Mirror Neuron

Posted: September 18, 2018 in Komunikasi, Umum
Tag:,

Sejatinya esok hari saya ingin bagikan sharing ilmu ini. Namun apalah daya,khawatir esok Allah belum perkenankan hadir di dunia ini. Maka lebih baik saat ini saja daripada esok justru tiada

*Belajar dari ANAK KECIL*
Pernah kah anda melihat proses anak kecil mulai berjalan kaki tanpa memegang ibu/bpk,ayah/bundanya?
Jika ya,maka adakah kemungkinan anak tersebut jatuh?..Jika ya,besar atau kecil?..

Besarnya peluang jatuh,bahkan benar-benar jatuh tidak membuatnya MALU,MINDER,GROGI,TRAUMA..
Bahkan si-anak suka diperlihatkan oleh ayah/bundanya bahwa teman-temannya sudah bisa jalan…Hayo nak,kamu juga pasti bisa..Dan kalimat HAYO adalah kalimat penyemangat yang berisi ANTUSIAS

 

Pun,sebaliknya jika si-anak diminta belajar jujur. “Nak,kalo ada yabg cari ayah,bilang ayah tidur”. PADAHAL si-ayah tidak tidur. Maka anak tanpa disadari diajarkan bohong,PADAHAL diminta jujur. Alhasil,wajar jika kelak 5 tahun lagi si-anak akan pandai melakukan hal serupa walau ta sama.

Dua contoh tadi adalah terkait *Mirror Neuron*. Dimana sistem saraf cermin manusia dapat berubah-ubah sesuai apa yang dilihat,dirasakan,dan didengar sehingga menjadi model baginya#meniru

Lantas bagaimana hubunganya dengan *Public Speaking anda*?.
Pelajaran apa yang anda bisa dapatkan untuk aktifitas *Public Speaking anda,agar lebih maksimal?*

 

*Learn2Action*

_Maximize your potensial_

Iklan

Membahana

Posted: September 2, 2018 in Cinta, Umum
Tag:,

Membahana lagu 

INDONESIA RAYA
Perjuangan maksimal dari seluruh atlet Indonesia disemua Cabang yang dipertandingkan,semoga kita semua bisa belajar terus dari arti BERJUANG demi KEJAYAAN INDONESIA

Ied Adha 1439H

Posted: Agustus 22, 2018 in Tauhid, Umum, Yaumul Akhir

Bismillah

Allahu Akbar

Allahu Akbar

Allahu Akbar .

Telah datang hari Raya Ied Adha,maka kita diperintahkan untuk ber-qurban. Di dalam surat al-Kautsar (108) ayat 2 Allah berfirman: [فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ. [الكوثر (108): 2
Artinya: “Maka shalatlah engkau karena Tuhanmu dan berkurbanlah.” [QS. al-Kautsar (108): 2] .
Semoga hewan yang diqurbankan bermanfaat bagi sesama. Dan bagi kita yang belum berqurban dimudahkan kelak.
#learn2action

#herlybangkit

#tabunganqurbanku

#pedulisesama

#untuklombok

#pedulilombok

#momentumtaubatnasional

Takut dosa

Posted: Agustus 22, 2018 in Tauhid, Umum
Tag:,


Perjalanan singkat namun sarat makna. Beliau rela meninggalkan pekerjaan yang sudah membuat nyaman baginya,namun ia tinggalkan karena ia takut dosa RIBA.

.

“Saat lebaran nanti saya insya Allah ga narik,sebab saya takut Umi ngambek. Masa ga bisa sich silahturahim,kaya takut hilang rezeki aja. Sebab ridhanya Allah ada di orang tua pa,jadi saya manut”ujarnya.

.

Beliau bernama Zakaria,beruntung rasanya saya dimalam takbiran ini Allah Subhanahuwa ta’ala sisipkan “peristiwa” yang mengharuskan saya menggunakan ojek online dan dapat MAKNA ISTIQOMAH.

.

Semoga SAYA,ANDA,dan KITA SEMUA yang masih fakir ini,bisa terus belajar dari hal yang kecil,sepele,receh, tapi bisa berdampak besar bagi kehidupan kita. .

Taqabbalallahu Minna Wa Minkum .

Padang Arafah

Posted: Agustus 20, 2018 in Tauhid

Let’s Speak Up

Posted: Agustus 12, 2018 in Komunikasi, Umum
Tag:

Amanah

Posted: Agustus 1, 2018 in Amalan, Tauhid
Tag:

Senyum Ikhlas

Posted: Juli 30, 2018 in Umum

Jangan panik

Posted: Juli 27, 2018 in Komunikasi, Umum
Tag:, ,

Learn2Action|Ketika badan kita tenggelam / masuk kedalam air (kolam renang,dll) dan kita merasa tidak bisa berenang maka yang terjadi adalah KEPANIKAN. Apa yang akan terjadi?.Ya,kita akan semakin tenggelam kedasar air,dan BIASANYA air akan terminum lebih banyak.

Maka apa yang harus dilakukan?. KETENANGAN. Kenapa?. Dengan ketenangan kita bisa berfikir dengan SEHAT. Sekalipun kita tidak bisa berenang,namun kondisi badan TENANG maka dia akan mengambang alias mengapung alias muncul kepermukaan atau lebih dikenal dengan istilah UITEMATE.
Pun,sama halnya ketika anda dihadapkan pada aktifitas PUBLIC SPEAKING. KEPANIKAN akan menimbulkan:
1. Keringat

2. Jantung berdebar

3. Ingin sering ke toilet

4. Hilang konsentrasi

5. Dll

Maka, belajarlah untuk TENANG. Sehingga hormon:
1. Serotin

2. Endorfin

3. Dopamin

4. Oksitosin

Yang akan membuat akan rileks dan bisa memancarkan rasa KEBAHAGIAAN/ SENANG serta bisa kembali FOKUS.

 

 

 

 

 

 

Suatu hari di sebuah desa, ada seorang istri yang

Mengeluhkan perubahan sikap suaminya,,
Sang suami yang kembali dari perang membela kerajaan,
kini berubah perangainya.🙁
🐾
Jika dulu penyabar dan sangat menyayangi istrinya, kini menjadi gampang marah, mudah tersinggung, dan bahkan sering mengeluarkan kata-kata kasar. ☹️
🐾
Awalnya, sang istri berusaha terus bersabar dengan kondisi tersebut,,
Ia yakin, suaminya suatu saat akan berubah kembali seperti semula Namun, beberapa bulan berlalu, entah mengapa perangai suaminya tidak juga berubah ☹️ .
🐾
Sang istri nyaris putus asa, 😟 bahkan sudah berniat menyudahi pernikahan mereka. Beruntung, saat mengadukan masalahnya pada seorang sahabat dekat, ia mendapat informasi adanya seorang pertapa di gunung yang sangat sakti.
🐾
Demi kecintaan yang mendalam kepada suaminya, sang istri pun menempuh perjalanan cukup jauh untuk bertemu dengan sang pertapa.
🐾

🐾
“Wahai pertapa yang baik, aku punya masalah dengan suamiku yang berubah sifatnya setelah pergi menunaikan tugas membela kerajaan, Apakah Anda bisa membuatkan ramuan sakti, atau adakah cara lain untuk mengembalikan sifat kasih suamiku seperti dulu?”
🐾
Tampak sang pertapa berpikir sejenak. “Memang, ada banyak orang yang berubah sifat setelah usai berperang. Sebenarnya itu wajar, mengingat perang meninggalkan banyak korban dan kepedihan. Jangan khawatir, ada sebuah cara untuk itu.
Hanya perlu satu syarat lagi, agar harapanmu bisa terkabulkan.”
🐾

🐾
“Apa itu?” tanya sang istri tak sabar.
“Aku pasti akan segera memenuhinya.”
🐾
“Aku hanya butuh tiga lembar kumis harimau 🐅 di hutan!”
sebut sang pertapa yang membuat sang istri kaget.
“Bagaimana aku bisa mengambil kumis
dari binatang buas 🐅 itu ??”
🐾
“Semua terserah padamu”
Kamu yang butuh ramuan ini, lakukan perintahku ini. Jika tidak, ramuan ini tak akan bisa bekerja seperti yang kamu minta,”
seru pertapa tegas.
🐾
Meski berat syarat yang diminta karena begitu besar cintanya dan tak ingin keluarganya berantakan, si istri menurut.
Maka, setelah tahu ke mana biasanya harimau bersarang di tengah hutan, dikumpulkan keberaniannya untuk mengamati sang harimau.
🐾
Beberapa hari mengamati, si istri mendapat akal,
Di sebuah pagi buta, sebelum harimau keluar dari sarangnya, ia menyiapkan nasi yang dilumuri kuah daging di depan sarang harimau dengan Pelan sekali ia melakukan itu,
Tentu, dengan hati berdebar, ia tak ingin membuat harimau terbangun dan menerkamnya. 😶
🐾
Lantas, dari jauh, ia pun mengamati, apakah harimau itu mau makan makanan pemberiannya,
Ternyata, meski semula didiamkan, lama-lama makanan tersebut mulai dijilati harimau dengan lahap.
Si istri senang, taktiknya berhasil, Maka, hari-hari berikutnya meski tetap dengan ketakutan yang masih bersisa ia terus memberikan mangkuk nasi dengan aroma kuah daging.
🐾
Beberapa bulan berlalu. Saat itu, keberaniannya mulai bertambah Sang istri pun seperti sudah akrab dengan kebiasaannya menyediakan mangkuk nasi aroma daging untuk si harimau 🐅
🐾
Saat ia mendekati sarang harimau, derap kecil langkahnya mulai dikenali sang harimau. Sehingga, tak lama ia menaruh mangkuk, sang harimau segera datang memakan dengan lahap.
Begitu seterusnya, hingga akhirnya, si istri mulai berani lebih dekat lagi dengan harimau yang terlihat lebih jinak 🐅
🐾
Tak terasa, delapan bulan lamanya. Akhirnya si istri dan harimau kini benar-benar menjadi sahabat akrab. Si istri sering mengelus kepala harimau, dan sebaliknya, harimau kerap bermanja-manja dengan si istri.
🐾
🐾
Saat itulah, si istri dengan kelembutannya memohon pada harimau untuk mau memberikan tiga helai kumisnya sebagai bagian dari ramuan untuk suaminya.
🐾
Tak lama kemudian, si istri datang kepada sang pertapa untuk memberikan tiga helai kumis harimau tersebut. Sang pertapa pun bertanya, apakah benar itu adalah kumis harimau hidup yang asli.
🐾
“Ceritakan padaku bagaimana kamu bisa
mendapatkan kumis itu ??”
Si istri lantas berkisah, bagaimana selama delapan bulan terakhir, ia mencoba menaklukkan keganasan harimau. Dari awalnya sangat takut, pelan-pelan mencoba memberikan makanan, hingga akhirnya menjadikan harimau itu sebagai sahabat.
🐾
Sang pertapa lantas mengangguk-angguk senang.
Namun tiba-tiba, tiga kumis harimau itu bukannya dibuat ramuan, tetapi malah dibuang ke perapian dan segera lenyap tak berbekas.
🐾
Si istri terkejut sekali dengan tindakan sang pertapa.
“Pak pertapa, mengapa melakukan itu…?
Itu adalah kumis harimau yang aku dapat dengan perjuangan sangat berat 😟 !” ratap si istri
🐾
Tenang, sang pertapa menjawab.
“Kamu tak perlu ramuanku lagi.
Kamu lihat, harimau yang ganas saja bisa takluk dengan kesabaranmu. Lalu, bagaimana jika hal yang sama kamu perlakukan pada manusia, yakni suamimu?
Aku yakin, emosi yang sering muncul dari suamimu pelan tapi pasti bisa kamu taklukkan seperti kamu menjinakkan harimau itu. Pulanglah, kembali pada suamimu, dan perlakukan dia dengan kesabaran dan kasih sayang.”
🐾

💡 Kisah tersebut adalah cerita tentang kegigihan seseorang dalam mencoba memecahkan masalah yang dihadapi.
Butuh kesabaran ekstra, bahkan sangat lama, untuk mengatasi kondisi-kondisi yang kadang memang kurang mengenakkan.
🐾
Tapi, semua bisa dihadapi dengan kesabaran dan ketekunan. Masalah datang bukan untuk ditinggalkan, tapi diselesaikan. Halangan dan rintangan memang kerap mengunjungi hingga membuat kita terasa tersakiti,
tapi sebenarnya itu adalah “ujian”
untuk membuat kita menjadi lebih baik dan lebih baik lagi.

💡 Untuk meraih sesuatu memang butuh pengorbanan.
Tak ada proses yang berjalan instan
Seperti kisah sang istri penakluk harimau ini.
Kesabaran tingkat tinggi yang ditunjukkan mampu menjadi solusi luar biasa yang bahkan dianggap mustahil pada awalnya untuk mengatasi persoalan apa saja 😉

💡Mari, sadari bahwa semua berproses.
Kuatkan keyakinan, tambahkan kesabaran, mantapkan Ketekunan…
Niscaya,,
akan ada banyak hal yang bisa kita lakukan untuk meraih KEMENANGAN SEJATI.

Semoga kita senantiasa dikuatkan dalam proses menuju Kemenangan Sejati 😊

Artikel by: Angga Prayoga