Kenapa tetap MAU??

Posted: Desember 4, 2016 in Tauhid
Tag:

*Mengapa jutaan muslim bisa seheroik itu? Ternyata Buya Hamka telah memberikan jawabannya, berpuluh tahun lalu*

_Jumlah peserta Aksi 212 telah membuat masyarakat dan dunia internasional terpana. Foto dan video yang menunjukkan lautan putih mulai dari Monas memanjang ke Bundaran HI hingga Cempaka Putih membuat mereka heran, bagaimana umat sebanyak ini bisa berkumpul bersama dalam Aksi Bela Islam jilid III?_

Ribuan bus dan mobil pribadi masuk ke Jakarta. Tak terhitung berapa peserta yang naik kereta api baik rombongan atau pribadi-pribadi. Bahkan umat Islam Padang mencarter pesawat. Dan yang paling fenomenal, ribuan santri Ciamis berjalan kaki ke Monas. Muslim Depok dan Bogor pun terinspirasi untuk melakukan hal yang sama.

Mengapa jutaan muslim bisa seheroik itu? Ternyata Buya H. Abdul Malik Karim Amrullah (Hamka) telah memberikan jawabannya, berpuluh tahun lalu:

_Tuan janganlah heran jika umat ini mencintai Qur’an lebih daripada mencintai hidupnya sendiri. Sebab kami hina dan hidup gelap gulita kalau bukan karena Qur’an._

_Tuan jangan pula heran mengapa bangsa ini mencintai Qur’an, sebab Qur’an-lah yang mengajari kami akan harkat dan martabat kami sebagai manusia, Qur’an pula yang mengajari kami untuk mencintai perdamaian dan mencintai kemerdekaan lebih dari apa pun._

_Tuan, jika bukan karena rakyat yang hatinya bersemayam Al Quran, maka nisacya masih ada warna biru di bendera negeri ini. (Buya Hamka)_

[Ibnu K/Tarbiyah.net]

SEJARAH#ABI 3

Posted: Desember 3, 2016 in Umum

Assalamu’alaaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh

Melanjutkan ABI 1,2…Sekarang kita melangkah ke seri 3..

Setelah perjuangan berlalu dengan kekuatan yang Allah berikan kepada seluruh umat Islam,untuk menegakan keadilan dan menegakan BELA ISLAM. Pasca aksi 4 November,tepat 5 November melakukan confrensi press (lihat di jilid 2)..

Kembali….,umat berdiri tegap siap berbaris menunggu instruksi dari ulama #taat pada ulama. Itulah trending topic yang beredar hampir di media-media menyikapi ketidak jelasan hukum terhadap “Penista Agama”. Menunggu dan menunggu kejelasan terhadap hasil hukum yang telah dijanjikan oleh pemerintah untuk dilakukan perkara pemeriksa agar diputuskan HUKUM.

KRONOLOGIS

Terlapor (Ahok),melakukan pembelaanya dengan  meminta mengajukan saksi ahli seorang ulama dari Mesir. Ulama yang diketahui bernama Syekh Mustafa Amr Wardani akan menjadi saksi agar bisa “kontra” padanya. Ini adalah cara untuk memecah belah islam,agar menjadi ulama Vs ulama…Innalilahi wa innalilahirojiun..

Namun situasi berkata lain,dengan izin Allah mendengar ada ulama ahli tafsir yang didatangkan Ahok ke Indonesia, Grand Syekh (Syekh Besar) Grand Syekh Al Azhar Prof Dr Ahmad Thayyib bereaksi. Pendamping dan perancang kunjungan Grand Syekh ke Indonesia pada Februari 2016 lalu, Anizar Masyhadi, dalam pesan singkatnya mengungkapkan, ia telah menghubungi penasihat Grand Syekh Muhammad Abdussalam dari Masyikhoh Al Azhar. “Grand Syekh meminta dan memerintahkan kepada Grand Mufti Mesir untuk memanggil pulang Syekh Amr Wardani dengan sesegera mungkin, dan tidak ikut mencampuri urusan dalam negeri Indonesia,” tulis Anizar dalam pesannya di grup Al Azhar seperti dilansir Republika.co.id, Senin (14/11).[1]

Dalam gelar perkara pemeriksaan tidak lebih didatangkan 20 saksi ahli untuk saling dikonfirmasi oleh pihak berwenang (POLISI). Dan polisi mengatakan akan melakukan pemeriksaan dengan sistem terbuka. Namun disaat gelar pemeriksaan itu Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF MUI) tidak diperbolehkan masuk ke Gedung Rupatama tempat berlangsungnya gelar perkara. Padahal dari belasan pelapor,hanya satu pelapor saja yang diperbolehkan untuk mengikuti gelar perkara. “Hanya satu pelapor yang boleh masuk dari 11 pelapor. Tidak ada keterbukaan,” singkatnya.[2]

Tepat berselang 1 hari setelah pemeriksaan di kepolisian pada tanggal 15 November 2016, Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komisaris Jenderal Ari Dono Sukmanto mengumumkan hasil penyelidikan: “Kami menetapkan saudara Insinyur Basuki Tjahaja Purnama sebagai tersangka,” kata Ari. Ahok dikenai Pasal 156-A Kitab Undang-Undang Hukum Pidana juncto Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik atau UU ITE.[3]

 

 

 

 

Ref:

[1]. http://news.okezone.com/read/2016/11/15/337/1541727/gelar-perkara-ahok-dilarang-masuk-ini-reaksi-ustadz-bachtiar-nasir

[2]. https://www.nahimunkar.com/hari-gelar-perkara-kasus-ahok-ahli-tafsir-asal-mesir-diperintahkan-pulang/

[3]. https://nasional.tempo.co/read/news/2016/11/16/078820610/ahok-ditetapkan-sebagai-tersangka-dugaan-penistaan-agama

Bangunan Kokoh#ABI 3

Posted: Desember 3, 2016 in Amalan
Tag:

Beton dan Aa gym

Entah dari mana Aa gym mendapat analogi jenius dan logis itu. Analogi beton yang baru pertama kali saya dengar hingga pagi ini saat menyaksikan tayangan live aksi bela Qur’an III via Youtube.

“Beton itu” , kata Aa gym dalam ceramahnya di monas, Jum’at (3/3/1438), kokoh karena ada besi, semen, split, dan pasir.

Semua itu bisa bersatu dan kokoh pakai apa? Ternyata Air yang mempersatukan.

Air adalah komponen bangunan terlembut, namun Ternyata, kelembutanlah yang bisa mempersatukan komponen komponen tersebut.

Semoga Allah ta’ala karuniakan kita semua kelembutan hati laksana air hingga mempersatukan kita semua dalam naungan Al Qur’an Al Karim.

Dan Semoga Aa gym dan para ulama Muslimin senantiasa dalam bimbingan dan keridha an Allah ta’ala.

SEJARAH 2016#ABI 1&2

Posted: Desember 3, 2016 in Tauhid, Umum
Tag:

Assalamuálaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh

Sejarah (bahasa Yunani ,τορία, historia, yang berarti “penyelidikan, pengetahuan yang diperoleh melalui penelitian”)[1]. Adalah sutdi tentang masa lalu,khususnya bagaimana kaitanya dengan manusia[2],[3]. Dalam bahasa Indonesia sejarah babad,hikayat,riwayat, atau tambi dapat diartikan sebagai kejadian dan peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau atau asal usul (keturunan), silsilah, terutama bagi raja-raja memerintah[4],[5]. Ini adalah istilah umum yang berhubungan dengan peristiwa masa lalu serta penemuan, koleksi, organisasi, dan penyajian informasi mengenai peristiwa.[6]

Itu beberapa point dalam definisi SEJARAH…Pun tidak ketinggalan sebuah istilah Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak lupa akan sejarah.

Ya,itu lah secuil makna-makna sejarah…Apa yang akan kita bahas kali ini???…

Kerajaan Samudra Pasai??…Atau Kerajaan Sriwijaya??…Atau Kerajaan Majapahit??…Atau Kerajaan Demak??…Kemerdekaan kah??..Yang jatuh pada 17 Agustus 1945?…atau Perang Dipenogoro (1825-1830)??….atau Perang Padri (1803-1838)??…Atau Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928??..Atau G 30 S/PKI tahun 1965??…atau jauh melapaui masa-kemasa  yaitu Pergerakan Reformasi tahun 1998??…

Itukah yang akan dibahas?…Walau ada beberapa point diatas tidak semuanya telah terbuka dalam sejarah,dan ada yang masih menyisakan teka-teki sejarah…

Maka jawabanya BUKAN,alias TIDAK…Ya,yang kita akan masukan dalam tema sejarah kali ini adalah sebuah peristiwa yang NANTINYA KELAK…Anak dan cucu kita semua mengetahui bahwa 2016,bangsa INDONESIA punya sejarah.

Baca entri selengkapnya »

Kekuasaan Allah

Posted: Desember 1, 2016 in Tauhid
Tag:

Allah SWT berfirman:

فَالِقُ الْإِصْبَاحِ وَجَعَلَ الَّيْلَ سَكَنًا وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ حُسْبَانًا ۚ ذٰلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ
“Dia menyingsingkan pagi dan menjadikan malam untuk beristirahat, dan (menjadikan) matahari dan bulan untuk perhitungan. Itulah ketetapan Allah Yang Mahaperkasa, Maha Mengetahui.”
(QS. Al-An’am: Ayat 96)

Cukup,bukan miskin

Posted: Oktober 14, 2016 in Cinta
Tag:

Isilah *titik-titik di bawah ini* dan mohon dijawab dengan jujur dan cepat.

1. Allah *menciptakan tertawa* dan
(……….??)

2. Allah itu *mematikan* dan
(…………??)

3. Allah itu *menciptakan laki-laki* dan
(…………??)

4. Allah itu memberikan *kekayaan* dan
(………..??)

*_Bagaimana jawabanya ?_*

Baca entri selengkapnya »

Pesan…

Posted: Oktober 14, 2016 in Tauhid
Tag:

Al Imran 67

مَا كَانَ إِبْرَاهِيمُ يَهُودِيًّا وَلَا نَصْرَانِيًّا وَلَٰكِنْ كَانَ حَنِيفًا مُسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ

Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yang lurus lagi berserah diri (kepada Allah) dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik.

Al-Imran 84

قُلْ آمَنَّا بِاللَّهِ وَمَا أُنْزِلَ عَلَيْنَا وَمَا أُنْزِلَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَالأسْبَاطِ وَمَا أُوتِيَ مُوسَى وَعِيسَى وَالنَّبِيُّونَ مِنْ رَبِّهِمْ لا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْهُمْ وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ (٨٤)وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الإسْلامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ (٨٥

84. Katakanlah, “Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Yakub, dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa, Isa dan para Nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka[1] dan hanya kepada-Nya kami menyerahkan diri[2].”[3]


[1] Dengan beriman kepada sebagian dan mendustakan sebagian yang lain.

[2] Mengikhlaskan beribadah kepada-Nya.

[3] Tafsir ayat ini lebih rincinya sudah disebutkan dalam surat Al Baqarah: 136.