SEJARAH 2016#ABI 1&2

Posted: Desember 3, 2016 in Tauhid, Umum
Tag:

Assalamuálaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh

Sejarah (bahasa Yunani ,τορία, historia, yang berarti “penyelidikan, pengetahuan yang diperoleh melalui penelitian”)[1]. Adalah sutdi tentang masa lalu,khususnya bagaimana kaitanya dengan manusia[2],[3]. Dalam bahasa Indonesia sejarah babad,hikayat,riwayat, atau tambi dapat diartikan sebagai kejadian dan peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau atau asal usul (keturunan), silsilah, terutama bagi raja-raja memerintah[4],[5]. Ini adalah istilah umum yang berhubungan dengan peristiwa masa lalu serta penemuan, koleksi, organisasi, dan penyajian informasi mengenai peristiwa.[6]

Itu beberapa point dalam definisi SEJARAH…Pun tidak ketinggalan sebuah istilah Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak lupa akan sejarah.

Ya,itu lah secuil makna-makna sejarah…Apa yang akan kita bahas kali ini???…

Kerajaan Samudra Pasai??…Atau Kerajaan Sriwijaya??…Atau Kerajaan Majapahit??…Atau Kerajaan Demak??…Kemerdekaan kah??..Yang jatuh pada 17 Agustus 1945?…atau Perang Dipenogoro (1825-1830)??….atau Perang Padri (1803-1838)??…Atau Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928??..Atau G 30 S/PKI tahun 1965??…atau jauh melapaui masa-kemasa  yaitu Pergerakan Reformasi tahun 1998??…

Itukah yang akan dibahas?…Walau ada beberapa point diatas tidak semuanya telah terbuka dalam sejarah,dan ada yang masih menyisakan teka-teki sejarah…

Maka jawabanya BUKAN,alias TIDAK…Ya,yang kita akan masukan dalam tema sejarah kali ini adalah sebuah peristiwa yang NANTINYA KELAK…Anak dan cucu kita semua mengetahui bahwa 2016,bangsa INDONESIA punya sejarah.

27 September 2016

Ahok,atau bernama lengkap Basuki Tjahaja Purnama mengeluarkan statement atau pernyataanya dalam dialog dengan masyarakat saat  dinas di Pulau Pramuka:

“Enggak usah khawatir. Saya berhenti Oktober 2017. Dengan program yang baik pun, bapak masih bisa panen dengan saya, kalau saya tidak terpilih jadi gubernur. Jadi, saya cerita ini supaya bapak ibu semangat. Jadi, bapak ibu enggak usah berpikiran, ‘ah nanti kalau Ahok enggak kepilih, pasti programnya (pemberdayaan pembudidaya kerapu) bubar’. Enggak. Saya jamin sampai Oktober 2017. Jadi, jangan percaya sama orang. Kan, bisa saja dalam hati kecil, bapak ibu enggak bisa pilih saya, karena dibohongi (orang) dengan surat Al Maidah 51 macam-macam itu. Itu hak bapak ibu. Kalau bapak ibu merasa enggak bisa pilih karena takut masuk neraka, oh enggak apa-apa. Karena ini panggilan bapak ibu. Program ini jalan saja. Jadi, bapak ibu enggak usah merasa enak, karena nuraninya enggak bisa pilih Ahok. Kalau kerasa enggak enak, bapak ibu bisa mati pelan-pelan lho.”[7]

Silahkan liat link berikut: https://www.youtube.com/watch?v=dkeOkOmd6_Y

06 Oktober 2016

Ahok,dilaporkan oleh MUI Sumatra Selatan dengan pasal “Penistaan / Penghinaan Agama” dan laporan berdasarkan Pasal 156 a KUHP Jo pasal 28 ayat (2) UU No 11 tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE), dengan ancaman hukuman lima tahun penjara. Begitu pun dengan Habib Novel Chaidir Hasan dari FPI melaporkan hal yang sama. Juga dari Advoka Cinta Tanah Air (ACTA) dengan laporan yang sama

10 Oktober 2016

Begitu kuat nya desakan akan laporan dan perkembangan yang beredar,maka Ahok punya mengeluarkan sebuah pernyataan kembali terkait pernyataanya pada tanggal 27 September 2016:“Saya sampaikan kepada semua umat Islam atau kepada yang merasa tersinggung, saya sampaikan mohon maaf,” kata Ahok di Balai Kota.[8]

11 Oktober 2016

MUI Pusat mengeluarkan FATWA terkait kegaduhan yang ada akibat penyataan Ahok:

Menurut MUI, menyatakan bahwa kandungan surat al-Maidah ayat 51 yang berisi larangan menjadikan Yahudi dan Nasrani sebagai pemimpin adalah sebuah kebohongan, hukumnya haram dan termasuk penodaan terhadap Al-Quran.

“Menyatakan bohong terhadap ulama yang menyampaikan dalil surah al-Maidah ayat 51 tentang larangan menjadikan nonmuslim sebagai pemimpin adalah penghinaan terhadap ulama dan umat Islam,” tulis MUI yang diteken oleh Ketua Umum MUI Maruf Amin dan Sekretaris Jenderal MUI Dr H Anwar Abbas pada Selasa (11/10/2016).

Berdasarkan hal di atas, maka pernyataan Basuki Tjahaja Purnama dikategorikan: (1) menghina Al-Quran dan atau (2) menghina ulama yang memiliki konsekuensi hukum.[9]

14 Oktober 2016

Aksi pertama dilakukan dengan menyambangi Bareskrim untuk menuntut proses hukum yang berlaku kepada Ahok akibat dari pernyataanya dalam “Penistaan Agama”. Dan apabila tidak diproses dengan hukum yang berlaku maka akan kelak akan turun aksi kembali pada tanggal 04 November 2016.

04 November 2016

Aksi digelar sesuai dengan apa yang telah dikatakan sebelumnya, jika tidak usai di usut maka umat akan turun untuk aksi pada tanggal 04 November 2016. Aksi ini diberi nama dengan ÄKSI BELA ISLAM” jilid 2, atau juga disebut dengan 411. GNPF (Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI) sebagai inisiator penggerak dalam aksi DAMAI kali ini, Jakarta saat itu berubah menjadi lautan putih. Diprediksikan jumlah yang mengikuti aksi 411 yaitu sebanyak 2.245.200 orang

massa-memadati-kawasan-bundaran-air-mancur-saat-aksi-4-_161104174608-947

 

20161104antarafoto-aksi-4-november-041116-wpa-4

 

 

suasana-terkini-demo-4-november-dari-masjid-istiqlal-a1icbyujyb

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Massa sudah berdatangan dari pagi,baik dalam kota atau pun penjuru kota yang berada di Indonesia..Agenda dimulai bada sholat Jumat yang berada di Istiqlal menuju Istana Negara untuk ber-audiensi dengan kepala negara RI Bapak Joko Widodo terkait “Penistaan Agama”yang dilakukan oleh Ahok.

Detik demi detik berlalu…Menit demi menit berlalu….Jam demi jam berlalu…Waktu berlalu begitu cepat…Kumandang Adzan Ashar pun dikumandangkan….Seluruh massa dalam aksi mengikuti komando ULAMA,bahkan terjadi harmonisasi antara peserta aksi dengan penjagaan dari POLRI. Sholat berjamaah pun terjadi,dan saling menolong pun terjadi..

 

 

 

 

 

 

Setelah Ashar selesai,aksi pun berlanjut dengan orasi-orasi dari para tokoh-tokoh Islam dan para ulama-ulama untuk terus membakar semangat para peserta “Bela Aksi Islam 2”. Angin berhembus,awan pun tak ketinggalan,serta matahari pun mengikuti geraknya untuk meninggalkan siangnya…Magrib pun berkumandang,berjamaah pun terjadi,harmonisasi kembali terjadi….Sebetulnya proses audensi telah terjadi beberapa kali,namun belum terjadi kesepakatan,karena umat (diwakili oleh GNPF) meminta kepastian untuk bertemu dengan kepala negara RI dalam rangka memastikan dan menjamin proses hukum berjalan bagi “Penista Agama”.

Namun,suasana tenang berubah menjadi sangat berbeda saat tembakan gas air mata dikeluarkan oleh polisi. Dan tidak sedikit para ulama pun terkena dampaknya…Namun disinyalir telah terjadi provokasi dan tersisipi oleh provokator dalam aksi ini: Konferensi Pers Mabes POLRI: Provokasi Aksi Damai 411 Jadi Rusuh, Polisi Tangkap 10 Orang Penyusup Demo 4 November 2016

 

 

Setelah peristiwa ini meledak,banyak jatuh korban. Baik peserta atau pun para ulama yang dibawa ke RS Budi Kemuliaan. Dan semangat para ulama tidak padam setelah peristiwa ini. Tak selang berapa lagi,maka kelaurlah confrensi press dari Istana Negara

Mencari keadilan di negeri sendiri tidak berakhir…Jika di Istana tidak didapati keadilan,maka umat bergerak ke DPR/ MPR untuk menemui wakil rakyat untuk meminta kepastian hukum,kembali bagi “Penistaan Agama”.

Oleh karena peristiwa tersebut…Maka GNPF menelurkan beberapa point pasca 1 hari persitiwa:

info lengkap: http://www.hidayatullah.com/berita/nasional/read/2016/11/05/104420/kronologi-aksi-damai-411-disusupi-provokator-versi-gnpf-mui.html

TO BE CONTINUE……

AKSI BELA ISLAM 3#SUPER DAMAI

Wassalamuálaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh….

Ref:

  1. George Santayana, “The Life of Reason”, Volume One, p. 82, BiblioLife, ISBN 978-0-559-47806-2
  2. ^ Joseph, Brian (Ed.); Janda, Richard (Ed.) (2008). The Handbook of Historical Linguistics. Blackwell Publishing (dipublikasikan tanggal 30 December 2004). p. 163. ISBN 978-1-4051-2747-9.
  3. ^ “Online Etymology Dictionary”. Etymonline.com. Diakses tanggal 2010-05-16.
  4. ^ “History Definition”. Diakses tanggal 21 January 2014.
  5. ^ “What is History & Why Study It?”. Diakses tanggal 21 January 2014.
  6. ^ http://pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi/index.php
  7. http://metro.news.viva.co.id/news/read/848284-perjalanan-kasus-al-maidah-yang-menyeret-ahok-ke-polisi
  8. https://simomot.com/2016/11/16/kilas-balik-lengkap-dugaan-penistaan-agama-oleh-ahok-hingga-jadi-tersangka/
  9. https://www.nahimunkar.com/didepan-bareskrim-mui-tegaskan-fatwa-mui-sudah-final-ahok-menistakan-agama/
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s