Rezeki ga kemana……..

Posted: April 24, 2014 in Tauhid, Umum

Memancing160412

 

Assallammualikum wr.wb

Paidjo, begitu orang  suke bilang nyebut namanye. Pria asal Yogya, yang udah bekerja di Ibu Kota Jakarta Dengan kerjanya yang lumayan, allhamdulillah Paidjo sudah mampu membiayai ade-adenya di kampung untuk sekolah SMU dan SMP…

Berawal dari sebuah kebutuhan yang harus dipenuhi Paidjo, untuk moda transportasi di Ibu kota, akhirnya Paidjo berkeinginan membeli sebuah sepeda motor…Cang Haji ,pemilik kontrakan yang sering diajak Paidjo curhat pun dimintai sarannya.

Paidjo : Cang Haji, sekarang kan saya kerja allahamdulilah lebih baik, hanya saja jarak dari sini ke kantor aga jauh….Kalo pake angkotan umum lumayan juga pengeluaran…Saya ada rencana mau beli motor, gmn menurut Cang Haji??

Cang Haji : Kalo menurut Cang, lo pikir-pikir dulu dah. Yang terpenting lo coba tanya sama Allah dulu dech….Apa emang iya udah butuh motor apa belum lo nya…Sebab Allah yang lebih tau lo udah butuh apa belum….

Paidjo : oooooo, begitu yang Cang??…

Cang Haji : Lah, emang begitu Jo….

Sebulan berlalu, akhirnya Paidjo beli motor juga..Harga yang pas, dan bentuk yang pas untuk kebutuhan lo Jo sebagai moda transportasi, begitu cetus Samsul ‘rekan Paijo”di kantor, ketika motor yang Paidjo pesan datang…Akhirnya motor itu dibawahlah ke tempat Paidjo ngontrak di rumah Cang Haji.

Cang Haji : Jo, akhirnya lo beli motor juga???

Paidjo : Iya Cang…hasil Istiqaroh yang Cang suruh ke saya sebulan yang lalu…hehehehehehe

Cang haji :Syukur dah kalo begitu mah…bae-bae lo rawat….hehehehehehe

1 Tahun berlalu,Paidjo dengan motor kesayanganya sedang main kerumah temannya. Sebut saja Mas X….Setelah panjang ngbrol antara Paidjo dengan Mas X,Mas X mengutarakan niat untuk pinjam motor Paidjo untuk keperluan Mas X pulang ke Jawa karena ada keperluan yang mendadak…Tanpa pikir panjang dan jelek, maka Paidjo mengiyakan untuk motor kesayanganya di pinjam selama beberapa hari.

1,2,3,4 hari berselang ternyata motor yang rencanaya dipinjam mas x hanya beberapa,ta ayal belum juga datang-datang. Paidjo sudah telepon ke mas x ga diangkat-angkat, telp ke rumah yang di jawa juga ternyata mas x ga ada kabar, tanya saudara mas x punya ga ada kabarnya. Gundah sudah perasaan Paidjo, motor kesayanganya belum juga datang…Selang 1 minggu lebih pun motor dan mas x tak kunjung datang…

Cang haji :  Jo, motor lo kemana?…udah hampir 1 minggu ini cang ga liat motor??

Paidjo : Iya cang, emang udah 1 minggu ini motor belum balik-balik, temen saya pinjem buat kampung….janjinya cuma 2-3 hari, tapi ini udah 1 minggu belum balik-balik juga Cang…Saya jadi binggung Cang

Cang Haji :udah tanya ke orang rumahnya mas X, atau orang kampung lo Jo?

Paidjo : Udah cang…tapi ga ada kabar semua…

Cang haji : Udah, mending lo lapor polisi dah…besok gw anterin…itu namanya pencurian….udah 1 minggu ga ada kabar…

Berselang 1 hari kemudian, Cang Haji berserta Paidjo melaporkan kejadian yang menimpa nya….Lebih sudah 1 bulan pun, terayata motor Paidjo ga kunjung dateng…perlahan tapi pasti, kabar mas x terbuka, ternyata selain Paidjo, sudah ada juga korbanya…Mas Bejo, salah satu korban Mas X pun pernah mengalami kejadian yang sama..bahkan masih banyak lagi yang lain nya…

Di sore yang sepoy-sepoy…

Cang Haji : Jo, begimana nasib motor lo???Udah ada kabar??

Paidjo : Belum juga cang, saya makin sedih dan dendam sama Mas X, karena bukan cuma saya aja Cang, tapi udah banyak korbanya

Cang Haji : Jo, marah boleh, sakit boleh….Tapi dendam jangan….Ingat sama Allah…Allah berfirman Jo:

wayarzuqhu min haytsu laa yahtasibu waman yatawakkal ‘alaa allaahi fahuwa hasbuhu inna allaaha baalighu amrihi qad ja’ala allaahu likulli syay-in qadraan

[65:3] Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.

Ketika kamu di uji Jo, maka tugas kamu adalah berserah diri Jo…Tetapi bukan pasrah gitu aja…Ya, kamu tetap berusaha nyari, ya lapor polisi, tanya sama orang-orang yang kira-kira kamu dapet informasi…Tapi kalo semua itu sudah kamu lakukan, toh belum juga membuahkan hasil….Tugas kamu berukitnya adalah bertawakal Jo… dengerin hadish ini juga Jo

Dari Umar bin Khattab RA, ia berkata, “Saya mendengar Rassulullah SAW bersabda, ‘Jika kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya, niscaya Allah akan memberikan rezeki kepada kalian seperti seekor burung, pagi-pagi ia keluar dari sarangnya dalam keadaan lapar dan pulang disore hari dalam keadaan kenyang “ (HR.Ahmad dan Tirmizi)

Paidjo: Bener juga yang Cang…atau jangan-jangan ini adalah cobaan yang Allah kasih buat saya, agar saya bisa lebih deket dengan Nya??

Cang Haji : bisa juga begitu….Tapi yang jelas Jo, ayat tadi coba kamu pahami….

Paidjo : Iya Cang….saya paham kalo begitu…

Berselang 6 bulan….DImana Paidjo sudah meng-ikhlaskan hilangnya motor kesayangan…Tiba-tiba,tanpa disangka Mas Eka dateng menemui Paidjo dikontrakanya…

Mas Eka : Jo, gimana kabarnya?….

Paidjo : Allahamdulillah baik Mas…Mas sendiri gimana?…udah lama, makin sukses aja ni…hehehehehe

Mas Eka : Alllahamdulillah aku juga baik-baik….

Terjadilah percakapan panjang, karena Mas Eka adalah rekan seperjuangan awal ketika Paidjo baru pertama kali di Jakarta bertemu dengan MAs Eka yang telah baik mengenalkan seluk beluk Jakarta…Pun, tiba-tiba di rumah Cang Haji ada tamu yang tak disangka tamunya menggunakan motor yang selama ini Paijdo cari..

Paidjo : Cang, maaf sebelumnya…Kok kalo diliat-liat motor yang bertamu di rumah Cang mirip banget sama motor saya yang hilang 6 bulan lalu??

Cang Haji : Yang bener lo Jo???…

Paidjo : Bener Cang, masa saya bohonng….

Tanpa pikir panjang Cang Haji, dengan kepolosannya langsung tanya sama tamu yang dateng ke rumahnya perihal apa yang Paidjo ceritakan tadi…Dan ga sangka….Bener….Motor yang dibawa tamu Cang Haji adalah motor Paidjo yang selama ini hilang…Bagaimana ini bisa terjadi??Tentunya ikhwa Fillah binggung???hehehehehe…

Ternyata motor Paidjo dijual oleh Mas X ke si A, dan setelah beberapa lama A, menggadaikan motor tersebut ke B…Dimana B meminjamkan motor tersebut ke C…Dan C lah yang pada akhirnya membawa motor Paidjo untuk bertamau ke Cang Haji….

ITULAH…………REZEKI GA KEMANA……..

wa-idz ta-adzdzana rabbukum la-in syakartum la-aziidannakum wala-in kafartum inna ‘adzaabii lasyadiidun

[14:7] Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni’mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni’mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.

Pada akhirnya, motor PAidjo bisa kembali, bahkan justru Paidjo mendapat rezeki tambahan berupa uang yang diberikan oleh B, C karena seluruh biaya pembuatan lapor kepolisian diawal digantikan serta “uang rasa tidak enak” karena telah menggunakan motor tersebut yang dari hasil tidak baik..

Pelajaran yang kita bisa petik adalah……Ujian, cobaan, adalah murni dari Allah…Apa pun bentuknya…

laa yukallifu allaahu nafsan illaa wus’ahaa lahaa maa kasabat wa’alayhaa maa iktasabat rabbanaa laatu-aakhidznaa in nasiinaa aw akhtha/naa rabbanaa walaa tahmil ‘alaynaa ishran kamaa hamaltahu ‘alaa alladziina min qablinaa rabbanaa walaa tuhammilnaa maa laa thaaqata lanaa bihi wau‘fu ‘annaawaighfir lanaa wairhamnaa anta mawlaanaa faunshurnaa ‘alaa alqawmi alkaafiriina

[2:286] Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdo’a): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma’aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.”

Dan dibalik itu semua, pastilah Allah akan memberikan sebuah pesan kepada hamba nya:

kutiba ‘alaykumu alqitaalu wahuwa kurhun lakum wa’asaa an takrahuu syay-an wahuwa khayrun lakum wa’asaa an tuhibbuu syay-an wahuwa syarrun lakum waallaahu ya’lamu wa-antum laa ta’lamuuna

[2:216] Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.

Semoga bermanfaat bagi kita semua….

 

Wassalammualikum wr.wb

 

*Diambil dari kisah nyata

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s