Hijab

Posted: November 6, 2015 in Tauhid, Umum, Yaumul Akhir
Tag:

 

hijab-siluet

 

 

 

 

 

 

 

 

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Alhamdulillah hamdan katsiron thoyyiban mubarokan fih kamaa yuhibbu Robbuna wa yardho, wa asyhadu alla ilaha illallah wahdahu laa syarika lah wa asy-hadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rosuluh. Allahumma sholli ‘ala Nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.

Di Jumat yang penuh berkah ini,semoga kita semua akan selalu mendapatkan taufik dan hidayah nya Allah Azza Wa Jalla. Tidak lain kalimat Allhamdulillah lah sebagai bentuk rasa syukur kita kepada Allah,dan puji-pujian yang terbaiklah di hadapkan hanya kepada Nya,sebab kita masih bisa diberikan kesempatan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Ada yang menarik dari photo / gambar yang diatas,namun sebelum berbicara gambar diatas sedikit kita mengambil pelajaran dari apa yang sering kiat ucapkan yaitu kalimat taufik dan hidayah. Berbicara tentang hidayah berarti membahas perkara yang paling penting dan kebutuhan yang paling besar dalam kehidupan manusia. Betapa tidak, hidayah adalah sebab utama keselamatan dan kebaikan hidup manusia di dunia dan akhirat. Sehingga barangsiapa yang dimudahkan oleh Allah Ta’ala untuk meraihnya, maka sungguh dia telah meraih keberuntungan yang besar dan tidak akan ada seorangpun yang mampu mencelakakannya.(1)

Allah Ta’ala berfirman:

{مَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَهُوَ الْمُهْتَدِي وَمَنْ يُضْلِلْ فَأُولَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ}

Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk (dalam semua kebaikan dunia dan akhirat); dan barangsiapa yang disesatkan Allah, maka merekalah orang-orang yang merugi (dunia dan akhirat)” (QS al-A’raaf:178).

Dalam ayat lain, Dia Ta’ala juga berfirman:

{مَن يَهْدِ اللَّهُ فَهُوَ الْمُهْتَدِ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَنْ تَجِدَ لَهُ وَلِيًّا مُرْشِدًا}

Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk (dalam semua kebaikan dunia dan akhirat); dan barangsiapa yang disesatkan-Nya, maka kamu tidak akan mendapat seorang penolongpun yang dapat memberi petunjuk kepadanya” (QS al-Kahf:17).

Pun, Allah Ta’ala memerintahkan kepada kita dalam setiap rakaat shalat untuk selalu memohon kepada-Nya hidayah ke jalan yang lurus di dalam surah al-Fatihah yang merupakan surah yang paling agung dalam Al-Qur-an, karena sangat besar dan mendesaknya kebutuhan manusia terhadap hidayah Allah Ta’ala. Allah Ta’ala berfirman:

{اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ}

Berikanlah kepada kami hidayah ke jalan yang lurus

Sedangkan berbicara Taufik yaitu kekuatan yang Allah tanamkan terhadap seseorang, sehingga orang tersebut merasa mudah untuk mengamalkan ajaran-ajaran Islam yang sudah dipelajarinya.

Maka 2 isitilah inilah yang menjadi penyambung dari materi utama kita kali ini yaitu tentang sebuah pengalaman rekan saya yang ingin kita sama-sama bisa belajar darinya yang mendapatkan “Hidayah dan Taufik” dari Allah.

Kali ini pun,kita akan bertutur tentang sebuah cerita dari salah satu sahabat saya seorang akhwat yang bernama Kesuma. Allhamdulillah beliau tidak keberatan untuk berbagi kepada kita semua terkait perjalanan menuju perintah Allah Azza Wa Jalla. Berikut pesan singkat yang beliau tulis kepada saya,sebab beliau berdomisili di luar Jakarta,

Kesuma Say:

Sebetulnya udah lama (semenjak kuliah) enak sih pake krudung ,tapi da dulu mah masih suka gonta-ganti model rambut,masih suka smoothing,warnain rambut,dll…hehehehe

Pas aku diklat dari kantor…Rata-rata temen-temen SPV aku udh pada dikerudung juga…Jadi asa malu hati aku masih pake rok mini,rambut jg kemana-mana…

Papap,dan juga suami aku ga pernah maksa harus  pake krudung.cuman papap pernah bilang “Tinggal si  bungsu nih blum di hijab”… Makin gaenak hati lah…papap suka ceramah,ketua DKM…ai anaknya pake rok pendek ke kantor,ngantornya di bank lagi.

Pas akhir taun 2014 aku jait seragam panjang buat 2015. Ntah kenapa pengen cepet-cepet 2015 dan pengen cepet-cepet  pake seragam panjang dan di krudung di kantor,bulan maret aku cuti…pas masuk kantor aku langsung di krudung.

Brosing sana sini,liat instagram banyak yg jual baju syari…ntah kenapa juga pengen pake. Kemaren-kemaren aku ikut seminar parenting…yg dateng pd pake baju syari smua..tmasuk ceu2 (kk ku),malu bgt aku…

walopun kerudung aku ga pendek tp aku tarik-tarikin  slama acara biar panjang…hahaha…Trus aku blg k ceu2 (kk ku) aku malu ih gapake hijab syari.

Sampe 2 hari aku ribut k suami aku malu bgt krudung aku masih kaya gini.Trus aku bilang sm suami boleh ga aku pake dress+hijab syari.ktanya gpp.yaudah aku beli.

Alhamdulillah aku sm bbrp tmn di bank banyak diskusi…dan pada pingin resign.qt suka tuker2an link ttg riba,hukum kerja di bank…

Pesan ini singkat ikhwa fillah. Tapi menurut saya ini syarat pelajaran yang harusnya kita bisa ambil sebagai hikmah kita semua. Tanpa mengurai rasa hormat saya kepada sahabat saya Kesuma,saya kembali menuliskan teks ini agar kita yang membaca ini bisa merasakan apa yang Kesuma rasakan. Ada pun point yang bisa kita ambil:

  1. Niat..Seorang ulama yang bernama Sufyan Ats Tsauri pernah berkata, “Sesuatu yang paling sulit bagiku untuk aku luruskan adalah niatku, karena begitu seringnya ia berubah-ubah.” Niat yang baik atau keikhlasan merupakan sebuah perkara yang sulit untuk dilakukan. Hal ini dikarenakan sering berbolak-baliknya hati kita.
  2. Bicara menutup aurat, maka berbicara niat. Walau terkadang niat bisa terjadi dikarena faktor lingkungan, dan ingat sahabat. Lingkungan yang baik akan mengantarkan juga kepada diri kita untuk menjadi baik.Dari Abu Musa Al-Asy’ariy radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda:

    مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالسَّوْءِ كَحَامِلِ الْمِسْكِ وَنَافِخِ الْكِيرِ ، فَحَامِلُ الْمِسْكِ إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيحًا طَيِّبَةً ، وَنَافِخُ الْكِيرِ إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ رِيحًا خَبِيثَة

    “Permisalan teman duduk yang shalih dan buruk adalah seperti penjual minyak wangi dan tukang pandai besi. Adapun penjual minyak wangi, bisa jadi ia akan memberimu minyak wangi, atau kamu akan membeli darinya atau kamu akan mendapat bau harum darinya. Adapun tukang pandai besi, bisa jadi ia akan membuat pakaianmu terbakar, atau kamu akan mendapat bau yang tidak sedap darinya.” (HR. Bukhari No. 2101, Muslim No. 2628).

    Sungguh manfaat berteman atau mempunyai lingkungan dengan orang yang shalih tidak terhitung banyaknya. Dan begitulah seseorang, akan dinilai sesuai dengan siapakah yang menjadi teman dekatnya, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

    المرء على دين خليله فلينظر أحدكم من يخالل

    “Seseorang itu menurut agama teman dekatnya, maka hendaklah kalian melihat siapakah yang menjadi teman dekatnya.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Silsilah Ash-Shahihah, no. 927). Dan jangan sampai justru sebaliknya Allah Ta’ala berfirman

    وَيَوْمَ يَعَضُّ الظَّالِمُ عَلَى يَدَيْهِ يَقُولُ يَا لَيْتَنِي اتَّخَذْتُ مَعَ الرَّسُولِ سَبِيلًا ( ) يَا وَيْلَتَى لَيْتَنِي لَمْ أَتَّخِذْ فُلَانًا خَلِيلًا ( ) لَقَدْ أَضَلَّنِي عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جَاءَنِي وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِلْإِنْسَانِ خَذُولًا

    “Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang dzalim menggigit dua tangannya, seraya berkata: “Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rasul. Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan sifulan itu teman akrab(ku). Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al Quran ketika Al Quran itu telah datang kepadaku. Dan adalah syaitan itu tidak mau menolong manusia.” (QS. Al Furqan: 27-29).

  3. Hidayah,Allah telah berikan Insha Allah kepada kita untuk beragama Islam bahkan beberapa dari sudah Islam sejak dari lahir,dan beberapa saudara/ri ku yang Muallaf,namun dapatkah kita “TaufikNya”?….Sebab Taufik adalah kemudahan dalam menjalankan perintah Nya sebagaimana sudah kita bahas di awal mukkadimah tema ini
  4. Kesadaran akan perintah Allah “Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, ‘Hendaklah mereka menjulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenali, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Qs. Al-Ahzaab: 59). Dan “Katakanlah kepada wanita-wanita beriman: ‘Hendaklah mereka menahan pandangan mereka, dan memelihara kemaluan mereka, dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali yang (biasa) nampak daripadanya.’” (Qs. An-Nuur: 31)
  5. Rasa takut yang tumbuh dalam diri,yang harusnya juga kita miliki “Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, jika kamu sesungguhnya mengetahui.”(Qs. Al-Mu’minuun: 114)

Ini adalah beberapa point yang bisa ambil sebagai pelajaran,tentu ikhwa fillah masih bisa meng-eksplor kembali apa hikmah dari cerita singkat dari sahabat saya Kesuma.

Mungkin timbul beberapa pertanyaan dalam diri saudara/ri ku yang akhwat…Terus bagaimana jika belum berhijab??..Kan kantor ga bolehin??..Ditunggu di topik selanjutnya ya…(bersambung)

Wallahu a’lam bishawab

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Ref:

(1). http://www.muslim.or.id

*Photo: www.izzamedia.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s