Apakah kau selalu dibawah??

Posted: Maret 27, 2015 in Umum
Tag:

Assalamu’alaikum wr.wb
Allahuma shaali ala Muhammad,wa’ala aali Muhammad

Langkah demi langkah ku arungi…setiap gesekan alas kaki ku dengan debu dan aspal terjadi..

Ya….itulah jalan kaki ku yg kutempuh hari ini disalah satu kota x…perjalanan yg mengantarkan ku ke sebuah tempat bersejarah dikota ini..

-/+ di abad ke 14 tempat ini dibuat…Dengan beberap peninggalan sejarahnya….

So….Lantas apa hubunganya dengan judul diatas???…”btw,iya juga ya..apa hubunganya ya?”…hehehehe.

Emang ga ada hubunganya sich…hahahaha…yg jadi penghubung adalah kebiasaan masyarakat sekitar terhadap keberadaan tempat tadi ikhwa…

“Apakah kau selalu dibawah”??…apa maksudnya?…Apakah tangan ini selalu menadah dibawah??…Tanpa mengurangi takjub ku kepada tempat yg Allah ciptakan bagi warga sekitar…

Begitu banyak yg justru “selalu dibawah” …dan itu justru menjadi sebagai mata pencaharian nya…”Innalilahi Wa Innalilahi rojiun”

Diriwayatkan dari Abdullah bin Umarradhiyallahu ‘anhuma, ia berkata: Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَا زَالَ الرَّجُلُ يَسْأَلُ النَّاسَ، حَتَّى يَأْتِيَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لَيْسَ فِيْ وَجْهِهِ مُزْعَةُ لَحْمٍ

Seseorang senantiasa meminta-minta kepada orang lain sehingga ia akan datang pada hari Kiamat dalam keadaan tidak ada sepotong daging pun di wajahnya.”(1)

Padahal….Bukankah Islam menganjurkan kita semua agar berusaha mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan hidup diri dan keluarga kita. Di dalam Al Qur’an Nur-Karim Allah berfirman:

فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلاَةُ فَانْتَشِرُوا فِى الأَرْضِ وَابْتَغُوا مِنْ فَضْلِ اللَّهِ

“Apabila telah sholat, maka bertebaranlah kamu dimuka bumi, dan carilah karunia Allah”. (QS. al-Jum’ah: 10).

Atau kah penafsiran ayat ini yg di disalah artikan…”Carilah karunia Allah dengan “Selalu dibawah”??…

Maka perhatikan Sabda Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam:

لأَنْ يَحْتَطِبَ أَحَدُكُمْ حُزْمَةً عَلَى ظَهْرِهِ خَيْرٌ مِنْ أَنْ يَسْأَلَ أَحَدًا ، فَيُعْطِيَهُ أَوْ يَمْنَعَهُ

“Sungguh salah seorang di antara kamu mencari kayu bakar diikat, lalu diangkat di atas punggungnya lalu dijual, itu lebih baik daripada orang yang meminta-minta kepada orang lain, diberi atau ditolak”.(2)

Tetapi dalam hal ini,saya benar-benar memohon pertolongan Allah Azza Wa Jalla dari rasa buruk sangka yang tanpa alasan…Sehingga menghakimi mungkin sesama muslim…Jika tidak,mungkin tulisan ini akan dijadikan setan sebagai salah satu sarana penghancur amalan ku…Dan seakan saya meghukumi “Selalu dibawah”….Sebagaimana Allah Azza Wa Jalla berfirman:

وَأَمَّا السَّائِلَ فَلا تَنْهَرْ

“Artinya: Dan terhadap orang yang meminta-minta makan janganlah kamu menghardiknya”.  (QS.Ad-Dhuha: 10).

Saya memohon kepada Allah Ta’ala agar menjadikan kita semua sebagai hamba-Nya yang bersyukur dan qana’ah atas segala nikmatnya, merasa cukup dengan apa yang ada, serta menahan diri dari minta-minta. Sesungguhnya Allah Maha Dermawan lagi Maha Mulia.

Wawlahu’alam bishawab..
Wassalamu’alaikum wr.wb

Refrensi:
(1). Shohih. HR. Bukhari no. 1474, dan Muslim no. 1040.
(2). Shohih. HR. Bukhari II/730 no.1968, dan An-Nasa’i V/93 no.2584.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s