Kan cuma ucapan…!!!

Posted: Desember 23, 2015 in Tauhid, Umum
Tag:

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Alhamdulillah hamdan katsiron thoyyiban mubarokan fih kamaa yuhibbu Robbuna wa yardho, wa asyhadu alla ilaha illallah wahdahu laa syarika lah wa asy-hadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rosuluh. Allahumma sholli ‘ala Nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.

 Ada percakapan yang menarik di Amerika,antara seorang muslim dengan nasrani:

N: Hari ini saya merayakan hari Natal

M: Oooo

N: Kok kamu hanya ooo saja,kenapa kamu ga ucapin selamat sama saya??…Sebagaimana saya mengucapkan selamat hari Ied kepada kamu

M: Saya ga ucapin,sebab ga boleh dan dilarang

N: Kok dilarang,kan cuma ucapan saja?

M: Kenapa kamu ga ucapin Syahadat?

N: Ya ga lah kawan…Kalo saya ucapin Syahadat berarti saya telah Muslim donk??

M: Nah,itu juga kan cuma ucapan??..

N: (Terdiam)…

Sepenggal percakapan ini,mungkin telah banyak beredah di dunia sosial (medsos)  yang sering kita gunakan,baik di WA atau BBM. Namun apa arti nilai dari percakapan tadi sesederhana hanya ucapan??…Jawabanya TIDAK  saudaraku

  1. Ibnu Taimiyah, Ibnul Qoyyim dan para pengikutnya seperti Syeikh Ibn Baaz, Syeikh Ibnu Utsaimin—semoga Allah merahmati mereka—serta yang lainnya seperti Syeikh Ibrahim bin Muhammad al Huqoil berpendapat bahwa mengucapkan selamat Hari Natal hukumnya adalah haram karena perayaan ini adalah bagian dari syiar-syiar agama mereka. Allah tidak meridhoi adanya kekufuran terhadap hamba-hamba-Nya. Sesungguhnya didalam pengucapan selamat kepada mereka adalah tasyabbuh (menyerupai) dengan mereka dan ini diharamkan.

    Diantara bentuk-bentuk tasyabbuh :
    1. Ikut serta didalam hari raya tersebut.
    2. Mentransfer perayaan-perayaan mereka ke neger-negeri islam.

  2. Adapun MUI (Majelis Ulama Indonesia) pada 7 Maret tahun 1981 sebelum mengeluarkan fatwanya, terlebih dahulu mengemukakan dasar-dasar ajaran Islam dengan disertai berbagai dalil baik dari Al Qur’an maupun Hadits Nabi sebagai berikut :

    A) Bahwa ummat Islam diperbolehkan untuk bekerja sama dan bergaul dengan ummat agama-agama lain dalam masalah-masalah yang berhubungan dengan masalah keduniaan.

    B) Bahwa ummat Islam tidak boleh mencampur-adukkan agamanya dengan aqidah dan peribadatan agama lain.

    C) Bahwa ummat Islam harus mengakui ke-Nabian dan ke-Rasulan Isa Almasih bin Maryam sebagaimana pengakuan mereka kepada para Nabi dan Rasul yang lain.

    D) Bahwa barangsiapa berkeyakinan bahwa Tuhan itu lebih dari satu, Tuhan itu mempunyai anak dan Isa Almasih itu anaknya, maka orang itu kafir dan musyrik.

    E) Bahwa Allah pada hari kiamat nanti akan menanyakan Isa, apakah dia pada waktu di dunia menyuruh kaumnya agar mereka mengakui Isa dan Ibunya (Maryam) sebagai Tuhan. Isa menjawab: Tidak.

    F) Islam mengajarkan bahwa Allah SWT itu hanya satu.

    G) Islam mengajarkan ummatnya untuk menjauhkan diri dari hal-hal yang syubhat dan dari larangan Allah SWT serta untuk mendahulukan menolak kerusakan daripada menarik kemaslahatan.

Kembali..Kan itu cuma ucapan saudaraku??…Gpp lah…Maka perhatikan kembali hal ini:

Jika natal itu memperingati kelahiran Yesus, berarti Natal itu memperingati kelahiran anak Tuhan. Itu berarti seorang muslim yang mengucapkan selamat natal pada teman atau rekan kerjanya sama saja mengucapkan, “Selamat atas kelahiran anak Tuhan.” Lantas pantaskah sikap kita seperti itu saudaraku?. Ingatlah kepada firman Allah Azza Wa Jalla:

وَقَالُوا اتَّخَذَ الرَّحْمَنُ وَلَدًا (88) لَقَدْ جِئْتُمْ شَيْئًا إِدًّا (89) تَكَادُ السَّمَوَاتُ يَتَفَطَّرْنَ مِنْهُ وَتَنْشَقُّ الْأَرْضُ وَتَخِرُّ الْجِبَالُ هَدًّا (90) أَنْ دَعَوْا لِلرَّحْمَنِ وَلَدًا (91) وَمَا يَنْبَغِي لِلرَّحْمَنِ أَنْ يَتَّخِذَ وَلَدًا (92)

“Dan mereka berkata: “Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak.” Sesungguhnya kamu telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat mungkar, hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, dan bumi belah, dan gunung-gunung runtuh, karena mereka menda’wakan Allah Yang Maha Pemurah mempunyai anak. Dan tidak layak bagi Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak.” (QS. Maryam: 88-92)

Allah pun berfirman dalam ayat lain,yang juga tegas dalam hal perbedaan keyakinan:

Katakanlah: “Hai orang-orang kafir, Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah, dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. Untukmu agamamu, dan utukkulah, agamaku.” (QS Al Kafirun: 1-6)

Oleh karena itu saudaraku..jika berbicara muamalah maka diperbolehkan namun jika aqidah??…Jawabanya Mutlak pertahankanlah Aqidah kita Islam.Dan perlu di ingat:

Ucapan bukan perkara kecil,bayangkan saudaraku bagaimana jika dalam hitungan detik saat ini  anda mengatakan saya murtad dan dalam hitungan detik lebih 1 detik saja Allah cabut nyawa anda?..Bukankah anda akan dianggap kafir?

Allah berfirman:  “Sekali-kali janganlah kamu mati kecuali kamu dalam keadaan muslim” (QS. Ali ‘Imrân 3:102).

Maka,jangan menganggap itu hanya ucapan saja…Sebab akan berdampak besar bagi kehidupan akhirat kelak.

Wallahu a’lam bishawab

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Ref:

  1. http://www.eramuslim.com
  2. http://www.rumayso.com
  3. Info detail tentang natal :http://duniamuallaf.blogspot.co.id/2013/12/irena-handono-mantan-biarawati-perayaan.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s