Adakah yang abadi??

Posted: Februari 19, 2014 in Yaumul Akhir
Tag:

Assalamualikum wr.wb

Allahuma Shalli Alla Muhammad, Wa Alla Alli  Muhammad

Semoga kita semua terus dalam lindungan  Allah Azza Wa Jalla….

Ikhwa fillah yang dirahmati Allah, sebagaimana kebiasaan kita bersama-sama mari kita berdoa sebagai awalan kita belajar di majelis on line’rs ini :

Ya Rab….Mudahkan kami dalam menuntut segala ilmu kebaikan dari Mu

Ya Rab….Mudahkan segala urusan dunia dan akhirat kami

Ya Rab….Kami mohon Ridha Mu

Ya Rab….Berkahi segala kemudahan bagi kami

Ikhwa fillah yang dirahmati oleh Allah Azza Wa Jalla. Dunia ini diciptakan oleh Allah Azza Wa Jalla penuh dengan keberkahan&manfaat yang luas. Laut yang luas,matahari yang bersinar terang,dll. Manusia pun diberikan kesempatan untuk memanfaatkan semua potensi di muka bumi ini. Bagi rekan-rekan kantoran, pasti akan berkutik di meja-meja kantor, bagi saudara-saudara kita yang di pertanian, akan sibuk membajak sawah dll, pun bagi saudara kita yang melaut mencari nafkah di laut mencari ikan pun sibuk me-laut. Hasilnya akan terasa dalam beberapa hari / minggu / bulan berikutnya, baik berupa panen raya, atau pun yang namanya gajian. Dari panen  / gaji inilah, lantas kita membelanjakan (baik kebutuhan / keinginan) kita masing-masing. Ada yang berlebih atau bahkan kurang,dan lebih dashyatnya lagi jika kurang mereka akan menambah kekurangan nya itu. Demi yang katanya kebutuhan, mereka siap berlomba-lomba. Pertanyaanya adalah “Adakah yang abadi”?

Kita belajar dari cerita yang Allah Azza Wa Jalla abadikan di dalam Qur’an agar kita mempelajarinya:

Awal kehidupan Qarun sangatlah miskin dan memiliki banyak anak. Sehingga pada suatu kesempatan ia meminta Musa untuk mendoakannya kepada Allah, yang ia pinta adalah kekayaan harta benda dan permintaan tersebut dikabulkan oleh Allah. Dikisahkan pula dalam Al-Qur’an dia juga sering mengambil harta dari Bani Israel yang lain dan dia memiliki ribuan gudang harta melimpah ruah, penuh berisikan emas dan perak. Setelah menjadi kaya raya, Qarun menjadi orang yang sombong dan suka pamer. Orang-orang kaya biasanya menyimpan kunci harta mereka dalam tempat rahasia agar tidak diketahui orang lain. Qarun bisa saja membuat sebuah tempat besar yang tersembunyi untuk menampung kunci-kuncinya, tapi dia tidak melakukannya karena dia ingin menunjukkan kekuatan dan kekuasaannya. Kebiasaan Qarun yang lain adalah dia selalu mengenakan pakaian yang berbeda setiap kali keluar rumah. Pakaian-pakaiannya merupakan jubah-jubah mewah yang paling mahal di zaman itu. Dia juga punya banyak kuda, punya tentara pribadi, punya bodyguard, punya banyak istana, dan harta benda. Tidak terhitung jumlah kekayaan yang diberikan Allah kepadanya.

Ketika Qarun keluar membawa semua hartanya dan orang-orang di jalan melihatnya dengan terkagum-kagum, Ada orang di sisi kanan dan ada di sisi kiri, sedangkan parade Qarun berada di tengah-tengahnya. Ketika dia merasakan keangkuhan yang tertinggi dan berpikir “Wow, inilah diriku!”. Tiba-tiba Allah memerintahkan bumi untuk menelannya! Jadi tiba-tiba bumi bergemuruh. Kemudian jalanan mulai retak. Kemudian retakan itu semakin membesar sehingga terciptalah sebuah lubang yang menganga. Lubang yang besar itu menelan Qarun beserta semua tentaranya, kunci-kuncinya, hartanya, bahkan Allah memerintahkan bumi untuk menelan istananya! Dan orang-orang yang sedang mengamati, beberapa dari mereka berlarian, tapi pada akhirnya mereka sadar bahwa bumi hanya menelan Qarun dan hartanya. Kemudian bumi kembali seperti semula seakan-akan tidak ada yang terjadi. Orang-orang sangat terkejut. Allah telah menunjukkan kepada orang-orang dan Qarun tentang siapa Raja yang sesungguhnya.

Allah berfirman tentang Qarun di dalam Al-Qur’an:

fakhasafnaa bihi wabidaarihi al-ardha famaa kaana lahu min fi-atin yanshuruunahu min duuni allaahi wamaa kaana mina almuntashiriina

 

[28:81] Maka Kami benamkanlah Karun beserta rumahnya ke dalam bumi. Maka tidak ada baginya suatu golonganpun yang menolongnya terhadap azab Allah. Dan tiadalah ia termasuk orang-orang (yang dapat) membela (dirinya).

wa-ashbahalladziina tamannaw makaanahu bial-amsi yaquuluuna wayka-anna allaaha yabsuthualrrizqa liman yasyaau min ‘ibaadihi wayaqdiru lawlaa an manna allaahu ‘alaynaa lakhasafa binaawayka-annahu laa yuflihalkaafiruuna

[28:82] Dan jadilah orang-orang yang kemarin mencita-citakan kedudukan Karun itu, berkata: “Aduhai, benarlah Allah melapangkan rezki bagi siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hambanya dan menyempitkannya; kalau Allah tidak melimpahkan karunia-Nya atas kita benar-benar Dia telah membenamkan kita (pula). Aduhai benarlah, tidak beruntung orang-orang yang mengingkari (ni’mat Allah)”.

tilka alddaaru al-aakhiratu naj’aluhaa lilladziina laa yuriiduuna ‘uluwwan fii al-ardhi walaa fasaadan waal’aaqibatu lilmuttaqiina

[28:83] Negeri akhirat1141 itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. Dan kesudahan (yang baik)1142 itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa.

Sebuah cerita nyata dan bukan fiktif.Adakah yang abadi???..Ini menjadi cermin dalam hidup kita semua ikhwa fillah, mencari harta,membelanjakanya, dan lain-lain merupakan kebiasaan yang wajar, tetapi jika kewajaran itu menjadi ketidak wajaran inilah balasan Allah Azza Wa Jalla kepada pelakunya. Jika kita berkaca kembali, maka Qarun pun meninggala dalam keadaan “Su’ulkhotimah”. Berbicara kematian, kita tidak pernah mengetahui kapan dan dimana kita mati. Sudahkah kita mempersiapkan itu semuanya?..

Masih banyak dari kita terlena mengejar sesuatu yang jelas-jelas tidak akan abadi, justru yang abadi kita abaikan. Kita akan mati-matian mencari harta se-tinggi gunung, yang padahal di alam kubur, sedikitpun tidak akan pernah dibawa mati dan “ ADAKAH YANG ABADI”???. Sebaliknya yang abadi terkadang kita lebih memilih “nanti ya”…Sholat kita nanti ya, sedekah belum banyak uang ni, puasa kan bikin lemes, dan masih banyak yang lain nya…padahal “ ITU ADALAH YANG ABADI”…sebagai bekal kita di akhirat kelak..

Bisakah kita memilih cara dan bagaimana  kematian itu datang kepada kita??…A’udzubillah, masih banyak manusia di muka bumi ini mati dalam keadaan yang tidak baik:

1. Meninggal dalam kondisi meminum khamar

2. Meninggal dalam kondisi berzina

3. Meninggal dalam kondisi berjudi

4. Meninggal dalam kondisi memiliki harta haram

Semoga tulisan ini, di awal pagi menjadi bahan renungan kita bersama ikhwa fillah, bahwa semuanya “Tidak ada yang abadi”, jika itu masih bersifat dunia. Bolehkah kita mengejar dunia?..BOLEH….Tapi letakan itu pada pilihan ke 2, karena pilihan pertama akan tetap dan selalu “Akhirat dan dunia”, bukan “dunia baru akhirat”.Sebab kita kejar dunia, maka akan letih lah yang terasa, sebaliknya. Jika akhirat kita kejar, maka dunia akan Allah berikan.

Seperti biasa, diakhir pertemuan on liner’s mari ikhwa fillah, kita sama – sama bermunajab ke Allah Azza Wa Jalla:

Ya Rab….begitu banyak limpahan rezeki yang Kau berikan kepada kami, tetapi kami sering melupakan nya

Ya Rab….berikan kemudahan bagi hamba untuk bisa memenuhi segala panggilan dan seruan Mu

Ya Rab….Ridhai segala apa-apa yang kami lakukan

Ya Rab….hanya kepada Mu kami memohon, dan meminta

Tapi ya Rab…di balik itu semua, tetapkan lah kemualian kami dihadapan Mu Ya Rab…

Semakin sukses nya kami, maka terus bimbing lah juga kami untuk terus mendekatkan diri kepada Mu…

Jangan terlenakan kami pada dunia yang hanya sesaat ini, tapi terus mudahkanlah kami untuk selalu ada dalam jalan Mu ya lurus.

 

Amiin

Wallahu a’lam bishshawab

Wassalamualaikum’ Wr.Wb 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s