Adab Pemimpin

Posted: Oktober 17, 2017 in Kebangsaan, Umum
Tag:,

Berbicara Pemimpin….Baru saja bertepatan hari ini,Senin tanggal 16 Oktober 2017 (pukul 16.00WIB) telah dilantik Gubernur DKI Jakarta baru periode 2017-2022:

Apakah di boolehkan menetapkan diri ingin menjadi pemimpin dalam Islam??…Allah Subhanahu Wa Taála berfirman:

وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوٰجِنَا وَذُرِّيّٰتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

wallaziina yaquuluuna robbanaa hab lanaa min azwaajinaa wa zurriyyaatinaa qurrota a’yuniw waj’alnaa lil-muttaqiina imaamaa

“Dan orang-orang yang berkata, Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.”

(QS. Al-Furqan 25: Ayat 74).

Maka ketika akan,atau bahkan telah menjadi pemimpin maka gunakan lah 6 prinsip baku(sawabit),dalam melakukan kepemimpin yaitu:

  1. Memenuhi batasan minimal yg harus dimilki seorang pemimpin (Aqidah harus bener)…Kalo dirinya saja aqidah buruk,apalagi bawahanya..Aqidah akan membentuk karakter…Contoh : Al Qonsa,ketika ia masuk Islam…Perang Qodisia,putra-putranya 4 orang diajak perang dan berharap mati syahid…

Mualim: hanya menyampaikan

Murobi : bukan hanya menyampaikan,tapi jika berinteraksi intens

  1. Paham tentang ilmu,dan kalo bicara ilmu 2 hal…Kalimat Allah dan Rasul..“Kosong ta mampu mengisi”….Jika tanpa ilmu,maka yg digunakan dalam penyelesainya hanya melalui perasaan..Contoh : Saat Aisyah dituduh berzina dengan sahabat Rasulullah…Rasul,menunggu wahyu dalam menyelesaikan masalah bukan dengan perasaan..Serta juga perjanjian Hudaibiyah…Tidak ada ilmu yg instan dalam menyelesaikan sesuatu,karena pentunjuk itu melalui proses..
  2. Mengajarkan setiap kepemimpinan,menyeimbangkan ke sholehan pribadi dan jamaah (Bukan cuma karakter sholeh pribadi,tp juga buat umat/kontribusi besar untuk Islam).
  3. Mengajak manusia kepada ilmu secara utuh…Tidak hanya bicara muamalah,sedekah,keluarga..Tapi keseluruhan agama,agar komplit bukan setengah-setengah
  4. Harus mengikis fanatisme buta…Kembalilah kembali kepada kitab Al Quran dan Sunah Rasulullah..Mempersaudarakan,bukan mempermusuhkan..
  5. Semangat yg mengadakan study perbandingan..Dan menghidupkan mana mashlahat dan mudarot..

Semoga harapan besar Indonesia umumnya,namun khususnya JAKARTA , terhadap pemimpin yang baru akan lahir kebijakan yang menguntungkan rakyat,bukan hanya golongan…Pemimpin yang berpihak kepada Umat…Pemimpin yang menyelesaikan masalah dengan ilmu…Pemimpin yang menepati janjinya kepada apa yang telah dijanjikan…Dan Pemimpin yang hanya takut kepada Allah Subhanahu Wa Taála

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s