Kenapa harus di-anggurin???

Posted: September 10, 2014 in Umum
Tag:

Assalamu’alaikum wr.wb
Bissmillahi rahmanirahim

Allahumma shaali alla muhammad,wa alla alli muhammad

Hari ini ku dengar seorang Ust sedang bertolak ke salah satu negeri tetangga..Kemarin pun ku dengar seorang Ustad juga bertolak ke negeri yg agak lebih jauh..Dan ta lama dari keberangkatan seorang Ust yg ke 2,ada juga seorang Ust yg bertolak jauh sampai ke negeri paman sam..Sampai-sampai kudapati seorang Ust telah mendapatkan agenda rutin di kota para pelajar ilmu (Mekah-Madinah,dll)

Apa yg para Ust tersebut lakukan??jawaban adalah mengajar…

Ya…semua kegiatan para Ust yang tertulis diatas adalah agenda/kegiatan para Ust untuk berdakwah ke seluruh pelosok negeri,dan untuk memberikan ilmu kepada sesama Muslim dinegara tersebut…

Begitulah sebahagian besar para Ust/Ulama kita berdakwah…Pertanyaan mendasar adalah se-andainya justru kebalik dari tulisan diatas…kita malah yg mendatangkan para Ust/Ulama datang ke negara kita,berapa biaya yg dibutuhkan??…dan berapa waktu yg anda harus sisihkan??..atau kita tukar kembali,kita yg ingin datang ke tempat para Ust/Ulama/Syekh tersebut sebagai contoh,katakanlah seorang ulama besar sekelas Dr. Yusuf Al-Qaradawi, kalau kita ingin belajar kepada beliau, kita perlu terbang 9 jam non-stop ke Doha Qatar, negeri dimana beliau bertempat tinggal. Atau kalau kita mau belajar kepada Syeikh Ali Jum’ah, mufti Negara Mesir, maka kita harus menghabiskan paling tidak 10-11 jam terbang ke negeri Piramid Mesir.

Masih ingatkah kita dengan hadish berikut:

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ
”Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim”. (HR. Ibnu Majah. Dinilai shahih oleh Syaikh Albani dalam Shahih wa Dha’if Sunan Ibnu Majah no. 224)
Dalam hadits ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan tegas menyatakan bahwa menuntut ilmu itu hukumnya wajib atas setiap muslim, bukan bagi sebagian orang muslim saja.

Lantas kenapa kita harus belajar kepada para Ust/Ulama??… Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda dalam sebuah hadist : وان العلماء ورثة الا نبياء, وان الانبياء لم يور ثوا دينارا ولا د رهما وانماورثوا العلم فمن أخز به أخز بحظ وافر } روا5 ابن ما جه وا بن حبا ن { “…. Sesungguhnya para ulama adalah pewaris para nabi. Para nabi tidaklah mewariskan uang dinar dan tidak pula uang dirham. Hanya saja mereka mewariskan ilmu. Maka barang siapa yang mewarisinya, berarti dia telah mendapatkan keuntungan yang sempurna. “ (HR. Ibnu Majah dan Ibnu Hibban)

Ikhwa fillah yg dirahmati oleh Allah Swt..2 hadish tadi jelas menunjukan ilmu itu wajib,dan dalam menuntut ilmu belajarlah kepada para ulama..Bukankah di Indonesia ini begitu banyak para Ulama/Ust?..Bukankah di negara yg mayoritas Muslim,begitu banyak pengajian-pengajian yg di pimpin oleh para Ulama/Ust setiap harinya??seharusnya peluang kita lebih besar dari negara yg justru Islam menjadi minoritas…Sadarkah banyak waktu kita terbuang sia-sia tanpa pernah mempelajari ilmu agama dari para Ulama/Ust??..Di Indonesia “Free”kita dapatkan ilmu tersebut,tetapi banyak kita sia-sia kan..kenapa harus di-anggurin???seharusnya kita …ambil…ambil…ambil…

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ اللهَ لاَ يَقْبِضُ الْعِلْمَ انْتِزَاعاً يَنْتَزِعُهُ مِنَ الْعِباَدِ، وَلَكِنْ بِقَبْضِ الْعُلَماَءِ. حَتَّى إِذَا لَمْ يُبْقِ عاَلِماً اتَّخَذَ النَّاسُ رُؤُوْساً جُهَّالاً فَسُأِلُوا فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ فَضَلُّوا وَأَضَلُّوا

“Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu dengan mencabutnya dari hamba-hamba. Akan tetapi Dia mencabutnya dengan diwafatkannya para ulama sehingga jika Allah tidak menyisakan seorang alim pun, maka orang-orang mengangkat pemimpin dari kalangan orang-orang bodoh. Kemudian mereka ditanya, mereka pun berfatwa tanpa dasar ilmu. Mereka sesat dan menyesatkan.” (HR. Al-Bukhari no. 100 dan Muslim no. 2673)

Kabar melalui sabda Rasul,bahwa kelak ilmu akan dicabut dan kita akan menjadi tersesat bukanlah kebohongan,TAPI NYATA ADANYA…Akan kah kita berdiam diri saja tanpa pernah tergerak mempelajari ilmu agama dari para Ulama/Ust yang notabene sudah banyak di Indonesia dan berkelas dunia??…Yang sudah barang tentu dengan ilmu,maka amal sholeh kita bertambah dan salah bekal kita di akhirat kelak…

Tentunya,Ulama/Ust yg dimaksud adalah termasuk golongan orang-orang yg Shaleh, dan bukan sembarang Ust/Ulama yang mungkin hanya mencari popularitas belaka..Yang pantas dijadikan rujukan dan refrensi,bukan yg hanya “katanya”& “kira-kira”

Semoga sedikit ini bermanfaat,

Wawlahu a’lam bishawab
Wassalamu’alaikum wr.wb

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s