpa ilmu,maka yg digunakan dalam penyelesainya hanya melalui perasaan..Contoh : Saat Aisyah dituduh berzina dengan sahabat Rasulullah…Rasul,menunggu wahyu dalam menyelesaikan masalah bukan dengan perasaan..Serta juga perjanjian Hudaibiyah…Tidak ada ilmu yg instan dalam menyelesaikan sesuatu,karena pentunjuk itu melalui proses..
  2. Mengajarkan setiap kepemimpinan,menyeimbangkan ke sholehan pribadi dan jamaah (Bukan cuma karakter sholeh pribadi,tp juga buat umat/kontribusi besar untuk Islam).
  3. Mengajak manusia kepada ilmu secara utuh…Tidak hanya bicara muamalah,sedekah,keluarga..Tapi keseluruhan agama,agar komplit bukan setengah-setengah
  4. Harus mengikis fanatisme buta…Kembalilah kembali kepada kitab Al Quran dan Sunah Rasulullah..Mempersaudarakan,bukan mempermusuhkan..
  5. Semangat yg mengadakan study perbandingan..Dan menghidupkan mana mashlahat dan mudarot..

Semoga harapan besar Indonesia umumnya,namun khususnya JAKARTA , terhadap pemimpin yang baru akan lahir kebijakan yang menguntungkan rakyat,bukan hanya golongan…Pemimpin yang berpihak kepada Umat…Pemimpin yang menyelesaikan masalah dengan ilmu…Pemimpin yang menepati janjinya kepada apa yang telah dijanjikan…Dan Pemimpin yang hanya takut kepada Allah Subhanahu Wa Taála

 

Hijrah kan…..

Posted: Oktober 17, 2017 in Tauhid
Tag:, ,

Hijrah itu sesuatu yg dilakukan untuk menjadi lebih baik,dan baiknya itu dimulai dengan hati..Jangan melihat hijrah dari kekuranganya,sehingga kita menghakiminya…So,hijrah yg palibg penting apa sich??..Makan “Tuhan”  siapa yg mendominasi hidup kita??…Apakah benar-benar Allah Subhanahu Wa Taála atau ada yang lain??..

Secara lisan iya kita katakan Allah Subhanahu Wa Taála….Namun sebenarnya siapa??..

Jika apa yang dilakukan  dengan tujuan perjuangan dan pengorbanan,serta cinta,pedih tidak bersamanya,maka coba cek dalam diri kita,apa benar ada Tuhan selain Tuhan..Lantas agar bisa memahami Tuhan sebenarnya harus hijrah dari yang membuat kita terbuai dari Nya

Hijrahkan Illa(tuhan2 selain Allah,kepada La Illahallahu)…Misal:

  1. Hp terkadang jadi tuhan,mulai bangun sampai tidur yang dilihat Hp..Orang tua marah ketika anak merusak hp,tapi tidak sebaliknya ibu tidak marah ketika hp merusak anak..
  2. Charge Hp…Dimana2 itu yg dicari,bedakan perlu dengan diperbudak..Allah menciptakan alam untuk melayani kita,bukan sebaliknya..
  3. Pekerjaan…Lancarnya kerja karena berkat izin Allah,kalo ingin dibaguskan kerjaan baguskan dengan Allah..Perbaiki hak Allah dengan sholat..Ide kerjaan itu muncul karena izin Allah,dan itu semua perbaiki sholat…Ketemu dengan klien terkadang melupan hak Allah (sholat)..Allah yg menggemgam hati manusia..Perbaiki urusan dengan Allah..
  4. Hutang…Hutang untuk melunasinya sering yg dicari yaitu manusia…Padahal Allah yg harus dicari…Sholat tahajud kalo ada hutang,padahal tujuan ibadah adalaha Allah,bayar hutang lunas adalah bonus..Hanya Allah yg sanggup melunasi hutang,bukan manusia.
  5. Penyakit…Kita fokus bahkan terlalu fokus kepada penyembuhanya,namun lupa akan ikhlas kepada Allah,bahsanNya lah itu rencana Allah…Manakala sehat,kita suka lupa bersyukur,namun ketika sakit mengeluh…Dokter dan obat cuma berupaya,namun penyembuh hanyalah Allah..Sakit adalah penggugur dosa-dosa..
  6. Anak/keluarga/pendamping hidup..Mencintai mahluk terlalu mengharap,maka akan dipenjara oleh cinta kemudian Allah dilupakan..Semua rasa dalam hati Allah yg menciptakan,benci,cinta,dendam semua dalam menggaman Allah..Ketika anak nakal,bisa jadi atas dosa2 orang tua dlu saat muda,atau apa yg telah diperbuat…Maka kembali kepada Allah kata khncinya…Ga boleh takut kepada mahluk,jangan terlalu cinta kepada pendamping hidup…Allah pemberi rezeki,suami hanya menjadi jalan saja…Entah,besok,lusa kita akan meninggal dunia..Terdominasi oleh pikiran,dan bukan kembali kepada Allah..Ini yg mengakibatkan salah,maka harus hijrah..

 

 

 

Jika berbicara kalimat jihad,apa yang ada dalam benak kita??….Dan apa tujuan jihad??…

Tujuan jihad dilakukan adalah untuk menjadi kemurnian agama,dan bukan untuk semata-mata tujuan akhirnya berperang,membunuh,dll…Namun jihad adalah perjalan yg tidak pernah berhenti…

Jihad terbagi menjadi 4 bagian:

  1. Jihad melawan hawa nafsu…Rusaknya agama Islam,bukan hanya semata-mata karena orang kafir..Tetapi liarnya nafsu dalam diri orang-orang  Islam itu sendiri,karena fakir akan ilmu (malas belajar ilmu agama). Dengan nafsu maka tidaklah akal ini berfungsi dengan baik,mana yang menurutnya baik itu saja yang dikerjakanya.
  2. Berjihad mencari ilmu Syar’i…Efek penyakit internal Islam yaitu: Bodo dan Rakus (penyakit syahwat,dan subhat)…Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

بَلِ اتَّبَعَ الَّذِينَ ظَلَمُوٓا أَهْوَآءَهُمْ بِغَيْرِ عِلْمٍ  ۖ  فَمَنْ يَهْدِى مَنْ أَضَلَّ اللَّهُ  ۖ  وَمَا لَهُمْ مِّنْ نّٰصِرِينَ

balittaba’allaziina zholamuuu ahwaaa`ahum bighoiri ‘ilm, fa may yahdii man adhollalloh, wa maa lahum min naashiriin

“Tetapi orang-orang yang zalim, mengikuti keinginannya tanpa ilmu pengetahuan; maka siapakah yang dapat memberi petunjuk kepada orang yang telah disesatkan Allah. Dan tidak ada seorang penolong pun bagi mereka.  (QS. Ar-Rum 30: Ayat 29)

Pentingnya belajar,dan bukan semata-semata semua semua harus berperang,karena menuntut ilmu yaitu Fardu A’in…Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُونَ لِيَنْفِرُوا كَآفَّةً  ۚ  فَلَوْلَا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِّنْهُمْ طَآئِفَةٌ لِّيَتَفَقَّهُوا فِى الدِّينِ وَلِيُنْذِرُوا قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوٓا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ

wa maa kaanal-mu`minuuna liyanfiruu kaaaffah, falau laa nafaro ming kulli firqotim min-hum thooo`ifatul liyatafaqqohuu fid-diini wa liyunziruu qoumahum izaa roja’uuu ilaihim la’allahum yahzaruun

“Dan tidak sepatutnya orang-orang mukmin itu semuanya pergi (ke medan perang). Mengapa sebagian dari setiap golongan di antara mereka tidak pergi untuk memperdalam pengetahuan agama mereka dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya jika mereka telah kembali agar mereka dapat menjaga dirinya.”

(QS. At-Taubah 9: Ayat 122)

  1. Jihad melawan Syetan…Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَقَاسَمَهُمَآ إِنِّى لَكُمَا لَمِنَ النّٰصِحِينَ

wa qoosamahumaaa innii lakumaa laminan-naashihiin

“Dan dia (setan) bersumpah kepada keduanya, Sesungguhnya aku ini benar-benar termasuk para penasihatmu,”

(QS. Al-A’raf 7: Ayat 21)

Syetan,menipu manusia…Seolah-olah ia pemberi nasehat…Taktik Subhat dan sahwat dipake oleh syetan mengelincirkan Nabi Adam…Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

فَوَسْوَسَ إِلَيْهِ الشَّيْطٰنُ قَالَ يٰٓئَادَمُ هَلْ أَدُلُّكَ عَلٰى شَجَرَةِ الْخُلْدِ وَمُلْكٍ لَّا يَبْلٰى

fa waswasa ilaihisy-syaithoonu qoola yaaa aadamu hal adulluka ‘alaa syajarotil-khuldi wa mulkil laa yablaa

“Kemudian setan membisikkan (pikiran jahat) kepadanya, dengan berkata, Wahai Adam! Maukah aku tunjukkan kepadamu pohon keabadian (khuldi) dan kerajaan yang tidak akan binasa?”

(QS. Ta-Ha 20: Ayat 120)

Nabi Adam digoda terus oleh Syetan,karena nabi Adam lemah karena syahwat…Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَلَقَدْ عَهِدْنَآ إِلٰىٓ ءَادَمَ مِنْ قَبْلُ فَنَسِىَ وَلَمْ نَجِدْ لَهُ ۥ  عَزْمًا

wa laqod ‘ahidnaaa ilaaa aadama ming qoblu fa nasiya wa lam najid lahuu ‘azmaa

“Dan sungguh telah Kami pesankan kepada Adam dahulu, tetapi dia lupa, dan Kami tidak dapati kemauan yang kuat padanya.”

(QS. Ta-Ha 20: Ayat 115)..

Padahal syetan adalah mahluk lemah..Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

الَّذِينَ ءَامَنُوا يُقٰتِلُونَ فِى سَبِيلِ اللَّهِ  ۖ  وَالَّذِينَ كَفَرُوا يُقٰتِلُونَ فِى سَبِيلِ الطّٰغُوتِ فَقٰتِلُوٓا أَوْلِيَآءَ الشَّيْطٰنِ  ۖ  إِنَّ كَيْدَ الشَّيْطٰنِ كَانَ ضَعِيفًا

allaziina aamanuu yuqootiluuna fii sabiilillaah, wallaziina kafaruu yuqootiluuna fii sabiilith-thooghuuti fa qootiluuu auliyaaa`asy-syaithoon, inna kaidasy-syaithooni kaana dho’iifaa

“Orang-orang yang beriman, mereka berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan Tagut, maka perangilah kawan-kawan setan itu (karena) sesungguhnya tipu daya setan itu lemah.”

(QS. An-Nisa’ 4: Ayat 76)

Pedang melawat bodoh,dan syubhat adalah ilmu….Maka pedang untuk melawan syetan yaitu tauhid..Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

إِنَّهُ ۥ  لَيْسَ لَهُ ۥ  سُلْطٰنٌ عَلَى الَّذِينَ ءَامَنُوا وَعَلٰى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

innahuu laisa lahuu sulthoonun ‘alallaziina aamanuu wa ‘alaa robbihim yatawakkaluun

“Sungguh, setan itu tidak akan berpengaruh terhadap orang yang beriman dan bertawakal kepada Tuhan.”

(QS. An-Nahl 16: Ayat 99)

Dan…Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

إِنَّمَا سُلْطٰنُهُ ۥ  عَلَى الَّذِينَ يَتَوَلَّوْنَهُ ۥ  وَالَّذِينَ هُمْ بِهِۦ مُشْرِكُونَ

innamaa sulthoonuhuu ‘alallaziina yatawallaunahuu wallaziina hum bihii musyrikuun

“Pengaruhnya hanyalah terhadap orang yang menjadikannya pemimpin dan terhadap orang yang menyekutukannya dengan Allah.”

(QS. An-Nahl 16: Ayat 100)

  1. Jihad melawan orang-orang kafir…Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

مَّا يَوَدُّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتٰبِ وَلَا الْمُشْرِكِينَ أَنْ يُنَزَّلَ عَلَيْكُمْ مِّنْ خَيْرٍ مِّنْ رَّبِّكُمْ  ۗ  وَاللَّهُ يَخْتَصُّ بِرَحْمَتِهِۦ مَنْ يَشَآءُ  ۚ  وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ

maa yawaddullaziina kafaruu min ahlil-kitaabi wa lal-musyrikiina ay yunazzala ‘alaikum min khoirim mir robbikum, wallohu yakhtashshu birohmatihii may yasyaaa`, wallohu zul-fadhlil-‘azhiim

“Orang-orang yang kafir dari Ahli Kitab dan orang-orang musyrik tidak menginginkan diturunkannya kepadamu suatu kebaikan dari Tuhanmu. Tetapi secara khusus Allah memberikan rahmat-Nya kepada orang yang Dia kehendaki. Dan Allah pemilik karunia yang besar.”

(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 105)

Dan pada ayat lain…Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَدَّ كَثِيرٌ مِّنْ أَهْلِ الْكِتٰبِ لَوْ يَرُدُّونَكُمْ مِّنۢ بَعْدِ إِيمٰنِكُمْ كُفَّارًا حَسَدًا مِّنْ عِنْدِ أَنْفُسِهِمْ مِّنۢ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ الْحَقُّ  ۖ  فَاعْفُوا وَاصْفَحُوا حَتّٰى يَأْتِىَ اللَّهُ بِأَمْرِهِۦٓ  ۗ  إِنَّ اللَّهَ عَلٰى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ

wadda kasiirum min ahlil-kitaabi lau yarudduunakum mim ba’di iimaanikum kuffaaroo, hasadam min ‘indi anfusihim mim ba’di maa tabayyana lahumul-haqq, fa’fuu washfahuu hattaa ya`tiyallohu bi`amrih, innalloha ‘alaa kulli syai`ing qodiir

“Banyak di antara Ahli Kitab menginginkan sekiranya mereka dapat mengembalikan kamu setelah kamu beriman, menjadi kafir kembali, karena rasa dengki dalam diri mereka setelah kebenaran jelas bagi mereka. Maka maafkanlah dan berlapang dadalah sampai Allah memberikan perintah-Nya. Sungguh, Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 109)

Ayat lain..Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَلَنْ تَرْضٰى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصٰرٰى حَتّٰى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ  ۗ  قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدٰى  ۗ  وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَآءَهُمْ بَعْدَ الَّذِى جَآءَكَ مِنَ الْعِلْمِ  ۙ  مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِىٍّ وَلَا نَصِيرٍ

wa lan tardhoo ‘angkal-yahuudu wa lan-nashooroo hattaa tattabi’a millatahum, qul inna hudallohi huwal-hudaa, wa la`inittaba’ta ahwaaa`ahum ba’dallazii jaaa`aka minal-‘ilmi maa laka minallohi miw waliyyiw wa laa nashiir

“Dan orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan rela kepadamu (Muhammad) sebelum engkau mengikuti agama mereka. Katakanlah, Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya). Dan jika engkau mengikuti keinginan mereka setelah ilmu (kebenaran) sampai kepadamu, tidak akan ada bagimu pelindung dan penolong dari Allah.”

(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 120)

Kembali Allah pertegas…Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

يَسْئَلُونَكَ عَنِ الشَّهْرِ الْحَرَامِ قِتَالٍ فِيهِ  ۖ  قُلْ قِتَالٌ فِيهِ كَبِيرٌ  ۖ  وَصَدٌّ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ وَكُفْرٌۢ بِهِۦ وَالْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَإِخْرَاجُ أَهْلِهِۦ مِنْهُ أَكْبَرُ عِنْدَ اللَّهِ  ۚ  وَالْفِتْنَةُ أَكْبَرُ مِنَ الْقَتْلِ  ۗ  وَلَا يَزَالُونَ يُقٰتِلُونَكُمْ حَتّٰى يَرُدُّوكُمْ عَنْ دِينِكُمْ إِنِ اسْتَطٰعُوا  ۚ  وَمَنْ يَرْتَدِدْ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِۦ فَيَمُتْ وَهُوَ كَافِرٌ فَأُولٰٓئِكَ حَبِطَتْ أَعْمٰلُهُمْ فِى الدُّنْيَا وَالْأَاخِرَةِ  ۖ  وَأُولٰٓئِكَ أَصْحٰبُ النَّارِ  ۖ  هُمْ فِيهَا خٰلِدُونَ

yas`aluunaka ‘anisy-syahril-haroomi qitaalin fiih, qul qitaalun fiihi kabiir, wa shoddun ‘an sabiilillaahi wa kufrum bihii wal-masjidil-haroomi wa ikhrooju ahlihii min-hu akbaru ‘indalloh, wal-fitnatu akbaru minal-qotl, wa laa yazaaluuna yuqootiluunakum hattaa yarudduukum ‘an diinikum inistathoo’uu, wa may yartadid mingkum ‘an diinihii fa yamut wa huwa kaafirun fa ulaaa`ika habithot a’maaluhum fid-dun-yaa wal-aakhiroh, wa ulaaa`ika ash-haabun-naar, hum fiihaa khooliduun

“Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang berperang pada bulan haram. Katakanlah, Berperang dalam bulan itu adalah (dosa) besar. Tetapi menghalangi (orang) dari jalan Allah, ingkar kepada-Nya, (menghalangi orang masuk) Masjidilharam, dan mengusir penduduk dari sekitarnya, lebih besar (dosanya) dalam pandangan Allah. Sedangkan fitnah lebih kejam daripada pembunuhan. Mereka tidak akan berhenti memerangi kamu sampai kamu murtad (keluar) dari agamamu, jika mereka sanggup. Barang siapa murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itu sia-sia amalnya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.”

(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 217)

Pun,kembali Allah berkata…Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

يٰٓأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوٓا إِنْ تُطِيعُوا فَرِيقًا مِّنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتٰبَ يَرُدُّوكُمْ بَعْدَ إِيمٰنِكُمْ كٰفِرِينَ

yaaa ayyuhallaziina aamanuuu in tuthii’uu fariiqom minallaziina uutul-kitaaba yarudduukum ba’da iimaanikum kaafiriin

“Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu mengikuti sebagian dari orang yang diberi Kitab, niscaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi orang kafir setelah beriman.”

(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 100)

Melanjutkan kembali…Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

يٰٓأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لَا تَتَّخِذُوا بِطَانَةً مِّنْ دُونِكُمْ لَا يَأْلُونَكُمْ خَبَالًا وَدُّوا مَا عَنِتُّمْ قَدْ بَدَتِ الْبَغْضَآءُ مِنْ أَفْوٰهِهِمْ وَمَا تُخْفِى صُدُورُهُمْ أَكْبَرُ  ۚ  قَدْ بَيَّنَّا لَكُمُ الْأَايٰتِ  ۖ  إِنْ كُنْتُمْ تَعْقِلُونَ

yaaa ayyuhallaziina aamanuu laa tattakhizuu bithoonatam min duunikum laa ya`luunakum khobaalaa, wadduu maa ‘anittum, qod badatil-baghdhooo`u min afwaahihim wa maa tukhfii shuduuruhum akbar, qod bayyannaa lakumul-aayaati ing kuntum ta’qiluun

“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan orang-orang yang di luar kalanganmu (seagama) sebagai teman kepercayaanmu, (karena) mereka tidak henti-hentinya menyusahkan kamu. Mereka mengharapkan kehancuranmu. Sungguh, telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang tersembunyi di hati mereka lebih jahat. Sungguh, telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu mengerti.”

(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 118)

Dan…Allah Subhanahu Wa Ta’alaberfirman:

هٰٓأَنْتُمْ أُولَآءِ تُحِبُّونَهُمْ وَلَا يُحِبُّونَكُمْ وَتُؤْمِنُونَ بِالْكِتٰبِ كُلِّهِۦ وَإِذَا لَقُوكُمْ قَالُوٓا ءَامَنَّا وَإِذَا خَلَوْا عَضُّوا عَلَيْكُمُ الْأَنَامِلَ مِنَ الْغَيْظِ  ۚ  قُلْ مُوتُوا بِغَيْظِكُمْ  ۗ  إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌۢ بِذَاتِ الصُّدُورِ

haaa`antum ulaaa`i tuhibbuunahum wa laa yuhibbuunakum wa tu`minuuna bil-kitaabi kullih, wa izaa laquukum qooluuu aamannaa wa izaa kholau ‘adhdhuu ‘alaikumul-anaamila minal-ghoiizh, qul muutuu bighoizhikum, innalloha ‘aliimum bizaatish-shuduur

“Beginilah kamu! Kamu menyukai mereka, padahal mereka tidak menyukaimu, dan kamu beriman kepada semua kitab. Apabila mereka berjumpa kamu, mereka berkata, Kami beriman, dan apabila mereka menyendiri, mereka menggigit ujung jari karena marah dan benci kepadamu. Katakanlah, Matilah kamu karena kemarahanmu itu! Sungguh, Allah Maha Mengetahui segala isi hati.”

(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 119)

Melanjutkan kembali…Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

يٰٓأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوٓا إِنْ تُطِيعُوا الَّذِينَ كَفَرُوا يَرُدُّوكُمْ عَلٰىٓ أَعْقٰبِكُمْ فَتَنْقَلِبُوا خٰسِرِينَ

yaaa ayyuhallaziina aamanuuu in tuthii’ullaziina kafaruu yarudduukum ‘alaaa a’qoobikum fa tangqolibuu khoosiriin

“Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu mentaati orang-orang yang kafir, niscaya mereka akan mengembalikan kamu ke belakang (murtad), maka kamu akan kembali menjadi orang yang rugi.”

(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 149)

Maka sebelum berjihad melawan orang kafir,lakukanlah persiapan…Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَّا اسْتَطَعْتُمْ مِّنْ قُوَّةٍ وَمِنْ رِّبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِۦ عَدُوَّ اللَّهِ وَعَدُوَّكُمْ وَءَاخَرِينَ مِنْ دُونِهِمْ لَا تَعْلَمُونَهُمُ اللَّهُ يَعْلَمُهُمْ  ۚ  وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ شَىْءٍ فِى سَبِيلِ اللَّهِ يُوَفَّ إِلَيْكُمْ وَأَنْتُمْ لَا تُظْلَمُونَ

wa a’idduu lahum mastatho’tum ming quwwatiw wa mir ribaathil-khoili tur-hibuuna bihii ‘aduwwallohi wa ‘aduwwakum wa aakhoriina min duunihim, laa ta’lamuunahum, allohu ya’lamuhum, wa maa tunfiquu min syai`in fii sabiilillaahi yuwaffa ilaikum wa antum laa tuzhlamuun

“Dan persiapkanlah dengan segala kemampuan untuk menghadapi mereka dengan kekuatan yang kamu miliki dan dari pasukan berkuda yang dapat menggentarkan musuh Allah, musuhmu, dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; tetapi Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu infakkan di jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dizalimi (dirugikan).”

(QS. Al-Anfal 8: Ayat 60)

Dan persiapan terbaik adalah dengan ILMU…Dengan ilmu kita bisa mengetahui mana yang benar dan salah,namun sebaliknya tanpa ilmu kita hanya menjadi pemain tanpa arah tujuan yang jelas dalam beragama…Bukan untuk bermusuhan dalam keseharian kita berinteraksi kepada siapa pun..Bukan pula harus menumpahkan darah kepada musuh-musuh Islam tanpa sebab,dan inilah fakirnya tanpa ilmu..Namun sebaliknya ilmu akan mengantarkan kita kepada yang Haq dan Batil…Serta JIHAD tidak akan pernah padam sampai kapan pun..

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PK (Penyakit Kantor)

Posted: Oktober 10, 2017 in Kebangsaan, Umum
Tag:

Penyakit Umum, sudah sering kita dengar…Namun baigaman dengan Penyakit Kantor?…:

1. AIDS : Alpha, Izin, Dikit2 Sakit

2. KUDIS : Kurang Disiplin

3. ASMA : Asal Mengisi Absen

4. TBC : Tidak Bisa Computer

5. KRAM : Kurang Terampil

6. ASAM URAT : Asal Sampai Kantor Uring-uringan atau Tidur

7. GINJAL : Gaji Ingin Naik Tapi Kerja Lamban

8. PUCAT : Pulang Cepat

9. FLU: Facebook Melulu

10. KURAP: Korupsi atau Rampok

11. PANU : Piket Asal Nulis

12. KUTIL : Kurang Teliti

13. BATUK : Banyak Ngantuk

14. RADANG PARU : Rajin Datang tapi Pulang Buru-buru

15. JANTUNG : Jarang Masuk Kantor Tapi Terus Ngarep Gaji

16. BISUL : Bisanya hanya Usul

Begitulah tipe2 penyakit kantor…Anda masuk kategori yang mana???…hehehe…

Hal ini menjadi sosialisasi di Instasi Kejaksaan Negeri Aceh Jaya…Semoga yg membaca,termasuk anda dan saya “berdampak”..

Teman

Posted: Oktober 8, 2017 in Umum, Yaumul Akhir
Tag:
*7 MACAM TEMAN*
(hanya 1 yg sampai di akhirat)
1. *”Ta’aruffan”* yaitu teman kenal scr kebetulan, seperti bertemu di kereta, halte bis, cafe dll
2. *”Taariiihan”*
yaitu teman krn faktor sejarah, seperti teman sekampung, sekost, se’almamater dll.
3. *”Ahammiyyatan”*
yaitu teman krn kpentingan, (teman bisnis, politik dll)
4. *”Faarihan”*
yaitu teman krn sehobi (hobby motor, nyanyi, futsal dll.)
5. *”Amalan”*
yaitu teman krn profesi, seperti dokter, guru dll.
6. *”Aduwwan”*
yaitu teman yg terlihat seperti baik, tp sebenarnya penuh kekebencian..
7. *”Hubban Iimaanan”*
yaitu teman yg suka *MENGINGATKAN-mu* serta *MENGAJAK-mu* selalu ke jalan Allah SWT
Dari ke 7 macam teman ini, no.1-6 akan sirna diakhirat, & yg tersisa hanya teman no.7
*-namun teman no.7 ini selalu dipandang sebelah mata, selain dinilai sok alim, juga tdk menghasilkan duniawi / materi
*padahal diakhirat nanti, temen no.7 inilah yg akan diberi SYAFAAT utk membantumu masuk ke dalam surgaNYA.. *persahabatan yang dilandaskan karena Allah (QS 49:10)*
*Apabila penghuni surga tdk menemui teman di dunianya, lalu bertanya kepada Allah SWT* :
_”Yaa Rabb…kami tidak melihat sahabatku yang sewaktu di dunia, shalat bersama kami, puasa bersama kami dan berjuang bersama kami.”_
*Maka Allah SWT berseru :*_”Pergilah ke neraka, lalu keluarkan sahabatmu yang di hatinya ada iman walaupun hanya sebesar dzarrah.”_
*(HR Ibnu Mubarokh)

HandPhone

Posted: Oktober 8, 2017 in Amalan, Umum
Tag:
MENYINDIR DIRI SENDIRI
Oleh : Abdullah Gymnastiar (A’a Gym)
Tidak tua
Tidak muda
Tidak laki-laki
Tidak perempuan
Kalau sudah taruh HP ditinggal sebentar dilihat lagi, ditutup sebentar dibuka lagi…..
Semua sayang banget sama yang namanya HP,
Bepergian ngantongi HP,
Kumpul-kumpul sama teman bawa tas isinya HP,
Sehari HP bisa keluar masuk dari tas atau saku kemeja lebih dari lima puluh kali .
Habis mandi lihat hp
Habis nyapu lihat hp
Habis masak lihat hp
Habis nyuci lihat hp
Habis makan lihat hp
Habis kedatangan tamu lihat hp
Habis bangun tidur lihat hp
Tengah malam terjaga lihat HP.
Pokoknya asal habis apa saja yang di lihat HP…
Karena setianya sama HP pulsa tinggal sedikit cepat-cepat dibelikan
Lowbatt satu strip bingung cari colokan listrik ,
Sinyalnya lemah bingung cari tempat,
Apa lagi kalau pas lowbatt listrik mati lagi, PLN yang di umpat .. .. ..
Dipanggil suami/istri pura2 tidak dengar,
HPnya bunyi langsung lari mencari di mana hp ditaruhnya tadi.
Pokoknya kalau sudah selesai acara apa saja yang di cari HP…
Kalau perempuan, namanya Nokia Binti Samsung
Kalau laki-laki, namanya Sony Bin Lenovo.
Semoga saya tidak ketularan seperti itu.
Yang merasa seperti itu jangan senyam senyum sendiri…
Nanti suami/istri kita tidak paham dengan sikap kita..
DO’A UNTUK HP
YA ALLAH, ampuni dosa2 saya yang mempunyai HP ini YA ALLAH
Karena saya :
1. Lebih banyak NGISI PULSA daripada SEDEKAH …
2. Lebih banyak baca
SMS/WA/FB/BB daripada baca KITAB SUCI …
3. Lebih sering update status daripada update amal sholih kepadamu YA ALLAH…
4. Lebih sering buka BLUETOOTH daripada BERLUTUT SUJUD…
5. Sering TELPON tapi jarang SILATURAHIM….
6. Isi pulsa 10.000 tidak puas, tapi isi KOTAK AMAL 10.000 aja merasa kebanyakan banget….
7. kalau dengar HP bunyi langsung buru-buru angkat sama cengar cengir, tapi pas suara ADZAN dikumandangkan malah
santai INTERNETAN..
Ya ALLAH semoga.. Allah mengampuni dosa-dosa saya yang punya HP ini…
Dan semoga HP yang saya punya ini semoga bermanfaat buat sarana IBADAH kepadaMu YA ALLAH…
Dan semoga Teman-teman saya yang seperti saya juga ALLAH AMPUNI dosa-dosanya YA, YA ALLAH…
Aamiin..
Edisi bukan nyindir, tapi mengingatkan diriku sendiri
Terimakasih dan mohon maaf bila ada yang tersinggung.. saya juga sama tersinggung,  hanya untuk renungan lembut tapi nyata…
Sumber : T.me/PublikasiSyariah

Menyembah berhala itu dosa….Dan itu adalah perilaku jahiliyah…

Tapi tahun 2017,jahiliyah itu tetap ada…Loh kok bisa??….Bukankah masih banyak orang mengaku bertuhan Allah Subhanahu Wa Ta’ala namun iya pun masih meminta doa ke kubur,mengkultuskan seseorang melebih dari apa yang seharusnya??….Kenapa ini terjadi>>>???

Kehidupan Iman,didasari pada 2 pondasi dasar:

  1. Apa yg Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam cintai dan ditetapkan
  2. Meninggalkan pantangan yg harus ditinggalkan

Melanajutkan pertanyaan diatas tadi,kok bisa terjadi…Apa penyebabnya??…

6 Jebakan Syetan untuk manusia,agar tergelincir:

  1. Syirik
  2. Bid’ah
  3. Dosa besar
  4. Dosa kecil
  5. Mubah,meninggalkan wajib
  6. Perkara kecil yg luput dari perkara besar

Rempa-rempah (jeratan) iblis,selalu menggelincirkan manusia…Maka timbulah istilah yang halus dan lembut yang sengaja di buat oleh iblis untuk membuat seolah-olah itu tidak dan bukanlah perkara dalam dosa besar….Iblis menyamarkan nama dosa-dosa (perihal jelek) dengan santun / tidak lagi menjijikan agar umat manusia merasa hal ini BIASA….Contoh:

  • Zina,diganti istilah dengan bahasa sekarang disebut Making Love,
  • Pelacur,diganti dengan istilah kupu-kupu malam atau pekerja seks komersial, atau tuna wisma
  • LGBT,diganti dengan istilah pelangi,bahkan ada istilah twink untuk sebutan gay khusus anak-anak mudah alias brondong
  • Dayyuts,diganti dengan istilah laki-laki yang pengertian, atau istilah lain yaitu laki-laki demokratis
  • Dukun,diganti dengan istilah ahli ruqyah,paranormal,orang pintar

Sehingga dosa tidak lagi menjadi dosa,itu adalah trik iblis dalam strategi menggelincirkan umat manusia….Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَلَا تَأْكُلُوا مِمَّا لَمْ يُذْكَرِ اسْمُ اللَّهِ عَلَيْهِ وَإِنَّهُ ۥ  لَفِسْقٌ  ۗ  وَإِنَّ الشَّيٰطِينَ لَيُوحُونَ إِلٰىٓ أَوْلِيَآئِهِمْ لِيُجٰدِلُوكُمْ  ۖ  وَإِنْ أَطَعْتُمُوهُمْ إِنَّكُمْ لَمُشْرِكُونَ

wa laa ta`kuluu mimmaa lam yuzkarismullohi ‘alaihi wa innahuu lafisq, wa innasy-syayaathiina layuuhuuna ilaaa auliyaaa`ihim liyujaadiluukum, wa in atho’tumuuhum innakum lamusyrikuun

“Dan janganlah kamu memakan dari apa (daging hewan) yang (ketika disembelih) tidak disebut nama Allah, perbuatan itu benar-benar suatu kefasikan. Sesungguhnya setan-setan akan membisikkan kepada kawan-kawannya agar mereka membantah kamu. Dan jika kamu menuruti mereka, tentu kamu telah menjadi orang musyrik.”(QS. Al-An’am 6: Ayat 121)

Apa definisi syirik itu??….Syirik itu adalah “kamu mendatangkan tandingan,padahal kamu ciptaan Allah”….Syirik itu perkara berat,karena menggunakan hati dan pikiran..Dan harga “hati” itu mahal….Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَلَقَدْ أُوحِىَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخٰسِرِينَ

wa laqod uuhiya ilaika wa ilallaziina ming qoblik, la`in asyrokta layahbathonna ‘amaluka wa latakuunanna minal-khoosiriin

“Dan sungguh, telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu, Sungguh, jika engkau menyekutukan (Allah), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah engkau termasuk orang yang rugi.”(QS. Az-Zumar 39: Ayat 65)

Ada 4 tandingan,dimana Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak ingin ditandingkan:

  1. Doa,ketika ia berdoa ke Allah Subhanahu Wa Ta’ala,namun di sisi lain tetap melaksanakan doa ke kuburan,pohon keramat,dll
  2. Taat, taat ke Allah Subhanahu Wa Ta’ala,namun bersamaan dengan itu taat kepada mahluk lain,misal taat kepada Allah setara dengan taat kepada Ulama,Ust, dan timbullah pengkultusan
  3. Cinta,cinta yang diberikan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala sama juga kepada manusia,bahkan sejajar
  4. Niat,niat ke Allah Subhanahu Wa Ta’ala,sama niat ke manusia sama

Sifat orang yg terlibat ke-syirikan:

A.Orang pelaku syirik,belum tentu ga kenal Allah Subhanahu Wa Ta’ala....Bukankah Abu Jahal mengenal Allah??…Ia tau,ka’bah punya Allah… Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَّنْ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْأَرْضَ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ لَيَقُولُنَّ اللَّهُ  ۖ  فَأَنّٰى يُؤْفَكُونَ

wa la`in sa`altahum man kholaqos-samaawaati wal-ardho wa sakhkhorosy-syamsa wal-qomaro layaquulunnalloh, fa annaa yu`fakuun

“Dan jika engkau bertanya kepada mereka, Siapakah yang menciptakan langit dan bumi dan menundukkan matahari dan bulan? Pasti mereka akan menjawab, Allah. Maka mengapa mereka bisa dipalingkan (dari kebenaran).”(QS. Al-‘Ankabut 29: Ayat 61)

Syirik itu juga termasuk menduakan Allah… Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَجَعَلُوا لِلَّهِ مِمَّا ذَرَأَ مِنَ الْحَرْثِ وَالْأَنْعٰمِ نَصِيبًا فَقَالُوا هٰذَا لِلَّهِ بِزَعْمِهِمْ وَهٰذَا لِشُرَكَآئِنَا  ۖ  فَمَا كَانَ لِشُرَكَآئِهِمْ فَلَا يَصِلُ إِلَى اللَّهِ  ۖ  وَمَا كَانَ لِلَّهِ فَهُوَ يَصِلُ إِلٰى شُرَكَآئِهِمْ  ۗ  سَآءَ مَا يَحْكُمُونَ

wa ja’aluu lillaahi mimmaa zaro`a minal-harsi wal-an’aami nashiiban fa qooluu haazaa lillaahi biza’mihim wa haazaa lisyurokaaa`inaa, fa maa kaana lisyurokaaa`ihim fa laa yashilu ilalloh, wa maa kaana lillaahi fa huwa yashilu ilaa syurokaaa`ihim, saaa`a maa yahkumuun

“Dan mereka menyediakan sebagian hasil tanaman dan hewan (bagian) untuk Allah sambil berkata menurut persangkaan mereka, Ini untuk Allah dan yang ini untuk berhala-berhala kami. Bagian yang untuk berhala-berhala mereka tidak akan sampai kepada Allah, dan bagian yang untuk Allah akan sampai kepada berhala-berhala mereka. Sangat buruk ketetapan mereka itu.”(QS. Al-An’am 6: Ayat 136)

B.Ga mau dibilang syirik… Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

أَلَا لِلَّهِ الدِّينُ الْخَالِصُ  ۚ  وَالَّذِينَ اتَّخَذُوا مِنْ دُونِهِۦٓ أَوْلِيَآءَ مَا نَعْبُدُهُمْ إِلَّا لِيُقَرِّبُونَآ إِلَى اللَّهِ زُلْفٰىٓ إِنَّ اللَّهَ يَحْكُمُ بَيْنَهُمْ فِى مَا هُمْ فِيهِ يَخْتَلِفُونَ  ۗ  إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِى مَنْ هُوَ كٰذِبٌ كَفَّارٌ

alaa lillaahid-diinul-khoolish, wallaziinattakhozuu min duunihiii auliyaaa`, maa na’buduhum illaa liyuqorribuunaaa ilallohi zulfaa, innalloha yahkumu bainahum fii maa hum fiihi yakhtalifuun, innalloha laa yahdii man huwa kaazibung kaffaar

“Ingatlah! Hanya milik Allah agama yang murni (dari syirik). Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Dia (berkata), Kami tidak menyembah mereka melainkan (berharap) agar mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya. Sungguh, Allah akan memberi putusan di antara mereka tentang apa yang mereka perselisihkan. Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada pendusta dan orang yang sangat ingkar.”(QS. Az-Zumar 39: Ayat 3)

Bahkan dalam ayat lain Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَيَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَضُرُّهُمْ وَلَا يَنْفَعُهُمْ وَيَقُولُونَ هٰٓؤُلَآءِ شُفَعٰٓؤُنَا عِنْدَ اللَّهِ  ۚ  قُلْ أَتُنَبِّئُونَ اللَّهَ بِمَا لَا يَعْلَمُ فِى السَّمٰوٰتِ وَلَا فِى الْأَرْضِ  ۚ  سُبْحٰنَهُ ۥ  وَتَعٰلٰى عَمَّا يُشْرِكُونَ

wa ya’buduuna min duunillaahi maa laa yadhurruhum wa laa yanfa’uhum wa yaquuluuna haaa`ulaaa`i syufa’aaa`unaa ‘indalloh, qul a tunabbi`uunalloha bimaa laa ya’lamu fis-samaawaati wa laa fil-ardh, sub-haanahuu wa ta’aalaa ‘ammaa yusyrikuun

“Dan mereka menyembah selain Allah, sesuatu yang tidak dapat mendatangkan bencana kepada mereka dan tidak (pula) memberi manfaat, dan mereka berkata, Mereka itu adalah pemberi syafaat kami di hadapan Allah. Katakanlah, Apakah kamu akan memberi tahu kepada Allah sesuatu yang tidak diketahui-Nya apa yang di langit dan tidak (pula) yang di Bumi? Maha Suci Allah dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan itu.”(QS. Yunus 10: Ayat 18)

C. Keparahan hari ini lebih parah dari jaman Rasul…Misal: “Cinta ditolak dukun bertindak”,kemudian Allah abadikan dalam peristiwa dimana cepat berpalingnya manusia saat susah mengenal Allah,kemudia senang melupakan… Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

فَإِذَا رَكِبُوا فِى الْفُلْكِ دَعَوُا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ فَلَمَّا نَجّٰىهُمْ إِلَى الْبَرِّ إِذَا هُمْ يُشْرِكُونَ

fa izaa rokibuu fil-fulki da’awulloha mukhlishiina lahud-diin, fa lammaa najjaahum ilal-barri izaa hum yusyrikuun

“Maka apabila mereka naik kapal, mereka berdoa kepada Allah dengan penuh rasa pengabdian (ikhlas) kepada-Nya, tetapi ketika Allah menyelamatkan mereka sampai ke darat, malah mereka (kembali) menyekutukan (Allah),”(QS. Al-‘Ankabut 29: Ayat 6)

Inilah perangkap dan jebakan iblis…Dia akan terus berupaya,bahkan sangat konsisten membuat “temennya” di neraka kelak…Maka ketehuilah “Tak Kenal,maka Tak Benci”…Sebab jalan menuju surga itu penuh dengan larangan dan ketidak nyaman,dan tanpa terasa jika kita tidak kenal maka sebetulnya telah terjerusmus kedalam perangkapnya…