Ketika “fakir”,menjadi “fakir”

Posted: Oktober 13, 2017 in Tauhid, Umum
Tag:,

Jika berbicara kalimat jihad,apa yang ada dalam benak kita??….Dan apa tujuan jihad??…

Tujuan jihad dilakukan adalah untuk menjadi kemurnian agama,dan bukan untuk semata-mata tujuan akhirnya berperang,membunuh,dll…Namun jihad adalah perjalan yg tidak pernah berhenti…

Jihad terbagi menjadi 4 bagian:

  1. Jihad melawan hawa nafsu…Rusaknya agama Islam,bukan hanya semata-mata karena orang kafir..Tetapi liarnya nafsu dalam diri orang-orang  Islam itu sendiri,karena fakir akan ilmu (malas belajar ilmu agama). Dengan nafsu maka tidaklah akal ini berfungsi dengan baik,mana yang menurutnya baik itu saja yang dikerjakanya.
  2. Berjihad mencari ilmu Syar’i…Efek penyakit internal Islam yaitu: Bodo dan Rakus (penyakit syahwat,dan subhat)…Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

بَلِ اتَّبَعَ الَّذِينَ ظَلَمُوٓا أَهْوَآءَهُمْ بِغَيْرِ عِلْمٍ  ۖ  فَمَنْ يَهْدِى مَنْ أَضَلَّ اللَّهُ  ۖ  وَمَا لَهُمْ مِّنْ نّٰصِرِينَ

balittaba’allaziina zholamuuu ahwaaa`ahum bighoiri ‘ilm, fa may yahdii man adhollalloh, wa maa lahum min naashiriin

“Tetapi orang-orang yang zalim, mengikuti keinginannya tanpa ilmu pengetahuan; maka siapakah yang dapat memberi petunjuk kepada orang yang telah disesatkan Allah. Dan tidak ada seorang penolong pun bagi mereka.  (QS. Ar-Rum 30: Ayat 29)

Pentingnya belajar,dan bukan semata-semata semua semua harus berperang,karena menuntut ilmu yaitu Fardu A’in…Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُونَ لِيَنْفِرُوا كَآفَّةً  ۚ  فَلَوْلَا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِّنْهُمْ طَآئِفَةٌ لِّيَتَفَقَّهُوا فِى الدِّينِ وَلِيُنْذِرُوا قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوٓا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ

wa maa kaanal-mu`minuuna liyanfiruu kaaaffah, falau laa nafaro ming kulli firqotim min-hum thooo`ifatul liyatafaqqohuu fid-diini wa liyunziruu qoumahum izaa roja’uuu ilaihim la’allahum yahzaruun

“Dan tidak sepatutnya orang-orang mukmin itu semuanya pergi (ke medan perang). Mengapa sebagian dari setiap golongan di antara mereka tidak pergi untuk memperdalam pengetahuan agama mereka dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya jika mereka telah kembali agar mereka dapat menjaga dirinya.”

(QS. At-Taubah 9: Ayat 122)

  1. Jihad melawan Syetan…Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَقَاسَمَهُمَآ إِنِّى لَكُمَا لَمِنَ النّٰصِحِينَ

wa qoosamahumaaa innii lakumaa laminan-naashihiin

“Dan dia (setan) bersumpah kepada keduanya, Sesungguhnya aku ini benar-benar termasuk para penasihatmu,”

(QS. Al-A’raf 7: Ayat 21)

Syetan,menipu manusia…Seolah-olah ia pemberi nasehat…Taktik Subhat dan sahwat dipake oleh syetan mengelincirkan Nabi Adam…Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

فَوَسْوَسَ إِلَيْهِ الشَّيْطٰنُ قَالَ يٰٓئَادَمُ هَلْ أَدُلُّكَ عَلٰى شَجَرَةِ الْخُلْدِ وَمُلْكٍ لَّا يَبْلٰى

fa waswasa ilaihisy-syaithoonu qoola yaaa aadamu hal adulluka ‘alaa syajarotil-khuldi wa mulkil laa yablaa

“Kemudian setan membisikkan (pikiran jahat) kepadanya, dengan berkata, Wahai Adam! Maukah aku tunjukkan kepadamu pohon keabadian (khuldi) dan kerajaan yang tidak akan binasa?”

(QS. Ta-Ha 20: Ayat 120)

Nabi Adam digoda terus oleh Syetan,karena nabi Adam lemah karena syahwat…Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَلَقَدْ عَهِدْنَآ إِلٰىٓ ءَادَمَ مِنْ قَبْلُ فَنَسِىَ وَلَمْ نَجِدْ لَهُ ۥ  عَزْمًا

wa laqod ‘ahidnaaa ilaaa aadama ming qoblu fa nasiya wa lam najid lahuu ‘azmaa

“Dan sungguh telah Kami pesankan kepada Adam dahulu, tetapi dia lupa, dan Kami tidak dapati kemauan yang kuat padanya.”

(QS. Ta-Ha 20: Ayat 115)..

Padahal syetan adalah mahluk lemah..Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

الَّذِينَ ءَامَنُوا يُقٰتِلُونَ فِى سَبِيلِ اللَّهِ  ۖ  وَالَّذِينَ كَفَرُوا يُقٰتِلُونَ فِى سَبِيلِ الطّٰغُوتِ فَقٰتِلُوٓا أَوْلِيَآءَ الشَّيْطٰنِ  ۖ  إِنَّ كَيْدَ الشَّيْطٰنِ كَانَ ضَعِيفًا

allaziina aamanuu yuqootiluuna fii sabiilillaah, wallaziina kafaruu yuqootiluuna fii sabiilith-thooghuuti fa qootiluuu auliyaaa`asy-syaithoon, inna kaidasy-syaithooni kaana dho’iifaa

“Orang-orang yang beriman, mereka berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan Tagut, maka perangilah kawan-kawan setan itu (karena) sesungguhnya tipu daya setan itu lemah.”

(QS. An-Nisa’ 4: Ayat 76)

Pedang melawat bodoh,dan syubhat adalah ilmu….Maka pedang untuk melawan syetan yaitu tauhid..Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

إِنَّهُ ۥ  لَيْسَ لَهُ ۥ  سُلْطٰنٌ عَلَى الَّذِينَ ءَامَنُوا وَعَلٰى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

innahuu laisa lahuu sulthoonun ‘alallaziina aamanuu wa ‘alaa robbihim yatawakkaluun

“Sungguh, setan itu tidak akan berpengaruh terhadap orang yang beriman dan bertawakal kepada Tuhan.”

(QS. An-Nahl 16: Ayat 99)

Dan…Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

إِنَّمَا سُلْطٰنُهُ ۥ  عَلَى الَّذِينَ يَتَوَلَّوْنَهُ ۥ  وَالَّذِينَ هُمْ بِهِۦ مُشْرِكُونَ

innamaa sulthoonuhuu ‘alallaziina yatawallaunahuu wallaziina hum bihii musyrikuun

“Pengaruhnya hanyalah terhadap orang yang menjadikannya pemimpin dan terhadap orang yang menyekutukannya dengan Allah.”

(QS. An-Nahl 16: Ayat 100)

  1. Jihad melawan orang-orang kafir…Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

مَّا يَوَدُّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتٰبِ وَلَا الْمُشْرِكِينَ أَنْ يُنَزَّلَ عَلَيْكُمْ مِّنْ خَيْرٍ مِّنْ رَّبِّكُمْ  ۗ  وَاللَّهُ يَخْتَصُّ بِرَحْمَتِهِۦ مَنْ يَشَآءُ  ۚ  وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ

maa yawaddullaziina kafaruu min ahlil-kitaabi wa lal-musyrikiina ay yunazzala ‘alaikum min khoirim mir robbikum, wallohu yakhtashshu birohmatihii may yasyaaa`, wallohu zul-fadhlil-‘azhiim

“Orang-orang yang kafir dari Ahli Kitab dan orang-orang musyrik tidak menginginkan diturunkannya kepadamu suatu kebaikan dari Tuhanmu. Tetapi secara khusus Allah memberikan rahmat-Nya kepada orang yang Dia kehendaki. Dan Allah pemilik karunia yang besar.”

(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 105)

Dan pada ayat lain…Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَدَّ كَثِيرٌ مِّنْ أَهْلِ الْكِتٰبِ لَوْ يَرُدُّونَكُمْ مِّنۢ بَعْدِ إِيمٰنِكُمْ كُفَّارًا حَسَدًا مِّنْ عِنْدِ أَنْفُسِهِمْ مِّنۢ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ الْحَقُّ  ۖ  فَاعْفُوا وَاصْفَحُوا حَتّٰى يَأْتِىَ اللَّهُ بِأَمْرِهِۦٓ  ۗ  إِنَّ اللَّهَ عَلٰى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ

wadda kasiirum min ahlil-kitaabi lau yarudduunakum mim ba’di iimaanikum kuffaaroo, hasadam min ‘indi anfusihim mim ba’di maa tabayyana lahumul-haqq, fa’fuu washfahuu hattaa ya`tiyallohu bi`amrih, innalloha ‘alaa kulli syai`ing qodiir

“Banyak di antara Ahli Kitab menginginkan sekiranya mereka dapat mengembalikan kamu setelah kamu beriman, menjadi kafir kembali, karena rasa dengki dalam diri mereka setelah kebenaran jelas bagi mereka. Maka maafkanlah dan berlapang dadalah sampai Allah memberikan perintah-Nya. Sungguh, Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 109)

Ayat lain..Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَلَنْ تَرْضٰى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصٰرٰى حَتّٰى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ  ۗ  قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدٰى  ۗ  وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَآءَهُمْ بَعْدَ الَّذِى جَآءَكَ مِنَ الْعِلْمِ  ۙ  مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِىٍّ وَلَا نَصِيرٍ

wa lan tardhoo ‘angkal-yahuudu wa lan-nashooroo hattaa tattabi’a millatahum, qul inna hudallohi huwal-hudaa, wa la`inittaba’ta ahwaaa`ahum ba’dallazii jaaa`aka minal-‘ilmi maa laka minallohi miw waliyyiw wa laa nashiir

“Dan orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan rela kepadamu (Muhammad) sebelum engkau mengikuti agama mereka. Katakanlah, Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya). Dan jika engkau mengikuti keinginan mereka setelah ilmu (kebenaran) sampai kepadamu, tidak akan ada bagimu pelindung dan penolong dari Allah.”

(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 120)

Kembali Allah pertegas…Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

يَسْئَلُونَكَ عَنِ الشَّهْرِ الْحَرَامِ قِتَالٍ فِيهِ  ۖ  قُلْ قِتَالٌ فِيهِ كَبِيرٌ  ۖ  وَصَدٌّ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ وَكُفْرٌۢ بِهِۦ وَالْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَإِخْرَاجُ أَهْلِهِۦ مِنْهُ أَكْبَرُ عِنْدَ اللَّهِ  ۚ  وَالْفِتْنَةُ أَكْبَرُ مِنَ الْقَتْلِ  ۗ  وَلَا يَزَالُونَ يُقٰتِلُونَكُمْ حَتّٰى يَرُدُّوكُمْ عَنْ دِينِكُمْ إِنِ اسْتَطٰعُوا  ۚ  وَمَنْ يَرْتَدِدْ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِۦ فَيَمُتْ وَهُوَ كَافِرٌ فَأُولٰٓئِكَ حَبِطَتْ أَعْمٰلُهُمْ فِى الدُّنْيَا وَالْأَاخِرَةِ  ۖ  وَأُولٰٓئِكَ أَصْحٰبُ النَّارِ  ۖ  هُمْ فِيهَا خٰلِدُونَ

yas`aluunaka ‘anisy-syahril-haroomi qitaalin fiih, qul qitaalun fiihi kabiir, wa shoddun ‘an sabiilillaahi wa kufrum bihii wal-masjidil-haroomi wa ikhrooju ahlihii min-hu akbaru ‘indalloh, wal-fitnatu akbaru minal-qotl, wa laa yazaaluuna yuqootiluunakum hattaa yarudduukum ‘an diinikum inistathoo’uu, wa may yartadid mingkum ‘an diinihii fa yamut wa huwa kaafirun fa ulaaa`ika habithot a’maaluhum fid-dun-yaa wal-aakhiroh, wa ulaaa`ika ash-haabun-naar, hum fiihaa khooliduun

“Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang berperang pada bulan haram. Katakanlah, Berperang dalam bulan itu adalah (dosa) besar. Tetapi menghalangi (orang) dari jalan Allah, ingkar kepada-Nya, (menghalangi orang masuk) Masjidilharam, dan mengusir penduduk dari sekitarnya, lebih besar (dosanya) dalam pandangan Allah. Sedangkan fitnah lebih kejam daripada pembunuhan. Mereka tidak akan berhenti memerangi kamu sampai kamu murtad (keluar) dari agamamu, jika mereka sanggup. Barang siapa murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itu sia-sia amalnya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.”

(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 217)

Pun,kembali Allah berkata…Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

يٰٓأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوٓا إِنْ تُطِيعُوا فَرِيقًا مِّنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتٰبَ يَرُدُّوكُمْ بَعْدَ إِيمٰنِكُمْ كٰفِرِينَ

yaaa ayyuhallaziina aamanuuu in tuthii’uu fariiqom minallaziina uutul-kitaaba yarudduukum ba’da iimaanikum kaafiriin

“Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu mengikuti sebagian dari orang yang diberi Kitab, niscaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi orang kafir setelah beriman.”

(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 100)

Melanjutkan kembali…Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

يٰٓأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لَا تَتَّخِذُوا بِطَانَةً مِّنْ دُونِكُمْ لَا يَأْلُونَكُمْ خَبَالًا وَدُّوا مَا عَنِتُّمْ قَدْ بَدَتِ الْبَغْضَآءُ مِنْ أَفْوٰهِهِمْ وَمَا تُخْفِى صُدُورُهُمْ أَكْبَرُ  ۚ  قَدْ بَيَّنَّا لَكُمُ الْأَايٰتِ  ۖ  إِنْ كُنْتُمْ تَعْقِلُونَ

yaaa ayyuhallaziina aamanuu laa tattakhizuu bithoonatam min duunikum laa ya`luunakum khobaalaa, wadduu maa ‘anittum, qod badatil-baghdhooo`u min afwaahihim wa maa tukhfii shuduuruhum akbar, qod bayyannaa lakumul-aayaati ing kuntum ta’qiluun

“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan orang-orang yang di luar kalanganmu (seagama) sebagai teman kepercayaanmu, (karena) mereka tidak henti-hentinya menyusahkan kamu. Mereka mengharapkan kehancuranmu. Sungguh, telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang tersembunyi di hati mereka lebih jahat. Sungguh, telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu mengerti.”

(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 118)

Dan…Allah Subhanahu Wa Ta’alaberfirman:

هٰٓأَنْتُمْ أُولَآءِ تُحِبُّونَهُمْ وَلَا يُحِبُّونَكُمْ وَتُؤْمِنُونَ بِالْكِتٰبِ كُلِّهِۦ وَإِذَا لَقُوكُمْ قَالُوٓا ءَامَنَّا وَإِذَا خَلَوْا عَضُّوا عَلَيْكُمُ الْأَنَامِلَ مِنَ الْغَيْظِ  ۚ  قُلْ مُوتُوا بِغَيْظِكُمْ  ۗ  إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌۢ بِذَاتِ الصُّدُورِ

haaa`antum ulaaa`i tuhibbuunahum wa laa yuhibbuunakum wa tu`minuuna bil-kitaabi kullih, wa izaa laquukum qooluuu aamannaa wa izaa kholau ‘adhdhuu ‘alaikumul-anaamila minal-ghoiizh, qul muutuu bighoizhikum, innalloha ‘aliimum bizaatish-shuduur

“Beginilah kamu! Kamu menyukai mereka, padahal mereka tidak menyukaimu, dan kamu beriman kepada semua kitab. Apabila mereka berjumpa kamu, mereka berkata, Kami beriman, dan apabila mereka menyendiri, mereka menggigit ujung jari karena marah dan benci kepadamu. Katakanlah, Matilah kamu karena kemarahanmu itu! Sungguh, Allah Maha Mengetahui segala isi hati.”

(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 119)

Melanjutkan kembali…Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

يٰٓأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوٓا إِنْ تُطِيعُوا الَّذِينَ كَفَرُوا يَرُدُّوكُمْ عَلٰىٓ أَعْقٰبِكُمْ فَتَنْقَلِبُوا خٰسِرِينَ

yaaa ayyuhallaziina aamanuuu in tuthii’ullaziina kafaruu yarudduukum ‘alaaa a’qoobikum fa tangqolibuu khoosiriin

“Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu mentaati orang-orang yang kafir, niscaya mereka akan mengembalikan kamu ke belakang (murtad), maka kamu akan kembali menjadi orang yang rugi.”

(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 149)

Maka sebelum berjihad melawan orang kafir,lakukanlah persiapan…Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَّا اسْتَطَعْتُمْ مِّنْ قُوَّةٍ وَمِنْ رِّبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِۦ عَدُوَّ اللَّهِ وَعَدُوَّكُمْ وَءَاخَرِينَ مِنْ دُونِهِمْ لَا تَعْلَمُونَهُمُ اللَّهُ يَعْلَمُهُمْ  ۚ  وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ شَىْءٍ فِى سَبِيلِ اللَّهِ يُوَفَّ إِلَيْكُمْ وَأَنْتُمْ لَا تُظْلَمُونَ

wa a’idduu lahum mastatho’tum ming quwwatiw wa mir ribaathil-khoili tur-hibuuna bihii ‘aduwwallohi wa ‘aduwwakum wa aakhoriina min duunihim, laa ta’lamuunahum, allohu ya’lamuhum, wa maa tunfiquu min syai`in fii sabiilillaahi yuwaffa ilaikum wa antum laa tuzhlamuun

“Dan persiapkanlah dengan segala kemampuan untuk menghadapi mereka dengan kekuatan yang kamu miliki dan dari pasukan berkuda yang dapat menggentarkan musuh Allah, musuhmu, dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; tetapi Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu infakkan di jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dizalimi (dirugikan).”

(QS. Al-Anfal 8: Ayat 60)

Dan persiapan terbaik adalah dengan ILMU…Dengan ilmu kita bisa mengetahui mana yang benar dan salah,namun sebaliknya tanpa ilmu kita hanya menjadi pemain tanpa arah tujuan yang jelas dalam beragama…Bukan untuk bermusuhan dalam keseharian kita berinteraksi kepada siapa pun..Bukan pula harus menumpahkan darah kepada musuh-musuh Islam tanpa sebab,dan inilah fakirnya tanpa ilmu..Namun sebaliknya ilmu akan mengantarkan kita kepada yang Haq dan Batil…Serta JIHAD tidak akan pernah padam sampai kapan pun..

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s