Archive for the ‘Tauhid’ Category

Botol dan Isinya

Posted: Oktober 20, 2017 in Tauhid
Tag:, ,

Sebuah *BOTOL* 🍶
~Kalau diisi *”air mineral”,*  harganya 3 ribuan…

~Kalau diisi *”jus buah”,* hargan ya 10 ribuan…

~Kalau diisi *”Madu”,* harganya ratusan ribu…

~Kalau diisi *”minyak wangi”,*  harganya bisa jutaan!.

~Kalau diisi *”air comberan”,*  hanya akan dibuang dalam tong sampah karena tidak ada harganya…

*Sama-sama bentuk kemasannya berupa “BOTOL” tetapi berbeda nilai dan harganya, sebab “ISI” yang ada di dalamnya berbeda…*

Begitu juga dgn diri kita; semua sama… *”SAMA MANUSIA-NYA”,*  

Namun ….., yang membedakan antara seorang manusia dengan manusia lainnya adalah _*”APA YANG ADA DALAM DIRI MANUSIA ITU’.*_ 

_*”Iman ….., Ilmu ….., pemahaman yang diwujudan dengan amalan itulah yg akan menentukan NILAI DAN HARGA DIRI seseorang”.*_ 

*Ingatlah! Umur itu ibarat “ES BATU”.*

_dipakai atau tidak akan tetap mencair….. digunakan atau tidak, umur tetap akan berkurang dari *”batas”*yg telah ditetapkan._ 

*”Maka jangan sia-siakan sisa umur yang tertinggal, sedikit demi sedikit kita terus mendekati batas itu, dan akhirnya umur kita akan berakhi”.*   

Semoga Alloh menempatkan diri kita dalam golongan *”HUSNUL KHOTIMAH”.*

Iklan

Hijrah kan…..

Posted: Oktober 17, 2017 in Tauhid
Tag:, ,

Hijrah itu sesuatu yg dilakukan untuk menjadi lebih baik,dan baiknya itu dimulai dengan hati..Jangan melihat hijrah dari kekuranganya,sehingga kita menghakiminya…So,hijrah yg palibg penting apa sich??..Makan “Tuhan”  siapa yg mendominasi hidup kita??…Apakah benar-benar Allah Subhanahu Wa Taála atau ada yang lain??..

Secara lisan iya kita katakan Allah Subhanahu Wa Taála….Namun sebenarnya siapa??..

Jika apa yang dilakukan  dengan tujuan perjuangan dan pengorbanan,serta cinta,pedih tidak bersamanya,maka coba cek dalam diri kita,apa benar ada Tuhan selain Tuhan..Lantas agar bisa memahami Tuhan sebenarnya harus hijrah dari yang membuat kita terbuai dari Nya

Hijrahkan Illa(tuhan2 selain Allah,kepada La Illahallahu)…Misal:

  1. Hp terkadang jadi tuhan,mulai bangun sampai tidur yang dilihat Hp..Orang tua marah ketika anak merusak hp,tapi tidak sebaliknya ibu tidak marah ketika hp merusak anak..
  2. Charge Hp…Dimana2 itu yg dicari,bedakan perlu dengan diperbudak..Allah menciptakan alam untuk melayani kita,bukan sebaliknya..
  3. Pekerjaan…Lancarnya kerja karena berkat izin Allah,kalo ingin dibaguskan kerjaan baguskan dengan Allah..Perbaiki hak Allah dengan sholat..Ide kerjaan itu muncul karena izin Allah,dan itu semua perbaiki sholat…Ketemu dengan klien terkadang melupan hak Allah (sholat)..Allah yg menggemgam hati manusia..Perbaiki urusan dengan Allah..
  4. Hutang…Hutang untuk melunasinya sering yg dicari yaitu manusia…Padahal Allah yg harus dicari…Sholat tahajud kalo ada hutang,padahal tujuan ibadah adalaha Allah,bayar hutang lunas adalah bonus..Hanya Allah yg sanggup melunasi hutang,bukan manusia.
  5. Penyakit…Kita fokus bahkan terlalu fokus kepada penyembuhanya,namun lupa akan ikhlas kepada Allah,bahsanNya lah itu rencana Allah…Manakala sehat,kita suka lupa bersyukur,namun ketika sakit mengeluh…Dokter dan obat cuma berupaya,namun penyembuh hanyalah Allah..Sakit adalah penggugur dosa-dosa..
  6. Anak/keluarga/pendamping hidup..Mencintai mahluk terlalu mengharap,maka akan dipenjara oleh cinta kemudian Allah dilupakan..Semua rasa dalam hati Allah yg menciptakan,benci,cinta,dendam semua dalam menggaman Allah..Ketika anak nakal,bisa jadi atas dosa2 orang tua dlu saat muda,atau apa yg telah diperbuat…Maka kembali kepada Allah kata khncinya…Ga boleh takut kepada mahluk,jangan terlalu cinta kepada pendamping hidup…Allah pemberi rezeki,suami hanya menjadi jalan saja…Entah,besok,lusa kita akan meninggal dunia..Terdominasi oleh pikiran,dan bukan kembali kepada Allah..Ini yg mengakibatkan salah,maka harus hijrah..

 

 

 

Jika berbicara kalimat jihad,apa yang ada dalam benak kita??….Dan apa tujuan jihad??…

Tujuan jihad dilakukan adalah untuk menjadi kemurnian agama,dan bukan untuk semata-mata tujuan akhirnya berperang,membunuh,dll…Namun jihad adalah perjalan yg tidak pernah berhenti…

Jihad terbagi menjadi 4 bagian:

  1. Jihad melawan hawa nafsu…Rusaknya agama Islam,bukan hanya semata-mata karena orang kafir..Tetapi liarnya nafsu dalam diri orang-orang  Islam itu sendiri,karena fakir akan ilmu (malas belajar ilmu agama). Dengan nafsu maka tidaklah akal ini berfungsi dengan baik,mana yang menurutnya baik itu saja yang dikerjakanya.
  2. Berjihad mencari ilmu Syar’i…Efek penyakit internal Islam yaitu: Bodo dan Rakus (penyakit syahwat,dan subhat)…Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

بَلِ اتَّبَعَ الَّذِينَ ظَلَمُوٓا أَهْوَآءَهُمْ بِغَيْرِ عِلْمٍ  ۖ  فَمَنْ يَهْدِى مَنْ أَضَلَّ اللَّهُ  ۖ  وَمَا لَهُمْ مِّنْ نّٰصِرِينَ

balittaba’allaziina zholamuuu ahwaaa`ahum bighoiri ‘ilm, fa may yahdii man adhollalloh, wa maa lahum min naashiriin

“Tetapi orang-orang yang zalim, mengikuti keinginannya tanpa ilmu pengetahuan; maka siapakah yang dapat memberi petunjuk kepada orang yang telah disesatkan Allah. Dan tidak ada seorang penolong pun bagi mereka.  (QS. Ar-Rum 30: Ayat 29)

Pentingnya belajar,dan bukan semata-semata semua semua harus berperang,karena menuntut ilmu yaitu Fardu A’in…Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُونَ لِيَنْفِرُوا كَآفَّةً  ۚ  فَلَوْلَا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِّنْهُمْ طَآئِفَةٌ لِّيَتَفَقَّهُوا فِى الدِّينِ وَلِيُنْذِرُوا قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوٓا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ

wa maa kaanal-mu`minuuna liyanfiruu kaaaffah, falau laa nafaro ming kulli firqotim min-hum thooo`ifatul liyatafaqqohuu fid-diini wa liyunziruu qoumahum izaa roja’uuu ilaihim la’allahum yahzaruun

“Dan tidak sepatutnya orang-orang mukmin itu semuanya pergi (ke medan perang). Mengapa sebagian dari setiap golongan di antara mereka tidak pergi untuk memperdalam pengetahuan agama mereka dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya jika mereka telah kembali agar mereka dapat menjaga dirinya.”

(QS. At-Taubah 9: Ayat 122)

  1. Jihad melawan Syetan…Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَقَاسَمَهُمَآ إِنِّى لَكُمَا لَمِنَ النّٰصِحِينَ

wa qoosamahumaaa innii lakumaa laminan-naashihiin

“Dan dia (setan) bersumpah kepada keduanya, Sesungguhnya aku ini benar-benar termasuk para penasihatmu,”

(QS. Al-A’raf 7: Ayat 21)

Syetan,menipu manusia…Seolah-olah ia pemberi nasehat…Taktik Subhat dan sahwat dipake oleh syetan mengelincirkan Nabi Adam…Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

فَوَسْوَسَ إِلَيْهِ الشَّيْطٰنُ قَالَ يٰٓئَادَمُ هَلْ أَدُلُّكَ عَلٰى شَجَرَةِ الْخُلْدِ وَمُلْكٍ لَّا يَبْلٰى

fa waswasa ilaihisy-syaithoonu qoola yaaa aadamu hal adulluka ‘alaa syajarotil-khuldi wa mulkil laa yablaa

“Kemudian setan membisikkan (pikiran jahat) kepadanya, dengan berkata, Wahai Adam! Maukah aku tunjukkan kepadamu pohon keabadian (khuldi) dan kerajaan yang tidak akan binasa?”

(QS. Ta-Ha 20: Ayat 120)

Nabi Adam digoda terus oleh Syetan,karena nabi Adam lemah karena syahwat…Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَلَقَدْ عَهِدْنَآ إِلٰىٓ ءَادَمَ مِنْ قَبْلُ فَنَسِىَ وَلَمْ نَجِدْ لَهُ ۥ  عَزْمًا

wa laqod ‘ahidnaaa ilaaa aadama ming qoblu fa nasiya wa lam najid lahuu ‘azmaa

“Dan sungguh telah Kami pesankan kepada Adam dahulu, tetapi dia lupa, dan Kami tidak dapati kemauan yang kuat padanya.”

(QS. Ta-Ha 20: Ayat 115)..

Padahal syetan adalah mahluk lemah..Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

الَّذِينَ ءَامَنُوا يُقٰتِلُونَ فِى سَبِيلِ اللَّهِ  ۖ  وَالَّذِينَ كَفَرُوا يُقٰتِلُونَ فِى سَبِيلِ الطّٰغُوتِ فَقٰتِلُوٓا أَوْلِيَآءَ الشَّيْطٰنِ  ۖ  إِنَّ كَيْدَ الشَّيْطٰنِ كَانَ ضَعِيفًا

allaziina aamanuu yuqootiluuna fii sabiilillaah, wallaziina kafaruu yuqootiluuna fii sabiilith-thooghuuti fa qootiluuu auliyaaa`asy-syaithoon, inna kaidasy-syaithooni kaana dho’iifaa

“Orang-orang yang beriman, mereka berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan Tagut, maka perangilah kawan-kawan setan itu (karena) sesungguhnya tipu daya setan itu lemah.”

(QS. An-Nisa’ 4: Ayat 76)

Pedang melawat bodoh,dan syubhat adalah ilmu….Maka pedang untuk melawan syetan yaitu tauhid..Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

إِنَّهُ ۥ  لَيْسَ لَهُ ۥ  سُلْطٰنٌ عَلَى الَّذِينَ ءَامَنُوا وَعَلٰى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

innahuu laisa lahuu sulthoonun ‘alallaziina aamanuu wa ‘alaa robbihim yatawakkaluun

“Sungguh, setan itu tidak akan berpengaruh terhadap orang yang beriman dan bertawakal kepada Tuhan.”

(QS. An-Nahl 16: Ayat 99)

Dan…Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

إِنَّمَا سُلْطٰنُهُ ۥ  عَلَى الَّذِينَ يَتَوَلَّوْنَهُ ۥ  وَالَّذِينَ هُمْ بِهِۦ مُشْرِكُونَ

innamaa sulthoonuhuu ‘alallaziina yatawallaunahuu wallaziina hum bihii musyrikuun

“Pengaruhnya hanyalah terhadap orang yang menjadikannya pemimpin dan terhadap orang yang menyekutukannya dengan Allah.”

(QS. An-Nahl 16: Ayat 100)

  1. Jihad melawan orang-orang kafir…Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

مَّا يَوَدُّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتٰبِ وَلَا الْمُشْرِكِينَ أَنْ يُنَزَّلَ عَلَيْكُمْ مِّنْ خَيْرٍ مِّنْ رَّبِّكُمْ  ۗ  وَاللَّهُ يَخْتَصُّ بِرَحْمَتِهِۦ مَنْ يَشَآءُ  ۚ  وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ

maa yawaddullaziina kafaruu min ahlil-kitaabi wa lal-musyrikiina ay yunazzala ‘alaikum min khoirim mir robbikum, wallohu yakhtashshu birohmatihii may yasyaaa`, wallohu zul-fadhlil-‘azhiim

“Orang-orang yang kafir dari Ahli Kitab dan orang-orang musyrik tidak menginginkan diturunkannya kepadamu suatu kebaikan dari Tuhanmu. Tetapi secara khusus Allah memberikan rahmat-Nya kepada orang yang Dia kehendaki. Dan Allah pemilik karunia yang besar.”

(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 105)

Dan pada ayat lain…Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَدَّ كَثِيرٌ مِّنْ أَهْلِ الْكِتٰبِ لَوْ يَرُدُّونَكُمْ مِّنۢ بَعْدِ إِيمٰنِكُمْ كُفَّارًا حَسَدًا مِّنْ عِنْدِ أَنْفُسِهِمْ مِّنۢ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ الْحَقُّ  ۖ  فَاعْفُوا وَاصْفَحُوا حَتّٰى يَأْتِىَ اللَّهُ بِأَمْرِهِۦٓ  ۗ  إِنَّ اللَّهَ عَلٰى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ

wadda kasiirum min ahlil-kitaabi lau yarudduunakum mim ba’di iimaanikum kuffaaroo, hasadam min ‘indi anfusihim mim ba’di maa tabayyana lahumul-haqq, fa’fuu washfahuu hattaa ya`tiyallohu bi`amrih, innalloha ‘alaa kulli syai`ing qodiir

“Banyak di antara Ahli Kitab menginginkan sekiranya mereka dapat mengembalikan kamu setelah kamu beriman, menjadi kafir kembali, karena rasa dengki dalam diri mereka setelah kebenaran jelas bagi mereka. Maka maafkanlah dan berlapang dadalah sampai Allah memberikan perintah-Nya. Sungguh, Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 109)

Ayat lain..Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَلَنْ تَرْضٰى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصٰرٰى حَتّٰى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ  ۗ  قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدٰى  ۗ  وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَآءَهُمْ بَعْدَ الَّذِى جَآءَكَ مِنَ الْعِلْمِ  ۙ  مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِىٍّ وَلَا نَصِيرٍ

wa lan tardhoo ‘angkal-yahuudu wa lan-nashooroo hattaa tattabi’a millatahum, qul inna hudallohi huwal-hudaa, wa la`inittaba’ta ahwaaa`ahum ba’dallazii jaaa`aka minal-‘ilmi maa laka minallohi miw waliyyiw wa laa nashiir

“Dan orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan rela kepadamu (Muhammad) sebelum engkau mengikuti agama mereka. Katakanlah, Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya). Dan jika engkau mengikuti keinginan mereka setelah ilmu (kebenaran) sampai kepadamu, tidak akan ada bagimu pelindung dan penolong dari Allah.”

(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 120)

Kembali Allah pertegas…Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

يَسْئَلُونَكَ عَنِ الشَّهْرِ الْحَرَامِ قِتَالٍ فِيهِ  ۖ  قُلْ قِتَالٌ فِيهِ كَبِيرٌ  ۖ  وَصَدٌّ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ وَكُفْرٌۢ بِهِۦ وَالْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَإِخْرَاجُ أَهْلِهِۦ مِنْهُ أَكْبَرُ عِنْدَ اللَّهِ  ۚ  وَالْفِتْنَةُ أَكْبَرُ مِنَ الْقَتْلِ  ۗ  وَلَا يَزَالُونَ يُقٰتِلُونَكُمْ حَتّٰى يَرُدُّوكُمْ عَنْ دِينِكُمْ إِنِ اسْتَطٰعُوا  ۚ  وَمَنْ يَرْتَدِدْ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِۦ فَيَمُتْ وَهُوَ كَافِرٌ فَأُولٰٓئِكَ حَبِطَتْ أَعْمٰلُهُمْ فِى الدُّنْيَا وَالْأَاخِرَةِ  ۖ  وَأُولٰٓئِكَ أَصْحٰبُ النَّارِ  ۖ  هُمْ فِيهَا خٰلِدُونَ

yas`aluunaka ‘anisy-syahril-haroomi qitaalin fiih, qul qitaalun fiihi kabiir, wa shoddun ‘an sabiilillaahi wa kufrum bihii wal-masjidil-haroomi wa ikhrooju ahlihii min-hu akbaru ‘indalloh, wal-fitnatu akbaru minal-qotl, wa laa yazaaluuna yuqootiluunakum hattaa yarudduukum ‘an diinikum inistathoo’uu, wa may yartadid mingkum ‘an diinihii fa yamut wa huwa kaafirun fa ulaaa`ika habithot a’maaluhum fid-dun-yaa wal-aakhiroh, wa ulaaa`ika ash-haabun-naar, hum fiihaa khooliduun

“Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang berperang pada bulan haram. Katakanlah, Berperang dalam bulan itu adalah (dosa) besar. Tetapi menghalangi (orang) dari jalan Allah, ingkar kepada-Nya, (menghalangi orang masuk) Masjidilharam, dan mengusir penduduk dari sekitarnya, lebih besar (dosanya) dalam pandangan Allah. Sedangkan fitnah lebih kejam daripada pembunuhan. Mereka tidak akan berhenti memerangi kamu sampai kamu murtad (keluar) dari agamamu, jika mereka sanggup. Barang siapa murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itu sia-sia amalnya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.”

(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 217)

Pun,kembali Allah berkata…Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

يٰٓأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوٓا إِنْ تُطِيعُوا فَرِيقًا مِّنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتٰبَ يَرُدُّوكُمْ بَعْدَ إِيمٰنِكُمْ كٰفِرِينَ

yaaa ayyuhallaziina aamanuuu in tuthii’uu fariiqom minallaziina uutul-kitaaba yarudduukum ba’da iimaanikum kaafiriin

“Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu mengikuti sebagian dari orang yang diberi Kitab, niscaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi orang kafir setelah beriman.”

(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 100)

Melanjutkan kembali…Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

يٰٓأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لَا تَتَّخِذُوا بِطَانَةً مِّنْ دُونِكُمْ لَا يَأْلُونَكُمْ خَبَالًا وَدُّوا مَا عَنِتُّمْ قَدْ بَدَتِ الْبَغْضَآءُ مِنْ أَفْوٰهِهِمْ وَمَا تُخْفِى صُدُورُهُمْ أَكْبَرُ  ۚ  قَدْ بَيَّنَّا لَكُمُ الْأَايٰتِ  ۖ  إِنْ كُنْتُمْ تَعْقِلُونَ

yaaa ayyuhallaziina aamanuu laa tattakhizuu bithoonatam min duunikum laa ya`luunakum khobaalaa, wadduu maa ‘anittum, qod badatil-baghdhooo`u min afwaahihim wa maa tukhfii shuduuruhum akbar, qod bayyannaa lakumul-aayaati ing kuntum ta’qiluun

“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan orang-orang yang di luar kalanganmu (seagama) sebagai teman kepercayaanmu, (karena) mereka tidak henti-hentinya menyusahkan kamu. Mereka mengharapkan kehancuranmu. Sungguh, telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang tersembunyi di hati mereka lebih jahat. Sungguh, telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu mengerti.”

(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 118)

Dan…Allah Subhanahu Wa Ta’alaberfirman:

هٰٓأَنْتُمْ أُولَآءِ تُحِبُّونَهُمْ وَلَا يُحِبُّونَكُمْ وَتُؤْمِنُونَ بِالْكِتٰبِ كُلِّهِۦ وَإِذَا لَقُوكُمْ قَالُوٓا ءَامَنَّا وَإِذَا خَلَوْا عَضُّوا عَلَيْكُمُ الْأَنَامِلَ مِنَ الْغَيْظِ  ۚ  قُلْ مُوتُوا بِغَيْظِكُمْ  ۗ  إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌۢ بِذَاتِ الصُّدُورِ

haaa`antum ulaaa`i tuhibbuunahum wa laa yuhibbuunakum wa tu`minuuna bil-kitaabi kullih, wa izaa laquukum qooluuu aamannaa wa izaa kholau ‘adhdhuu ‘alaikumul-anaamila minal-ghoiizh, qul muutuu bighoizhikum, innalloha ‘aliimum bizaatish-shuduur

“Beginilah kamu! Kamu menyukai mereka, padahal mereka tidak menyukaimu, dan kamu beriman kepada semua kitab. Apabila mereka berjumpa kamu, mereka berkata, Kami beriman, dan apabila mereka menyendiri, mereka menggigit ujung jari karena marah dan benci kepadamu. Katakanlah, Matilah kamu karena kemarahanmu itu! Sungguh, Allah Maha Mengetahui segala isi hati.”

(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 119)

Melanjutkan kembali…Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

يٰٓأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوٓا إِنْ تُطِيعُوا الَّذِينَ كَفَرُوا يَرُدُّوكُمْ عَلٰىٓ أَعْقٰبِكُمْ فَتَنْقَلِبُوا خٰسِرِينَ

yaaa ayyuhallaziina aamanuuu in tuthii’ullaziina kafaruu yarudduukum ‘alaaa a’qoobikum fa tangqolibuu khoosiriin

“Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu mentaati orang-orang yang kafir, niscaya mereka akan mengembalikan kamu ke belakang (murtad), maka kamu akan kembali menjadi orang yang rugi.”

(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 149)

Maka sebelum berjihad melawan orang kafir,lakukanlah persiapan…Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَّا اسْتَطَعْتُمْ مِّنْ قُوَّةٍ وَمِنْ رِّبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِۦ عَدُوَّ اللَّهِ وَعَدُوَّكُمْ وَءَاخَرِينَ مِنْ دُونِهِمْ لَا تَعْلَمُونَهُمُ اللَّهُ يَعْلَمُهُمْ  ۚ  وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ شَىْءٍ فِى سَبِيلِ اللَّهِ يُوَفَّ إِلَيْكُمْ وَأَنْتُمْ لَا تُظْلَمُونَ

wa a’idduu lahum mastatho’tum ming quwwatiw wa mir ribaathil-khoili tur-hibuuna bihii ‘aduwwallohi wa ‘aduwwakum wa aakhoriina min duunihim, laa ta’lamuunahum, allohu ya’lamuhum, wa maa tunfiquu min syai`in fii sabiilillaahi yuwaffa ilaikum wa antum laa tuzhlamuun

“Dan persiapkanlah dengan segala kemampuan untuk menghadapi mereka dengan kekuatan yang kamu miliki dan dari pasukan berkuda yang dapat menggentarkan musuh Allah, musuhmu, dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; tetapi Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu infakkan di jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dizalimi (dirugikan).”

(QS. Al-Anfal 8: Ayat 60)

Dan persiapan terbaik adalah dengan ILMU…Dengan ilmu kita bisa mengetahui mana yang benar dan salah,namun sebaliknya tanpa ilmu kita hanya menjadi pemain tanpa arah tujuan yang jelas dalam beragama…Bukan untuk bermusuhan dalam keseharian kita berinteraksi kepada siapa pun..Bukan pula harus menumpahkan darah kepada musuh-musuh Islam tanpa sebab,dan inilah fakirnya tanpa ilmu..Namun sebaliknya ilmu akan mengantarkan kita kepada yang Haq dan Batil…Serta JIHAD tidak akan pernah padam sampai kapan pun..

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Menyembah berhala itu dosa….Dan itu adalah perilaku jahiliyah…

Tapi tahun 2017,jahiliyah itu tetap ada…Loh kok bisa??….Bukankah masih banyak orang mengaku bertuhan Allah Subhanahu Wa Ta’ala namun iya pun masih meminta doa ke kubur,mengkultuskan seseorang melebih dari apa yang seharusnya??….Kenapa ini terjadi>>>???

Kehidupan Iman,didasari pada 2 pondasi dasar:

  1. Apa yg Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam cintai dan ditetapkan
  2. Meninggalkan pantangan yg harus ditinggalkan

Melanajutkan pertanyaan diatas tadi,kok bisa terjadi…Apa penyebabnya??…

6 Jebakan Syetan untuk manusia,agar tergelincir:

  1. Syirik
  2. Bid’ah
  3. Dosa besar
  4. Dosa kecil
  5. Mubah,meninggalkan wajib
  6. Perkara kecil yg luput dari perkara besar

Rempa-rempah (jeratan) iblis,selalu menggelincirkan manusia…Maka timbulah istilah yang halus dan lembut yang sengaja di buat oleh iblis untuk membuat seolah-olah itu tidak dan bukanlah perkara dalam dosa besar….Iblis menyamarkan nama dosa-dosa (perihal jelek) dengan santun / tidak lagi menjijikan agar umat manusia merasa hal ini BIASA….Contoh:

  • Zina,diganti istilah dengan bahasa sekarang disebut Making Love,
  • Pelacur,diganti dengan istilah kupu-kupu malam atau pekerja seks komersial, atau tuna wisma
  • LGBT,diganti dengan istilah pelangi,bahkan ada istilah twink untuk sebutan gay khusus anak-anak mudah alias brondong
  • Dayyuts,diganti dengan istilah laki-laki yang pengertian, atau istilah lain yaitu laki-laki demokratis
  • Dukun,diganti dengan istilah ahli ruqyah,paranormal,orang pintar

Sehingga dosa tidak lagi menjadi dosa,itu adalah trik iblis dalam strategi menggelincirkan umat manusia….Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَلَا تَأْكُلُوا مِمَّا لَمْ يُذْكَرِ اسْمُ اللَّهِ عَلَيْهِ وَإِنَّهُ ۥ  لَفِسْقٌ  ۗ  وَإِنَّ الشَّيٰطِينَ لَيُوحُونَ إِلٰىٓ أَوْلِيَآئِهِمْ لِيُجٰدِلُوكُمْ  ۖ  وَإِنْ أَطَعْتُمُوهُمْ إِنَّكُمْ لَمُشْرِكُونَ

wa laa ta`kuluu mimmaa lam yuzkarismullohi ‘alaihi wa innahuu lafisq, wa innasy-syayaathiina layuuhuuna ilaaa auliyaaa`ihim liyujaadiluukum, wa in atho’tumuuhum innakum lamusyrikuun

“Dan janganlah kamu memakan dari apa (daging hewan) yang (ketika disembelih) tidak disebut nama Allah, perbuatan itu benar-benar suatu kefasikan. Sesungguhnya setan-setan akan membisikkan kepada kawan-kawannya agar mereka membantah kamu. Dan jika kamu menuruti mereka, tentu kamu telah menjadi orang musyrik.”(QS. Al-An’am 6: Ayat 121)

Apa definisi syirik itu??….Syirik itu adalah “kamu mendatangkan tandingan,padahal kamu ciptaan Allah”….Syirik itu perkara berat,karena menggunakan hati dan pikiran..Dan harga “hati” itu mahal….Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَلَقَدْ أُوحِىَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخٰسِرِينَ

wa laqod uuhiya ilaika wa ilallaziina ming qoblik, la`in asyrokta layahbathonna ‘amaluka wa latakuunanna minal-khoosiriin

“Dan sungguh, telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu, Sungguh, jika engkau menyekutukan (Allah), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah engkau termasuk orang yang rugi.”(QS. Az-Zumar 39: Ayat 65)

Ada 4 tandingan,dimana Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak ingin ditandingkan:

  1. Doa,ketika ia berdoa ke Allah Subhanahu Wa Ta’ala,namun di sisi lain tetap melaksanakan doa ke kuburan,pohon keramat,dll
  2. Taat, taat ke Allah Subhanahu Wa Ta’ala,namun bersamaan dengan itu taat kepada mahluk lain,misal taat kepada Allah setara dengan taat kepada Ulama,Ust, dan timbullah pengkultusan
  3. Cinta,cinta yang diberikan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala sama juga kepada manusia,bahkan sejajar
  4. Niat,niat ke Allah Subhanahu Wa Ta’ala,sama niat ke manusia sama

Sifat orang yg terlibat ke-syirikan:

A.Orang pelaku syirik,belum tentu ga kenal Allah Subhanahu Wa Ta’ala....Bukankah Abu Jahal mengenal Allah??…Ia tau,ka’bah punya Allah… Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَّنْ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْأَرْضَ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ لَيَقُولُنَّ اللَّهُ  ۖ  فَأَنّٰى يُؤْفَكُونَ

wa la`in sa`altahum man kholaqos-samaawaati wal-ardho wa sakhkhorosy-syamsa wal-qomaro layaquulunnalloh, fa annaa yu`fakuun

“Dan jika engkau bertanya kepada mereka, Siapakah yang menciptakan langit dan bumi dan menundukkan matahari dan bulan? Pasti mereka akan menjawab, Allah. Maka mengapa mereka bisa dipalingkan (dari kebenaran).”(QS. Al-‘Ankabut 29: Ayat 61)

Syirik itu juga termasuk menduakan Allah… Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَجَعَلُوا لِلَّهِ مِمَّا ذَرَأَ مِنَ الْحَرْثِ وَالْأَنْعٰمِ نَصِيبًا فَقَالُوا هٰذَا لِلَّهِ بِزَعْمِهِمْ وَهٰذَا لِشُرَكَآئِنَا  ۖ  فَمَا كَانَ لِشُرَكَآئِهِمْ فَلَا يَصِلُ إِلَى اللَّهِ  ۖ  وَمَا كَانَ لِلَّهِ فَهُوَ يَصِلُ إِلٰى شُرَكَآئِهِمْ  ۗ  سَآءَ مَا يَحْكُمُونَ

wa ja’aluu lillaahi mimmaa zaro`a minal-harsi wal-an’aami nashiiban fa qooluu haazaa lillaahi biza’mihim wa haazaa lisyurokaaa`inaa, fa maa kaana lisyurokaaa`ihim fa laa yashilu ilalloh, wa maa kaana lillaahi fa huwa yashilu ilaa syurokaaa`ihim, saaa`a maa yahkumuun

“Dan mereka menyediakan sebagian hasil tanaman dan hewan (bagian) untuk Allah sambil berkata menurut persangkaan mereka, Ini untuk Allah dan yang ini untuk berhala-berhala kami. Bagian yang untuk berhala-berhala mereka tidak akan sampai kepada Allah, dan bagian yang untuk Allah akan sampai kepada berhala-berhala mereka. Sangat buruk ketetapan mereka itu.”(QS. Al-An’am 6: Ayat 136)

B.Ga mau dibilang syirik… Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

أَلَا لِلَّهِ الدِّينُ الْخَالِصُ  ۚ  وَالَّذِينَ اتَّخَذُوا مِنْ دُونِهِۦٓ أَوْلِيَآءَ مَا نَعْبُدُهُمْ إِلَّا لِيُقَرِّبُونَآ إِلَى اللَّهِ زُلْفٰىٓ إِنَّ اللَّهَ يَحْكُمُ بَيْنَهُمْ فِى مَا هُمْ فِيهِ يَخْتَلِفُونَ  ۗ  إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِى مَنْ هُوَ كٰذِبٌ كَفَّارٌ

alaa lillaahid-diinul-khoolish, wallaziinattakhozuu min duunihiii auliyaaa`, maa na’buduhum illaa liyuqorribuunaaa ilallohi zulfaa, innalloha yahkumu bainahum fii maa hum fiihi yakhtalifuun, innalloha laa yahdii man huwa kaazibung kaffaar

“Ingatlah! Hanya milik Allah agama yang murni (dari syirik). Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Dia (berkata), Kami tidak menyembah mereka melainkan (berharap) agar mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya. Sungguh, Allah akan memberi putusan di antara mereka tentang apa yang mereka perselisihkan. Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada pendusta dan orang yang sangat ingkar.”(QS. Az-Zumar 39: Ayat 3)

Bahkan dalam ayat lain Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَيَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَضُرُّهُمْ وَلَا يَنْفَعُهُمْ وَيَقُولُونَ هٰٓؤُلَآءِ شُفَعٰٓؤُنَا عِنْدَ اللَّهِ  ۚ  قُلْ أَتُنَبِّئُونَ اللَّهَ بِمَا لَا يَعْلَمُ فِى السَّمٰوٰتِ وَلَا فِى الْأَرْضِ  ۚ  سُبْحٰنَهُ ۥ  وَتَعٰلٰى عَمَّا يُشْرِكُونَ

wa ya’buduuna min duunillaahi maa laa yadhurruhum wa laa yanfa’uhum wa yaquuluuna haaa`ulaaa`i syufa’aaa`unaa ‘indalloh, qul a tunabbi`uunalloha bimaa laa ya’lamu fis-samaawaati wa laa fil-ardh, sub-haanahuu wa ta’aalaa ‘ammaa yusyrikuun

“Dan mereka menyembah selain Allah, sesuatu yang tidak dapat mendatangkan bencana kepada mereka dan tidak (pula) memberi manfaat, dan mereka berkata, Mereka itu adalah pemberi syafaat kami di hadapan Allah. Katakanlah, Apakah kamu akan memberi tahu kepada Allah sesuatu yang tidak diketahui-Nya apa yang di langit dan tidak (pula) yang di Bumi? Maha Suci Allah dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan itu.”(QS. Yunus 10: Ayat 18)

C. Keparahan hari ini lebih parah dari jaman Rasul…Misal: “Cinta ditolak dukun bertindak”,kemudian Allah abadikan dalam peristiwa dimana cepat berpalingnya manusia saat susah mengenal Allah,kemudia senang melupakan… Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

فَإِذَا رَكِبُوا فِى الْفُلْكِ دَعَوُا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ فَلَمَّا نَجّٰىهُمْ إِلَى الْبَرِّ إِذَا هُمْ يُشْرِكُونَ

fa izaa rokibuu fil-fulki da’awulloha mukhlishiina lahud-diin, fa lammaa najjaahum ilal-barri izaa hum yusyrikuun

“Maka apabila mereka naik kapal, mereka berdoa kepada Allah dengan penuh rasa pengabdian (ikhlas) kepada-Nya, tetapi ketika Allah menyelamatkan mereka sampai ke darat, malah mereka (kembali) menyekutukan (Allah),”(QS. Al-‘Ankabut 29: Ayat 6)

Inilah perangkap dan jebakan iblis…Dia akan terus berupaya,bahkan sangat konsisten membuat “temennya” di neraka kelak…Maka ketehuilah “Tak Kenal,maka Tak Benci”…Sebab jalan menuju surga itu penuh dengan larangan dan ketidak nyaman,dan tanpa terasa jika kita tidak kenal maka sebetulnya telah terjerusmus kedalam perangkapnya…

 

 

Perkara Berkah

Posted: September 28, 2017 in Tauhid, Umum
Tag:,

Jika rizki karena kerja keras, seharusnya orng paling kaya kuli bangunan.

Jika rizki karena banyak waktu kerja, seharusnya warung- warung kopi 24 jam bisa mengalahkan mc.donald dan kfc.

Jika rizki karena kepintaran. Seharusnya dosen dosen yg bergelar panjang menjadi org orang kaya.

Jika rizki karena jabatan. Seharusnya para presiden dan raja berada di urutan terdepan dari 100 orng terkaya di dunia..

Rizki itu karena kasih sayang Allah.

_*”Mengejar rizki jangan mengejar jumlahnya tapi kejarlah berkahnya.”*_

 (Ali bin Abi Thalib)

Telat sadar

Posted: September 18, 2017 in Tauhid, Umum
Tag:

_*DR. Hamid Fahmy Zarkasyi*_

(Wakil Rektor Universitas Darussalam Gontor Ponorogo)

“Jon, di desa kita ada warung jual miras. Ayo kita tindak!”

“Nggak usah. Yang penting jadi orang baik.”

Sebulan kemudian. 

“Jon, para pemuda mulai suka mabuk-mabukan di warung itu. Ayo kita tindak sebelum terlambat!”

“Buat apa? Lha wong mereka juga nggak ganggu kita, kok.”

Sebulan lagi berlalu. 

“Jon, sekarang warung itu dibangun tambah megah. Nggak cuma jual miras, sudah ada pelacurnya juga. Setengah penduduk desa sudah jadi pelanggan. Kalau kita tidak menindak sekarang, besok-besok kita nggak akan punya kekuatan lagi.”

“Urus diri sendiri dulu, nggak usah ngurusin orang lain.”

Setahun kemudian. 

“Jon, desa kita sudah jadi pusat maksiat. Masjid mau dirobohkan. Kamu, sebagai ta’mirnya, juga akan diusir.”

“Lho, lho. Kok gitu? Ya jangan gitu, dong. Ayo kita lawan mereka!”

“Sudah terlambat, Jon. Kita sudah jadi minoritas. Dulu saat mereka dengan getol menanamkan ideologi dan memperluas kekuasaan, kita cuma sekedar jadi orang baik. Ternyata itu tidak cukup.”

*cerita*

***********************

_Di dunia ini setidaknya terdapat empat golongan orang dalam berislam :_

*Golongan pertama*: _”orang Islam yang berilmu Islam, menjalankan Islam, berakhlaq Islam dan sangat perduli dengan urusan umat Islam.”_

*Golongan kedua* : _”orang Islam yang sedikit berilmu Islam, menjalankan Islam, tapi tidak perduli dengan nasib umat Islam.”_

*Golongan ketiga,* : _”orang Islam yang tidak mempunyai ilmu Islam, tidak menjalankan syariat Islam dan tidak perduli terhadap urusan Islam.”_

*Golongan keempat,*: _”orang Islam yang belajar Islam, menjalankan sebagian syariat Islam, suka mengkritik dan terkadang benci terhadap Islam dan umat Islam, dan tidak perduli terhadap urusan umat Islam.”_ 

_Sayangnya,_

_golongan pertama adalah minoritas,_

_sedangkan golongan kedua dan ketiga mayoritas,_

_dan golongan keempat sedikit jumlahnya tapi besar bahayanya._

Rasulullah bersabda :

_”Barangsiapa tidak perduli terhadap urusan umat Islam, maka ia bukan dari golongan kita” (al-Hadits)_

Bukan Kejahatan

Posted: September 12, 2017 in Tauhid
Tag:

_Seorang profesor yang Atheis berbicara dalam sebuah kelas fisika._
_*Profesor :*_ “Apakah Allah menciptakan segala yang ada ?”

_*Para mahasiswa :*_ “Betul.. ! Dia pencipta segalanya.”

_*Profesor :*_ “Jika Allah menciptakan segalanya, berarti Allah juga menciptakan kejahatan.”

_(Semua terdiam & agak kesulitan menjawab hipotesis profesor itu)._

_*Tiba² suara seorang mahasiswa memecah kesunyian.*_

_*Mahasiswa :*_ “Prof…! Saya ingin bertanya. Apakah dingin Itu ada ?”

_*Profesor :*_ “Pertanyaan macam apa itu ? Tentu saja dingin itu ada.”

_*Mahasiswa :*_ “Prof..! Dingin itu tidak ada. 

Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin sebenarnya adalah ketiadaan panas.

Suhu -460 derajat Fahrenheit adalah ketiadaan panas sama sekali. 

Semua partikel menjadi diam. 

Tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut.

Kita menciptakan kata *’dingin’* untuk mengungkapkan ketiadaan panas.

Selanjutnya! Apakah gelap itu ada ?”

_*Profesor :*_ “Tentu saja ada…!”

_*Mahasiswa :*_ “Anda salah lagi Prof…! Gelap juga tidak ada.

Gelap adalah keadaan di mana tiada cahaya. 

Cahaya bisa kita pelajari. 

Sedangkan gelap tidak bisa.

Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk mengurai cahaya menjadi beberapa warna & mempelajari panjang gelombang setiap warna.

Tapi…! Anda tidak bisa mengukur gelap. 

Seberapa gelap suatu ruangan diukur melalui berapa besar intensitas cahaya diruangan itu.

Kata *’gelap’* dipakai manusia untuk menggambarkan ketiadaan cahaya.

Jadi…! Apakah kejahatan, kemaksiatan itu ada ?”

_*Profesor mulai bimbang tapi menjawab juga :*_ “Tentu saja ada.”

_*Mahasiswa :*_ “Sekali lagi anda salah Prof..! Kejahatan itu tidak ada. 

_*Allah*_ tidak menciptakan kejahatan atau kemaksiatan. Seperti dingin& gelap juga.

Kejahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk menggambarkan ketiadaan _*Allah*_ dalam dirinya.

Kejahatan adalah hasil dari tidak hadirnya _*Allah*_ dalam hati manusia.”

Profesor terpaku & terdiam..!

_Dosa terjadi karena manusia lupa menghadirkan *Allah* dalam hatinya.._

*Hadirkan Allah dalam hati kita setiap saat, maka akan selamatlah kita..*

Itulah _*IMAN..*_

_*SESUNGGUHNYA DOSA ITU LAHIR SAAT IMAN TIDAK HADIR DALAM HATI KITA.*_

Kantong Bocor

Posted: Mei 26, 2017 in Tauhid
Tag:

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh

Imam mesjidil haram almakki dalam khutbahnya mengatakan:

إحذروا الكيس المثقوب

Hati-hati dengan kantong yg bocor

” تتوضأ أحسن وضوء ” لكــن. .. تسرف في الماء’ كيس مثقْوب

Engkau telah berwudhu dgn sebaik-baik wudhu akan tetapi engkau boros memakai air, (itu sama dengan)
kantong bocor

” تتصدق عَلى الفقراء بمبلغ ثم .. تذلهم وتضايقهم *كيس مثقْوب.

Engkau bersedekah kepada fakir miskin kemudian, engkau menghina dan menyulitkan mereka, (itu seperti)
kantong bocor

تقوم الليل وتصوم النهار وتطيع ربك” لكــن. .. قاطع الرحم كيس مثقْوب

Engkau sholat malam hari, puasa di siang hari, dan mentaati tuhanmu, tapi engkau memutuskan (tali) silaturrahmi, (jelas itu adalah)
kantong bocor

تصوم وتصبر عَلى الجوع و العطش” لكـن .. تسب وتشتم وتلعن كيس مثقْوب

Engkau sabar dengan haus dan lapar, tapi engkau menghina dan mencaci, (sama dengan)
kantong bocor

” تلبسين الطرحه والعباية فوق الملابس “لكـن .. العطر فواح كيس مثقْوب

Engkau memakai baju kerudung dan kebaya, tapi minyak Wangi menyengat, (itu)
kantong bocor

تكرم ضيفك وتحسن إليه لكـن .. بعد خروجه تغتابه وتخرج مساوئه كيس مثقْوب

Engkau memuliakan tamumu dan berbuat baik kepadanya, tapi setelah dia pergi engkau menggunjingkanya, (sungguh itu)
kantong bocor

أخيرا ً لا تجمعوا حسناتكم في كيس مثقْوب . تجمعوها بصعوبة من جهة .. ثم تسقط بسهولة من جهه أخرى..
يا رب اسألك لي ولأحبتي الهداية والغفران .

Pada akhirnya engkau hanya mengumpulkan kebaikanmu dalam kantong bocor, satu sisi engkau mengumpulkan dengan susah payah kemudian engkau menjatuhkannya dg mudah di sisi lain.

Ya Rabb, kami mohon hidayah dan ampunan atas kami dan orang-orang yg kami cintai

عجائب الشعب العربي :

Keganjilan-keganjilan orang-orang Arab (secara khusus dan kaum muslimin umumnya)

1- لايستطيع السفر للحج لأن تكلفة الحج مرتفعه .. لكن يستطيع السفر رغبةً في تغيير الجو !
ألا إن سلعة الله غالية

1. Tidak mampu pergi haji karna biayanya besar, akan tetapi sanggup pergi wisata mengganti suasana,
bukankah perdagangan Allah itu mahal

2- لايستطيع شراء الأضحية لغلاء السعر لكن يستطيع شراء آيفون لمواكبة الموضة.
ألا إن سلعة اللَّـه غالية

2. Tidak sanggup membeli hewan qurban karna harganya yg mahal, tapi sanggup membeli iPhone sekedar ganti model.
bukankah perdagangan Allah itu mahal

3- يستطيع قراءة محادثات تصل إلى ١٠٠ محادثه في اليوم ..
ولا يستطيع قراءة ١٠ آيات من القرآن بحجة ليس لديه وقت لقراءة القرآن
ألا إن سلعة الله غالية

Sanggup membaca chatingan hingga seratus percakapan tiap hari, namun tidak sanggup membaca 10 ayat alquran dengan dalih tiada waktu yg cukup untuk membaca.
bukankah perdagangan Allah itu mahal

قليل من سيرسلها لأنه يشعر بالحرج .

Wallahu a’lam bishawab

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh

 

Apa sebetulnya tujuan kita??

Posted: Mei 23, 2017 in Tauhid, Umum
Tag:

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh….

Ketika ada sebuah pertanyaan yang dilayangkan pada diri kita..” Apa sich sebenernya tujuan kita dalam hidup?”

Maka apa jawaban kita apa saudaraku?

  1. Hidup bahagia
  2. Sehat
  3. Kerja dan dapat uang
  4. Bisa beli sesuatu dengan mudah
  5. Bahagiakan orang tua
  6. dll

Adakah yang salah??…Bener semua atau gimana ni?…hehehe…#Galau.com ni…

Allah berfirman:

قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Katakanlah: Sesungguhnya sembahyangku (Sholatku), ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. (QS. 6:162)

Tidaklah salah dari yang kita sebutkan tadi,namun mari kita mengkoreksi bersama-sama perihal firman Allah diatas. Bagaimana dengan sholat kita??..Bisakah kita bahagia tanpa sholat?…Bisakah kita sehat tanpa sholat??…Bisakah kita kaya tanpa sholat??…

Istidraj adalah kesenangan dan nikmat yang Allah berikan kepada orang yang jauh dari-Nya yang sebenarnya itu menjadi azab baginya apakah dia bertobat atau semakin jauh. Allah berfirman:

وَلَا يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّمَا نُمْلِي لَهُمْ خَيْرٌ لِأَنْفُسِهِمْ ۚ إِنَّمَا نُمْلِي لَهُمْ لِيَزْدَادُوا إِثْمًا ۚ وَلَهُمْ عَذَابٌ مُهِينٌ

Dan janganlah sekali-kali orang-orang kafir menyangka, bahwa pemberian tangguh Kami kepada mereka adalah lebih baik bagi mereka. Sesungguhnya Kami memberi tangguh kepada mereka hanyalah supaya bertambah-tambah dosa mereka; dan bagi mereka azab yang menghinakan. (QS. 3: 178)

Tentu ini akan menjadi renungan panjang dalam hati dan sanubari kita masing-masing.

Kemudian bagaimana dengan ibadah kita??…Ah,yang penting baik sama orang,ga usil sama orang,ibadah itu yang penting itu percaya Allah..Bukankah kerja juga bagian dari ibadah??

Ibadah secara bahasa (etimologi) berarti merendahkan diri serta tunduk…Maka kembali pada diri kita,sudahkan kita tunduk serta rendah kepada Allah??…Atau kita beribadah hanya karena ini disanjung,dibanggakan,dipandang oleh mahluk??…Allah berfirman:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ مَا أُرِيدُ مِنْهُم مِّن رِّزْقٍ وَمَا أُرِيدُ أَن يُطْعِمُونِ إِنَّ اللَّهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِينُ

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku. Aku tidak menghendaki rizki sedikit pun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi makan kepada-Ku. Sesungguhnya Allah Dia-lah Maha Pemberi rizki Yang mempunyai kekuatan lagi sangat kokoh.” (QS. 51: 56-58)

Kemudian hidup ku??…Apakah orientasi kita tadi diawal dunia atau akhirat??…Pepatah mengatakan “Muda foya poya,tua harta melimpah kaya raya,mati masuk surga”..Bener ga ya bisa begitu?…hehehe..Enak juga kali ya…Kekayaan kita tumpuk buat anak dan cucu kita,atau buat akhirat??…Kita demi dunia mungkin akan mengejar sekuat tenaga, kerja,sekolah, dan lain-lain,agar kehidupan tercukupi..Salah?…jawabanya tidak

Tapi,renungkan bagi diri kita,apakah itu semua akan dibawa mati sebagai amal kebaikan?..Jika itu semua tidak berlandaskan ke-Imanan kita kepada Allah….Allâh Azza wa Jalla berfirman:

وَالْوَزْنُ يَوْمَئِذٍ الْحَقُّ ۚ فَمَنْ ثَقُلَتْ مَوَازِينُهُ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ ﴿٨﴾ وَمَنْ خَفَّتْ مَوَازِينُهُ فَأُولَٰئِكَ الَّذِينَ خَسِرُوا أَنْفُسَهُمْ بِمَا كَانُوا بِآيَاتِنَا يَظْلِمُونَ

Timbangan pada hari itu ialah kebenaran (keadilan), maka barangsiapa berat timbangan kebaikannya, mereka itulah orang-orang yang beruntung. Dan barangsiapa ringan timbangan kebaikannya, maka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri. (QS. 7:8-9)

Semoga yang ringan ini bisa bermanfaat bagi penulis khususnya,umumnya bagi para pembaca…

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh..