Mudah namun DASHYAT

Posted: Januari 27, 2016 in Amalan, Tauhid, Umum
Tag:

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Alhamdulillah hamdan katsiron thoyyiban mubarokan fih kamaa yuhibbu Robbuna wa yardho, wa asyhadu alla ilaha illallah wahdahu laa syarika lah wa asy-hadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rosuluh. Allahumma sholli ‘ala Nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.

Banyak didunia ini,manusia berlomba-lomba dalam mencari keberhasilan dan kesuksesan.Baik keberhasilan dan kesuksesan dalam bidang-bidang yang ia sukai atau berkecimpung,misal:

  1. Bidang akademis. Tidak sedikit manusia yang bersusah payah berlomba sekolah untuk melanjutkan study nya hingga jenjang yang paling tinggi misal S3 hingga gelar Prof
  2. Bidang keuangan. Tidak sedikit manusia yang juga bersusah payah mencari kekayaan demi kelangsungan hidupnya bersama orang-orang yang ia cintai
  3. Dstnya

Kesemu apa tertulis diatas kebanyakan manusia lakukan,biasanya tidak lain tidak bukan untuk dianggapnya lah mencapai puncak “Derajat” yang tinggi. Walau,tidaklah semua orang berpikir seperti apa yang sedang kita bahas kali ini. Namun itulah kenyataan yang sering kita temuakan dilapangan..Demi gelar akademis,demi mendapatkan harta yang banyak,jabatan yang tinggi manusia terlupakan akan kewajibanya kepada Allah… Justru sebaliknya,”Derajat” yang rendah biasanya diemban oleh kebanyak orang yang tidak memiliki title akademis tinggi dan juga harta yang berlimpah (miskin).

Mari kita sedikit menggambarkan makna derajat secara definisi,maka ia berarti tingkatan,martabat..Dan memang jika diteruskan dalam definisi tambahan akan ber-muara kepada pemaknaan gelar. Tingkatan,yang memiliki makna urutan dimana akan terciptanya istilah atas dan bawah.

Siapa yang tak kenal dengan Bilal bin Rabbah???..Dia adalah Bilal putra dari Rabah dan ibunya bernama Humamah, seorang laki-laki Habasyah yang lahir 3 tahun –atau kurang dari itu- setelah tahun gajah, ada juga yang mengatakan 43 tahun sebelum hijrah sebagaimana termaktub dalam Shuwar min Hayati ash-Shahabah. Kulit Bilal legam, badannya kurus tinggi dan sedikit bungkuk serta rambutnya lebat. Ia bukanlah dari kalangan bangsawan, Abu Bakar membelinya –masih dengan status budak- lalu membebaskannya.

Siapa yang tak kenal dengan Abu Jahl???…Nama aslinya Abdul Hakam bin Hisyam,orang terkenal,terpandang di kalangan kaum Quraisy. Bahkan fatwanya atau pendapatnya digunakan untuk menyelesaikan konflik atau pertengkaran jika terjadi di kota Mekkah.

2 perbedaan “derajat” yang sangat jauh…Abu Jahl dengan tingkatan yang tinggi,sedangkan Bilal dengan rendahnya.Itulah sudut pandang manusia jika melihatnya. Namun Allah berkata lain,sebesar apapun yang manusia punya,jika Allah berkehendak lain maka terjadilah. Sebagaimana Allah berfirman:

“Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa”.(QS 6:44)

Abu Jahl dengan ke-masyhuranya lupa akan ayat diatas..Allah berikan kesenangan sebesar-besarnya,berupa “derajat” yang tinggi dimasyarakat namun seketika pulalah Allah ambil dari nya. Abu Jahl tewas ditangan Abdullah bin Mas’ud, dan tewasnya dalam kondisi tidak beriman kepada Rasulullah dan Allah yang itu artinya mati dalam kondisi kafir. Derajat yang tinggi,namun dihempaskan oleh Allah dan kekal diakhirat dalam sungai neraka. Allah berfirman:

Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk surga, hingga onta masuk ke lubang jarum. Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan. Mereka mempunyai tikar tidur dari api neraka dan di atas mereka ada selimut (api neraka). Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang zhalim. Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang shalih, Kami tidak memikulkan kewajiban kepada diri seseorang melainkan sekedar kesanggupannya, mereka itulah penghuni-penghuni surga; mereka kekal di dalamnya. [al-A’râf/7:40-42]

Berbeda dengan Bilal,yang kata orang derajat rendah namun tinggi dihadapaan Allah..

“Pada suatu pagi, Rasulullah Saw memanggil Bilal seraya berkata, ‘Hai Bilal! Dengan apa engkau mendahuluiku ke surga? Tidak lah setiap kali aku masuk surga, kecuali aku mendengar suara terompahmu di hadapanku. Tadi malam aku juga masuk surga, dan akupun mendapatkan suara terompahmu di hadapanku.’ Bilal menjawab, ‘Ya Rasulullah tidaklah aku adzan kecuali aku pasti shalat dua rakaat, dan tidaklah aku terkena hadats kecuali aku berwudhu pada saat itu juga, dan aku berpandangan bahwa Allah memiliki hak dua rakaat atasku.’ Rasulullah bersabda, ‘Dengan kedua rakaat itulah engkau mendahuluiku ke surga’.” (HR. at-Tirmidzi).

Ini adalah 2 contoh sederhana terkait “Derajat” yang kebanyak manusia cari-cari di dunia..Padahal Allah mudahkan “derajat ” bisa dimiliki oleh setiap manusia..Apa dan bagaimana agar kita bisa memperoleh “derajat” semisal Bilal??…:

  1. Iman dan menuntu Ilmu“Wahai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu, berilah kelapangan di dalam majelis-majelis, maka lapangkanlah. Niscaya Allah Swt. akan memberi kelapangan untukmu. Apabila dikatakan, berdirilah kamu, maka berdirilah. Niscaya Allah Swt. akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Allah Swt. Mahateliti apa yang kamu kerjakan.”(Q.S al-Mujdalah/58: 11).., Ini merupakan sinyal dari Allah yang diberikan kepada setiap manusia,pertanyaanya adalah apakah manusia itu sadar akan sinyal ini??…Berapa banyak manusia dimuka bumi ini, penuh dengan gelar yang begitu banyak namun dalam tahapan wudhunya masih salah??..Namun karena merasa “derajatnya” lebih tinggi ia tidak mau dikoreksi dan sudah dianggapnya benar…Berapa banyak manusia didunia ini yang penuh kelimpahan harta benda,ia masih belum mengerti bagaimana ia harus berzakat fitrah atau mal?..Padahal sekian dari dari beberapa “derajat” yang Allah berikan yaitu Iman dan menuntut ilmu..
  2. Amal Sholeh
  • Menyempurnakan wudhu dalam kondisi sulit..Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

    «أَلَا أَدُلُّكُمْ عَلَى مَا يَمْحُو اللهُ بِهِ الْخَطَايَا، وَيَرْفَعُ بِهِ الدَّرَجَاتِ؟» قَالُوا بَلَى يَا رَسُولَ اللهِ قَالَ: «إِسْبَاغُ الْوُضُوءِ عَلَى الْمَكَارِهِ، وَكَثْرَةُ الْخُطَا إِلَى الْمَسَاجِدِ، وَانْتِظَارُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الصَّلَاةِ، فَذَلِكُمُ الرِّبَاطُ»

    “Maukah kalian aku tunjukkan kepada suatu amal yang dapat menghapus kesalahan (dosa) dan meninggikan derajat?” Para sahabat menjawab,”Ya, wahai Rasulullah.” Rasulullah bersabda,”(Yaitu) menyempurnakan wudhu dalam kondisi sulit, banyaknya langkah menuju masjid, menunggu shalat setelah mendirikan shalat. Itulah kebaikan (yang banyak).” (HR. Muslim no. 251)

  • Banyak melangkah menuju masjid untuk sholat berjamaah.Dari Abu Huroiroh, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
    مَنْ تَطَهَّرَ فِى بَيْتِهِ ثُمَّ مَشَى إِلَى بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ لِيَقْضِىَ فَرِيضَةً مِنْ فَرَائِضِ اللَّهِ كَانَتْ خَطْوَتَاهُ إِحْدَاهُمَا تَحُطُّ خَطِيئَةً وَالأُخْرَى تَرْفَعُ دَرَجَةً
    “Barangsiapa bersuci di rumahnya lalu dia berjalan menuju salah satu dari rumah Allah (yaitu masjid) untuk menunaikan kewajiban yang telah Allah wajibkan, maka salah satu langkah kakinya akan menghapuskan dosa dan langkah kaki lainnya akan meninggikan derajatnya.” (HR. Muslim no. 1553)
  • Merapikan shaf dalam sholat.Dari Anas bin Malik radliyallahu anhu berkata, bahwasanya Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

    سَوُّوْا صُفُوْفَكُمْ فَإِنَّ تَسْوِيَةَ الصُّفُوْفِ مِنْ تَمَامِ الصَّلَاة

    “Luruskan shaff-shaff kalian, karena sesungguhnya lurusnya shaff-shaff itu termasuk dari kesempurnaan sholat”. [HR al-Bukhoriy: 723, Muslim: 433, Abu Dawud: 668, Ibnu Majah: 993 dan Ahmad: II/ 177. Berkata asy-Syaikh al-Albaniy: Shahih]..Serta

    “”Hai hamba-hamba Allah, kalian benar-benar meluruskan shaf kalian (jika tidak) Allah akan (menimbulkan perselisihan) di antara wajah-wajah kalian.” (HR Muslim dan Ahmad)

  • Berdoa ketika masuk pasar.Dari ‘Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda,مَنْ دَخَلَ السُّوق فَقَالَ : لا إِلَه إِلَّا اللَّه وَحْده لا شَرِيك لَهُ، لَهُ الْمُلْك وَلَهُ الْحَمْد، يُحْيِي وَيُمِيتُ، وَهُوَ حَيّ لا يَمُوت، بِيَدِهِ الْخَيْرُ، وَهُوَ عَلَى كُلّ شَيْء قَدِير، كَتَبَ لَهُ أَلْفَ أَلْفِ حَسَنَةٍ، وَمَحَا عَنْهُ أَلْفَ أَلْفِ سَيِّئَةٍ، وَرَفَعَ لَهُ أَلْفَ أَلْفِ دَرَجَةٍ – وفي رواية: وبنى له بيتاً في الجنة –

    “Barangsiapa yang masuk pasar kemudian membaca (zikir): “Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu, yuhyii wa yumiit, wa huwa hayyun laa ya yamuut, bi yadihil khoir, wa huwa ‘ala kulli sya-in qodiir” [Tiada sembahan yang benar kecuali Allah semata dan tiada sekutu bagi-Nya, milik-Nyalah segala kerajaan/kekuasaan dan bagi-Nya segala pujian, Dialah yang menghidupkan dan mematikan, Dialah yang maha hidup dan tidak pernah mati, ditangan-Nyalah segala kebaikan, dan Dia maha mampu atas segala sesuatu]”

  • Perbanyaklah bershalawat. “Setiap doa akan terhalang (untuk dikabulkan) hingga dibacakan shalawat kepada Muhammad dan keluarganya.” (HR Thabrani). Dan juga diperkuat oleh hadish lain. Pada suatu pagi Rasulullah tampak bahagia seperti terlihat dari kecerahan wajahnya. Para sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, pagi ini Engkau tampak bahagia seperti terlihat dari kecerahan wajahmu.” Beliau bersabda, “Memang benar. Semalam aku ditemui oleh seorang utusan Tuhanku Yang Mahaagung. Dia berkata, ‘Barang siapa di antara umatmu yang bershalawat kepadamu sekali, maka Allah menuliskan baginya sepuluh kebaikan, menghapuskan dari dirinya sepuluh keburukan, meninggikannya sebanyak sepuluh derajat, dan mengembalikan kepadanya sepuluh derajat pula’.” (HR Ahmad).

 Tentu ini adalah sedikit dari sekian kiat agar Allah angkat “derajat” kita di dunia dan akhirat. Ingat saudaraku,bahwasanya tinggi rendahnya manusia dihadapan Allah bukan dilihat dari apa gelar dan seberapa uang yang dimiliki..Namun kualitas IMAN,dimana IMAN yang baik akan terlihat dari seberapa besar amal-amal sholeh yang dilakukanya.

Wallahu a’lam bishawab

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s