Jangan lupa bahagia

Posted: Desember 8, 2017 in Cinta, Umum
Tag:

Pulang kerja saya melihat tulisan di badan belakang beca motor. “Jangan lupa Bahagia”. Saya tak tahu siapa yang menuliskannya. Apakah si pemilik beca motor atau si pengendaranya. Terserahlah..yang penting bukan itunya. Yang penting menurut saya ternyata kita bisa lupa bahagia. Kok bisa ya? Kita tahu sejak dilahirkan kita diajarkan mengejar kebutuhan hidup. Sebagian besar usia dewasa kita dihabiskan untuk bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan yang tiada akhir. Termasuk perlunya mengendalikan orang sekitar kita, dan diri kita sendiri. Ini semua penyebab tekanan batin.  Tanpa sadar kita habiskan waktu kita untuk mengakumulasi dan menjaga materi atau kekayaan luar kita.. tapi lupa memupuk rasa kita. Yaitu rasa gembira, bahagia, sayang, kesabaran dan kedermawanan kita. Kata orang bijak belajarlah bersantai, bergembira dan menjadi kreatif.  Kreativitas tak muncul saat kita tertekan. Ia muncul saat kita bergembira saat kita bermain.

Soal seni bergembira ini saya ingat pengalaman ketika kunjungan Muhibbah Jurnalistik PWI Riau ke Malaysia belum lama ini. Kami 40 orang wartawan dipandu oleh seorang pemandu wisata yang selalu gembira. Namanya Muhammad Taslim. Panggilan akrabnya Cik Gu Lim. Dia seorang mantan guru. “Ubi kledek ubi kayu..thank u i love u,” adalah pantun andalan pembuka cakap Cik gu. Kalau cik gu dah becakap heboh lah satu bus. Ada-ada saja yang memacing gelak tawa. Humornya cerdas dan kalau Cik gu dah becakap nyaris tanpa jeda. Seru lah pokoknya. Gembira itu menular. Cik gu menularkan itu pada kami selama tiga hari bersama. Saya sempat salah ketika menebak usianya. Intinya ia kelihatan lebih muda dari usianya. Itulah efek orang yang selalu gembira dan bahagia.

Cik gu ini selalu tampil modis and fashionable.  Tidak cuma bisa bahasa melayu tapi juga lincah bahasa Mandarin. Yang menarik ia sabar menghadapi kendala dan kesulitan yang muncul dalam memandu rombongan besar kami yang sering juga tak disiplin. Uniknya lagi dalam setiap pesannya ia juga menyisipkan pentingnya doa sebelum memulai apapun. Meski tampilan internasional tapi kecintaan pada hal yang religius dan budaya lokal sungguh terjaga. Okelah bila itu standar seorang pramuwisata profesional. Pintar, interaktif, menarik (keren). Tapi sekali lagi pelayanan Cik gu  dari hati yang gembira dan bahagia tidak dibuat-buat terasa bedanya. Cobalah kalau tak percaya..

Lalu apa sebenarnya bahagia itu? apakah mereka mereka yang kita anggap sudah di sukses dari segi ekonomi, karir, pendidikan, dll sebenarnya setiap hari mereka selalu merasa bahagia? belum tentu. Angka bunuh diri di AS justru tinggi di wilayah-wilayah yang sukses secara ekonomi dan makmur. Jadi sebenarnya apa itu Definisi Bahagia? Kata para pecinta Tuhan, bahagia adalah ketika kita bisa mensyukuri segala nikmat-nikmat yang setiap hari, setiap detik kita rasakan dan kita lalui, yang mungkin tanpa kita sadari bahwa itu sebenarnya nikmat. Contoh hanya sedikit yang menyadari punya gigi ketika semua gigi sehat. Baru sadar punya gigi kalau ada satu yang sakit.

Jadi Bahagia itu milik siapa? Bahagia itu adalah milik hati kita sendiri, bahagia adalah anugrah dariNya, bahagia itu ada dalam diri kita sendiri. Dia bukan kesenangan yang dikejar-kejar di luar diri.  Kesenangan hanya seperti buih lautan atau gelembung sabun. Ada sesaat lalu pecah dan hilang. Bahagia adalah rasa yang lebih langgeng, dalam dan indah.  Tinggal kita sadar dan mensukurinya atau tidak…”Ubi kledek ubi kayu..thank u i love u.” Haa..haa..haa…

Tamat.

“Bisnis kadang bisa membuat kita senang sekaligus juga sedih, suka sekaligus juga duka, memang begitu racikannya .. sabar dan syukur senantiasa , semoga Alloh senantiasa memberikan kebahagiaan..

Artikel: Dishared oleh Bunda Onya (sahabat ku di PS)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s