Adakah Amalan itu???

Posted: Juni 1, 2015 in Amalan
Tag:

Assalamu’alaikum wr.wb
Allahumma shali’ala muhammad,wa’ala ali Muhammad

Tak terasa…Malam ini kita telah memasuki 13 Shaban 1436H…Ini menujukkan bahwa Ramadhan semakin dekat lagi…

Di dalam bulan Shaban…Masyarakat pada umumnya mengenal “Malam Nisfu Shaban”….Dimana banyak amal ibadah yg dilakukan…Mulai dari:
1. Puasa di siang hari
2. Perbanyak berdzikir
3. Melakukan Sholat Qiyamul Lail
4. Dll

Kenapa harus melakukan point2 diatas???…Dalam hal ini pun masyarakat umumnya pun saling berbeda2…diantaranya menganggap:

1. Bahwa buku catatan amal hamba ditutup di malam nisfu Sya’ban atau ketika bulan Sya’ban.

2. Nisfu Sya’ban berarti pertengahan bulan sya’ban. Adapun didalam sejarah kaum muslimin ada yang berpendapat bahwa pada saat itu terjadi pemindahan kiblat kaum muslimin dari baitul maqdis kearah masjidil haram, seperti yang diungkapkan Al Qurthubi didalam menafsirkan firman Allah swt :

سَيَقُولُ السُّفَهَاء مِنَ النَّاسِ مَا وَلاَّهُمْ عَن قِبْلَتِهِمُ الَّتِي كَانُواْ عَلَيْهَا قُل لِّلّهِ الْمَشْرِقُ وَالْمَغْرِبُ يَهْدِي مَن يَشَاء إِلَى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيمٍ

Artinya : “Orang-orang yang kurang akalnya diantara manusia akan berkata: “Apakah yang memalingkan mereka (umat Islam) dari kiblatnya (Baitul Maqdis) yang dahulu mereka Telah berkiblat kepadanya?” Katakanlah: “Kepunyaan Allah-lah timur dan barat; dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya ke jalan yang lurus”. (QS. Al Baqoroh : 142)

3. NISFU artinya pertengahan, maka malam Nisfu Sya’ban artinya malam pertengahan bulan Sya’ban. Kalau dirujuk kepada kalender Hijriyah, maka malam itu jatuh pada tanggal 14 Sya’ban karena pergantian tanggal sesuai penanggalan Hilaliyah atau yang meggunakan patokan rembulan adalah saat matahari terbenam atau  malam tiba.

Kembali kepada topik seluruh amalan yg tertulis diatas…..Maka yg menjadi pertanyaan nya adalah…Apakah semua amalan itu dilarang???….

Maka,…..jawabanya tidak….HANYA saja….Jika amalan tersebut di KHUSUS KAN HANYA di bulan Shaban ini lah menjadi kurang tepat….Apa landasanya???…Mari kita pelajari sejenak ikhwa fillah:

“Jika datang malam pertengahan bulan Sya’ban, maka lakukanlah qiyamul lail, dan berpuasalah di siang harinya, karena Allah turun ke langit dunia saat itu pada waktu matahari tenggelam, lalu Allah berkata, ‘Adakah orang yang minta ampun kepada-Ku, maka Aku akan ampuni dia. Adakah orang yang meminta rezeki kepada-Ku, maka Aku akan memberi rezeki kepadanya. Adakah orang yang diuji, maka Aku akan selamatkan dia. Adakah demikian dan demikian?’ (Allah mengatakan hal ini) sampai terbit fajar.” (HR. Ibnu Majah: 1/421; HR. al-Baihaqi dalamSu’abul Iman: 3/378)

Hadish di atas yaitu pengkhususan hari tertentu dalam bulan Shaban (Nisfu Shaban) untuk melakukan amalan berpuasa dan Qiyamul Lail,maka hadishnya LEMAH bahkan PALSU…

Hadits ini dari jalan Ibnu Abi Sabrah, dari Ibrahim bin Muhammad, dari Mu’awiyah bin Abdillah bin Ja’far, dari ayahnya, dari Ali bin Abi Thalib, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Hadits ini adalah hadits maudhu’/palsu, karena perawi bernama Ibnu Abi Sabrah tertuduh berdusta, sebagaimana dalam Taqrib milik al-Hafidz. Imam Ahmad dan gurunya (Ibnu Ma’in) berkata tentangnya, “Dia adalah perawi yang memalsukan hadits.”[ LihatSilsilah Dha’ifah, no. 2132.]

Maka dari sini kita ketahui bahwa hadits tentang fadhilah / keutamaan menghidupkan malam Nisfu Syaban dan berpuasa di siang harinya tidaklah sah dan tidak bisa dijadikan hujjah (argumentasi). Para ulama menyatakan hal itu sebagai amalan bid’ah dalam agama. [Lihat Fatawa Lajnah Da’imah: 4/277, fatwa no. 884]. [konsultasi syari’ah]

Kemudian kita pelajari hal yg lain….Masih terkait bulan Shaban… Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ، وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ، فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ

“Ini adalah bulan yang sering dilalaikan banyak orang, bulan antara Rajab dan Ramadhan. Ini adalah bulan dimana amal-amal diangkat menuju Rab semesta alam. Dan saya ingin ketika amal saya dianAllahuaku dalam kondisi berpuasa.’” (HR. An Nasa’i 2357, Ahmad 21753, Ibnu Abi Syaibah 9765 dan Syuaib Al-Arnauth menilai ‘Sanadnya hasan’).

Bukan kah hadish ini menunjukan itu artinya di bulan Shaban amalan-amalan diangkat??…Maka oleh karena itu pada saat diangkat maka lakukan aktifitas di point2 atas….

Penting untuk dicatat, Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam tidak menentukan di tanggal berapa peristiwa pelaporan amal itu terjadi. Bahkan zahir hadis menunjukkan, itu terjadi selama satu bulan. Karena itulah, puasa yang dilakukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di bulan Sya’ban tidak pilih-pilih tanggal. Beliau juga tidak menganjurkan agar kita memilih pertengahan Sya’ban untuk puasa. Yang beliau lakukan, memperbanyak puasa selama Sya’ban.

Maka,dari landasan-landasan di atas marilah kita cermati betul2 apa yg harus kita kerjakan dalam amal-amalan ibadah…Puasa,Qilamul Lail,Dzikir,sedekah dan lain2 adalah amal2 yg baik,tapi jika Rasul tidak mencontohkanya maka tidaklah kita melakukan nya

Wawlahu’alam Bishawab

Wassalamu’alaikum wr.wb

Ref:
*www.islampos.com
*www.eramuslim.com
*www.konsultasisyariah.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s