Archive for the ‘Cinta’ Category

Cukup,bukan miskin

Posted: Oktober 14, 2016 in Cinta
Tag:

Isilah *titik-titik di bawah ini* dan mohon dijawab dengan jujur dan cepat.

1. Allah *menciptakan tertawa* dan
(……….??)

2. Allah itu *mematikan* dan
(…………??)

3. Allah itu *menciptakan laki-laki* dan
(…………??)

4. Allah itu memberikan *kekayaan* dan
(………..??)

*_Bagaimana jawabanya ?_*

(lebih…)

Takkan tergantikan

Posted: Agustus 27, 2016 in Cinta
Tag:

Ketika kamu bilang ga ada cewe yg deket sama kamu….

Ketika kamu bilang,dia nolak gw soalnya gw ga keren….

Ketika kamu bilang,habis dech gw…gw ditolak…hancur dech gw…

Ketika kamu bilang,ga ada cewe yg peduli sama gw…

Taukah wahai laki-laki…Sebetulnya ada sesosok wanita yg kau pinta tadi telah ada…Ya,ad…

Taukah kau laki-laki,apa yang cari dari apa yg kau inginkan tidaklah jauh…

JANGAN KAU BERPIKIR..

Yang cinta itu hanya,cewe mu…INGAT…itu tidaklah tepat…

Namunlah ingat wahai laki-laki…Cinta yang kau cari ketulusannya hanyalah IBU…

Tanpa kau pinta dia akan selalu sayang padamu…betapa pun kau tolak ajakanya dalam menemani hidupnya,namun ia tetap ikhlas katakan “Robbi Habli Minassholihin”…

Cinta Ibu takkan pudar..Ya,itu adalah IBU mu

-@Tugu Proklamasi-
18.55WIB

Elizabeth Gilbert(penulis Eat Pray and Love)

Siapa sangka Elizabeth Gilbert, penulis novel Eat, Pray, Love, punya kisah lain tentang Indonesia yang tidak pernah diceritakannya. Kisah ini adalah bukti kalau Indonesia bisa menjadi inspirasi para wisatawan dunia.

Sudah banyak traveler membaca novel Eat, Pray, Love, tentang bagaimana sang penulis mendapatkan pencerahan hidup. Novel yang sudah difilmkan dengan aktris Julia Robert ini juga sukses mendongkrak pariwisata Bali.

(lebih…)

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

✅ Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ جَهَّزَ غَازِيًا فِي سَبِيلِ اللهِ فَقَدْ غَزَا ، وَمَنْ خَلَفَ غَازِيًا فِي سَبِيلِ اللهِ بِخَيْرٍ فَقَدْ غَزَا

🌴 “Barangsiapa yang membantu perlengkapan orang yang berjihad di jalan Allah maka sungguh dia juga telah ikut berjihad, dan barangsiapa yang membantu keluarga seorang yang berjihad di jalan Allah dengan suatu kebaikan maka dia juga telah ikut berjihad.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Zaid bin Khalid Al-Juhani radhiyallahu’anhu]

📝 #Beberapa_Pelajaran:

1. Orang yang menolong orang lain untuk beribadah kepada Allah ta’ala akan mendapatkan pahala yang sama.

➡ Al-Imam Ath-Thobari rahimahullah berkata,

وفيه من الفقه أن كل من أعان مؤمنًا على عمل بر فللمعين عليه أجر مثل العامل

🌴 “Dan dalam hadits ini terdapat fiqh (pemahaman) bahwa setiap orang yang menolong seorang mukmin dalam melaksanakan satu amalan kebaikan maka orang yang menolong tersebut mendapatkan pahala seperti orang yang mengamalkannya.” [Syarhul Bukhari libnil Baththol, 5/51]

2. Keutamaan beramal untuk kemaslahatan kaum muslimin, dan anjuran bagi kaum muslimin untuk membantu orang yang melakukannya.

➡ Al-Imam An-Nawawi As-Syafi’i rahimahullah berkata,

وَفِي هَذَا الْحَدِيث : الْحَثّ عَلَى الْإِحْسَان إِلَى مَنْ فَعَلَ مَصْلَحَة لِلْمُسْلِمِينَ ، أَوْ قَامَ بِأَمْرٍ مِنْ مُهِمَّاتهمْ

🌴 “Dan dalam hadits ini ada motivasi untuk berbuat baik kepada orang yang melakukan suatu amalan demi kemaslahatan kaum muslimin atau melakukan suatu perkara demi kepentingan kaum muslimin.” [Syarhu Muslim lin- Nawawi, 13/40]

3. Diantara amalan besar yang sangat bermaslahat bagi kaum muslimin adalah menuntut ilmu agama dan mengajarkannya.

➡ Asy-Syaikh Ibnul ‘Utsaimin rahimahullah berkata,

🌴 “Pelajaran yang bisa dipetik dari hadits ini, bahwasannya setiap orang yang menolong orang lain dalam melaksanakan ketaatan kepada Allah maka dia akan mendapatkan pahala yang sama dengan orang yang ditolongnya.

🌴 Jika engkau menolong seorang penuntut ilmu dalam membeli buku-buku baginya, atau menyediakan asramanya, atau memberi infak kepadanya, atau yang semisal dengannya, maka engkau akan mendapatkan pahala seperti penuntut ilmu tersebut tanpa mengurangi pahalanya sedikit pun.

🌴 Demikian pula jika engkau membantu seorang yang melaksanakan sholat agar mudah baginya melakukan sholat, baik tempat sholatnya, pakaiannya, air wudhunya dan apa saja yang dapat memudahkannya untuk melakukan sholat, maka engkau akan mendapatkan pahala seperti pahalanya.

🌴 Ini adalah kaidah umum; barangsiapa yang menolong orang lain untuk melakukan suatu ketaatan kepada Allah, maka dia akan mendapatkan pahala sebagaimana pahala orang yang melakukan ketaatan tersebut tanpa mengurangi pahalanya sedikit pun.” [Syarhu Riyadhis Shalihin, 2/375]

4. Kaum muslimin bagaikan satu bangunan, satu dengan yang lainnya harus saling menguatkan dan saling menolong dalam kebaikan dan ketakwaan.

✅ Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ المُؤْمِنَ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا

🏡 “Seorang mukmin dengan mukmin yang lain bagaikan sebuah bangunan, satu dengan yang lainnya saling menguatkan.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Musa Al-Asy’ari radhiyallahu’anhu]

5. Keutamaan jihad di jalan Allah subhanahu wa ta’ala dan anjuran menolong para mujahid dan keluarga mereka yang ditinggalkan.

🚧 Akan tetapi jihad adalah ibadah yang harus mencontoh Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam, bukan seperti jihad teroris yang membunuh orang kafir secara serampangan, bahkan membunuh kaum muslimin yang mereka kafirkan…!

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

💻 Sumber: http://sofyanruray.info/pahala-membantu-orang-yang-beribadah/

══════ ❁✿❁ ══════

➡ Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama⤵

📡Markaz Ta’awun Dakwah dan Bimbingan Islam:
📮Join Channel Telegram: http://goo.gl/6bYB1k
📲Gabung Group WA: 08111377787
🌍www.facebook.com/taawundakwah
🌐www.taawundakwah.com
📱PIN BB: 5D4F8547

Kenalan,bukan kenalan yu

Posted: Februari 15, 2016 in Cinta, Umum
Tag:

Dalam bahasan disini fokus Taaruf (perkenalan / saling mengenal ) antara laki-laki dan perempuan yang akan menikah. Tujuannya apa? agar antara kedua pasangan tersebut saling mengenal satu sama lain dan tentu tidak  beli kucing dalam karung. Tapi perlu diingat taaruf ini bukan pacaran Islami, pacaran dengan kedok taaruf bukan seperti itu. Katanya taaruf tapi ujung-ujungnya HTS (Hubungan Tanpa Status) atau malah TTS (Teman Tapi Sayangan) Walaupun tak sedikit yang mengatakan dia lagi taaruf tapi pada dasarnya dia lagi “pacaran” ini tentu keliru.

Lalu bagaimana taaruf dalam Islam?

(lebih…)

Dengan coklat….
Dengan boneka….
Dengan bunga-bunga…
Dengan pujian romantis…

LAKI-LAKI dengan mudah MENGENGGAM tanganmu…MEMELUK tubuh mu, bahkan lebih dari itu….

Emang berapa harga coklat???
Emang berapa harga bunga???
Emang berapa harga pujian???

Mahal mana itu semua dengan harga dirimu wahai saudariku???….

TOLAK VALENTINE SEBAGAI HARI KASIH SAYANG…

Artikel: Jendela Islam

image

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Al-Hamdulillah Hamdan Katsiran Thayyiban Mubarakan Fiih,

(Segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, pujian yg terbaik dan pujian yg penuh keberkahan didalamnya” (HR.Muslim 2/99)

Tepat hari ini, tanggal 22 Desember 2015 hampir di setiap aktifitas pagi kita diawali dengan ucapan selamat hari ibu…

“Pagi/morning…Selamat ya mah/ibu/mom….”

Bahkan gambar yang coba saya gunakan seakan menambahkan benar nya perjuangan ibu kepada kita sebagai anak dan memang sewajarnya kita ucapkan “Selamat hari Ibu” sebagai bentuk dan ucapan terima kasih kita kepada seorang ibu dari seorang anak…

Kasih sayang ibu takkan pernah lekang dimakan oleh waktu. Pengorbannya tidak akan bisa digantikan..Namun taukah kita,kenapa hari ibu bisa terjadi??…Siapa yang memulainya??…Lantas benarkah kita mengucapkanya??…Padahal kepada ibu sendiri??..Atau jangan-jangan saya sebagai penulis pun pernah mengucapkanya??…

Mari kita renungkan diri sejenak dan belajar dari sebuah kalimat:

IBU, MAAF TAK ADA BUNGA UNTUKMU

Dalam silaturahim saya ke salah seorang senior saya, dengan gurau beliau berkata: Ayo, sudah cari kado belum untuk hari ibu?

Di grup orang-orang baik yang ada di media sosial pun bermunculan berbagai kreasi gambar tentang kemuliaan seorang ibu dan ujungnya: Selamat Hari Ibu.

Saya baru sadar kalau ini adalah bulan di mana hari ibu diperingati. Dari sejak awal, saya katakan bahwa berbagai peringatan hari tersebut jelas bukan karakter agama Islam ini. Tak hanya hari ibu, ada juga hari ayah, hari tembakau, hari kanker, dan entah hari-hari apa yang akan diusulkan kembali setelah ini.

Ini hadir dari kebiasaan sebuah masyarakat yang tidak mampu memenuhi hak seseuatu yang diperingati tersebut. Maka untuk memberikan kepedulian dan perhatian mereka, hari itu diadakan.

Silakan baca sejarah hari-hari tersebut. Hari ibu ini contohnya. Hari yang mulai diramaikan di Amerika ini menjadi hari yang diperingati mengingat masyarakat Amerika adalah masyarakat tanpa ikatan kekeluargaan seperti yang kita kenal dalam Islam. Semakin hari semakin renggang, bahkan bisa tidak saling kenal. Kawin cerai semakin membuat rumit hubungan antara anak dan orang tuanya. Tak ada bab birrul walidain dalam kajian etika mereka. Melihat itu semua, nurani mereka mulai terusik. Ibu yang berjasa –setidaknya- mengandung dan melahirkan, harus dihormati jasanya. Bahkan gereja tak sanggup menyuguhkan moral itu.

Hingga Anna Jarvis tahun 1908 untuk kali pertama membawa bunga yang dibagikan kepada para jemaat yang ada di gereja tempat dahulu ibunya beribadat. Sebelum ini semua, Julia Ward Howe sudah mengkampanyekan ibu untuk keselamatan di Inggris, dalam rangka menyatukan wanita untuk melawan peperangan yang sedang terjadi.

Anna Jarvis memilih waktu Minggu, karena ia ingin menjadi peringatan yang berkekuatan spiritual gereja. Konggres Amerika baru menyepakatinya sebagai hari resmi nasional pada tahun 1914.

Tapi tahukah Anda, kalau Anna Jarvis akhirnya menyesal?

Hanya 9 tahun setelah diresmikannya hari ibu, Amerika mulai berpesta di setiap hari ibu tiba. Dengan dalih menghormati ibu, mereka hanya memanfaatkannya untuk bisnis dan marketing berbagai hadiah di pasar. Sakralitas gereja telah berubah menjadi ajang marketing pasar.

Anna Jarvis menyesal, “Saya berharap bahwa saya tidak memulai hari ini, karena ia telah keluar dari kendalinya.”

Anna mengerahkan sisa hidup dan hartanya untuk mengembalikan hari yang telah disesalinya itu. Dengan semua kemarahannya. Tapi tanpa hasil. Bahkan disebutkan bahwa ia ditangkap tahun 1948 gara-gara demo atas keruhnya hari ibu, dia dianggap mengganggu kesalamatan.

Maaf, apa istimewanya sejarah hari ibu di atas?

Bermula dari pembagian bunga dan hanya berujung pada penjualan bunga. Bermula dari gereja berujung penyesalan. Dan akhirnya penangkapan

Maaf, apa istimewanya?

Cermatilah semua peringatan yang mereka buat. Tak jauh dari suasana seperti itu.

Perlahan tapi pasti, peringatan seperti ini mulai memasuki tubuh muslimin yang tak lagi mempunyai pertahanan kokoh. Termasuk negeri ini. Kita lupa kalau kita ini muslim. Tak memerlukan sebuah hari di mana kita menghormati dan berbakti kepada ibu kita.

Karenanya,

Maaf ibu

Tak ada bunga untukmu

Tidak kartu tak pula makanan kesukaanmu

Hanya di hari ibu

Karena aku sadari sepenuhnya

Kaulah segalanya

Tempatmu hanya sederajat di bawah Allah dan Rasul-Nya

Tiga kali lipat di atas ayah kau lebih mulia

Surga ada di bawah telapak kakimu

Kau pintu surga anak-anakmu

Makhluk yang paling berhak terhadap diriku adalah dirimu

Perintah Al-Quran untuk bakti hanya menyebut jasamu

Al Adabul Mufrod karya Al Bukhari membuka dengan bab tentangmu

Doa ampunan dan kasih sayang selalu terkirimkan untukmu

Setelah amal dan dalam sujud panjangku selalu kado doa untukmu

Bahkan,

Bakti kepadamu tak terhenti setelah tiadamu

Untuk mengantar yang terbaik hingga peristirahatan indahmu

Untuk semua janji, kewajiban, dan wasiatmu

Untuk saudara dan kerabatmu

Untuk teman baikmu

Karena seluruh hidupku untukmu,

di setiap hela nafasku

Sadar, tawaf menggendongmu tak mampu membalas setetes air susumu

Dan,

Karena bakti tak mengenal hari.

            ___ 🍃🍀🍃 ___

Maka jangan jadikan sesuatu menjadi sebuah seremonial tanpa petunjuk yg jelas..Namun,kita pun harus memahami bagaimana cara mencintai dengan tuntunan atau cara yang Rasulullah ajarkan kepada kita umatNya..(QS. Al Maidah 5:3)

MENCINTAI BUKAN PADA MOMENTUM

SEBAB MOMENTUM HANYALAH SIMBOL,

MAKA UBAHLAH BUKAN MENJADI SIMBOK CINTAI

NAMUN KESEHARIAN DALAM CINTA, BUKAN DALAM MOMENTUM

Semoga bermanfaat,
Jazakumullah khoir katsiran

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wawabarakaatuh

Artikel : Ustadz Budi Ashari, Lc

1751_newcontentisi_nikah.jpg2

“Amal itu seumpama jasad, sedangkan KEIKHLASAN adalah ruhnya”

(Ibnu Atha’ illah Al-iskandari)

Belajar ikhlas, memang setiap manusia selalu dituntut untuk belajar ikhlas, ikhlas dalam memberi dan ikhlas juga dalam menerima. Baik itu berupa sesuatu dari hal-hal yang kita sukai maupun sesuatu yang kita tidak kita sukai. Ikhlas itu berat bagi sebagian orang karena memang ia tak berbentuk tak bisa diukur dan ditimbang, ikhlas adalah pekerjaan tak terbatas karena ia dikerjakan oleh hati bukan fisik kita yang serba terbatas.

Nah, salah satu hal paling berat bagi seseorang untuk ikhlas adalah disaat menerima ketentuan Allah ketika gagal menikah dengan orang yang dicintai. Mencintai dan dicintai memang suatu rahmat dan nikmat dari Allah SWT. Tak ada salahnya memang mendambakan seseorang untuk menjadi calon pendamping hidup selama itu masih dalam koridor syar’i (tidak ada aktivitas maksiat). Rasa kagum pada seseorang, rasa simpati dan suka pada seseorang sudah menjadi suatu hal yang lumrah. Apalagi sekarang lagi ngetrendnya istilag “cinta dalam diam” meskipun pengalaman sebagian orang cinta semacam ini ternyata lebih menyesakkan.

Disaat seorang sudah beraharap menikah dengan laki-laki, sudah membayangkan bagaimana indahnya hidup bersama si dia, jalan berdua, bulan madu kepulau dewata, makan sepiring berdua, tinggal bersama, berjuang bersama untuk meraih satu cita-cita. Ketika hasrat itu sudah begitu memuncak, keinginan untuk bersama begitu kuat, cintanya sudah begitu menggelora untuk segera menyegerakan menyempurnakan separoh agama.

Namun disaat lain, entah apa itu alasannya apakah mungkin orang tua yang tidak cocok, si dia sudah duluan menikah dengan yang lain, cinta dikhianati, atau entah apalagi alasannya sehingga menyebabkan kedua insan ini tidak jadi menikah. Tentu akan menjadi suatu hal yang menyakitkan.

Galau sudah pasti, kecewa sudah tentu, sakit hati apa lagi ditambah beragam penyesalan. Kegagalan menikah dengan orang yang dicintai kadang bisa menjadi salah satu penyakit jiwa yang berbahaya baik itu bagi fisik, bagi hati itu sendiri serta bagi masa depan. Untuk yang lemah imannya tentu akan susah sekali untuk segera bangkit dan move on, sementara bagi yang tidak punya iman bisa-bisa bunuh diri menjadi solusi.

So, siapapun kamu, apakah kamu pernah mengalaminya, atau mungkin sahabat, saudara, kakak, adik atau mungkin juga sebagai bekal untuk nanti jika saja Allah uji dengan hal ini. Maka yuk renungkan 6 hikmah berharga dibalik kegagalanmu menikah dengannya.

 

1. Mungkin dia bukanlah yang terbaik untukmu dan begitu juga sebaliknya.

Mudah memang diucapkan, namun berat jika dilakukan apalagi jika kamu benar-benar pernah merasakannya. Ya, disinilah ujiannya. Ada banyak hal yang sulit bagi kita untuk memahaminya, terkadang ada yang bagus dan baik menurut kita namun sejatinya buruk dan tidak baik bagi masa depan kita, hanya Allah yang tau.

Selalu meyakini kalau Allah sayang sama kita, Allah selalu memberikan yang terbaik untuk kita tentu akan menjadi penguat tersendiri bagi kita untuk menerima setiap ketentuan dari Allah SWT, apapun bentuknya.

2. Jangan “terlalu” mencintai seseorang apalagi sampai “cinta mati” dan “cinta buta”.

Mencintai sesuatu yang sudah menjadi tanggung jawab dan hak kita saja Allah larang, tidak baik mencintai istri atau suami berlebihan, tidak baik mencintai anak-anak secara berlebihan, tidak baik juga mencintai keluarga secara berlebihan demikian juga tidaklah baik mencintai harta secara berlebihan. Apalagi mencintai orang yang bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa bagi kita.

Suka, simpati, tertarik kepada seseorang sah-sah saja. Namun jika sampai sayang banget sama si dia, cinta banget sama si dia tentu jangan. Hati-hati, jaga hati karena jika tidak maka kamu akan bisa kecewa sendiri karena hati sendiri. Selalu jadikan Allah sebagai cinta yang pertama dan utama. Bukan si “dia”.

3. Mungkin Allah melihatmu belum siap dan pantas untuk menikah

Menikah bukanlah hal tentang cinta-cintaan dan sayang-sayangan saja. Banyak hal berat yang mesti dilalui dalam kehidupan rumah tangga. Seorang laki-laki mesti siap menjadi seorang suami yang memimpin dan mengayomi istrinya dan juga mesti siap menjadi seorang ayah yang bisa mendidik dan bertanggung jawab atas anak-anaknya kelak.

Begitu juga dengan seorang wanita, harus siap jadi seorang istri yang melayani suaminya, mendampingi suaminya dan selalu mengingatkan suaminya agar selalu dijalan kebaikan. Tidak hanya itu dia juga mesti siap menjadi seorang ibu yang akan menjadi “sekolah pertama” bagi anak-anaknya kelak.

So, perkara menikah tidak hanya tentang cinta-cintaan saja, maka siapkan bekal ilmu, amal, dan mental hingga Allah melihatmu pantas untuk segera menikah.

4. Mungkin Allah sedang siapkan jodoh terbaik dunia akhirat untukmu 

Kita tentu tidak tau apa rencana Allah, tapi yang kita tau Allah sayang sama kita, Allah selalu ingin memberikan yang terbaik untuk kita meskipun kita abai dalam menangkap pesan-pesannya.

Ketika kamu gagal menikah, bukan berarti Allah nggak sayang sama kamu. Tapi justru karena Allah sayang, Allah sedang siapkan jodoh terbaik untukmu yang tentu juga akan diberikannya di saat dan waktu yang terbaik. Selalulah berprasangka baik padanya.

5. Allah ingin menguji kadar keimanan dan ketakwaanmu

“Allah tidak adil”…

“Allah telah mengecewakan saya”….

“Aku kecewa pada Allah”….

Tidak sedikit orang-orang yang awalnya taat kepada Allah SWT namun ketika Allah uji dengan kesulitan maka sirnalah ketaatannya pada Allah. Dia menganggap ketaatan dan ketakwaannya selama ini hanyalah sia-sia belaka.

Namun dilain sisi tak sedikit juga orang-orang yang pada akhirnya hijrah kejalan Allah, bertambah keimanan dan ketakwaannya ketika Allah uji dengan kesulitan. Pada dasarnya semua yang Allah berikan pada kita baik itu ujian berupa kenikmatan dan kenikmatan kedua-duanya sama saja, sama-sama ujian. Maka mari hadapi dengan ketaatan pada Allah SWT.

6. Allah sedang mengajarimu makna dari kesabaran dan keikhlasan

Sabar dan ikhlas, mudah sekali memang diucapkan, namun terasa begitu sulit jika diamalkan, sabar dan ikhlas adalah sesuatu yang tak berbatas, tak berhingga. Ia adalah pekerjaan “jiwa” , jika kita berhasil melewatinya maka buah kebaikan akan menunggu disana.

Dari zaman para nabi Allah mengajarkan cara sabar dan ikhlas kepada nabi-nabinya dengan berupa cara , ada yang Allah uji dengan harta benda, ada juga yang Allah uji dengan mengirimkan berbagai orang zhalim kepadanya, ada juga yang Allah uji dengan penyakit, ada juga yang Allah uji dengan memberikan istri dan anak durhaka serta berbagai bentuk ujian lainnya. Ya, meskipun ujian terhitung belum apa-apa jika dibandingkan dengan putus cinta.

Yup, itulah setidaknya 6 hikmah berharga, meskipun kami yakin 6 hikmah ini tidak cukup untuk mengobati luka hatimu (Yeaayyy..). Tapi setidaknya kami berharap ini bisa menjadi langkah awal untuk menjadi lebih baik.

Diadopsi dari :[Uda Agus/Elmina]

(lebih…)

Saudaraku…Saudariku Muslim dan Muslimah….
Salah omong
Salah bertingkah
Salah faham
Itu semua wajar Biasa…
Namanya juga manusia…

Kalau ada saudara kita yang minta maaf atas kesalahannya
Hati yg besar akan mudah memberikan maaf
Kemudian kalau dia mengulangi kesalahannya
Kadang kita mulai enggan memaafkan
Namun seharusnya kita tetap memaafkan Karena kitapun sering mengulangi kesalahan yang sama pada Allah
Dan Allah tetap menerima kita

(lebih…)