Anti Taubat

Posted: April 8, 2015 in Yaumul Akhir
Tag:

Assalamu’alaikum wr.wb

Allahuma shalli ala Muhammad, Wa’ala ali Muhammad

Iman kepada hari akhir hukumnya wajib dan kedudukannya dalam agama merupakan salah satu di antara rukun iman yang enam. Banyak sekali Allah Ta’ala menggandengkan antara iman kepada Allah dan iman kepada hari akhir, karena barangsiapa yang tidak beriman kepada hari akhir, tidak mungkin akan beriman kepada Allah..

Kebaikan yang akan kita peroleh ketika kita beriman pada hari akhir:

1. Kita akan merasa wajib taat pada Allah SWT,sebab kelak akan ada hari pembalasan

2. Membawa kita kepada segala syukur…Sebab jika kesulitan yang kita dapat,maka itu bersifat sementara..Sebab akhiratlah yang akan lebih bersifat abadi

3. Menghindarkan kita dari segala perbuatan maksiat…

Hari kebangkitan merupakan kebenaran yang sudah pasti. Ditetapkan oleh Al Quran, As Sunnah dan Ijmaa’ (konsensus) kaum muslimin. Allah Ta’alaberfirman,

ثُمَّ إِنَّكُم بَعْدَ ذَلِكَ لَمَيِّتُونَ {15} ثُمَّ إِنَّكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ تُبْعَثُونَ {16}

Kemudian, sesudah itu, sesungguhnya kamu sekalian benar-benar akan mati(15). Kemudian, sesungguhnya kamu sekalian akan dibangkitkan (dari kuburmu) di hari kiamat.(16)” (QS. Al Mukminun:15-16)

Maka dari 3 point tadi,bisa kita ambil pelajaran dari sebuah kisah yang telah terjadi:

Di sudut kota yang berada di Timur Tengah, katakanlah Fulan bin Fulan…Ia seorang pengusaha sukses…Kekayaan berlimpah ruah…apa yang dikehendaki sangatlah mudah baginya..beberapa perusahaan besar telah dibelinya,sehingga terus meneruslah puing-puing kekayaan bertambah…Bukan saja kekayaan, tetapi keluarganya pun dikarunia oleh Allah dengan keluarga yang bahagia…Istri yang cantik,dan anak-anak yang cantik dan tampan…Kemudahan apa-apa yang diinginkan selalu diberikan oleh Nya…

Tetapi dari sekian kemudahan dan kemewahan,ada beberapa kekurangan fulan bin fulan yaitu hawa nafsu yang besar dan tidak bisa dikontrol dengan baik,sehingga nafsu syahwatnya terus dibisikan oleh Setan…Fulan bin fulan ternyata suka melakukan per-zinaan…Setiap ada wanita cantik ia zinai….padahal ia telah memiliki istri cantik…Ternyata ia lupa akan terhadap firman Allah SWT:

“Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji (fahisyah) dan suatu jalan yang buruk.” (Al-Isra’: 32)

Tidaklah sampai disitu…ternyata ia memiliki hobi berjudi dan meminum minuman keras…Maka fulan pun lupa akan ultimatum Allah SWT:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالأنْصَابُ وَالأزْلامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُوقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ فِي الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَعَنِ الصَّلاةِ فَهَلْ أَنْتُمْ مُنْتَهُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaithan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kalian mendapat keberuntungan. Sesungguhnya syaithan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kalian lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kalian dari mengingat Allah dan shalat, maka berhentilah kalian (dari mengerjakan pekerjaan itu).” [Al-Mâ`idah: 90-91]

Bahkan ketika fulan melakukan itu semua itu,dari mulai awal sebelum berbuat,sampai setelah melakukan nya, Allah SWT telah memberikan peringatan-peringatan…Tapi fulan tetap saja tidak bergeming….Terkadang dalam menuju perjalan “maksiat””nya ia suka mengalami pecah ban…Kemudian,dompetnya terkadang lupa ia taruh dimana sehingga dalam perjudiannya ia meminjam kepada teman sesama penjudi…Pun sama dalam urusan minuman “khamar”,fulan telah di diagnosis mengalami lemah ginjal , hati, usus, jantung…Dalam urusan syahwat pun,pernah beberapa kali fulan tertangkap basah oleh istri nya berselingkuh,tetapi istrinya masih mau menerima pertobatan fulan kepada nya…Tetapi setelah istri dirasa bisa dibohongi kembali maka ia ber-ulah kembali…

Sesuai dengan judul…ANTI TAUBAT….mungkin ini adalah gambaran dalam kisah kita pun di Indonesia pada umumnya,sudah diperingatkan tapi masih bandel…Atau dalam istilah umum taubat sambal…Tapi untuk kasus yang ini ternyata ga pake taubat sambel….TAUBAT mah nanti saja…toh uang masih ada,keluarga masih lengkap,dstnya…Kelupaan fulan terhadap ayat Allah memang sudah pool….Padahal jika fulan segera sadar,maka ia akan dapatkan yang lebih,sebagaimana Rasulullah shalallhu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ينادي مناد إن لكم أن تصحوا فلا تسقموا أبدا وإن لكم أن تحيوا فلا تموتوا أبدا وإن لكم أن تشبوا فلا تهرموا أبدا وإن لكم أن تنعموا فلا تبأسوا أبدا فذلك قوله عز وجل { ونودوا أن تلكم الجنة أورثتموها بما كنتم تعملون }

Datanglah suara berkumandang :Wahai ahli surga, sesungguhnya kamu sekalian akan sehat dan tak pernah sakit. Kamu sekalian akan menjadi muda belia dan tak pernah tua lagi. Dan kalian pun akan hidup dan tak akan pernah mati. (*) H,R Muslim 2837, At Tirmidzi 3246, dan Ahmad 319, dari hadist Abu Hurairah dan Abu Said al Khudri

Kembali pada cerita diatas…Pendek cerita,kelakuan fulan makin menjadi…Sampai pada 1 titik,ia meminta sekretarisnya untuk mencarikan wanita untuk di-zinai nya….Na’udzubillah….Maka disusunlah sebuah rencana untuk tempat fulan memuaskan hawa nafsunya…Ia menyewa sebuah hotel mewah untuk acara tersebut,sesuai dengan yang sudah dipesan sekretarisnya…Didalam kamar yang mewah itu telah berada “Pesan-nya” fulan yang telah siap melayani nafsu birahinya…

Setelah menyelesaikan meeting /rapat dengan beberapa rekan bisnis nya untuk sebuah tender besar,maka fulan langsung bergegas ke tempat hotel yang sudah dipesannya…Dengan penuh seruan setan fulan sudah bisa membayangkan begitu nikmatnya “pesan-nya”….Singkat cerita, sampailah fulan tepat di depan pintu kamar pesannya…Dan tidak lama kemudian fulan dibukakan pintu kamar tersebut….Setelah bertemu dengan sekretaris yang “memesankan”nya,maka sang sekretaris pamit undur diri setelah mendatangkan “pesana”nya…Dan semakin kuatnya nafsu setan dalam diri fulan setelah hanya ia dan “pesenan”nya lah….

Dalam kondisi yang sedang santai didalam hotel yang cukup besar, badan fulan sedang menhadap TV dan wanita pesan-nya sedang berada didalam kamar mandi….Tak lama,wanita itu keluar dan langsung mengahampiri fulan…Seperti petir di siang bolong…..Ternyata, wanita yang ia akan zinai adalah ANAK KANDUNGNYA SENDIRI….dan yang wanita itu akan layani adalah AYAH KANDUNG NYA….Mereka pun saling bertatap mata dengan detuk jantung yang sangat cepat….DIAM tak bisa ber-ucap….Sang ayah ta habis pikir, anak yang ia besarkan dengan harta yang ia miliki,kok bisa-bisanya malah menjadi wanita pelacur??….Dan sang anak pun ta habis pikir, kenapa bisa ayah yang di-banggakannya sebagai pe-bisnis sukses kok bisa-bisa ber-perilaku bejat begini dan suka berselingkuh??……

Tak lama dari peristiwa singkat itu, maka detupan jatung fulan semakin cepat,dan makin cepat….sehingga dalam hitungan detik berikutnya fulan pun merasakan sakit yang luar biasa dijantungnya….DAN…..dengan izin Allah SWT,ia langsung menghembuskan nafas terakhirnya dalam kondisi yang belum bertaubat.

Anti Taubat…inilah kesalahan yang harus diperbaiki….kenapa harus anti taubat??bukankah setiap raga yang hidup ini akan dimintai pertanggung jawabanya kepada ALLAH SWT??>..Allah Ta’ala berfirman,

وَلَوْتَرَى إِذِ الظَّالِمُونَ فِي غَمَرَاتِ الْمَوْتِ وَالْمَلاَئِكَةُ بَاسِطُوا أَيْدِيهِمْ أَخْرِجُوا أَنفُسَكُمُ الْيَوْمَ تُجْزَوْنَ عَذَابَ الْهُونِ بِمَا كُنتُمْ تَقُولُونَ عَلَى اللهِ غَيْرَ الْحَقِّ وَكُنتُمْ عَنْ ءَايَاتِهِ تَسْتَكْبِرُونَ {93}

“…Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim berada dalam tekanan sakratul maut, sedang para malaikatmemukul dengan tangannya, (sambil berkata): “Keluarkanlah nyawamu” Di hari ini kamu dibalas dengan siksa yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayatNya.” (QS. Al An’am: 93)

Kepastian adanya hisab ini telah dijelaskan di dalam al Qur`an dan Sunnah. Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :

فَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِيَمِينِهِ ﴿٧﴾ فَسَوْفَ يُحَاسَبُ حِسَابًا يَسِيرًا

Adapun orang yang diberikan kitabnya dari sebelah kanannya, maka ia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah, [al Insyiqaq / 84 : 7-8].

وَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ وَرَاءَ ظَهْرِهِ﴿١٠﴾فَسَوْفَ يَدْعُو ثُبُورًا﴿١١﴾وَيَصْلَىٰ سَعِيرًا

Adapun orang yang diberikan kitabnya dari belakang, maka dia akan berteriak: “Celakalah aku”. Dan dia akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka). [al Insyiqaq / 84:10-12].

إِنَّ إِلَيْنَا إِيَابَهُمْ﴿٢٥﴾ثُمَّ إِنَّ عَلَيْنَا حِسَابَهُمْ

Sesungguhnya kepada Kami-lah kembali mereka, kemudian sesungguhnya kewajiban Kami-lah menghisab mereka. [al Ghasyiyah / 88 : 25-26].

الْيَوْمَ تُجْزَىٰ كُلُّ نَفْسٍ بِمَا كَسَبَتْ ۚ لَا ظُلْمَ الْيَوْمَ ۚ إِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ

Pada hari ini, tiap-tiap jiwa diberi balasan dengan apa yang diusahakannya. Tidak ada yang dirugikan pada hari ini. Sesungguhnya Allah amat cepat hisabnya. [al Mu’min / 40 : 17].

Maka, jangan jadikan diri kita anti taubat….Sesegeralah taubat dengan se-seungguh-sungguhnya…Sebagaimana Allah SWT adalah firman-Nya,

إِنَّ اللهَ لا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاء

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya.” (QS. An-Nisa: 48)

Di antara ayat lain yang menguatkan pendapat ini adalah firman Allah,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللهِ تَوْبَةً نَصُوحاً عَسَى رَبُّكُمْ أَنْ يُكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ

“Wahai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang serius). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu.” (QS. At-Tahrim: 8)

Kata [عَسَى ] yang diartikan “mudah-mudahan” adalah kalimat tarajji (harapan), sehingga pengampunan dosa bagi orang yang bertaubat itu kembali kepada kehendak Allah.

Semoga yang kecil ini bisa terus menjadi pelajaran buat kita untuk selalu berada dalam jalan yang lurus,seperti apa yang sering kita baca dalam 1 hari sebanyak 17x, “Ihdinash Shiratal Mustaqim” yang artinya, “Ya Allah, Tunjukilah kami jalan yang lurus.”

Wassalamu’alaikum wr.wb

Ref:

1.http://muslimah.or.id/aqidah/bolehkah-memastikan-allah-telah-menerima-taubat-seseorang.html

2.http://muslim.or.id/aqidah/pokok-pokok-keimanan-kepada-hari-akhir.html

3.http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/hikmah/13/03/08/mjc1o0-jalan-lurus

4.http://almanhaj.or.id/

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s