Pen…didik…an

Posted: Mei 2, 2014 in Umum
Tag:

ki hajar dewantara2

Tepat hari sudah hari ini 125 Tahun yang lalu, seorang bapak Pendidikan Nasional lahir di bumi Nya Allah Azza Wa Jalla. Siapa dia??Ia adalah Raden Mas Soewardi Soerjaningratatau lebih di kenal dengan Ki Hajar Dewantara.

Beliau adalah penggerak dunia pendidikan pada zaman belanda, mengajak orang berpikir akan pentingnya ber-pendidikan agar memiliki ilmu dan bisa berdiri sendiri di bumi Indonesia tercinta. Salah satu gebrakan yang dilakukan Ki Hajar Dewantara yaitu ketika Belanda ingin melakukan sumbangan kepada pribumi, dan Ki Hajar Dewantara melakukan protes dalam tulisannya:

 “Een voor Allen maar Ook Allen voor Een” atau “Satu untuk Semua, tetapi Semua untuk Satu Juga”. 

Namun kolom KHD yang paling terkenal adalah “Seandainya Aku Seorang Belanda” (judul asli: “Als ik een Nederlander was”), dimuat dalam surat kabar De Exprespimpinan DD, 13 Juli 1913. Isi artikel ini terasa pedas sekali di kalangan pejabat Hindia Belanda. Kutipan tulisan tersebut antara lain sebagai berikut.

“Sekiranya aku seorang Belanda, aku tidak akan menyelenggarakan pesta-pesta kemerdekaan di negeri yang telah kita rampas sendiri kemerdekaannya. Sejajar dengan jalan pikiran itu, bukan saja tidak adil, tetapi juga tidak pantas untuk menyuruh si inlander memberikan sumbangan untuk dana perayaan itu. Ide untuk menyelenggaraan perayaan itu saja sudah menghina mereka, dan sekarang kita keruk pula kantongnya. Ayo teruskan saja penghinaan lahir dan batin itu! Kalau aku seorang Belanda, hal yang terutama menyinggung perasaanku dan kawan-kawan sebangsaku ialah kenyataan bahwa inlander diharuskan ikut mengongkosi suatu kegiatan yang tidak ada kepentingan sedikit pun baginya”.

Karya-karya Ki Hajar Dewantara yang menjadi landasan dalam mengembangkan pendidikan di Indonesia diantara adalah kalimat-kalimat filosofis seperti:

“Ing ngarso sung tulodo,
Ing madyo mangun karso,
Tut wuri handayani”

yang artinya “Di depan memberi teladan, di tengah memberi bimbingan, di belakang memberi dorongan” menjadi slogan pendidikan yang digunakan hingga saat ini.

Ini adalah sedikit cerita dari seorang penggagas dari dunia pendidikan yang benar-benar memperjuangan nasib bangsa dan negara. Saat ini 2014, cermin kacama dunia pendidikan kita seperti apa??….

1. Kasus terbaru, meninggal Dimas Dikita Handoko siswa Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran yang meninggal akibat kekerasan senior.

2. Masih dalam dunia pendidikan negara Institusi Pendidikan Dalam Negeri (IPDN), masih ingatkah kita dengan peristiwa Cliff Muntu yang juga meninggal akibat kekerasan seorang senior pada 3 April 2007 pada saat umur 19 tahun.

3. JIS (Jakarta Internasional School), yang notabene sekolah E-lite di Jakarta, telah menelah korban anak-anak dibawah umur karena kasus pencabulan

4. Maraknya joki-joki dalam Ujian Saringan Masuk Perguruan Tinggi Negeri (USMPTN), demi ingin masuk perguruan tinggi negeri, baik pelaku dan pengguna jasa sama-sama berkolaborasi agar bisa memenuhi kebutuhan keinginanya

5. Mudahnya siswa yang tidak naik kelas, dengan beberapa uang tambahan, maka nilai bisa dikantrol.

Innalalillahi Wa Innalilahi rojiun……Dari hulu hingga hilir, kerusakan terjadi di dunia pendidikan kita saat ini..Begitu sulitnya masuk dalam sekolah yang terbaik, di dalam sekolah di bully, keluar sekolah menghasilkan mental penjahat….Ini kah yang diinginkan oleh pendiri pendidikan kita dulu???

Kita mungkin bangga, ketika anak,saudara,sepupu,dll mendapat:

1. Nilai Matematika nya 100

2. Nilai Fisika nya 100

3. Nilai Bahasa Inggris nya 100

Tetapi, tanpa kita sadar mungkin kita jarang melihat nilai:

1. Nilai Agama Islam nya 100 kah?

2. Nilai Mengaji nya 100 kah?

3. Nilai Sholat fardhu nya 100 kah?

Memang jika sekolah di tempat umum tidak mungkin no 2-3 ada, tetapi SADARKAH kita, justru no 2-3 itulah yang akan membawa seseorang sukses dalam pendidikan, dimana Allah Azza Wa Jalla berfirman:

Q.S. AL-ALAQ : 1-5

Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan,Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalamDia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.

Allah Azza Wa Jalla yang akan mengajarkan kita semua kepada ilmu dunia dan akhirat, tetapi saat ini manusia banyak terlena dengan ilmu dunia yang justru dapat menggelincirkan manusia itu sendiri kedalam kemaksiatan…Berpikir baiklah saja bahwa bukan ini yang diinginka Ki Hajar Dewantara….Rusaknya sistem pendidikan di Indonesia, SDM yang kacau, sitem yang corat – marit….Sebab apa ini terjadi?????Manusia lupa akan ALLAH…..

Pahami, bahwa nilai yang luhur pasti dilakukan oleh orang- orang yang berbudi pekerti luhur. Jangan kita nodai cita-cita luhur para pendiri pendidikan di Indonesia ini dengan cara-cara kotor, hina, dan menghinakan…Ingat, para pendiri pendidikan juga tetap mengenal Allah sebagai poros utama…Di tanamkanya nilai aqidah dalam pelajaran agama merupakan tonggak, bahwa perlunya nilai-nilai agama ada dalam pendidikan

Jadilah guru yang terbaik berlandaskan TAUHID

Jadilah senior yang terbaik berlandaskan TAUHID

Jadilah pemegang kekuasaan pendidikan yang terbaik berlandaskan TAUHID

Dan, jadilah Insan Manusia yang berpendidikan terbaik yang juga berlandaskan TAUHID

Jadikan momentum, pendidikan nasional hari sebagai refleksi diri kita sendiri, apakah kita sudah ber….pen…didik…an???

Wassalamualikum wr.wb

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s