Belajar dri perang Uhud

Posted: September 17, 2014 in Umum
Tag:

Assalamu’alaikum wr.wb
Allahumma shaali alla muhammad,wa alla alli muhamad

Gunung Uhud

Gunung Uhud

Taukah kita apa Gunung Uhud??…Gunung Uhud (Arab:جبل أحد) adalah sebuah gunung di utara Madinah dengan ketinggian sekitar 1.077 meter. Gunung ini adalah lokasi pertempuran kedua antara Muslim dan pasukan Mekah. Pertempuran Uhud terjadi pada tanggal 23 Maret 625 Masehi, antara sejumlah kecil komunitas Muslim dari Madinah, tempat di barat laut Jazirah Arab, dengan kekuatan dari Mekah.

Gunung Uhud terbentuk dari batu granit warna merah memanjang dari tenggara ke barat laut dengan panjang tujuh kilometer dan lebar hampir tiga kilometer. Gunung ini adalah gunung terbesar dan tertinggi di Madinah. Di kaki gunung bagian selatan terdapat pemakaman para syuhada, salah satunya adalah Hamzah bin Abdul-Muththalib paman dan saudara sepersusuan Nabi Muhammad SAW.

Ikhwa fillah, mari kita lanjutkan serial perjalanan Rasul dalam peristiwa-peristiwa melawan kaum Quraisy…Setelah di materi kemarin, kita membahas makam Baqi, perang badar, maka saat ini mari kita belajar dari perang Uhud…Kelanjutan dari perang badar,maka terjadilah perang Uhud..sebab kaum kafir kalah dari kaum Muslim,yg mana kafir kalah telak di perang Badar pertengahan bulan Syawal 2 H..

Gunung Uhud suka dijadikan perumpamaan / kiasan Rasul dalam beberapa kisah:

1. Berinfak sebesar gunung Uhud,tidak akan menyamai keutamaan sahabat ku..

“Janganlah mencela para shahabatku, janganlah mencela para shahabatku! Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya (Allah), kalaulah salah seorang dari kalian berinfaq emas sebesar Gunung Uhud, niscaya tidak akan menyamai infaq salah seorang dari mereka (para shahabat) yang hanya sebesar cakupan dua telapak tangan atau setengahnya.” (HR. Al-Bukhari no. 3673 dan Muslim no. 2540, dari shahabat Abu Sa’id Al-Khudri)

2. Pahala  mensholatkan jenazah sebesar gunung Uhud

حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ حَاتِمٍ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ يَزِيدَ بْنِ كَيْسَانَ حَدَّثَنِي أَبُو حَازِمٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ صَلَّى عَلَى جَنَازَةٍ فَلَهُ قِيرَاطٌ وَمَنْ اتَّبَعَهَا حَتَّى تُوضَعَ فِي الْقَبْرِ فَقِيرَاطَانِ قَالَ قُلْتُ يَا أَبَا هُرَيْرَةَ وَمَا الْقِيرَاطُ قَالَ مِثْلُ أُحُدٍ

Barangsiapa yg menshalatkan jenazah, maka baginya pahala satu qirath, & siapa yg mengantarnya hingga jenazah itu di letakkan di liang kubur, maka baginya pahala dua qirath. Saya bertanya, Wahai Abu Hurairah, seperti apakah dua qirath itu?
ia menjawab, Yaitu seperti gunung Uhud. [HR. Muslim No.1572]

Baik, mari kita kembali ke sejarah terjadinya Perang Uhud….Setelah perang badar ditahun ke 2, kaum Quraisy mempersiapakan perang Uhud.Penyebab perang Uhud:

1. Banyak tewasnya Panglima perang Kaum Quraisy,sehingga kau Ouraisy ingin melakukan perang kembali sebagai balas dendam
2. Faktor ekonomi,karena suku Qurasiy berfokus dalam kehidupanya dari perdagangan Mekah-Syam

Dan akhirnya berkumpulah kaum Quraisy sebanyak3000 pasukan,dan 700 pasukan berperisai besi untuk siap ke perang Uhud. Tokoh-tokoh Quraisy seperti  Ikrimah bin Abu Jahal, Shafwan bin Umayah, dan Abu Sufyan bin Harb (sebelum mereka masuk Islam) bangkit sebagai pelopor-pelopor yang sangat getol mengobarkan api balas dendam terhadap Islam dan pemeluknya. Adapun pasukan berkuda dibawah komando Khalid bin Al Walid dan Ikrimah bin Abu Jahal, sementara panji- panji perang dipegang para ahli perang dari Kabilah Bani Abdud Dar, dan barisan wanita dibawah koordinasi Hindun bintu ’Utbah istri Abu Sufyan. Terasa lengkap dan cukup memadai persiapan Quraisy dalam periode putaran perang kali ini, arak-arakan pasukan besar sarat anarkisme dan angkara murka kini tengah merangsek menuju Madinah menyandang misi balas dendam.Para orator ulung bangsa Arab tersebut menempuh langkah-langkah strategis  untuk memuluskan program balas dendam tersebut, mula-mula mereka melarang warga Makkah meratapi kematian korban tewas perang Badar kemudian menunda pembayaran tebusan kepada kaum muslim untuk membebaskan tawanan Quraisy yang masih tersisa di Madinah. Mereka sibuk menggalang dana untuk menyongsong aksi balas dendam, mereka datang kepada para pemilik kafilah dagang Quraisy yang merupakan pemicu utama terjadinya perang Badar, seraya menyeru :

”Wahai orang-orang Quraisy! Sungguh Muhammad telah menganiaya kalian serta membunuh tokoh-tokoh kalian! Maka bantulah kami dengan harta kalian untuk membalasnya! Mudah-mudahan kami bisa menuntut balas terhadap mereka.”

Setelah semua telah siap bertempur,maka Rasul menerima surat rahasia dari Al Abbas bin Abdul Mutthalib paman beliau yang masih bermukim di Makkah. Kala itu Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam berada di Quba, Ubay bin Ka’ab diminta untuk membaca surat tersebut dan merahasiakan isinya. Beliau bergegas menuju Madinah mengadakan persiapan militer menyongsong kedatangan ’tamu tak diharapkan itu’.

Bak angin berhembus, berita pergerakan pasukan kafir Quraisy menyebar keseluruh penjuru Madinah, tak ayal kondisi kota itu mendadak  tegang , penduduk kota siaga satu, setiap laki-laki tidak lepas dari senjatanya walau dalam kondisi shalat. Sampai-sampai mereka bermalam di depan pintu rumah dalam keadaan merangkul senjata.

Dan Rasul bermimpi dimalam harinya (kamis malam),mengenai perang Uhud  di Jumat pagi,diantara taqwilnya:

1. Rasul melihat sapi betina disembelih,artinya akan ada kaum muslimin mati syahid
2. Rasul melihat pedangnya tumpul,artinya ahlu bait (saudara nabi),akan ada yg meninggal..yaitu paman nabi Hamzah bin Abdul Mutthalib
3. Rasul memakai baju besi,artinya Nabi akan selamat kembali ke Madinah

Dan akhirnya,terjadi diskusi mengenai tempat terjadinya perang..apakah perang dalam Madinah atau di luar Madinah?..Lantas terjadilah perselisihan di antara para masyarakat Madinah dengan beberapa  sahabat mengenai wilayah pertempuran, Sahabat bersikeras untuk bertempur di luar Madinah…Setelah sholat Jumat,nabi langsung mempersiapkan perang Uhud untuk dilaksanakan di luar Madinah. Tetapi setelah Nabi mengatakan siap perang di luar Madinah dan menggunakan baju besi, para sahabat menyesal dengan sikap mereka yang terkesan memaksa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam untuk keluar dari Madinah, tatkala Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam keluar mereka berkata :

”Wahai Rasulullah, kami tidak bermaksud menyelisihi pendapatmu, putuskanlah sekehendakmu! Jika engkau lebih suka bertahan di Madinah maka lakukanlah!”

Beliau menjawab:

”Tidak pantas bagi seorang nabi menanggalkan baju perang yang telah dipakainya sebelum Allah memberi keputusan antara dia dengan musuhnya.”

Kemudian Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam membagi pasukan Islam menjadi tiga batalyon : Batalyon Muhajirin dibawah komando Mush’ab bin Umair, Batalyon Aus dikomando oleh Usaid bin Hudhair dan Batalyon Khazraj dipimpin oleh Khabbab bin Al Mundzir . Jumlah total pasukan Islam hanya 1000 orang, dengan perlengkapan fasilitas serba minim berupa 100 baju besi dan 50 ekor kuda , temasuk ikutnya Abdullah bin Ubay bin Salul ( orang yg munafik)

Sesampainya pasukan Islam disebuah tempat yang dikenal dengan Asy Syaikhan, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam menyeleksi beberapa para sahabat yang masih sangat dini usia mereka diantaranya Abdullah bin Umar bin Al Khathab, Usamah bin Zaid, Zaid bin Tsabit, Abu Said Al Khudry dan beberapa sahabat muda lainnya, tak urung kesedihan pun tampak di wajah mereka dengan terpaksa mereka harus kembali ke Madinah.

Dan perang terjadi pada sabtu pagi. Tetapi setelah selesai sholat subuh, sebelum perang terjadi,tiba-tiba Abdullah bin Ubay bin Salul ( orang yg munafik) menghembuskan keragu-raguan kepada pasukan kaum muslim agar mundur dari medan perang,dan akhirnya ada juga orang-orang yg mundur dari medan perang sebanyak 300 orang…

Gugurnya Paman Rasulullah shallalallahu ‘alaihi wa sallam Hamzah bin Abdul Muthalib radhiyallahu ‘anhu sebagai Syahid

Hamzah bin Abdul Muththalib radhiyallahu ‘anhu seorang yang menghabiskan waktu dan tenaganya untuk membela Islam, orang yang tidak pernah merasa takut melawan kezhaliman, pemberani dan mahir dalam perang menggempur jantung pertahanan musuh bak singa jantan menerkam mangsa, mengamuk, menumbangkan setiap lawan tanpa hambatan, musuh kocar-kacir bak daun-daun kering diterpa angin. Singa Allah subhanahu wa ta’ala dan Singa RasulNya ini tak membiarkan satu lawan pun kecuali terlibas olehnya, namun tanpa ia sadari tiba-tiba sebuah lembing tajam milik Wahsyi bin Harb (yang pada waktu itu belum masuk Islam) telah lama mengintainya, menusuk dan merobek perutnya. Ia gugur sebagai syahid.

Adapun beberapa peristiwa lainya terkait dengan perang Uhud yaitu:

1. Kesalahan Fatal Pasukan Pemanah, tidak patuhnya pasukan pemanah terhadap isntruksi panglima perang umat muslim sehingga, umat muslim tidak memiliki barisan pertahanan yang kokoh lagi

2. Kabar dusta kematian Rasulullah

Hikmah yang Terkandung di dalamnya :

  • Memahamkan kepada kaum muslimin betapa buruknya akibat kemaksiatan dan mengerjakan apa yang telah dilarang Rasulullah shallalallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu ketika barisan pemanah meninggalkan pos-pos mereka yang sudah ditetapkan oleh Rasulullah shallalallahu ‘alaihi wa sallam.
  • Sudah menjadi kebiasaan bahwa para Rasul ‘alaihimus salam juga menerima ujian dan cobaan, yang pada akhirnya mendapatkan kemenangan. Di antara hikmahnya, apabila mereka senantiasa mendapatkan kemenangan, tentu orang-orang yang tidak pantas akan masuk ke dalam barisan kaum mukminin sehingga tidak bisa dibedakan mana yang jujur dan benar; dan mana yang dusta. Sebaliknya, kalau mereka terus-menerus kalah, tentulah tidak tercapai tujuan diutusnya mereka. Sehingga sesuai dengan hikmah-Nya terjadilah dua keadaan ini
  • Maka umat muslim harus paham benar terhadap  orang-orang munafik..Huzaifah,adalah orang ahli yg tau munafik atau tidak,ia adalah orang kepercayaan nabi..Dan orang Munafik akan selalu ada di sekitar kita

Wawlahu a’alam bishawab

Wassalamu a’aikum wr.wb

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s