Mimpi Basah

Posted: Mei 22, 2018 in Ramadhan, Umum
Tag:,

FATWA RAMADHAN

Pertanyaan :

MIMPI BASAH, Keluar MANI, Keluar MADZI, Keluar WADHI, ketika PUASA, BATALKAH?

Keluar MANI karena bercumbu suami/istri disiang hari Ramadhan MEMBATALKAN PUASA.
Sedangkan keluar MANI tidak sengaja (karena mimpi basah atau penyakit) disiang hari Ramadhan TIDAK MEMBATALKAN PUASA.
Keluar MADZI dan WADHI disiang hari Ramadhan TIDAK MEMBATALKAN PUASA.
BEDA antara MANI, MADZI dan WADHI
Perlu mengetahui beda antara ketiganya :
[1] MANI

Ini sudah di ketahui oleh banyak orang. *Hukumnya adalah SUCI.
CIRI-CIRINYA :

✔1. Keluar dengan syahwat. 
✔2. Setelah kelarnya badan menjadi sedikit melemah (rileks
✔3. Warnanya putih dan ada juga kekuning-kuningan
✔4. Kental tidak encer / fragile
✔5. Keluar dengan memancar (muncrat) dalam beberapa kali pancaran. 

 

[2] MADZI

Ini memang agak susah dibedakan dengan mani jika tidak tahu benar bedanya. Hukumnya NAJIS.
Madzi adalah cairan yang tipis, kental dan transparan tidak berwarna, keluar ketika mencumbu atau mengingat-ingat jima’, menginginkan, melihatnya atau yang lain.
Keluar dalam bentuk tetesan pada kepala penis, bisa jadi ia tidak merasakan ketika keluarnya.

[3] WADHI

Ini juga jarang diketahui oleh orang. Hukumnya NAJIS.
Wadhi keluar setelah kencing dan tidak kental, berwarna putih tebal menyerupai kencing dalam ketebalan tetapi berbeda dalam halb kekeruhan dan bau.

 
MIMPI BASAH KETIKA PUASA 
Puasanya TIDAK BATAL.
Berikut fatwa Al-Lajnah Ad-Daimah,
“Barangsiapa yang mimpi basah sedangkan ia dalam keadaan puasa, berihram, haji atau umrah maka tidak ada dosa dan kafarah baginya dan tidak berpengaruh terhadap puasa, haji dan umrahnya. Wajib baginya mandi janabah jika telah keluar mani.”

[Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah no. 7790, pertanyaan kedua, syamilah]

KELUAR MANI KETIKA PUASA 
Jika mani keluar karena ingin melampiaskan syahwat seperti jima’, mencium istri, mencumbu atau melihat wanita dengan berulang-ulang. Maka pendapat terkuat adalah MEMBATALKAN PUASA. Karena hakikat puasa adalah meninggalkan syahwat.
Syaikh Muhammad shalih Al-Munajjid hafidzahullah berkata,

“Melakukan sebab keluarnya mani merupakan pembatal puasa seperti berjima’, mencium, mencumbu atau melihat wanita berulang-ulang. Kemudian keluar mani maka puasanya batal.”
Adapun jika tidak ada keinginan, mani keluar sendiri maka tidak membatalkan.

KELUAR MADZI KETIKA PUASA 
Adapun madzi maka TIDAK MEMBATALKAN PUASA.

Syaikh Abdul Aziz bn Baz rahimahullah berkata,

“Keluarnya madzi tidak membatalkan puasa menurut pendapat yang shahih dari dua pendapat ulama. Sama saja apakah sebabnya mencium istri atau melihat film atau yang lainnya yang bisa membangkitkan syahwat.”

[Majmu’ Fatawa Syaikh bin Baz 15/267]

 
KELUAR WADHI KETIKA PUASA 
Ini juga TIDAK MEMBATALKAN PUASA.
Berikut Fatwa dari Al-Lajnah Ad-Daimah,
“Keluarnya cairan yang kental dan tebal setelah kencing tanpa rasa nikmat bukanlah mani, itu adalah wadhi. Ini tidak membatalkan puasa, tidak wajib mandi janabah. Yang menjadi kewajiban adalah membersihkan (istinja’) dan wudhu. Selama engkau belum berbuka dan belum berniat berbuka sebelum tenggelamnya matahari, maka puasamu sah dan tidak wajib bagimu mengqhada.”

[Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah no.1153, syamilah]

Demikian pembahasan singkat ini semoga bermanfaat.

dr. Raehanul Bahraen
Sumber: muslimafiyahcom

Twitter IslamDiaries

IG @DiariesImage

Telegram Channel IslamDiaries

FB Islam Diaries

Tube DiariesVision

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s