Archive for the ‘Yaumul Akhir’ Category

Teman

Posted: Oktober 8, 2017 in Umum, Yaumul Akhir
Tag:
*7 MACAM TEMAN*
(hanya 1 yg sampai di akhirat)
1. *”Ta’aruffan”* yaitu teman kenal scr kebetulan, seperti bertemu di kereta, halte bis, cafe dll
2. *”Taariiihan”*
yaitu teman krn faktor sejarah, seperti teman sekampung, sekost, se’almamater dll.
3. *”Ahammiyyatan”*
yaitu teman krn kpentingan, (teman bisnis, politik dll)
4. *”Faarihan”*
yaitu teman krn sehobi (hobby motor, nyanyi, futsal dll.)
5. *”Amalan”*
yaitu teman krn profesi, seperti dokter, guru dll.
6. *”Aduwwan”*
yaitu teman yg terlihat seperti baik, tp sebenarnya penuh kekebencian..
7. *”Hubban Iimaanan”*
yaitu teman yg suka *MENGINGATKAN-mu* serta *MENGAJAK-mu* selalu ke jalan Allah SWT
Dari ke 7 macam teman ini, no.1-6 akan sirna diakhirat, & yg tersisa hanya teman no.7
*-namun teman no.7 ini selalu dipandang sebelah mata, selain dinilai sok alim, juga tdk menghasilkan duniawi / materi
*padahal diakhirat nanti, temen no.7 inilah yg akan diberi SYAFAAT utk membantumu masuk ke dalam surgaNYA.. *persahabatan yang dilandaskan karena Allah (QS 49:10)*
*Apabila penghuni surga tdk menemui teman di dunianya, lalu bertanya kepada Allah SWT* :
_”Yaa Rabb…kami tidak melihat sahabatku yang sewaktu di dunia, shalat bersama kami, puasa bersama kami dan berjuang bersama kami.”_
*Maka Allah SWT berseru :*_”Pergilah ke neraka, lalu keluarkan sahabatmu yang di hatinya ada iman walaupun hanya sebesar dzarrah.”_
*(HR Ibnu Mubarokh)
Iklan

Ketika ia membawaku (2)

Posted: September 25, 2017 in Umum, Yaumul Akhir
Tag:

🔖 Part 2
Setelah kita membahas *teman bs membawa ke neraka*,maka kali ini kita membahas part 2

Jika dikatakan surga,apa yg terbayang dalam benak kita??…Kenikmatan kah??..

Ya,orang2 sholeh yg diberikan kenikmatan oleh Allah,dan juga diberikan “request” untuk memanggil keluarga dalam masuk surga…

✅ Allah SWT berfirman:

رَبَّنَا وَأَدْخِلْهُمْ جَنّٰتِ عَدْنٍ الَّتِى وَعَدتَّهُمْ وَمَنْ صَلَحَ مِنْ ءَابَآئِهِمْ وَأَزْوٰجِهِمْ وَذُرِّيّٰتِهِمْ  ۚ  إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

robbanaa wa adkhil-hum jannaati ‘adninillatii wa’attahum wa man sholaha min aabaaa`ihim wa azwaajihim wa zurriyyaatihim, innaka antal-‘aziizul-hakiim

“Ya Tuhan kami, masukkanlah mereka ke dalam Surga ‘Adn yang telah Engkau janjikan kepada mereka, dan orang yang saleh di antara nenek moyang mereka, istri-istri, dan keturunan mereka. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana,”

(QS. Ghafir 40: Ayat 8)

Maka jadikan seluruh keluarga kita,mulai dari ayah,istri,anak,kakek,nenek,serta keturunan kita menjadi sholeh…Agar “ia”bisa membawa kita kesurgaNya

📎 *Bersambung*……

Ketika ia membawaku (1)

Posted: September 23, 2017 in Umum, Yaumul Akhir
Tag:

🔖 Part 1
Ketika membaca kalimat *teman*,apa yg terlintas?..fulan bin fulan??…fulanah binti fulan??…..

_Pokoknya dia itu yg paling ngertiin gw….Ya,mungkin dia adalah teman sejati…_

Ialah kalimat teman…Teman yg terkadang membuat kita mengikutinya…Maka apakah kita masuk kedalam teman2 yg terbaik versi Allah??…Atau malah sebaliknya??…

✅Allah SWT berfirman:

يٰوَيْلَتٰى لَيْتَنِى لَمْ أَتَّخِذْ فُلَانًا خَلِيلًا

yaa wailataa laitanii lam attakhiz fulaanan kholiilaa

“Wahai, celaka aku! Sekiranya (dulu) aku tidak menjadikan si fulan itu teman akrab(ku),”

(QS. Al-Furqan 25: Ayat 28)

✅Allah SWT berfirman:

لَّقَدْ أَضَلَّنِى عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جَآءَنِى  ۗ  وَكَانَ الشَّيْطٰنُ لِلْإِنْسٰنِ خَذُولًا

laqod adhollanii ‘aniz-zikri ba’da iz jaaa`anii, wa kaanasy-syaithoonu lil-insaani khozuulaa

“sungguh, dia telah menyesatkan aku dari peringatan (Al-Qur’an) ketika (Al-Qur’an) itu telah datang kepadaku. Dan setan memang pengkhianat manusia.”

(QS. Al-Furqan 25: Ayat 29)

📎 *Bersambung*……

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh

Tanya:
Apakah jika seseorang sudah meninggal, orang tersebut dapat melihat kondisi keluarga yang ditinggalkannya?
Lalu apakah jin qorin itu akan tinggal di kediamannya ketika masih hidup?
Jazakallah khairan.

(lebih…)

Hijab

Posted: November 6, 2015 in Tauhid, Umum, Yaumul Akhir
Tag:

 

hijab-siluet

 

 

 

 

 

 

 

 

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Alhamdulillah hamdan katsiron thoyyiban mubarokan fih kamaa yuhibbu Robbuna wa yardho, wa asyhadu alla ilaha illallah wahdahu laa syarika lah wa asy-hadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rosuluh. Allahumma sholli ‘ala Nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.

Di Jumat yang penuh berkah ini,semoga kita semua akan selalu mendapatkan taufik dan hidayah nya Allah Azza Wa Jalla. Tidak lain kalimat Allhamdulillah lah sebagai bentuk rasa syukur kita kepada Allah,dan puji-pujian yang terbaiklah di hadapkan hanya kepada Nya,sebab kita masih bisa diberikan kesempatan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Ada yang menarik dari photo / gambar yang diatas,namun sebelum berbicara gambar diatas sedikit kita mengambil pelajaran dari apa yang sering kiat ucapkan yaitu kalimat taufik dan hidayah. Berbicara tentang hidayah berarti membahas perkara yang paling penting dan kebutuhan yang paling besar dalam kehidupan manusia. Betapa tidak, hidayah adalah sebab utama keselamatan dan kebaikan hidup manusia di dunia dan akhirat. Sehingga barangsiapa yang dimudahkan oleh Allah Ta’ala untuk meraihnya, maka sungguh dia telah meraih keberuntungan yang besar dan tidak akan ada seorangpun yang mampu mencelakakannya.(1)

Allah Ta’ala berfirman:

{مَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَهُوَ الْمُهْتَدِي وَمَنْ يُضْلِلْ فَأُولَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ}

Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk (dalam semua kebaikan dunia dan akhirat); dan barangsiapa yang disesatkan Allah, maka merekalah orang-orang yang merugi (dunia dan akhirat)” (QS al-A’raaf:178).

Dalam ayat lain, Dia Ta’ala juga berfirman:

{مَن يَهْدِ اللَّهُ فَهُوَ الْمُهْتَدِ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَنْ تَجِدَ لَهُ وَلِيًّا مُرْشِدًا}

Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk (dalam semua kebaikan dunia dan akhirat); dan barangsiapa yang disesatkan-Nya, maka kamu tidak akan mendapat seorang penolongpun yang dapat memberi petunjuk kepadanya” (QS al-Kahf:17).

Pun, Allah Ta’ala memerintahkan kepada kita dalam setiap rakaat shalat untuk selalu memohon kepada-Nya hidayah ke jalan yang lurus di dalam surah al-Fatihah yang merupakan surah yang paling agung dalam Al-Qur-an, karena sangat besar dan mendesaknya kebutuhan manusia terhadap hidayah Allah Ta’ala. Allah Ta’ala berfirman:

{اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ}

Berikanlah kepada kami hidayah ke jalan yang lurus

(lebih…)

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Alhamdulillah hamdan katsiron thoyyiban mubarokan fih kamaa yuhibbu Robbuna wa yardho, wa asyhadu alla ilaha illallah wahdahu laa syarika lah wa asy-hadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rosuluh. Allahumma sholli ‘ala Nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.

Pagi ini saya mendapat pelajaran yang berharga dari para guru-guru saya,yang salah satunya yaitu Ust Yusuf Mansur. Dalam share-share ilmu nya via email beliau menulis tentang “Kematian”. Kalimat yang simple tapi mantap,soal nya itu pasti. Mungkin bicara kematian,dalam beberapa kesempatan kita dalam menempuj ilmu di majelis ilmu pasti pernah bahkan sering dibahas. Namun tidak ada salahnya saya ingin berbagi apa-apa yang di share oleh beliau kepada kita semua.

(lebih…)

Crane,hingga Mina 2015

Posted: September 25, 2015 in Yaumul Akhir
Tag:

ٱلَّذِينَ إِذَآ أَصَٰبَتْهُم مُّصِيبَةٌ قَالُوٓا۟ إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّآ إِلَيْهِ رَٰجِعُونَ ﴿١٥٦﴾

“156. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”.”
(Q.S. Al Baqarah 2:156)

image

11 September 2015…
(menjelang magrib)
Alat berat, atau crane, yang banyak ditemui di lingkungan Masjidil Haram karena sedang dilakukan renovasi demi memperluas kapasitas jamaah tiba-tiba runtuh serta menimpa para jamaah haji..Puluhan bahkan ratusan jemaah haji mengalami luka-luka,bahkan ada beberapa yg meninggal dunia…Cuaca yg ekstrim menjadi salah satu penyebab peristiwa tersebut… “Kejadian diawali dengan hujan dan angin kencang. Lalu terdengar suara dentuman keras seperti suara petir,” kata Aljazuli, salah satu jamaah Indonesia yang berada di dekat lokasi kejadian saat diwawancarai Tv One..

image

22 September 2015…(malam hari)
Puluhan tenda jamaah haji Indonesia di Padang Arafah roboh diterpa angin kencang, Tenda-tenda yang roboh tersebut berada di maktab nomor 8 dan 9 yang dihuni jamaah haji dari Banten, Jakarta Selatan, dan Depok.

Robohnya tenda disebabkan angin kencang disertai klat yang menerpa Padang Arafah selepas Isya. Jamaah yang sedang berada di dalam tenda sudah menduga tenda mereka akan roboh. Mereka pun memutuskan untuk keluar dari tenda

image

24 September 2015…
Perjalanan menuju ativitas Jumroh….Tragedi Mina kembali terjadi…

2 Juli tahun 1990,sebanyak 1.426 jiwa meninggal akibat salingteri-injak di Haratul Lisan.. Dari seluruh korban tersebut sebanyak 649 jemaah asal Indonesia menjadi korban insiden maut tersebut. Itu terjadi karena jemaah, baik yang akan pergi melempar jumrah maupun yang pulang, berebutan dari dua arah untuk memasuki satu-satunya terowongan yang menghubungkan tempat jumrah dan Haratul Lisan.

Musibah itu terjadi karena masing-masing ingin mendapatkan yang afdhal atau utama dalam ibadahnya. Sehingga terjadi konsentrasi manusia dalam waktu yang bersamaan. Diawali dengan puluhan hingga ratusan ribu jemaah haji dari berbagai penjuru dunia berjalan lewat terowongan Haratul Lisan.

Dan saat ini,24 September pukul 07.00 (waktu setempat) peristiwa itu pun kembali terulang.. Berdasarkan data terakhir, jumlah korban tewas dalam musibah tersebut mencapai 717 orang. Kemudian sebanyak 863 jamaah luka-luka. Adapun, sebagian besar korban tewas adalah jemaah dari negara-negara Afrika dan Mesir

Mari kita berdoa kepada Allah Azza Wa Jalla…Semoga para jamaah haji yg menjadi tamu Allah,yg telah wafat tentunya pun dengan izin Allah…Dijadikan wafatnya sebagai syuhada yg kelak akan masuk Surga Nya…Aamiin..

Jakarta,
24 September 2015
10 Dzulhijjah 1436 H

Jazakumullah Khoir Katsiran

Assalamu’alaikum

Ulama mengatakan Pemandangan paling indah didunia yaitu:

1⃣. Menatap Ka’bah
2⃣. Menatap wajah ke 2 orang tua…Selagi hidup sebelum ajal memisahkan jiwa dan raganya

✅ Renungan membahagiakan orang tua menjelang Hari Raya Adha…

❓Pernahkah kita membayangkan menggandeng ke 2 orang tua kita sambil Tawaf??….Mamah,papah…hayo pelan-pelan….angkat tangan,berdoa…tempat mustajab mamah/papah…

❓Lihat wajah ke 2 orang tua kita senang berlindang air mata,seraya hewan qurban atas namanya disebut saat proses sembelih??

❓Atau kah banyak perkataan kita kepadanya mengatakan ‘ah’…Mamah/papah ga ngerti sich…Aku tu udah tau ini itu….Mamah/papah ngerti donk…

Renungi sahabatku…Berapa kah usia-usia ke 2 orang tua kita…Mamah/papah mu??…

Jika Rasul saja 63tahun,bagaimana dengan orang tua kita??…

Bagi yg sudah meninggal…INGAT….Jadilah anak sholeh agar ke 2 orang tua mendapat ampunan siksa kubur akibat doa-doa kita…

Inspirasi dari:
“Rahasia di umur 40 Th”
-Ust Subhan Bawazier-

Wawlahu a’lam
Wassalamu’alaikum wr.wb

Herly Utomo
@Pasti_merdeka

Jazakumullah Khoir Katsiran

Assalamu’alaikum wr,wb

Ketika saudara kita sesama muslim (rekan kerja,tetangga,teman,dll) meninggal dunia..Kebanyakan dari kita melakukan sebuah ritual “Yasinan”…Dan biasanya dilakukan bada Magrib atau bada Isya..Pada masyarakat luas sering terjadi perbedaan pendapat…Bagus,karena begini dan begitu….Benar kah??…Mari kita sama-sama belajar….

اقْرَؤُا عَلَى مَوْتَاكُمْ “يس”

“Bacakanlah surat Yasin terhadap orang yang akan mati di antara kalian”.

“Surat Yasin adalah hati (jantung) Al-Qur’an. Tidak ada seorang pun yang membacanya yang menginginkan Allah dan hari akhirat, kecuali dia akan diampuni dosanya. Dan bacakanlah surat itu terhadap orang yang mati di antara kailan’[1]

(lebih…)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:

« الرَّجُلُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ »

Seseorang itu menurut agama teman dekat/shahabatnya, maka hendaklah salah seorang dari kalian melihat dengan siapa ia bersahabat. (H.R. Abu Dawud dan At-Tirmidzi. Shahih, lihat Ash-Shahihah no. 927)

 

Dalam sebuah hadits lain yang shahih disebutkan:

« مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالسَّوْءِ كَحَامِلِ الْمِسْكِ وَنَافِخِ الْكِيرِ ، فَحَامِلُ الْمِسْكِ إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيحًا طَيِّبَةً ، وَنَافِخُ الْكِيرِ إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ رِيحًا خَبِيثَةً »

“Permisalan teman yang baik dan teman duduk yang jelek seperti penjual minyak wangi dan pandai besi. (Duduk dengan) penjual minyak wangi bisa jadi ia akan memberimu minyak wanginya, bisa jadi engkau membeli darinya, dan bisa jadi engkau akan dapati darinya aroma yang wangi. Sementara (duduk dengan) pandai besi, bisa jadi ia akan membakar pakaianmu, dan bisa jadi engkau dapati darinya bau yang tak sedap.” (H.R. Al-Bukhari dan Muslim)