Buah dari Taqwa

Posted: Agustus 13, 2014 in Tauhid, Umum
Tag:

Assallammuallaikum wr.wb

Allahumma shalli alla Muhammad,Wa Alla Alli shali Alla Muhammad

Semoga kita semua selalu tercurahkan nikmat dan ridha Nya Allah SWt…

Dikisahkan bahwa di awal abad 1 hijriah terdapat seorang pemuda yg bertaqwa,dia menuntut ilmu dan mengkhusukan diri hanya untuk itu. Namun dia seorang kafir

Pada suatu hari sang pemuda keluar dri rumahnya dalam keadaan lapar sekali,karena tidak ada yg bs dimakannya. Sampailah ia disebuah kebun yg dipenuhi apel. Salah satu dri pohon apel yg ada rantingnya sampai menjulur ke jalan. Hatinya pun berkata : “Sekiranya aku memakan apel ini niscaya hilanglah rasa haus ini&perutku sedikit terisi. Tidak ada yg melihatku,dan kebun tidak akan berkurang hanya dengan berkurangnya sebuah apel saja”. Dia pun memetiknya dan duduk memakanya hingga hilang rasa lapar dri perutnya. Tatkala sang pemuda kembali ke rumahnya,mulailah jiwanya memaki dirinya sendiri karena tindakanya tadi. Demikianlah jiwa orang yg beriman lagi jujur terhadap Allah SWT. Dia duduk berfikir dan berkata pada dirinya sendiri: “Bagaimana aku memakan harta orang muslim yg lain,aku belum meminta izin kepadanya,belum meminta ke ridhaanya??

Lantas ia pun beranjak mencari pemilik kebun apel itu akhirnya pemuda itu pun menemukannya. Sang pemuda berkata : “Wahai paman,kemarin aku benar-benar kelaparan hingga batas tak tertahankan. Aku pun memakan sebuah apel milik mu tanpa sepengetahuanmu. Dan sekarang ini hendak meminta izin kepadamu mengenai apel tersebut”. Maka sang pemilik kebun berkata :” Demi Allah, aku tidak menghalalkan nya untuk mu..bahkan aku kelak akan menjadi musuhmu pada hari kiamat di hadapan Allah SWT.

Sang pemuda yg beriman itu menangis dan akhirnya berusaha mencari penguhubung yg bisa menolongnya meminta kerelaan sang pemilik kebun. Sang pemuda berkata kepada sang pemilik kebun itu : “Aku bersedia melakukan apa pun,asal engkau me-maafkan ku dan mengihklaskan apel itu.”…Demikianlah pemuda itu mencari penghubung yg bisa menolong dari masalahnya. Namun sebaliknya sang pemilik kebun tidak bertambah melainkan semakin keras dalam mempertahankan haknya. Orang tua itu pun meninggalkan sang pemuda,sementara pemuda tetap berusaha meminta ke ridhaanya sambil berjalan di belakangnya hingga dia masuk ke dalam rumahnya. Sang pemuda itu pun menunggu di luar rumahnya,hingga orang tua itu pun keluar lagi untuk sholat Ashar.

Tatkala orang tua itu keluar dari rumahnya,dia melihat sang pemuda masih berada di depan rumahnya dengan air mata yg membasahi janggutnya,menambah cahaya ketaatan diatas ilmu pada wajahnya. Kemudian pemuda ini berkata : “Wahai paman,aku bersedia bekerja di kebun ini tanpa diberi upah sepanjang umurku, atau apa saja yg engkau inginkan dengan syarat engkau me-maafkan ku.

Pada saat itu,orang tua sang pemilik kebun itu tersentuh dan berfikir kemudian berkata : “Wahai anak muda,aku bisa me maafkanmu sekarang tapi dengan syarat…..!!!

Sang pemuda merasa gembira dan berkata : “Katakanlah paman,apa syarat yg paman inginkan”. Sang pemilik kebun berkata : “Syaratku,engkau menikah dengan putriku!!..”

Jawaban orang tua itu membuat sang pemuda seolah disambar petir. Dia belum tahu persis syarat itu bakal mampu dia terima tau tidak. Dalam keadaan demikian sang pemilik kebun menyempurnakan perkataanya : “Akan tetapi wahai anakku,perlu engkau ketahui bahwa keadaan putriku itu seorang wanita yg buta,tuli dan bisu, ditambah lagi ia lumpuh tidak dapat berjalan. Sejak lama aku mencari jodoh yg pas untuknya yg bisa kupercaya mengemban amanah,menerima ia apa adanya dengan kriteria yg aku sebutkan tadi,kalau engkau mau kepadanya,maka kumaafkan kesalahan mu”.

Untuk ke 2x nya sanga pemuda terhantam berupa musibah yg harus diterimanya. Dia berfikir,bagaiamana akan hidup di usianya yg masih muda belia dengan harus memikul kekurangan pasangan hidupnya sedemikian rupa?..Bagaimana istrinya akan melakukan kewajiban-kewajubanya, bagaimana ia akan mengurus rumahnya dan memperhatikan suaminya sedangkan jasadnya cacat seperti itu.

Sang pemuda pun menyabarkan dirinya dengan berkata dalam hatinya : ” Bersabarlah atasNya di dunia , dan kelak di akhirat engkau akan terlepas dri jebak perangkap apel yg tidak halal…”

Akhirnya sang pemuda pun menghadap kepemilik kebun itu seray berkata: “Wahai paman, saya terima putri anda dengan segala sifat dan kekurangganya yg telah engkau sebutkan. Aku berdoa semoga Allah SWt memberikan pahala kepadaku atas niat baik ku dan semoga pula Dia meng-karuniakan kepadaku ganti yg lebih baik musibah yg menimpaku ini !”…

Sang pemilik kebun berkata : ” Baiklah kalau begitu wahai anakku,kia janjian kamis depan kami tunggu kedatangganmu dirumah ku dalam walimah pernikahan mu. Dan aku akan menganggung maharnya,engkau tidak usah membayar nya.”

Pada saat hari yg di janjikan dan disepakti,datanglah sang pemuda itu dengan langkah yg berat dan dipaksakan…hatinya sedih….perasaanya tak karuan…..tidak sebagaimana pria lainya pada saat melangkah di hari pernikahan mereka

Setibanya di rumah yg dituju,sang pemuda pun menggetuk pint.Ternyat calon mertuanya sudah menunggu dan langsung membuka kan pintu untuknya dan mempersilahkan masuk ke dalam rumah. Setelah keduanya berbincang-bincang kesana kemari usai akad nikah,berkatalah sanga pemilik kebun : “Wahai anakku,silahkan masuk dan menemui istrimu..Semoga Allah SWT memberkahu kalian berdua dan mengumpulkan kalian dalam kebaikan selamanya

Sang mertua akhirnya menganbil tangan mantu nya, untuk dituntunya ke kamar putrinya. Setelah sampai didepan pintu kamar yg dituju sang ayah membukakanya dan ternyat ada seseorang wanita sedang duduk…..dan pemuda itu melihatnya….

Ternyata…..Ia adalah seorang wanita cantik,putih berseri,indah,rambutnya lurus terurai panjang. Ia berdiri dan berjalan ternyata tegak sempurna. Ia pun mengucapkan salam pada suaminya : “Semoga keselamatan tercurahkan kepadamu wahai suami ku…”

Pemuda itu tercenggang berdiri di tempat semula. Dia merenungkan pemandangan dihadapanya. Seolah-olah dia berada dihadapan bidadari yg turun dari surga ke dunia. Dia tidak mempercayai apa yg dilihatnya,tidak pula apa yang terjadi. Mengapa ayahnya mengatakan perkataan semacam itu dalam men-sifati fisik anaknya, sementara faktanya adalah sebaliknya..??”.

Sang istri mengerti apa yg berada di benak suaminya,ia pun melangkah dan menjabat tangan suaminya dan mencium tanganya seraya berkata : “Sesungguhnya mataku buta terhadap melihat perkara yg haram,mulutku bisu dari berkata-kata yg tidak pantas,kupingku tuli dari mendengarkan hal-hal yg tidak layak dan kaki ku tidak pernah melangkah ke tempat yg haram pula.

Sesungguhnya aku anak satu-satunya, sejak bertahun-tahun yg lalu ayahku mencarikan untuk ku seorang suami yg shaleh. Tatkala engkau datang kepada ayahku hanya ingin meminta izin supaya dihalalkan buah apel yg telah engkau makan dan dalam keadaab menangis,maka ayahku berkata : ” Sesungguhnya orang yg takut memakan apel yg tidak halal baginya,tentu ia akan takut kepada Allah SWT tatkala ia menjadi suami putriku..” Maka selamat atasmu karena menjadi suami!!!Dan selamat atas ayahku yg menjadikan berlanjutnya naaabmu…”

Setelah 1 tahun menikah,mereka berdua dikarunia seorang anak laki-laki yg jarang ditemukan di tengah umat..Tahukah Anda siapa anak itu???

Anak itu adalah Imam Abu Hanifah, salah satu imam dari 4 mahzab dalam fiqih yg termuka. Bahkan beliau yg paling senior di antara mereka..

Apa hikmah yg bisa petik??

“Barang siapa bertaqwa kepada Allah akan diberi jalan keluar dari segala probelmatikanya,dan akan diberi rezeki dari jalan yg tak terduga. Allah sudah cukup bagi seorang muslim, karena Dia-lah yg akan menyampaikan sang muslim pada tujuanya. Barang siapa bertaqwa kepada Allah, Dia akan memudahkan urusanya. Serta barang siapa bertaqwa kepada Allah, Dia akan menghapus dosa hamaba tersebut dan memberikan kepadanya pahala yg agung .” (QS. Ath -Thalaq 2-5)

Wassallammuallaikum wr.wb

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s