Kegagalan dibalik Menikah

Posted: Desember 15, 2015 in Cinta
Tag:

1751_newcontentisi_nikah.jpg2

“Amal itu seumpama jasad, sedangkan KEIKHLASAN adalah ruhnya”

(Ibnu Atha’ illah Al-iskandari)

Belajar ikhlas, memang setiap manusia selalu dituntut untuk belajar ikhlas, ikhlas dalam memberi dan ikhlas juga dalam menerima. Baik itu berupa sesuatu dari hal-hal yang kita sukai maupun sesuatu yang kita tidak kita sukai. Ikhlas itu berat bagi sebagian orang karena memang ia tak berbentuk tak bisa diukur dan ditimbang, ikhlas adalah pekerjaan tak terbatas karena ia dikerjakan oleh hati bukan fisik kita yang serba terbatas.

Nah, salah satu hal paling berat bagi seseorang untuk ikhlas adalah disaat menerima ketentuan Allah ketika gagal menikah dengan orang yang dicintai. Mencintai dan dicintai memang suatu rahmat dan nikmat dari Allah SWT. Tak ada salahnya memang mendambakan seseorang untuk menjadi calon pendamping hidup selama itu masih dalam koridor syar’i (tidak ada aktivitas maksiat). Rasa kagum pada seseorang, rasa simpati dan suka pada seseorang sudah menjadi suatu hal yang lumrah. Apalagi sekarang lagi ngetrendnya istilag “cinta dalam diam” meskipun pengalaman sebagian orang cinta semacam ini ternyata lebih menyesakkan.

Disaat seorang sudah beraharap menikah dengan laki-laki, sudah membayangkan bagaimana indahnya hidup bersama si dia, jalan berdua, bulan madu kepulau dewata, makan sepiring berdua, tinggal bersama, berjuang bersama untuk meraih satu cita-cita. Ketika hasrat itu sudah begitu memuncak, keinginan untuk bersama begitu kuat, cintanya sudah begitu menggelora untuk segera menyegerakan menyempurnakan separoh agama.

Namun disaat lain, entah apa itu alasannya apakah mungkin orang tua yang tidak cocok, si dia sudah duluan menikah dengan yang lain, cinta dikhianati, atau entah apalagi alasannya sehingga menyebabkan kedua insan ini tidak jadi menikah. Tentu akan menjadi suatu hal yang menyakitkan.

Galau sudah pasti, kecewa sudah tentu, sakit hati apa lagi ditambah beragam penyesalan. Kegagalan menikah dengan orang yang dicintai kadang bisa menjadi salah satu penyakit jiwa yang berbahaya baik itu bagi fisik, bagi hati itu sendiri serta bagi masa depan. Untuk yang lemah imannya tentu akan susah sekali untuk segera bangkit dan move on, sementara bagi yang tidak punya iman bisa-bisa bunuh diri menjadi solusi.

So, siapapun kamu, apakah kamu pernah mengalaminya, atau mungkin sahabat, saudara, kakak, adik atau mungkin juga sebagai bekal untuk nanti jika saja Allah uji dengan hal ini. Maka yuk renungkan 6 hikmah berharga dibalik kegagalanmu menikah dengannya.

 

1. Mungkin dia bukanlah yang terbaik untukmu dan begitu juga sebaliknya.

Mudah memang diucapkan, namun berat jika dilakukan apalagi jika kamu benar-benar pernah merasakannya. Ya, disinilah ujiannya. Ada banyak hal yang sulit bagi kita untuk memahaminya, terkadang ada yang bagus dan baik menurut kita namun sejatinya buruk dan tidak baik bagi masa depan kita, hanya Allah yang tau.

Selalu meyakini kalau Allah sayang sama kita, Allah selalu memberikan yang terbaik untuk kita tentu akan menjadi penguat tersendiri bagi kita untuk menerima setiap ketentuan dari Allah SWT, apapun bentuknya.

2. Jangan “terlalu” mencintai seseorang apalagi sampai “cinta mati” dan “cinta buta”.

Mencintai sesuatu yang sudah menjadi tanggung jawab dan hak kita saja Allah larang, tidak baik mencintai istri atau suami berlebihan, tidak baik mencintai anak-anak secara berlebihan, tidak baik juga mencintai keluarga secara berlebihan demikian juga tidaklah baik mencintai harta secara berlebihan. Apalagi mencintai orang yang bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa bagi kita.

Suka, simpati, tertarik kepada seseorang sah-sah saja. Namun jika sampai sayang banget sama si dia, cinta banget sama si dia tentu jangan. Hati-hati, jaga hati karena jika tidak maka kamu akan bisa kecewa sendiri karena hati sendiri. Selalu jadikan Allah sebagai cinta yang pertama dan utama. Bukan si “dia”.

3. Mungkin Allah melihatmu belum siap dan pantas untuk menikah

Menikah bukanlah hal tentang cinta-cintaan dan sayang-sayangan saja. Banyak hal berat yang mesti dilalui dalam kehidupan rumah tangga. Seorang laki-laki mesti siap menjadi seorang suami yang memimpin dan mengayomi istrinya dan juga mesti siap menjadi seorang ayah yang bisa mendidik dan bertanggung jawab atas anak-anaknya kelak.

Begitu juga dengan seorang wanita, harus siap jadi seorang istri yang melayani suaminya, mendampingi suaminya dan selalu mengingatkan suaminya agar selalu dijalan kebaikan. Tidak hanya itu dia juga mesti siap menjadi seorang ibu yang akan menjadi “sekolah pertama” bagi anak-anaknya kelak.

So, perkara menikah tidak hanya tentang cinta-cintaan saja, maka siapkan bekal ilmu, amal, dan mental hingga Allah melihatmu pantas untuk segera menikah.

4. Mungkin Allah sedang siapkan jodoh terbaik dunia akhirat untukmu 

Kita tentu tidak tau apa rencana Allah, tapi yang kita tau Allah sayang sama kita, Allah selalu ingin memberikan yang terbaik untuk kita meskipun kita abai dalam menangkap pesan-pesannya.

Ketika kamu gagal menikah, bukan berarti Allah nggak sayang sama kamu. Tapi justru karena Allah sayang, Allah sedang siapkan jodoh terbaik untukmu yang tentu juga akan diberikannya di saat dan waktu yang terbaik. Selalulah berprasangka baik padanya.

5. Allah ingin menguji kadar keimanan dan ketakwaanmu

“Allah tidak adil”…

“Allah telah mengecewakan saya”….

“Aku kecewa pada Allah”….

Tidak sedikit orang-orang yang awalnya taat kepada Allah SWT namun ketika Allah uji dengan kesulitan maka sirnalah ketaatannya pada Allah. Dia menganggap ketaatan dan ketakwaannya selama ini hanyalah sia-sia belaka.

Namun dilain sisi tak sedikit juga orang-orang yang pada akhirnya hijrah kejalan Allah, bertambah keimanan dan ketakwaannya ketika Allah uji dengan kesulitan. Pada dasarnya semua yang Allah berikan pada kita baik itu ujian berupa kenikmatan dan kenikmatan kedua-duanya sama saja, sama-sama ujian. Maka mari hadapi dengan ketaatan pada Allah SWT.

6. Allah sedang mengajarimu makna dari kesabaran dan keikhlasan

Sabar dan ikhlas, mudah sekali memang diucapkan, namun terasa begitu sulit jika diamalkan, sabar dan ikhlas adalah sesuatu yang tak berbatas, tak berhingga. Ia adalah pekerjaan “jiwa” , jika kita berhasil melewatinya maka buah kebaikan akan menunggu disana.

Dari zaman para nabi Allah mengajarkan cara sabar dan ikhlas kepada nabi-nabinya dengan berupa cara , ada yang Allah uji dengan harta benda, ada juga yang Allah uji dengan mengirimkan berbagai orang zhalim kepadanya, ada juga yang Allah uji dengan penyakit, ada juga yang Allah uji dengan memberikan istri dan anak durhaka serta berbagai bentuk ujian lainnya. Ya, meskipun ujian terhitung belum apa-apa jika dibandingkan dengan putus cinta.

Yup, itulah setidaknya 6 hikmah berharga, meskipun kami yakin 6 hikmah ini tidak cukup untuk mengobati luka hatimu (Yeaayyy..). Tapi setidaknya kami berharap ini bisa menjadi langkah awal untuk menjadi lebih baik.

Diadopsi dari :[Uda Agus/Elmina]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s