Maaf tidak ada bunga untuk ibu

Posted: Desember 22, 2015 in Cinta, Tauhid, Umum
Tag:,

image

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Al-Hamdulillah Hamdan Katsiran Thayyiban Mubarakan Fiih,

(Segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, pujian yg terbaik dan pujian yg penuh keberkahan didalamnya” (HR.Muslim 2/99)

Tepat hari ini, tanggal 22 Desember 2015 hampir di setiap aktifitas pagi kita diawali dengan ucapan selamat hari ibu…

“Pagi/morning…Selamat ya mah/ibu/mom….”

Bahkan gambar yang coba saya gunakan seakan menambahkan benar nya perjuangan ibu kepada kita sebagai anak dan memang sewajarnya kita ucapkan “Selamat hari Ibu” sebagai bentuk dan ucapan terima kasih kita kepada seorang ibu dari seorang anak…

Kasih sayang ibu takkan pernah lekang dimakan oleh waktu. Pengorbannya tidak akan bisa digantikan..Namun taukah kita,kenapa hari ibu bisa terjadi??…Siapa yang memulainya??…Lantas benarkah kita mengucapkanya??…Padahal kepada ibu sendiri??..Atau jangan-jangan saya sebagai penulis pun pernah mengucapkanya??…

Mari kita renungkan diri sejenak dan belajar dari sebuah kalimat:

IBU, MAAF TAK ADA BUNGA UNTUKMU

Dalam silaturahim saya ke salah seorang senior saya, dengan gurau beliau berkata: Ayo, sudah cari kado belum untuk hari ibu?

Di grup orang-orang baik yang ada di media sosial pun bermunculan berbagai kreasi gambar tentang kemuliaan seorang ibu dan ujungnya: Selamat Hari Ibu.

Saya baru sadar kalau ini adalah bulan di mana hari ibu diperingati. Dari sejak awal, saya katakan bahwa berbagai peringatan hari tersebut jelas bukan karakter agama Islam ini. Tak hanya hari ibu, ada juga hari ayah, hari tembakau, hari kanker, dan entah hari-hari apa yang akan diusulkan kembali setelah ini.

Ini hadir dari kebiasaan sebuah masyarakat yang tidak mampu memenuhi hak seseuatu yang diperingati tersebut. Maka untuk memberikan kepedulian dan perhatian mereka, hari itu diadakan.

Silakan baca sejarah hari-hari tersebut. Hari ibu ini contohnya. Hari yang mulai diramaikan di Amerika ini menjadi hari yang diperingati mengingat masyarakat Amerika adalah masyarakat tanpa ikatan kekeluargaan seperti yang kita kenal dalam Islam. Semakin hari semakin renggang, bahkan bisa tidak saling kenal. Kawin cerai semakin membuat rumit hubungan antara anak dan orang tuanya. Tak ada bab birrul walidain dalam kajian etika mereka. Melihat itu semua, nurani mereka mulai terusik. Ibu yang berjasa –setidaknya- mengandung dan melahirkan, harus dihormati jasanya. Bahkan gereja tak sanggup menyuguhkan moral itu.

Hingga Anna Jarvis tahun 1908 untuk kali pertama membawa bunga yang dibagikan kepada para jemaat yang ada di gereja tempat dahulu ibunya beribadat. Sebelum ini semua, Julia Ward Howe sudah mengkampanyekan ibu untuk keselamatan di Inggris, dalam rangka menyatukan wanita untuk melawan peperangan yang sedang terjadi.

Anna Jarvis memilih waktu Minggu, karena ia ingin menjadi peringatan yang berkekuatan spiritual gereja. Konggres Amerika baru menyepakatinya sebagai hari resmi nasional pada tahun 1914.

Tapi tahukah Anda, kalau Anna Jarvis akhirnya menyesal?

Hanya 9 tahun setelah diresmikannya hari ibu, Amerika mulai berpesta di setiap hari ibu tiba. Dengan dalih menghormati ibu, mereka hanya memanfaatkannya untuk bisnis dan marketing berbagai hadiah di pasar. Sakralitas gereja telah berubah menjadi ajang marketing pasar.

Anna Jarvis menyesal, “Saya berharap bahwa saya tidak memulai hari ini, karena ia telah keluar dari kendalinya.”

Anna mengerahkan sisa hidup dan hartanya untuk mengembalikan hari yang telah disesalinya itu. Dengan semua kemarahannya. Tapi tanpa hasil. Bahkan disebutkan bahwa ia ditangkap tahun 1948 gara-gara demo atas keruhnya hari ibu, dia dianggap mengganggu kesalamatan.

Maaf, apa istimewanya sejarah hari ibu di atas?

Bermula dari pembagian bunga dan hanya berujung pada penjualan bunga. Bermula dari gereja berujung penyesalan. Dan akhirnya penangkapan

Maaf, apa istimewanya?

Cermatilah semua peringatan yang mereka buat. Tak jauh dari suasana seperti itu.

Perlahan tapi pasti, peringatan seperti ini mulai memasuki tubuh muslimin yang tak lagi mempunyai pertahanan kokoh. Termasuk negeri ini. Kita lupa kalau kita ini muslim. Tak memerlukan sebuah hari di mana kita menghormati dan berbakti kepada ibu kita.

Karenanya,

Maaf ibu

Tak ada bunga untukmu

Tidak kartu tak pula makanan kesukaanmu

Hanya di hari ibu

Karena aku sadari sepenuhnya

Kaulah segalanya

Tempatmu hanya sederajat di bawah Allah dan Rasul-Nya

Tiga kali lipat di atas ayah kau lebih mulia

Surga ada di bawah telapak kakimu

Kau pintu surga anak-anakmu

Makhluk yang paling berhak terhadap diriku adalah dirimu

Perintah Al-Quran untuk bakti hanya menyebut jasamu

Al Adabul Mufrod karya Al Bukhari membuka dengan bab tentangmu

Doa ampunan dan kasih sayang selalu terkirimkan untukmu

Setelah amal dan dalam sujud panjangku selalu kado doa untukmu

Bahkan,

Bakti kepadamu tak terhenti setelah tiadamu

Untuk mengantar yang terbaik hingga peristirahatan indahmu

Untuk semua janji, kewajiban, dan wasiatmu

Untuk saudara dan kerabatmu

Untuk teman baikmu

Karena seluruh hidupku untukmu,

di setiap hela nafasku

Sadar, tawaf menggendongmu tak mampu membalas setetes air susumu

Dan,

Karena bakti tak mengenal hari.

            ___ 🍃🍀🍃 ___

Maka jangan jadikan sesuatu menjadi sebuah seremonial tanpa petunjuk yg jelas..Namun,kita pun harus memahami bagaimana cara mencintai dengan tuntunan atau cara yang Rasulullah ajarkan kepada kita umatNya..(QS. Al Maidah 5:3)

MENCINTAI BUKAN PADA MOMENTUM

SEBAB MOMENTUM HANYALAH SIMBOL,

MAKA UBAHLAH BUKAN MENJADI SIMBOK CINTAI

NAMUN KESEHARIAN DALAM CINTA, BUKAN DALAM MOMENTUM

Semoga bermanfaat,
Jazakumullah khoir katsiran

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wawabarakaatuh

Artikel : Ustadz Budi Ashari, Lc

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s