SEJARAH#ABI 3

Posted: Desember 3, 2016 in Umum

Assalamu’alaaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh

Melanjutkan ABI 1,2…Sekarang kita melangkah ke seri 3..

Setelah perjuangan berlalu dengan kekuatan yang Allah berikan kepada seluruh umat Islam,untuk menegakan keadilan dan menegakan BELA ISLAM. Pasca aksi 4 November,tepat 5 November melakukan confrensi press (lihat di jilid 2)..

Kembali….,umat berdiri tegap siap berbaris menunggu instruksi dari ulama #taat pada ulama. Itulah trending topic yang beredar hampir di media-media menyikapi ketidak jelasan hukum terhadap “Penista Agama”. Menunggu dan menunggu kejelasan terhadap hasil hukum yang telah dijanjikan oleh pemerintah untuk dilakukan perkara pemeriksa agar diputuskan HUKUM.

KRONOLOGIS

Terlapor (Ahok),melakukan pembelaanya dengan  meminta mengajukan saksi ahli seorang ulama dari Mesir. Ulama yang diketahui bernama Syekh Mustafa Amr Wardani akan menjadi saksi agar bisa “kontra” padanya. Ini adalah cara untuk memecah belah islam,agar menjadi ulama Vs ulama…Innalilahi wa innalilahirojiun..

Namun situasi berkata lain,dengan izin Allah mendengar ada ulama ahli tafsir yang didatangkan Ahok ke Indonesia, Grand Syekh (Syekh Besar) Grand Syekh Al Azhar Prof Dr Ahmad Thayyib bereaksi. Pendamping dan perancang kunjungan Grand Syekh ke Indonesia pada Februari 2016 lalu, Anizar Masyhadi, dalam pesan singkatnya mengungkapkan, ia telah menghubungi penasihat Grand Syekh Muhammad Abdussalam dari Masyikhoh Al Azhar. “Grand Syekh meminta dan memerintahkan kepada Grand Mufti Mesir untuk memanggil pulang Syekh Amr Wardani dengan sesegera mungkin, dan tidak ikut mencampuri urusan dalam negeri Indonesia,” tulis Anizar dalam pesannya di grup Al Azhar seperti dilansir Republika.co.id, Senin (14/11).[1]

Dalam gelar perkara pemeriksaan tidak lebih didatangkan 20 saksi ahli untuk saling dikonfirmasi oleh pihak berwenang (POLISI). Dan polisi mengatakan akan melakukan pemeriksaan dengan sistem terbuka. Namun disaat gelar pemeriksaan itu Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF MUI) tidak diperbolehkan masuk ke Gedung Rupatama tempat berlangsungnya gelar perkara. Padahal dari belasan pelapor,hanya satu pelapor saja yang diperbolehkan untuk mengikuti gelar perkara. “Hanya satu pelapor yang boleh masuk dari 11 pelapor. Tidak ada keterbukaan,” singkatnya.[2]

Tepat berselang 1 hari setelah pemeriksaan di kepolisian pada tanggal 15 November 2016, Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komisaris Jenderal Ari Dono Sukmanto mengumumkan hasil penyelidikan: “Kami menetapkan saudara Insinyur Basuki Tjahaja Purnama sebagai tersangka,” kata Ari. Ahok dikenai Pasal 156-A Kitab Undang-Undang Hukum Pidana juncto Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik atau UU ITE.[3]

 

 

 

 

Ref:

[1]. http://news.okezone.com/read/2016/11/15/337/1541727/gelar-perkara-ahok-dilarang-masuk-ini-reaksi-ustadz-bachtiar-nasir

[2]. https://www.nahimunkar.com/hari-gelar-perkara-kasus-ahok-ahli-tafsir-asal-mesir-diperintahkan-pulang/

[3]. https://nasional.tempo.co/read/news/2016/11/16/078820610/ahok-ditetapkan-sebagai-tersangka-dugaan-penistaan-agama

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s